Anda di halaman 1dari 2

Cara menggunakannya dicontoh sebagai berikut : Contoh pertama : anak balita usia 14 bulan,

sebelum usia balita ini dimasukan rumus terlebih dahulu usia 14 bulan diuraikan menjadi tahun
dan bulan yaitu 1 tahun 2 bulan dimana 1 tahun adalah 12 bulan. Karena n adalah usia dalam
tahun dan bulan maka 1 tahun 2 bulan ditulis dengan 1,2 ( dibaca 1 tahun 2 bulan). Selanjutnya
baru dimasukan kedalam rumus yaitu

= (2 x 1,2) + 8 = 2,4 + 8 = 10,4 Jadi hasilnya Berat Badan Ideal untuk anak balita usia 14
bulan adalah 10,4 kg.

http://paudanakceria.wordpress.com/2010/12/21/rumus-perhitungan-bedart-badan-ideal-anak-balita/

Anak Obesitas Tidak Sensitif Terhadap Rasa


Besar Kecil Normal

TEMPO.CO - Anak obesitas memiliki sentivitas yang kurang terhadap rasa, dibandingkan dengan
anak yang memiliki berat badan normal. Anak obesitas kurang mampu membedakan jenis rasa
manis, asam, asin, pahit, dan gurih.

"Ini yang menyebabkan anak dengan obesitas makan dalam jumlah yang lebih banyak untuk
mendapatkan sensasi rasa yang sama dengan anak dengan berat badan normal," ujar
Jurnal Archives of Disease in Childhood, Kamis, 20 September 2012.

Penelitian yang dilakukan di Jerman ini melibatkan 99 anak dengan obesitas dan 94 anak dengan
berat badan normal, dengan batas umur 6-18 tahun. Semua anak-anak ini berada dalam kondisi
sehat dan sedang tidak dalam pengobatan.

Sensitivitas anak-anak ini diuji dengan cara membedakan rasa yang terdapat dalam 22 strip rasa
yang memiliki rasa berbeda. Sebanyak 22 strip rasa ini tersedia dalam 4 derajat rasa. Sementara 2
strip tanpa rasa juga diikutsertakan dalam penelitian ini.

Dari hasil penelitian itu didapatkan secara keseluruhan anak-anak dapat membedakan rasa asin
dan manis. Namun mereka sangat sulit membedakan rasa asin dam asam, serta rasa asin dan
gurih. Anak perempuan dan anak perempuan berusia lebih tua lebih baik dalam membedakan rasa.

Sementara itu, anak-anak yang obesitas membutuhkan waktu yang lebih banyak dan kesulitan
mengidentifikasi strip rasa yang diberikan. "Gen, Hormon dan gaya hidup kami yakini memainkan
peran mengapa orang memiliki persepsi rasa yang berbeda," ujar Dokter Susanna Wiegand dari
Departemen Pediatrik Endokrinologi dan Diabetology, Fakultas Kedokteran, Universitas Charite,
Berlin.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang dengan sensitivitas rasa yang baik, makan lebih
sedikit makanan, dibandingkan mereka yang kurang sensitif. Fakta ini karena orang yang memiliki
sensitivitas yang tinggi tidak memerlukan makanan sebanyak orang yang tidak sensitif untuk
mendapatkan sensasi rasa yang sama.

CHETA NILAWATY | ITHACAJOURNAL.COM


http://www.tempo.co/read/news/2012/09/21/060431033/Anak-Obesitas-Tidak-Sensitif-Terhadap-Rasa