Anda di halaman 1dari 9

BOOKLET

Oleh :

Nabila Fardian Putri 1711213040

Abdul Haq 1711212040

Muhammad Ilham 1711212004

Peminatan Gizi Masyarakat

Ilmu Kesehatan Masyarakat

Universitas Andalas
Apa itu
Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak


balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari
kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu
pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi
sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal
setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru
nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Di Indonesia, sekitar 37% (hampir 9 juta)


anak balita mengalami stunting Indonesia
adalah negara dengan prevalensi stunting
kelima terbesar. Balita/baduta (bayi
dibawah usia dua tahun) yang mengalami
stunting akan memiliki tingkat kecerdasan
tidak maksimal, menjadikan anak menjadi
lebih rentan terhadap penyakit dan di masa
depan dapat beresiko pada menurunnya
tingkat produktivitas
Stunting pada anak bisa
disebabkan oleh masalah pada saat
kehamilan, melahirkan, menyusui,
atau setelahnya, seperti pemberian
MP-ASI yang tidak mencukupi
asupan nutrisi.

Selain nutrisi yang buruk, stunting

juga bisa disebabkan oleh kebersihan

lingkungan yang buruk, sehingga

anak sering terkena infeksi. Pola asuh

yang kurang baik juga ikut

berkontribusi atas terjadinya stunting


Penyebab
Terjadinya Stunting

1. Pengetahuan ibu yang kurang memadai

Sejak di dalam kandungan, bayi sudah


membutuhkan berbagai nutrisi untuk
pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk
mencapai ini, ibu harus berada dalam
keadaan sehat dan bergizi baik.. Begitu pula
setelah lahir, 1000 hari pertama kehiduan
(0-2 tahun) adalah waktu yang sangat
krusial untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Pada masa ini, bayi
membutuhkan ASI eksklusif selama 6 bulan
dan tambahan makanan pendamping ASI
(MPASI) yang berkualitas setelahnya. Oleh
karena itu, ibu harus memiliki pengetahuan
yang cukup mengenai gizi anak.
2. Infeksi

Penyakit infeksi berulang yang


dialami sejak bayi menyebabkan
tubuh anak selalu membutuhkan
energi lebih untuk melawan
penyakit. Jika kebutuhan ini tidak
diimbangi dengan asupan yang
cukup, anak akan mengalami
kekurangan gizi dan akhirnya
berujung dengan stunting.
3. Sanitasi yang buruk

Sulitnya air bersih dan sanitasi


yang buruk dapat menyebabkan
stunting pada anak.
Penggunaan air sumur yang
tidak bersih untuk masak atau
minum disertai kurangnya
ketersediaan kakus merupakan
penyebab terbanyak terjadinya
infeksi. Kedua hal ini bisa
meninggikan risiko anak
berulang-ulang menderita diare
dan infeksi cacing usus
(cacingan)
4. Terbatasnya Layanan Kesehatan

Kenyataannya, masih ada daerah


tertinggal di Indonesia yang
kekurangan layanan kesehatan.
Padahal, selain untuk memberikan
perawatan pada anak atau ibu hamil
yang sakit, tenaga kesehatan juga
dibutuhkan untuk memberi
pengetahuan mengenai gizi untuk
ibu hamil dan anak di masa awal
kehidupannya
Pencegahan Stunting

Memenuhi Beri ASI Eksklusif


kebutuhan gizi sampai bayi
sejak hamil berusia 6 bulan

Dampingi ASI Selalu memantau


dengan MP-ASI Tumbuh kembang
yang sehat Anak

Selalu Menjaga
Kebersihan
Lingkungan