Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN


(Individu)

IFRS 3
KOMBINASI BISNIS

Disusun oleh :
Ressa Veranti
1811070005

Dosen : Dr. Reschiwati, S.E., Ak., M.M.

JAKARTA
2019
IFRS 3

KOMBINASI BISNIS

I. PENDAHULUAN

IFRS 3 Business Combinations menguraikan akuntansi ketika pengakuisisi


memperoleh kendali bisnis (misalnya akuisisi atau merger). Kombinasi bisnis
tersebut dicatat dengan menggunakan “metode akuisisi” yang umumnya
membutuhkan aset yang diperoleh dan kewajiban diasumsikan diukur pada nilai
wajarnya pada tanggal akuisisi.

Versi revisi dari IFRS 3 dikeluarkan pada bulan Januari 2008 dan berlaku
untuk kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tahunan pertama entitas yang
dimulai pada atau setelah 1 Juli 2009. IFRS 3 (2008) berusaha untuk
meningkatkan relevansi, keandalan dan komparabilitas informasi yang diberikan
mengenai kombinasi bisnis (misalnya akuisisi dan merger) dan efek mereka. IFRS
3 ini menetapkan prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran aset yang diperoleh
dan kewajiban, penentuan goodwill dan pengungkapan yang diperlukan.

Secara umum, tujuan dari kombinasi bisnis adalah meningkatkan profitabilitas


dan efisiensi. Secara khusus, kombinasi bisnis dilakukan untuk :

1. Penghematan biaya
Dengan kombinasi bisnis, berbagai biaya bisa dihemat. Diantaranya biaya
gaji berbagai manajer, biaya penelitian produk baru (produk tersebut sudah
ada di perusahaan yang diakuisisi) dan biaya penelitian dan
pengembangan.
2. Mengurangi risiko
Membeli perusahaan yang sudah mempunyai berbagai macam produk, dan
juga pasarnya, akan lebih kecil resikonya dibandingkan dengan
mengembangkan dan memasarkan produk baru.
3. Mengurangi penundaan beroperasinya perusahaan
Membeli perusahaan yang sudah mempunyai berbagai macam fasilitas dan
sudah memenuhi berbagai macam aturan pemerintah, akan lebih cepat
dibandingkan dengan mengembangkan sendiri atau mendirikan perusahaan
baru.
4. Menghindari pengambil alihan oleh perusahaan lainnya
Salah satu cara untuk menghindari pengambil alihan oleh perusahaan lain
adalah dengan melakukan kombinasi bisnis.
5. Memperoleh aset tidak berwujud
Salah satu alasan untuk melakukan kombinasi bisnis adalah untuk
memperoleh aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan yang
diakuisisi seperti hak paten, hak penambangan, database pelanggan dan
lain-lain.
6. Alasan-alasan lain
Ada perusahaan yang punya kebanggaan tersendiri ketika berhasil
mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain.

II. RUANG LINGKUP

IFRS 3 harus diterapkan ketika akuntansi untuk kombinasi bisnis, tetapi tidak
berlaku untuk :

a. Akuntansi untuk pembentukan perusahaan joint venture dalam laporan


keuangan dari pengaturan bersama itu sendiri.

b. Perolehan aset atau kelompok aset yang bukan merupakan aset. Dalam
kasus tersebut pengakuisisi harus mengidantifikasi dan mengakui aset yang
teridentifikasi secara individual yang diakuisisi (termasuk aset-aset yang
memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk, aset tidak berwujud dalam
IAS 38 Intangible Assets) dan kewajiban. Biaya group dialokasikan untuk aset
dan kewajiban yang dapat diidentifikasi secara individual atas dasar nilai
wajar relative pada tanggal pembelian. Seperti transaksi atas peristiwa tidak
menimbulkan goodwill.

c. Kombinasi entitas atau bisnis dibawah satu pengendali.

Dalam ruang lingkup disebutkan bah!a tidak diterapkan untuk akuisisi aset
atau kelompok aset yang bukan merupakan suatu bisnis. Di sini menggunakan istilah
“akuisisi aset”, dimana dalam hal ini pihak yang diakuisisi tidak memenuhi definisi
suatu bisnis, maka akuisisi tersebut merupakan transaksi akuisisi aset atau kelompok
aset. Bentuk - bentuk dari kombinasi bisnis atau penggabungan usaha adalah :

 Akuisisi

Akuisisi terjadi ketika suatu perusahaan memperoleh aset produktif


dari suatu entitas usaha lain dan mengintegrasikan aset-aset tersebut ke dalam
operasi miliknya.

 Merger

IFRS 3 menyatakan bahwa merger merupakan suatu proses


penggabungan usaha dengan jalan mengambil alih satu atau lebih perusahaan
yang lain. Setelah terjadi pengambil alihan, maka perusahaan yang diambil
alih dibubarkan atau dilikuidasi, sehingga eksistensinya sebagai badan
hukum lenyap, dengan demikian kegiatan usahanya dilanjutkan oleh
perusahaan yang mengambil alih

 Konsolidasi

Konsolidasi terjadi ketika sebuah perusahaan baru dibentuk untuk


mengambil alih aset-aset dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang
terpisah dan akhirnya entitas yang terpisah tersebut dibubarkan.

III. MENGIDENTIFIKASI SUATU KEBIJAKAN BISNIS

Entitas harus menentukan apakah suatu transaksi atau peristiwa lain adalah
kombinasi bisnis dengan menerapkan definisi dalam IFRS ini, yang mensyaratkan
bahwa aset yang diperoleh dan kewajiban yang diasumsikan merupakan bisnis.
jika aset yang diperoleh bukan bisnis, pelaporan entitas harus memperhitungkan
transaksi atau peristiwa lain sebagai akuisisi aset.

Suatu pihak yang membeli dapat memperoleh kendali atau suatu pihak yang
menjual dalam berbagai cara. Berikut adalah cara-cara suatu pihak yang membeli
dapat memperoleh kendali atas suatu pihak yang menjual :

• Dengan mentransfer kas, setara kas, atau aset lainnya


• Dengan timbulnya liabilitas

• Dengan menerbitkan kepentingan ekuitas

• Dengan menyediakan lebih dari satu jenis imbalan

• Tanpa melakukan transfer imbalan (contoh- melalui kontrak sendiri)

Kombinasi bisnis dapat distrukturkan dalam beberapa cara yang berbeda, yang
mana meliputi:

• Satu atau lebih yang menjadi entitas anak dari suatu pihak yang membeli

• Aset bersih dari satu atau lebih bisnis secara legal bergabung menjadi pihak yang
membeli.

• Suatu kombinasi bisnis entitas yang mentransfer aset bersihnya kepada


kombinasi bisnis entitas lain.

• Pemilik dari kombinasi bisnis entitas yang mentransfer kepentingan ekuitasnya


kepada kombinasi bisnis entitas lain.

• Transaksi yang roll-up di mana semua kombinasi bisnis entitas mentransfer aset
bersihnya.

• Pemilik dari entitas yang mentransfer kepentingan ekuitasnya kepada entitas


yang baru dibentuk.

• Sekelompok pemilik lama dari satu dari entitas-entitas yang menggabungkan diri
memperoleh kendali dari kombinasi bisnis.

IV. PERTIMBANGAN NILAI WAJAR

Untuk perhitungan goodwill karena akuisisi, pihak pembeli harus mengukur:

 Nilai wajar dari aset yang ditransfer atau ekuitas yang diterbitkan: dan
 Nilai wajar dari liabilitas yang terjadi mengarah ke mantan pemilik dari pihak
penjual. Bilamana aset yang ditransfer sebagai imbalan yang memiliki suatu
nilai wajar yang berbeda dari nilai buku, maka pihak pembeli harus mengukur
ulang nilai wajar aset semacam itu dan mengakui keuntungan atau kerugian di
dalam laporan laba atau ruginya.

Goodwill penuh dan Godwill sebagian

 Goodwill penuh berarti bahwa goodwill diakui di dalam suatu kombinasi


bisnis untuk kepentingan non pengendali dan juga untuk kepentingan
pengendali di dalam suatu entitas anak.
 Suatu goodwill sebagian pihak pembeli dapat diakui kepentingan non
pengendali di dalam entitas anak atas dasar nilai wajar atau pihak pembeli
dapat mengakui kepentingan non pengendali di dalam aset neto tidak termasuk
goodwill.
 Mengakui goodwill penuh akan meningkatkan aset neto yang dilaporkan pada
laporan posisi keuangan.

Akuntansi untuk Beban atas Kombinasi Bisnis, beban pada suatu kombinasi
bisnis termasuk hal-hal berikut:

 Imbalan penemu.
 Imbalan bagi penasehat, legal, akuntansi, penilai dan jasa profesional lainnya
atau jasa konsultasi lainnya.
 Beban administrasi umum termasuk beban pemeliharaan suatu departemen
pembelian internal.
 Biaya pendaftaran dan penerbitan surat hutang dan surat berharga ekuitas.

Beban ini dicatat di dalam periode dimana terjadinya dan jasa yang diterima.
Biaya perolehan tersebut tidak dapat lagi dimasukkan sebagai bagian dari biaya
perolehan atas kombinasi bisnis. Menurut IFRS 3 sebelumnya, biaya perolehan
tersebut dapat dimasukkan sebagai bagian dari penggabungan badan usaha. Biaya
untuk menerbitkan hutang atau surat berharga ekuitas harus diakui sesuai dengan
IAS 32 dan IAS 39.

Tawar Menawar Pembelian menciptakan suatu keuntungan atas akuisisi.


Apabila nilai wajar dari jumlah yang ditransfer lebih rendah daripada nilai wajar
aset bersih yang diakuisisi dan kepentingan non pengendali, selanjutnya
keuntungan ini diakui di dalam laba dan rugi pihak pembeli. Sebelum mengakui
keuntungan ini, pihak pembeli harus mengkaji:

a. Apakah semua aset yang dibeli dan liabilitas yang ditanggung diakui
b. Apakah kepentingan non pengendali dicatat dengan tepat
c. Apakah penyertaan yang dikuasai sebelumnya termasuk dengan pertimbangan
(dalam hal akuisis tahap per tahap)
d. Apakah jumlah yang ditransfer diukur dengan tepat

V. PERIODE PENGUKURAN

 Periode pengukuran tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akuisisi.
 Selama periode ini, pihak pembeli dapat menyusun laporan keuangan yang
didasarkan pada informasi yang merupakan profisional dan informasi baru yang
dikumpulkan.
 Periode pengukuran berakhir bilamana informasi baru menjadi tersedia dan tidak
melebihi satu tahun.
 Apabila suatu pengukuran difinalisasikan setelah satu tahun, selanjutnya
diperlakukan sesuai dengan IAS 8.

Akuntansi untuk suatu “Akuisisi yang Terbalik” (Reverse Acquisition)

 Di dalam suatu akuisisi yang terbalik, entitas pihak pembeli yang lebih kecil
membeli entitas yang lebih besar.
 Di dalam periode pasca akuisisi, entitas yang lebih besar melakukan
pengendalian.
 Melalui teknik ini suatu entitas swasta dapat go public.
 Pihak pembeli adalah entitas anak yang legal.
 Nilai dari jumlah pembelian adalah nilai wajar dari tambahan saham bahwa
entitas anak legal harus menerbitkan pemegang saham dari entitas induk legal
sebelum akuisisi untuk penyertaan sekarang di dalam kombinasi bisnis entitas
VI. PENGUNGKAPAN

Pengakuisisi diperlukan untuk mengungkapkan informasi yang


memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak
keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi baik selama periode pelaporan saat
atau setelah akhir periode tetapi sebelum laporan keuangan untuk diterbitkan. Di
antara pengungkapan diperlukan untuk memenuhi tujuan tersebut di atas adalah
sebagai berikut :

• Nama dan deskripsi yang diakuisisi

• Tanggal akuisisi

• Persentase kepemilikan saham voting diperoleh alasan utama untuk kombinasi

bisnis dan deskripsi tentang bagaimana pengakuisisi memperoleh kendali yang


diakuisisi

• Deskripsi faktor yang membentuk goodwill diakui

• Deskripsi kualitatif faktor yang membentuk goodwill diakui seperti sinergi yang

diharapkan dari operasi menggabungkan

• Aset tidak berwujud yang tidak memenuhi syarat untuk diakui secara terpisah

nilai wajar akuisisi, tanggal pertimbangan jumlah yang ditransfer dan nilai wajar
akuisisi, tanggal masing-masing kelas utama pertimbangan

• Rincian pengaturan pertimbangan kontinjensi dan aset ganti rugi

• Rincian piutang diperoleh, jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap

kelas utama aktiva dan kewajiban yang diperoleh diasumsikan

• Rincian dari kewajiban kontinjensi diakui, jumlah total goodwill yang

diharapkan akan dikurangkan untuk tujuan pajak

• Rincian tentang transaksi yang diakui secara terpisah dari akuisisi aset dan

asumsi kewajiban dalam kombinasi bisnis

• Informasi tentang pembelian murah

• Informasi tentang pengukuran kepentingan non pengendali


• Rincian tentang kombinasi bisnis dicapai secara bertahap

• Informasi tentang pendapatan yang diakuisisi dan laba atau rugi

• Informasi tentang kombinasi bisnis yang tanggal akuisisi adalah setelah akhir

periode pelaporan tapi sebelum laporan keuangan untuk diterbitkan

Pengakuisisi diperlukan untuk mengungkapkan informasi yang


memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi dampak
keuangan dari penyesuaian diakui pada periode pelaporan saat ini yang
berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode atau periode
pelaporan sebelumnya. Di antara pengungkapan diperlukan untuk memenuhi
tujuan tersebut di atas adalah sebagai berikut : Rincian ketika akuntansi awal
untuk kombinasi bisnis belum lengkap untuk aset tertentu, kewajiban, kepentingan
non pengendali atau item dari pertimbangan (dan jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan untuk kombinasi bisnis sehingga telah ditentukan hanya
sementara) tindak lanjut informasi pertimbangan kontingen, tindak lanjut
informasi tentang kewajiban kontinjensi diakui dalam kombinasi bisnis,
rekonsiliasi nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan dengan
berbagai rincian ditampilkan secara terpisah, jumlah dan penjelasan dari setiap
keuntungan atau kerugian diakui pada periode pelaporan.

Contoh Ilustrasi Penggabungan Usaha


1. PT. Melati membeli 80% saham kepemilikan PT. Kenanga pada 2 Januari
2011, 8000 lembar dengan harga 10/lembar., nilai nominal saham 5/lembar
Nilai total aset bersih PT. Kenanga pada tanggal akuisisi sebesar 80.000.
Berdasarkan informasi apraisal, nilai aset PT. Kenanga dalam rangka akuisisi
dinilai kembali dengan kenaikan sebesar 10.000. Dalam rangka akuisisi
tersebut dikeluarkan biaya konsultan, akuntan sebesar 4.000. Biaya registrasi
akuisisi saham sebesar 2.000
Jurnal akuisisi PT. Kenanga
Investasi dari PT. Kenanga 80.000
Biaya akuisisi 4.000
Modal saham 40.000
Tambahan modal saham 40.000
Kas 4.000
Tambahan modal saham 2.000
Kas 2.000

Nilai investasi 80.000


Nilai buku 80.000
Nilai wajar = 90.000
Jumlah yang dibeli 80% = 64.000 dan nilai wajar 72.000 .
Goodwill parent = 8.000
Goodwill total = 10.000

2. PT. Induk mengakuisisi 80% saham PT. Anak. Aset yang diserahkan untuk
akuisisi 1.200.000. Non pengendali 20%. Nilai buku Ekuitas PT. Anak pada
(1/1/20x1): 1.000.000). Dalam akuisisi terdapat perbedaan nilai buku dengan
nilai wajar 300.000  untuk tanah 200.000 dan gedung 100.000 (10thn). Laba
Anak selama tahun tersebut 200.000, dividen yang dibagikan 100.000

Induk Anak Induk Anak


Aset Lancar 3.200.000 500.000 Liabilitas 2.200.000 1.000.000
Aset Tidak Lancar 5.000.000 1.500.000 Ekuitas 6.000.000 1.000.000
8.200.000 2.000.000 8.200.000 2.000.000

Induk Anak Induk Anak


Aset Lancar 2.000.000 500.000 Liabilitas 2.200.000 1.000.000
Aset Tidak Lancar 5.000.000 1.500.000 Ekuitas 6.000.000 1.000.000
Investasi di anak 1.200.000
8.200.000 2.000.000 8.200.000 2.000.000
• Goodwill = Investasi S – (% P’ownership x fair value asset)
• Nilai wajar aset = 1.000.000 + 300.000 = 1.300.000
• Goodwill = 1.200.000 – 80% * 1.300.000 = 160.000  goodwill untuk parent
• Goodwill untuk np = 160.000/80% * 20% = 40.000
• Jika goodwilll hanya untuk parent = 160.000
• Jika untuk parent dan non pengendali = 200.000

• Aset digabungkan sebesar nilai wajar 1.500.000+300.000 = 1.800.000(total)


• PSAK lama yang digabungkan hanya 1.500.000 + 80%*300.000
• PSAK lama non controlling interest = 1.000.000 * 20% = 200.000
• PSAK baru non controlling interest = 1.300.000 * 20% = 260.000

Induk Anak FV Induk Anak FV


Aset Lancar 3.200.000 500.000 Liabilitas 2.200.000 1.000.000
Aset Tidak Lancar 5.000.000 1.800.000 Ekuitas 6.000.000 1.300.000
8.200.000 2.300.000 8.200.000 2.300.000

Induk Anak FV Induk Anak FV


Aset Lancar 2.000.000 500.000 Liabilitas 2.200.000 1.000.000
Aset Tidak Lancar 5.000.000 1.800.000 Ekuitas 6.000.000 1.300.000
Investasi di anak 1.200.000
8.200.000 2.300.000 8.200.000 2.300.000

Konsolidasi Konsolidasi
Aset Lancar 2.500.000 Liabilitas 3.200.000
Aset Tidak Lancar 6.800.000 Ekuitas 6.000.000
Goodwill 160.000 Non Pengendali 260.000
9.640.000 9.460.000
Goodwill Parent
Konsolidasi Konsolidasi
Aset Lancar 2.500 Liabilitas 3.200
Aset Tidak Lancar 6.740 Ekuitas 6.000
Goodwill 160 Non Pengendali 200
9.400 9.400

Goodwill Parent & NCI


Konsolidasi Konsolidasi
Aset Lancar 2.500 Liabilitas 3.200
Aset Tidak Lancar 6.800 Ekuitas 6.000
Goodwill 200 Non Pengendali 300
9.500 9.500

Aset menjadi lebih besar : Faktor : Jumlah Akuisisi, Perbedaan BV, FV, HP

Contoh Ilustrasi Penggabungan Usaha Bertahap

1. Entitas A sebelumnya memiliki entitas B sebesar 20% dengan nilai 320 juta.
Nilai buku entitas B total sebesar 1.500 juta.
Entitas A membeli tambahan saham entitas B sebanyak 60% dengan harga
1.200. Nilai wajar aset B saat akuisisi sebesar 1.800.
Total kepemilikan baru 20% + 60% = 80%.
Nilai wajar yang baru  60% = 1.200 maka 100% = 2.000
Harga wajar dari aset yang dibeli 1.800 sehingga goodwill total 2.000-1.800 =
200, maka goodwill untuk minoritas = 40
Goodwill parent 1.600 – 80%x1.800 = 1.600 – 1.440 = 160.
Kepemilikan lama dinilai kembali 20% x 2.000 = 400, sehingga ada keuntungan
400-320 = 80.
Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = 1.600
Jurnal

Investasi 1.200

Kas 1.200

Investasi 80
Keuntungan investasi 80

Goodwill Tidak Diamotisasi

• Goodwill dinilai apakah mengalami penurunan nilai


• Jika mengalami penurunan nilai diturunkan  selanjutnya direview
setiap pelaporan
• Penurunan nilai  apakah nilai tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan
nilai dapat diperoleh kembali (recoverable amount)
• Nilai diperoleh kembali, nilai yang lebih tinggi antara :
• Nilai wajar dikurangi biaya penjualan  jika dijual
• Nilai pakai / hasil dari investasi di masa datang  jika dipakai /
dipertahankan
Penurunan Nilai Investasi

Investasi pada PT. A memiliki komponen net aset berikut ini


Goodwill 20.000
Properti Investasi 40.000
Aset Tetap 60.000
Total 120.000
Nilai dapat diperoleh kembali sebesar 90.000

Goodwill Property Aset Tetap Total


Carrying Value 20.000 40.000 60.000 120.000
Impairment Loss (20.000) (4.000) (6.000) (30.000)
Nilai Buku Stlh Penurunan - 36.000 54.000 90.000

Penurunan Nilai:
1. Pertama dialokasikan ke Goodwill
2. Sisanya dialokasikan ke aset tidak lancar secara pro rata