Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENYUSUNAN DOKUMEN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS


RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (KLHS - RPJMD)
KABUPATEN .............. 2019 - 2024

Kementerian/Lembaga : Pemerintah Kabupaten .............


Unit Organisasi : Dinas..........
Almt Unit Organisasi : Jalan .................
Pengguna Anggaran : ................
Pejabat Pembuat Komitmen : ................
Program : Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan
Lingkungan Hidup
Sasaran Program : Tersusunnya Dokumen KLHS untuk RPJMD
Kabupaten ........... Tahun 2019 - 2024
Kegiatan : Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Sub Kegiatan : Belanja Jasa Konsultasi Perencanaan
Detil Kegiatan : Belanja Jasa Konsultansi Penyusunan KLHS
RPJMD Kabupaten .......Tahun 2019 - 2024

1.1 LATAR BELAKANG


Kabupaten .............. terus berupaya melakukan pemantapan pengembangan
hasil-hasil pembangunan meliputi pencapaian daya saing keunggulan sumber daya
manusia, tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif, ketersediaan infrastruktur
yang baik serta pengelolaan lingkungan dengan fokus pada pembangunan perdesaan.
Salah satu strategi pengembangan tata ruang wilayah adalah pemeliharaan dan
perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup (menetapkan kawasan lindung,
mewujudkan kawasan berfungsi lindung dengan luas paling sedikit 30%,
mengembalikan dan meningkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun),
pencegahan dampak negatif kegiatan manusia terhadap kerusakan lingkungan hidup,
pengendalian perkembangan kegiatan budidaya sesuai daya dukung dan daya
tampung lingkungan, serta pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup.

Pembangunan daerah yang telah dilaksanakan di Kabupaten ............. selama ini


masih belum dapat mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat antar wilayah,
dalam hal ini kesenjangan antar wilayah baik antar Kabupaten / Kota maupun antar
wilayah perkotaan dan perdesaan. Untuk menjamin keseimbangan daerah antar
wilayah di Kabupaten .......... maka perlu disusun suatu kebijakan pembangunan
kewilayahan. Dalam rangka menciptakan suatu rentang kendali yang proposional dan

Halaman | 1
mencapai hasil yang optimal dalam pembangunan setiap wilayah maka ditetapkan
melalui Sistem Pusat Kegiatan yaitu Sistem Perkotaan (Pusat Kegiatan Lokal-PKL dan
Pusat Pelayanan Kecamatan-PPK) dan Sistem Perdesaan. Sedangkan kawasan yang
mempunyai pengaruh sangat penting secara regional dan bagi Kabupaten ............
dalam aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan, dan/atau pendayagunaan
sumberdaya alam dan teknologi tinggi telah ditetapkan melalui Kawasan Strategis
Provinsi (KSP) .......... dan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Kabupaten ...............
Hal tersebut merupakan upaya-upaya pembangunan untuk menciptakan kemajuan dan
penggunaan keruangan di Kabupaten ............, yang tentunya harus memenuhi kaidah
penggunaan lingkungan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Untuk meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat, Pemerintah Kabupaten ...............
mencanangkan berbagai Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP). Dalam
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, telah dirumuskan berbagai kebijakan lingkungan di antaranya pada
Pasal (15) disebutkan bahwa instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
wajib dilaksanakan untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah
menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau KRP.
KLHS wajib diintegrasikan ke dalam penyusunan atau evaluasi Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) beserta rencana rincinya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional, Provinsi,
dan Kabupaten/Kota, termasuk memaduserasikan KRP yang berpotensi menimbulkan
dampak dan/atau risiko lingkungan hidup dengan kondisi lingkungan hidup di
Provinsi/Kabupaten/Kota.

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tata Cara


Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagaimana disebutkan
pada Pasal (1) bahwa KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh,
dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah
menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau KRP.
Keseluruhannya ditujukan untuk mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dan
konsep Pembangunan Berkelanjutan (PB) ke dalam suatu KRP dimana keluaran KLHS
adalah suatu dokumen telaah (assessment document) yang disertai dengan berbagai
rekomendasi untuk penyempurnaan KRP tergantung pada kedudukan dan sasaran
penyelenggaraan KLHS. Kedudukan ini perlu ditegaskan karena apa yang disebut KRP

Halaman | 2
memiliki berbagai kedudukan dalam berbagai hierarki. Misalnya di tingkat
Kabupaten/Kota, terdapat KRP Pemerintah Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan
Daerah oleh Bupati/Walikota. Kedudukan inilah yang menentukan bagaimana proses
penyelenggaraan KLHS, pemangku kepentingan mana saja yang perlu dilibatkan
termasuk dimana serta bagaimana bentuk keterlibatannya dalam proses tersebut.

Pada tahun 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merumuskan 17


Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(TPB) sebagai rencana aksi di seluruh dunia dalam rangka mencapai pembangunan
yang berkelanjutan dan juga sebagai kelanjutan dari keberhasilan target sebelumnya
yang tertuang dalam Millenium Development Goals (MDGs). Di Indonesia sendiri, TPB
telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan
Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pilar-pilar yang termuat dalam
pelaksanaan pencapaian TPB di Indonesia antara lain Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, Pilar
Lingkungan, dan Pilar Hukum dan Tata Kelola. Peraturan tersebut kemudian diturunkan
ke dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembuatan
dan Pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJMD untuk memastikan
keberlangsungan pelaksanaan pencapaian TPB di seluruh wilayah di Indonesia.

Saat ini Pemerintah Kabupaten .......... sedang menyiapkan Rencana


Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten .............. Tahun 2019-
2024. Penyusunan ini akan disesuaikan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 7 Tahun 2018. Oleh karena hal tersebut, Pemerintah Kabupaten ............
menyiapkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) guna memastikan bahwa
muatan yang ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten ............ Tahun 2019-2024 telah
mempertimbangkan prinsip Pembangunan Berkelanjutan berdasarkan indikator-
indikator TPB, sehingga diharapkan pengambilan keputusan oleh Kepala Daerah
nantinya telah matang serta dampak/risiko lingkungan yang berpotensi timbul akibat
pelaksanaan pembangunan, dalam hal ini RPJMD, dapat diminimalisir.

KLHS RPJMD sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri


Nomor 7 Tahun 2018, sangat dibutuhkan dalam pemenuhan kualitas penyusunan
RPJMD Teknokratik dan Rancangan Awal RPJMD. KLHS RPJMD diharapkan dapat
memberikan manfaat dalam mewarnai substansi rencana pembangunan yang berbasis
daya dukung dan daya tampung lingkungan serta mengarahkan Tujuan Pembangunan

Halaman | 3
Berkelanjutan. Berdasarkan pemetaan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
Hidup berbasis jasa ekosistem terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan maka
sumbangan KLHS RPJMD dapat memenuhi 10 Tujuan atau sekitar 58,88% dari 17
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan
Presiden Nomor 59 Tahun 2017.

1.2 TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan dari Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kabupaten ............ Tahun
2019-2024 adalah memastikan bahwa prinsip–prinsip Pembangunan Berkelanjutan
telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam penyusunan RPJMD Kabupaten ............
Tahun 2019-2024. Sasaran dalam Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kabupaten
............ Tahun 2019-2024 adalah :

1. Terinventarisasinya isu-isu Pembangunan Berkelanjutan (PB) berdasarkan


indikator-indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan juga kajian
pembangunan wilayah Kabupaten ............ dari program-program pembangunan
yang terdapat di masing-masing SKPD Pemerintah Kabupaten ............ dan
masyarakat, dokumen KRP RPJMD sebelumnya, serta dokumen Laporan
Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kabupaten ............
sebelumnya.
2. Terkajinya analisis kuantitatif dan spasial dari 6 (enam) muatan KLHS
wilayah Kabupaten ............ dalam pengembangan konteks regional. 6 (enam)
muatan KLHS meliputi kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan
hidup untuk pembangunan, perkiraan dampak/risiko lingkungan hidup, kinerja
layanan/jasa ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, tingkat
kerentanan dan kapasitas adaptasi perubahan iklim, dan tingkat ketahanan dan
potensi keanekaragaman hayati;
3. Terselaraskannya data dan informasi yang dianalisis dengan karakter untuk
draft KRP RPJMD Kabupaten ............;
4. Teridentifikasinya alternatif-alternatif skenario/upaya pencapaian TPB
khususnya di Kabupaten .............
5. Terumuskannya rekomendasi kebijakan penggunaan sumber daya dan
kebijakan pengembangan wilayah Kabupaten .............

Halaman | 4
6. Tersusunnya KLHS RPJMD sebagai acuan dan dasar dalam penyusunan KRP
yaitu RPJMD Kabupaten ............ Tahun 2019-2024.

1.3 RUANG LINGKUP

1.3.1 RUANG LINGKUP WILAYAH


Ruang lingkup wilayah dalam kegiatan Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD
Kabupaten ............ 2019-2024 ini berada pada wilayah Kabupaten .............

1.3.2 RUANG LINGKUP MATERI


Materi yang akan dibahas pada Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD
Kabupaten ............ Tahun 2019-2024 ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 46
Tahun 2016 dan Permendagri Nomor 7 Tahun 2018, dimana dijabarkan pada rincian
lingkup kegiatan sebagai berikut

1. Perumusan isu-isu PB berdasarkan indikator-indikator pencapaian TPB serta


kajian pembangunan wilayah Kabupaten ............;
2. Pengkajian 6 muatan KLHS;
3. Perumusan alternatif skenario pencapaian TPB; dan
4. Penyusunan rekomendasi sebagai acuan dan dasar dalam penyusunan KRP
yang telah mengintegrasikan prinsip Pembangunan Berkelanjutan.

1.4 DASAR HUKUM


Dasar hukum dalam Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kabupaten ............
Tahun 2019-2024 adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tata Cara
Penyelenggaraan KLHS;

Halaman | 5
6. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara
Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara
Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta
Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 69 Tahun 2017
tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tata
Cara Penyelenggaraan KLHS; serta
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembuatan dan
Pelaksanaan KLHS dalam Penyusunan RPJMD.

1.5 METODE PENGKAJIAN DAN RENCANA KERJA

1.5.1 METODE PENGKAJIAN


Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kabupaten ............ Tahun 2019-2024
dilakukan melalui mekanisme:

1. Pengkajian pengaruh Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP) hasil


perumusan isu PB berdasarkan indikator-indikator TPB terhadap kondisi
Lingkungan Hidup dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Melaksanakan identifikasi dan perumusan isu Pembangunan Berkelanjutan
(PB). Identifikasi dan perumusan isu PB dilakukan untuk menentukan isu
yang paling strategis yang diperoleh melalui analisis indikator TPB,
menghimpun masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan melalui
konsultasi publik. Isu pembangunan paling strategis dirumuskan berdasarkan
prioritas dengan mempertimbangkan unsur-unsur paling sedikit:
• Karakteristik wilayah;
• Tingkat pentingnya potensi dampak;

Halaman | 6
• Keterkaitan antar isu strategis pembangunan berkelanjutan;
• Keterkaitan dengan materi muatan kebijakan, rencana, dan/atau program;
• Muatan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
dan/atau Hasil KLHS dari KRP pada hirarki diatasnya yang harus diacu,
serupa dan berada pada wilayah yang berdekatan, dan/atau memiliki
keterkaitan dan/atau relevansi langsung.
b. Melaksanakan identifikasi isu Pembangunan Berkelanjutan (PB) yang
berpotensi menimbulkan pengaruh terhadap kondisi Lingkungan Hidup, hal
ini dilakukan untuk menemukan dan menentukan muatan KRP yang harus
dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kondisi Lingkungan
Hidup.
c. Menganalisis pengaruh hasil identifikasi dampak risiko KRP terhadap
lingkungan. Analisis pengaruh dilakukan dengan memperhatikan hubungan
keterkaitan materi muatan KRP dengan isu strategis Pembangunan
Berkelanjutan hasil konsultasi publik. Analisis pengaruh paling sedikit
memuat kajian:
• Kapasitas daya dukung dan daya tampung Lingkungan Hidup untuk
pembangunan;
• Perkiraan mengenai dampak dan risiko Lingkungan Hidup;
• Kinerja layanan atau jasa ekosistem;
• Efisiensi pemanfaatan sumber daya alam;
• Tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim; dan
• Tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.
2. Perumusan alternatif skenario penyempurnaan Kebijakan, Rencana, dan/atau
Program dalam pencapaian TPB. Perumusan alternatif penyempurnaan
Kebijakan Rencana, dan/atau Program dijadikan dasar dalam menyusun
rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan Kebijakan, Rencana,
dan/atau Program yang mengintegrasikan prinsip Pembangunan Berkelanjutan.
Alternatif penyempurnaan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program berupa:
a. Perubahan tujuan atau target;
b. Perubahan strategi pencapaian target;
c. Perubahan atau penyesuaian ukuran, skala, dan lokasi yang lebih memenuhi
pertimbangan pembangunan berkelanjutan;

Halaman | 7
d. Perubahan atau penyesuaian proses, metode, dan adaptasi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih memenuhi
pertimbangan pembangunan berkelanjutan;
e. Penundaan, perbaikan urutan, atau perubahan prioritas pelaksanaan;
f. Pemberian arahan atau rambu-rambu untuk mempertahankan atau
meningkatkan fungsi ekosistem; dan/atau
g. Pemberian arahan atau rambu-rambu mitigasi dampak dan risiko lingkungan
hidup.
3. Penyusunan rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan KRP yang
mengintegrasikan prinsip Pembangunan Berkelanjutan. Rekomendasi perbaikan
untuk pengambilan keputusan KRP memuat:
a. Materi penyempurnaan KRP; dan/atau
b. Informasi jenis usaha dan/atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung
dan daya tampung Lingkungan Hidup dan tidak diperbolehkan lagi
pelaksanaannya.

1.5.2 RENCANA KERJA


Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten ............ Tahun 2019-2024
berlangsung selama 3 (tiga) bulan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

Bulan Bulan Bulan


No. Pekerjaan
ke-1 ke-2 ke-3
1. Diskusi pendahuluan
2. Pengumpulan data sekunder
3. Inventarisasi peta pendukung
4. Pengolahan data dan peta
5. Perumusan isu PB berdasarkan indikator TPB
6. Kajian muatan KLHS
7. Perumusan skenario pencapaian TPB
8. Perumusan rekomendasi penyusunan KRP
9. Pelaporan dokumen KLHS RPJMD
10. Validasi dan perbaikan

Halaman | 8
1.6 KOMPOSISI TIM
Tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan oleh
sebuah tim lintas keahlian yang dilakukan selama 3 (tiga) bulan. Diharapkan tenaga ahli
yang diusulkan memiliki kualifikasi dan persyaratan tertentu sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam kerangka acuan ini.

1. Ahli Lingkungan, 1 (satu) orang selaku Ketua Tim (Team Leader)


Ketua Tim disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Dua (S-2) Lingkungan,
lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang disamakan,
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
Tugas utama ketua tim adalah:
a. Mengkoordinasi dan mengarahkan seluruh Tim dalam melaksanakan tugasnya
masing-masing dari tahap persiapan sampai selesainya seluruh pekerjaan.
b. Mendiskusikan penjadwalan, pelaksanaan pekerjaan serta penyelesaian
masalah yang timbul selama proses pelaksanaan pekerjaan.
c. Mengkoordinir semua anggota tim dalam penyelesaian pekerjaan serta
menghubungi instansi lain yang terkait dengan pekerjaan tersebut.
d. Mempunyai tanggung jawab langsung atas penyusunan dan terjaminnya
penyampaian seluruh laporan.
e. Bekerjasama dengan personil lainnya baik dalam penentuan suatu hasil
analisis yang membutuhkan multi-disiplin maupun yang membuat pertimbangan
bidang ekonomi.
f. Memberikan petunjuk teknis kepada tim terhadap hal-hal yang berkaitan
dengan pekerjaan.
g. Mendampingi pihak Dinas dalam konsultasi publik dan diskusi Pokja selama
tahapan-tahapan penyelenggaran dan pembuatan KLHS, hingga dilakukannya
validasi KLHS.
2. Ahli Pemetaan, 1 (satu) orang selaku Anggota Tim
Tenaga yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Dua (S-2) Teknik Geodesi,
lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang disamakan
dan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun. Tugas utamanya adalah membantu Ketua Tim dalam merumuskan analisis
pemetaan berbasis ArcGIS untuk 6 (enam) muatan KLHS.
3. Ahli Hidrogeologi, 1 (satu) orang selaku Anggota Tim

Halaman | 9
Tenaga yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Dua (S-2) Teknik
Geologi/Teknik Sipil Sumber Daya Air, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang disamakan dan berpengalaman dalam pelaksanaan
pekerjaan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Tugas utamanya adalah membantu
Ketua Tim dalam merumuskan analisis yang berkaitan dengan kondisi air
permukaan dan air tanah, termasuk kapasitas daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup untuk pembangunan.
4. Ahli Perencanaan Wilayah Kota (PWK), 1 (satu) orang selaku Anggota Tim
Tenaga yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Dua (S-2) Perencanaan
Wilayah dan Kota / Teknik Planologi, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang disamakan dan berpengalaman dalam pelaksanaan
pekerjaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Tugas utamanya adalah membantu
Ketua Tim dalam merumuskan analisis kuantitatif, keruangan dari 6 (enam) muatan
KLHS, dan mengumpulkan berbagai data yang diperlukan dari dinas terkait dan
peneltian-penelitian ilmiah yang telah terpublikasi.
5. Ahli Biodiversitas, 1 (satu) orang selaku Anggota Tim
Tenaga yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Satu (S-1)
Biologi/Kehutanan, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta
yang disamakan dan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan sekurang-
kurangnya 1 (satu) tahun. Tugas utamanya adalah membantu Ketua Tim dalam
melakukan analisis/kajian yang berkaitan dengan kondisi konservasi dan flora
fauna, termasuk kajian tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.
6. Ahli Sosial Ekonomi, 1 (satu) orang selaku Anggota Tim
Tenaga yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Satu (S-1) Ilmu Sosial
Ekonomi, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
disamakan dan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya
1 (satu) tahun. Tugas utamanya adalah membantu Ketua Tim dalam merumuskan
analisis kualitatif keruangan dari 6 (enam) muatan KLHS, dan mengumpulkan
berbagai data yang diperlukan dari dinas terkait dan peneltian-penelitian ilmiah
yang telah terpublikasi.

Dalam upaya membantu penyusunan dokumen agar proses administrasinya


lancar dan dihasilkan laporan yang berkualitas, maka dalam pengerjaanya Tenaga Ahli

Halaman | 10
akan dibantu oleh Tenaga Pendukung. Diharapkan Tenaga Pendukung yang diusulkan
memiliki kualifikasi dan persyaratan tertentu sebagaimana yang dipersyaratkan dalam
kerangka acuan ini.

1. Asisten Teknik Lingkungan, 1 (satu) orang


Tenaga yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata Satu (S-1) Teknik
Lingkungan, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
disamakan dan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya
1 (satu) tahun. Tugas utamanya adalah membantu melakukan analisis/kajian terkait
6 muatan KLHS, membantu melaksanakan survey dan sampling, membantu dalam
hal pengadministrasian KLHS, membantu dalam penyusunan laporan.
2. Sekretaris, 1 (satu) orang
Tenaga yang disyaratkan adalah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan
pekerjaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dalam bidang administrasi dan/atau
keuangan. Tugas utamanya adalah membantu dalam hal pengadministrasian
keuangan.
3. Operator Komputer, 1 (satu) orang
Tenaga yang disyaratkan adalah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan
pekerjaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dalam bidang komputerisasi. Tugas
utamanya adalah membantu melakukan penyusunan laporan kegiatan, dan
menyiapkan format serta kebutuhan presentasi/laporan.

1.7 PERSYARATAN PENYEDIA


Persyaratan Penyedia sebagai berikut :

1. Memiliki Sertifikat Izin Jasa Usaha Konstruksi (IJUK) Kualifikasi Kecil;


2. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Kualifikasi Kecil;
b. Klasifikasi Jasa Konsultansi Lainnya;
c. Subklasifikasi Jasa Konsultansi Lingkungan (KL401).

1.8 PEMBIAYAAN DAN WAKTU PENGERJAAN


Anggaran biaya Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kabupaten ............ Tahun
2019-2024 yaitu berupa jasa konsultasi yang bersumber dari APBD Kabupaten ............
sebesar Rp.............,,- dan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 3 (tiga) bulan.

Halaman | 11
1.9 KELUARAN (OUTPUT)
Output yang diharapkan dari Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kabupaten
............ Tahun 2019-2024 adalah tersusunnya laporan penyelenggaraan KLHS.
Laporan memuat rekomendasi-rekomendasi preventif dan mitigasi dampak/risiko
RPJMD Kabupaten ............ Tahun 2019-2024 yang dapat menunjukkan informasi yang
mencukupi secara kuantitatif (berupa luasan) dan spasial (berupa peta).
Pendokumentasian laporan dilakukan dalam bentuk hardcopy dan softcopy serta
mengikuti pedoman outline laporan KLHS dari KLHK. Adapun rincian bentuk pelaporan
pekerjaan KLHS RPJMD adalah sebagai berikut:

1. Laporan Pendahuluan
Berisi progres pekerjaan dari masing-masing tenaga ahli; target-target dan kendala
pekerjaan; serta karakteristik wilayah kajian yang didukung dengan data kuantitatif
dan kualitatif, serta peta yang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Laporan Antara
Berisi perbaikan dan lanjutan dari Laporan Pendahuluan yang telah dilengkapi
dengan analisis isu PB berdasarkan indikator TPB dan juga kajian 6 muatan KLHS.
3. Laporan Akhir
Berisi perbaikan dan lanjutan dari Laporan Final yang telah dilengkapi dengan
skenario pencapaian TPB serta rekomendasi-rekomendasi sebagai acuan dan
dasar penyusunan KRP. Dokumen ini yang nantinya akan dilakukan penjaminan
kualias untuk selanjutnya diajukan untuk sidang validasi.
4. Dokumen Final KLHS RPJMD Kabupaten ............ Tahun 2019-2024
Dokumen Final KLHS RPJMD berupa dokumen resmi pemerintahan. Dokumen ini
merupakan penyempurnaan dari Laporan Akhir yang telah diintegrasikan dengan
perbaikan serta masukan pasca sidang validasi.

1.10 KELUARAN (OUTPUT)


Demikian KAK ini kami susun untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan
penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (KLHS – RPJMD) Kabupaten ............ Tahun 2019 – 2024 Tahun
Anggaran 2019, dapat berjalan sesuai harapan.

Halaman | 12
............, Pebruari 2019
Mengetahui :
Kepala Dinas...... ............ Kepala Bidang .....
Selaku Pengguna Anggaran, Selaku Pejabat Pembuat Komitmen,

Nama Nama
Pembina Utama Muda IV/c Pembina IV/a
NIP. ........... NIP. ................

Halaman | 13