Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK SENIOR

UPTD PUSKESMAS LAMPULO


PERIODE 22 OKTOBER 2018 – 03 NOVEMBER 2018

Diajukan sebagai salah satu syarat dalam menjalani Kepaniteraan Klinik


di SMF/Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

disusun oleh :
Aini Mutmainah 1607101030022
Orintya Putri Adiyusika 1607101030030
Shazni Nadia Reivana 1507101030021
Violita Apriliyana 1507101030005

Pembimbing:

dr. Roosmy
dr. Muhammad, MPH

SMF/BAGIAN ILMU KEDOKTERAN KELUARGA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2018

LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
UPTD PUSKESMAS LAMPULO
PERIODE 22 OKTOBER 2018 – 03 NOVEMBER 2018

Disusun Oleh:

Aini Mutmainah 1607101030022


Orintya Putri Adiyusika 1607101030030
Shazni Nadia Reivana 1507101030021
Violita Apriliyana 1507101030005

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Dalam Menjalani Kepaniteraan Klinik Senior
pada Bagian FamilyMedicine Fakultas Kedokteran Unsyiah
di UPTD Puskesmas Lampulo
Banda Aceh

Disahkan Oleh :
Banda Aceh, November 2018

Pembimbing I Pembimbing II

dr. Roosmy dr. Muhammad, MPH


NIP. 19641116 200112 2 001 NIP. 19721018 200012 1 002

Mengetahui

Kepala UPTD Puskesmas Lampulo Kepala Bagian Family Medicine

Hayatun Rahmi, SKM Rina Suryani Oktari, S.Kep, M.Si


NIP. 19670730 198803 2 002 NIP. 19831012 201404 2 001
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas


berkah dan rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Laporan Kegiatan
Kepaniteraan Klinik Senior pada Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas
Kedokteran Unsyiah di Puskesmas Lampulo periode 22 Oktober – 03 November
2018.
Penyusunan laporan ini berdasarkan data-data yang ada, bimbingan dan
hasil pengamatan yang dilakukan di Puskesmas Lampulo selama mengikuti
kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior Fakultas Kedokteran Unsyiah.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Kepala
Puskesmas Lampulo Hayatun Rahmi, SKM dan dokter pembimbing kami dr.
Muhammad, MPH beserta seluruh staf yang telah banyak membimbing kami
mulai pelaksanaan tugas hingga pembuatan laporan ini, juga kepada teman-teman
dokter muda yang telah turut memberikan kontribusinya berupa ide, semangat dan
dukungan moral, tak lupa pula kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
Kami menyadari dengan segala kerendahan hati bahwa tulisan ini masih
jauh dari sempurna. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Banda Aceh, November 2018

Penulis
LAMPIRAN I
PROMOSI KESEHATAN
LAPORAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN (PENYULUHAN)
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PUSKESMAS LAMPULO

I. PENDAHULUAN
Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan ujung
tombak untuk pembangunan kesehatan dalam rangka meningkatkan perilaku
hidup sehat masyarakat. Program PHBS di Rumah Tangga merupakan upaya
untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu
mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk
mencapai Rumah Tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup
bersih dan sehat seseorang sangat berkaitan dengan peningkatkan kesehatan
individu, keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Menurut teori HL BLUM
diketahui bahwa status kesehatan individu erat kaitanya dengan perilakunya,
semakin baik perilaku yang berhubungan dengan kesehatan maka maka status
kesehatanya akan semakin baik.(1)
Berdasarkan data Riskesdas (riset kesehatan dasar) tahun 2013, PHBS
pada penduduk Indonesia, berperilaku menyikat gigi setiap hari sudah dilakukan
sebanyak 93,8% namun perilaku menyikat gigi yang benar masih rendah yaitu
2,3%, sedangkan PHBS pada anak yang sudah melaksanakan sikat gigi setiap hari
sebanyak 95,7%, namun hanya 1, 7% saja yang telah melakukannya dengan
benar. Data lain berhubungan dengan PHBS secara umum, dimana di dalamnya
terdapat usia anak sekolah yang telah melakukan perilaku buang air besar (BAB)
dengan benar di jamban yaitu mencapai 82,6% sedangkan melakukan cuci tangan
menggunakan sabun yang benar dengan proporsi 47%. Pada tahun 2007 perilaku
mencuci tangan mencapai 23,2% akan terjadi peningkatan pada tahun 2013
menjadi 47% kemudian perilaku BAB di jamban pada tahun 2007 mencapai
71,1% sedangkan pada tahun 2013 menjadi 82,6%. Perilaku konsumsi makanan
yang berisiko mengancam tubuh yaitu berupa mengonsumsi makanan/minuman
antara lain yang manis mencapai 53,1%, berlemak mencapai 40,7% dan
(2)
penyedap mencapai 77, 3%
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan
yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-
kegiatan kesehatan di masyarakat. Untuk menggambarkan keadaan perilaku
masyarakat yang berpengaruhterhadap derajat kesehatan masyarakat digunakan
indikator PHBS. Jumlah Rumah Tangga di Kota Banda Aceh Tahun 2016
berjumlah 44.657 terdapat Rumah Tangga Sehat ber-PHBS sebesar 1.992
(54,23% ) dari 3.673 rumah tangga yang dipantau. Persentase rumah tangga ber-
PHBS tertinggi terdapat di Puskesmas Kuta Alam yaitu sebesar 70,20% dan
terendah di Puskesmas Jeulingke yaitu sebesar 16,67%.(3)

II. NAMA KEGIATAN


Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

III. TUJUAN KEGIATAN


1. Menjelaskan tentang pengertian (PHBS)
2. Menjelaskan tentang Tujuan PHBS
3. Menjelaskan tentang PHBS di sekolah
4. Menjelaskan tentang sasaran PHBS di sekolah

IV. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN


Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada :
Hari/Tanggal : Selasa-Rabu/ 30-31 Oktober 2018
Waktu : 10.00 wib s/d 11.00 wib
Tempat : SMK Telkom dan SMA 3 Banda Aceh
Topik : PHBS

V. PESERTA KEGIATAN
Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada perwakilan pelajar SMK Telkom
dan SMA 3 Banda Aceh.
VI. METODE PENYULUHAN
Metode pada penyuluhan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu :
a. Tahap pengenalan dan penggalian pengetahuan peserta
Pada tahap ini, pemateri memperkenalkan diri dilanjutkan dengan
pertanyaan kepada peserta untuk menilai tingkat pengetahuan mengenai
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
b. Penyampaian Materi dan Tanya Jawab
Pada tahap ini dilakukan penyampaian materi selama 40 menit yang
dijelaskan secara langsung dengan menggunakan alat bantu berupa slide
mengenai PHBS dan peragaan cara mencuci tangan yang benar. Penyuluhan
dilanjutkan dengan tanya jawab kepada para peserta selama 10 menit.

VII. MATERI PENYULUHAN


1. Pengertian PHBS
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-
kegiatan kesehatan di masyarakat. Untuk menggambarkan keadaan perilaku
masyarakat yang berpengaruhterhadap derajat kesehatan masyarakat digunakan
indikator PHBS. (3)

2. Tujuan PHBS
Tujuan dilakukannya PHBS disekolah antara lain :
 Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru dan
masyarakat lingkungan sekolah terlindung dari berbagai gangguan dan ancaman
penyakit.
 Meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi
belajar peserta didik.
 Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu
menarik minat orang tua (masyarakat)
 Meningkatkan citra pemerintah daerah dibidang pendidikan.
 Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain.

3. PHBS di sekolah
PHBS di lingkungan Sekolah PHBS disekolah adalah upaya untuk
memberdayakan siswa, guru, danmasyarakat lingkungan sekolah agara tahu, mau
dan mampu mempraktekkan PHBS, dan berperan aktif dalam mewujudkan
sekolah sehat. Sekolah adalah lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi
dengan segala aktifitasnya direncanakan dengansengaja disusun yang disenut
kurikulum. .(4)
PHBS di institusi pendidikan adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan
kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan institusi
pendidikan. Indikator PHBS di institusi pendidikan/ sekolah meliputi(4) :
a. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun
b. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
c. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
d. Olahraga yang teratur dan terukur
e. Memberantas jentik nyamuk
f. Tidak merokok di sekolah
g. Memimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
h. Membuang sampah pada tempatnya

4. Sasaran PHBS di Sekolah


Sasaran PHBS menurut Depkes RI (2008) dikembangkan dalam lima tatanan
yaitu di rumah atau tempat tinggal, di tempat kerja, di tempat-tempat Universitas
Sumatera Utara umum, institusi pendidikan, dan di sarana kesehatan. Sedangkan
sasaran PHBS di tatanan sekolah adalah seluruh warga tatanan sekolah yang
terbagi dalam :
a. Sasaran primer
Sasaran utama dalam tatanan sekolah yang akan dirubah perilakunya atau
murid dan guru yang bermasalah (individu/ kelompok dalam institusi
pendidikan yang bermasalah)
b. Sasaran sekunder
Sasaran yang mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang
bermasalah misalnya, kepala sekolah, tokoh masyarakat, petugas
kesehatan dan lintas sektor terkait
c. Sasaran tersier
Merupakan sasaran yang diharapkan menjadi pembantu dalam mendukung
pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS
di isntitusi pendidikan seperti, kepala desa, lurah, camat, kepala
puskesmas, Diknas, guru, tokoh masyarakat, dan orang tua murid.

VIII. PENUTUP
Penyuluhan telah dilakukan pada pelajar SMK Telkom dan SMA 3 Banda
Aceh. Penyuluhan dilakukan bersamaan dengan kunjungan dokter puskesmas ke
sekolah tersebut. Penyuluhan dengan cara memberikan penyuluhan menggunakan
slide presentasi mengenai PHBS dan peragaan cara mencuci tangan yang benar.
Tanggapan para peserta penyuluhan cukup baik dan antusias dalam mendengarkan
materi ini. Adapun harapan yang ingin dicapai dengan adanya penyuluhan ini
adalah peserta dapat mengetahui tentang PHBS, serta dapat menerapkan perilaku
hidup bersih dan sehat di sekolah dan di lingkungan sekitar.
IX. DAFTAR PUSTAKA

1. Ayu khoiratul,U. Heru,Y. Choiri. (2016). Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) di Wilayah Kerja Puskesmas Bulu Kabupaten Sukoharjo Bulan
Januari-Maret 2015. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979-7621, Vol. 1. P 26-27
2. Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Departemen Kesehatan RI. (2016).
3. Profil kesehatan kota banda aceh tahun 2016.
From;http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/lainlain/Data%20d
an%20Informasi%20Kesehatan%20Profil%20Kesehatan%20Indonesia%20201
6%20-%20%20smaller%20size%20-%20web.pdf . Diakses 31 desember 2016
4. Departemen Kesehatan RI. 2008. Profil kesehatan Indonesia 2007.
Jakarta : Depkes RI Jakarta .
MATERI PENYULUHAN PHBS

PHBS DI SEKOLAH
PUSKESMAS LAMPULO
DINAS KESEHATAN KOTA BANDA ACEH
2018
DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN

Gambar 1. Penyuluhan PHBS di SMK Telkom

Gambar 2. Penyuluhan PHBS di SMA 3 Banda Aceh


Disahkan Oleh :
Banda Aceh, November 2018

Pembimbing I Pembimbing II

dr. Roosmy dr. Muhammad, MPH


NIP. 19641116 200112 2 001 NIP. 19721018 200012 1 002

Mengetahui,

Kepala UPTD Puskesmas Lampulo

Hayatun Rahmi, SKM


NIP. 19670730 198803 2 002