Anda di halaman 1dari 6

NAMA : FAJRIA PURNAMA RISDA

NO BP : 1811213033

KELAS : A3 KEHUMASAN

Kurang nya pengetahuan ibu akan penting nya imunisasi

Imunisasi adalah proses menginduksi imunitas secara buatan baik dengan vaksinasi (
imunisasi aktif ) maupun dengan pemberian antibodi ( imunisasi pasif ). Imunisasi aktif
menstimulasi sistem imun untuk membentuk antibodi dan respon imun seluler yang melawan
agen penginfeksi, sedangkan imunisasi pasif menyediakan proteksi sementara melalu pemberian
antibodi yang di produksi secara eksogen maupun transmisi transplasenta dari ibu ke janin.
Pemberian imunisasi pada anak yang mempunyai tujuan agar tubuh kebal pada penyakit tertentu.
Kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya terdapat kadar
antibodi yang tinggi pada saat dilakukan imunisasi, potensi antigen yang disuntikan, dan waktu
antara pemberian imnunisasi.

Namun, Usaha-usaha yang dilakukan dinas kesehatan masih banyak mengalami kendala
diantaranya kepatuhan orang tua untuk mengimunisasikan bayinya. Selain itu kesibukan orang
tua, kurang sosialisasi dari pemerintah serta budaya setempat yang masih mengandalkan dukun
menjadi faktor yang mempengaruhi kepatuhan orang tua untuk memberikan imunisasi pada
bayinya. Kepatuhan merupakan suatu permasalahan bagi semua disiplin perawatan kesehatan.
Kepatuhan dalam mengimunisasikan anak sangatlah penting untuk kesehatan anak dalam tahap
tumbuh kembang , Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan orang tua
membawa anaknya untuk di imunisasi, antara lain orang tua yang sibuk bekerja, kurang memiliki
waktu, bahkan kurang pengetahuan tentang imunisasi dan perhatian terhadap kesehatan anakpun
berkurang, kurang informasi yang diperoleh oleh masyarakat baik melalui media massa, media
elektronik maupun penyuluhan-penyuluhan serta budaya yang masih mengandalkan dukun
sebagai penolong persalinan, sehingga tidak ada anjuran kepada ibu bersalin untuk
mengimunisasikan bayinya. Hal ini menjadikan masyarakat tidak mengenal tentang imunisasi.

tingkat pengetahuan yang tinggi lebih mengetahui, memahami dan patuh dengan apa
yang menjadi tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak yaitu dengan mengimunisasikan
anaknya sesuai jadwal yang ditentukan. Demi tahap tumbuh-kembang anak yang optimal dan
terhindar dari penyakit, dapat dicegah dengan imunisasi. Kesimpulannya bahwa ada hubungan
yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi pada bayi.
Kontribusi lingkungan masyarakat ibu dalam menyukseskan program imunisasi sangat besar.
Terutama yang digerakkan oleh kepala desa selaku pemimpin wilayahnya. Selain itu, tokoh
agama menjadi panutan masyarakat dalam berperilaku dengan pendekatan spiritual. Kader
kesehatan berperan menjadi penyambung info dari petugas kesehatan atau menyediakan sarana
dan prasarana untuk mendukung program imunisasi. Keberadaan fasilitas posyandu di desa
belum dimanfaatkan secara maksimal. Terbukti lebih dari separuh responden (56,1%)
menyatakan sudah tersedia tempat pelayanan posyandu tetapi tidak dijalankan sesuai fungsinya.
Hal tersebut dapat disebabkan karena kurangnya perhatian maupun kesadaran akan pentingnya
posyandu, baik dari tokoh masyarakat desa maupun instansi pemerintah. Masyarakat (kepala
desa, tokoh agama dan kader kesehatan) kurang mendukung kegiatan imunisasi pada bayi.
Akibatnya ibu yang tidak patuh dalam mengimunisasikan bayinya sangat tinggi yaitu sebesar
80%.

Faktor petugas kesehatan meliputi dukungan dari profesi kesehatan, pemberian informasi
kesehatan, kontrol keputusan serta keterampilan petugas kesehatan dalam pemberian imunisasi.
Petugas secara keseluruhan telah melaksanakan perannya dengan baik. Pemberian dukungan
afektif dan keterampilan profesionalisme oleh petugas kesehatan sangat baik. Peran pemberi
informasi kesehatan dan pengontrol keputusan klien dalam memilih pelaksanaan imunisasi masih
rendah. Keempat faktor tersebut memiliki hubungan atau keterikatan antara satu dengan yang
lainnya. Tempat pelayanan imunisasi yang paling diminati oleh ibu di Kabupaten Bangkalan
adalah Bidan Praktek Swasta dan Puskesmas. Kurangnya dukungan masyarakat (Kepala Desa,
Tokoh Agama dan Kader kesehatan) terhadap program imunisasi di Kabupaten Bangkalan.
Motivasi intrinsik dan pemahaman ibu tentang imunisasi pada bayi masih rendah dan respons ibu
untuk mengimunisasi bayinya masih kurang baik. Peran petugas kesehatan masih belum optimal
dalam meningkatkan kepatuhan ibu. Dukungan Masyarakat berhubungan dengan faktor ibu
dalam mengimunisasikan bayinya di Kabupaten Bangkalan. Ada hubungan peran petugas
kesehatan dengan peran ibu untuk mengimunisasikan bayinya dengan lengkap di Kabupaten
Bangkalan. Ada hubungan peranan petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu untuk
mengimunisasikan bayinya dengan lengkap di Kabupaten Bangkalan.
DAFTAR PUSTAKA

https://media.neliti.com/media/publications/112227-ID-hubungan-tingkat-pengetahuan-ibu-
tentang.pdf Diakes pada tanggal 12 Desember 2019, pukul 09.22 WIB.

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123244-S09082fk-Kelengkapan%20imunisasi-Literatur.pdf Diakses
pada tanggal 12 Desember 019, pukul 09.30 WIB.
Kurang nya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan

Oleh : Fajria Purnama Risda 1811213033

Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan
merupakan unsur yang fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan . Yang dimaksud
dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah
terserang berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, muntaber dan lainnya. Hal ini dapat
dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman. Kesadaran
Masyarakat terhadap kerbesihan dalam agama disebutkan Orang mengatakan bahwa kebersihan
merupakan sebagian dari iman. Kebersihan adalah hal yang mutlak dibutuhkan oleh setiap orang
yang tinggal di dalam lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang bersih, menciptakan rasa
kenyamanan serta kesehatan bagi setiap individu yang tinggal di dalamnya.

Tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan masih tergolong rendah.


Meskipun mereka telah berhasil menjaga kebersihan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan
keluarga, tak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan dalam lingkungan masyarakat. Tingkat
kesadaran masyarakat yang rendah dalam menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat, dapat
dilihat dari cara mereka membuang sampah. Apakah masyarakat membuang sampah pada
tempatnya, di pinggir-pinggir sungai, atau bahkan di pnggiran jalan raya. Dari data riset
Kementerian Kesehatan diketahui hanya 20 persen dari total masyarakat Indonesia peduli
terhadap kebersihan dan kesehatan. Ini berarti, dari 262 juta jiwa di Indonesia, hanya sekitar 52
juta orang yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya
terhadap kesehatan.

Adanya petugas kebersihan hanyalah sebagai pembantu dalam menjaga kebersihan.


Sedangkan faktor utama yang sangat berpengaruh agar lingkungan masyarakat terlihat bersih
adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Dampak serius dari kurangnya kesadaran masyarakat
dalam menjaga kebersihan akan sangat terasa. Secara fisik, lingkungan yang memiliki tingkat
kesadaran rendah, akan terlihat kotor dan tidak nyaman untuk ditinggali. Seperti yang telah
disinggung sebelumnya, lingkungan kotor dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti
misalnya demam berdarah. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga
dapat menimbulkan bencana yang lebih besar. Seperti yang kita ketahui, bencana banjir tidak
hanya disebabkan oleh hujan lebat. Tapi, karena orang-orang membuang sampah sembarangan di
sungai. Mengakibatkan tidak lancarnya aliran sungai, sehingga volume air meluap ke
pemukiman warga. Oleh sebab itu, sangat penting bagi setiap masyarakat menumbuhkan
kesadaran dalam menjaga kebersihan. Tidak hanya kebersihan diri sendiri, dan keluarga, tapi
sangat penting menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

http://repository.upi.edu/2916/4/S_PKN_0907479_Chapter1.pdf Diakses pada tanggal 12 Desember


2019, pukul 10.30 WIB.

https://dlh.semarangkota.go.id/pentingnya-kesadaran-masyarakat-akan-kebersihan/ Diakses pada


tanggal Desember 2019, pukul 10.30 WIB.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180423183600-255-292946/kesadaran-masyarakat-
indonesia-akan-kebersihan-masih-rendah Diakses pada tanggal 12 Desember 2019, pukul 10.30 WIB.