Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN

PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)


TAHUN PELAJARAN 2019-2020

Di

eL Royale Hotel and Resort

BANYUWANGI

Disusun oleh :
Ike Desi Safitri
XI JBG 2

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER


DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 3 JEMBER
Jl. Dr. Subandi No. 31 Jember
Telp/Fax : (0331) 488069
Email : smk3_jember@yahoo.co.id
Website : www.smk3jember.sch.id

i
PROGRAM STUDI BELAJAR
TATA BOGA
SMKN 3 JEMBER
2019

HALAMAN PENGESAHAN
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TRAINEE TERHADAP FOOD AND
BEVERAGE PRODUCT DI eL ROYALE HOTEL AND RESORT
BANYUWANGI,
JAWA TIMUR

Laporan Praktek Kerja Industri


Telah diujikan di SMKN 3 JEMBER

Pembimbing Industri Human Resources Coodinator

Herdian Martawibawa Edy Sutrisno,SE


Executive Chef Human Resources Coordinator

Kepala sekolah Pembimbing

Agus Budiarto, Sp, M.Pd. Eny Retno Widorini, S. Pd.


NIP.196110031984031003. NIP.197105301997032005

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis sehingga laporan praktik kerja
lapangan yang berjudul “Tugas Dan Tanggung Jawab Trainee Pada Food and
Beverage Product Departement Di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi”
dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Tugas ini sangat
berguna bagi kalangan mahasiswa dan yang lainnya. Di dalam tugas ini, penulis
mendapat manfaat dan pengetahuan yang banyak mengenai materi yang dicari
selama penelitian.
Dalam pelaksanaan penyusunan laporan ini, penulis mendapat banyak
bantuan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus
kepada:

1. Bapak Chef Yudhistira & Chef Cucuk Kurniawan selaku CDP (Chef De Partie)
eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi yang telah memberikan ijin bagi
penulis dan sebagai pembimbing lapangan dalam melaksanakan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) selama enam bulan.
2. Bapak/Ibu kami yang telah memberikan dukungan berupa keadaan finansial
untuk mendukung aktivitas edukasi kami.
3. Seluruh keluarga besar eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi yang telah
bersedia berbagi pengalaman dan memberikan nasehat yang sangat luar biasa
bagi penulis dalam membentuk pribadi yang kuat fisik maupun mental.

Penulis menyadari bahwa laporan praktik kerja lapangan ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Penulis
berharap laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Akhir kata,

iii
penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu
memberkati kita semua.

Jember, 1 Januari 2020

Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................ v
BAB 1 ........................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penelitian......................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian....................................................................................... 2
BAB II .......................................................................................................................... 3
TINJAUAN KONSEP................................................................................................. 3
2.1 Tinjauan Tentang Hotel ............................................................................... 3
2.2.1 Karakterisitik Hotel ........................................................................... 3
2.2.2 Jenis Hotel ......................................................................................... 4
2.2.3 Kriteria Klasifikasi Hotel .................................................................. 5
2.2 Definisi Food& Beverage Departement ...................................................... 6
2.3 Food and beverage Product ........................................................................ 7
BAB III ....................................................................................................................... 11
METODE PENELITIAN ......................................................................................... 11
3.1 Lokasi Penelitian ....................................................................................... 11
BAB IV ....................................................................................................................... 14
PEMBAHASAN ........................................................................................................ 14
4.1 Sejarah Hotel ............................................................................................. 14
4.2 Fasilitas El Royale Hotel and Resort Banyuwangi ................................... 15
4.3 Struktur Organisasi Food and Beverage Product ..................................... 19
4.3.1 Pelaksanaan Tugas – Tugas Cook ................................................... 21
4.4 Rincian Tugas dan Tanggung Jawab Traine Terhadap Departement Food
and Beverage Produk di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi ............... 22

v
4.4.1 Rincian Tugas Trainee .................................................................... 23
4.4.2 Tanggung Jawab Trainee dan Tugas Bantuan Trainee ................... 26
4.5 Hambatan Trainee pada Food and Beverage Departement eL Royale
Hotel and Resort Banyuwangi......................................................................... 27
BAB V......................................................................................................................... 29
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................. 29
5.1 Kesimpulan................................................................................................ 29
5.2 Saran .......................................................................................................... 30
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 31

vi
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hotel merupakan suatu akomodasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas yang
sangat lengkap bagi pengunjung yang menginap di hotel seperti kamar, makanan,
kolam renang, sarana olahraga, spa dan hal lainnya yang menunjang kepuasan
pengunjung hotel tersebut. Dalam suatu hotel, tidak hanya fasilitas-fasilitas tersebut
yang membuat pengunjung merasa nyaman dan puas, tetapi juga keramahan seluruh
karyawan hotel dapat menjadi nilai tambah bagi hotel tersebut.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah suatu aktivitas yang wajib
dilaksanakan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan sebelum mengakhiri masa
belajarnya.
Prakerin merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh pengetahuan,
pengalaman, pemahaman, cara kerja yang baik, dilingkungan tempat praktek kerja
pada industri pariwisata. Prakerin ini dilaksanakan oleh setiap siswa guna untuk
menyadarkan pada siswa bekerja dengan penuh disiplin, kreatif, tekun, tanggung
jawab dan jujur sesuai dengan bidang pekerjaanya yang akan dihadapi.
Tidak hanya pengtahuan saja yang siswa peroleh dari sekolah, namun siswa
juga diberikan kesempatan training langsung di rivisi di sekitarnya. Dimana disetiap
selesai melakukan On The Job Training, siswa dituntut untuk menulis laporan sesuai
dengan departement yang dipilihnya. Seperti pada laporan ini yang dibuat dengan
tujuan untuk merangkum materi-materi yang didapatkan selama menjalani On The
Job Training.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun Rumusan masalah dari penelitian di atas yaitu:
1. Apa saja Fasilitas yang di miliki oleh eL Royale Hotel and Resort?
2. Apa tugas dan tanggung jawab trainee terhadap food and beverage product di
eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi?

1
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dari latar belakang di atas yaitu:
1. Untuk mengetahui fasilitas yang ada di eL Royale Hotel and Resort
Banyuwangi
2. Untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab trainee di eL Royale Hotel and
Resort Banyuwangi.

1.4 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat penelitian dari latar belakang di atas yaitu:
1. Manfaat Akademis
Manfaat akademis dari penelitian ini yaitu diharapkan memperoleh
pengetahuan dan pengembangan wawasan, serta dapat mengaplisikan konsep-
konsep dalam mata pelajaran Food and Beverage, perhotelan dan dalam
industry pariwista.
2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi
bagi pihak-pihak terkait dalam pengambilan kebijaksanaan seerta memberikan
sumbangan pemikiran atau masukan bagi seseorang yang mempunyai usaha
dibidang perhotelan, restaurant dan juga pariwisata.

2
BAB II
TINJAUAN KONSEP

2.1 Tinjauan Tentang Hotel


Definisi hotel secara umum adalah badan usaha akomodasi atau perusahaan
yang menyediakan pelayanan bagi masyarakat umum dengan fasilitas jasa
penginapan, penyedia makanan dan minuman, jasa layanan kamar, serta jasa
pencucian pakaian. Terdapat beberapa definisi tentang hotel yang pertama yaitu:

1. Berdasarkan keputusan Manteri parpostel no km 94/HK103/MPPT 1987,


pengertian hotel adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian
atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan
minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang di kelola secara
komersial.
2. Menurut Endar Sri, 1996 :8, pengertian hotel adalah suatu bangunan yang dikelola
secara komersial guna memberikan fasilitas penginapan kepada masyarakat umum
dengan fasilitas antara lain jasa penginapan, pelayanan barang bawaan, pelayanan
makanan dan minuman, penggunaan fasilitas perabot dan hiasan-hiasan yang ada
di dalamnya serta jasa pencucian pakaian.
3. Menurut Lawson, 1976: 27, pengertian hotel adalah sarana tempat tinggal umum
untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa kamar, penyedia makanan
dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran.

2.2.1 Karakterisitik Hotel


Perbedaan antara hotel dengan industri lainnya adalah

1. Industri hotel tergolong industri yang padat, yang padat modal serta padat karya
yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang besar dengan
tenaga pekerja yang banyak pula.
2. Di pengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor ekonomi,
politik, social, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut berada.

3
3. Menghasilkan dan memasarkan produknya bersamaan dengan tempat dimana jasa
pelayanannya dihasilkan.
4. Beroperasi 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam pelayanan jasa terhadap
pelanggan hotel dan masyarajat pada umumnya.
5. Memperlakukan pelanggan seperti raja, selain juga memperlakukan pelanggan
sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada
banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel tersebut.

2.2.2 Jenis Hotel


Penentuan jenis hotel tidak terlepas dari kebutuhan pelanggan dan ciri atau sifat
khas yang dimiliki wisatawan (tarmoezi, 2000) berdasarkan hal tersebut dapat dilihat
dari lokasi dimana hotel tersebut dibangun, sehingga dikelompokkam menjadi:
1. Citty Hotel
Hotel yang berlokasi diperkotaan, biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang
bermaksud untuk tinggal sementara (dalam jangka waktu pendek). City hotel di
sebut juga sebagai transit hotel karena biasanya dihuni oleh para pelaku bisnis
yang memanfaatkan fasilitas dan pelayanan bisnis yang di sediakan oleh hotel
tersebut.
2. Residencial Hotel
Hotel yang berlokasi didaerah pinggiran kota besar yang jauh dari keramaian kota
tetapi muda mencapai tempat- tempat kegiatan usaha. Hotel ini berlokasi di
daerah- daerah tenang, terutama karena diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin
tinggal dalam waktu jangka lama. Dengan sendirinya hotel ini di lengkapi dengan
fasilitas tempat tinggal yang lengkap untuk seluruh anggota keluwarga.
3. Resort Hotel
Hotel yang berlokasi di daerah pegunungan (mountain hotel) atau ditepi pantai
(beach hotel), ditepi danau atau ditepi aliran sungai. Hotel seperti ini terutama
dikhususkan bagi keluwarga yang ingin beristirahat pada hari-hari libur atau bagi
mereka yang ingin berekreasi.

4
4. Motel
Hotel yang berlokasi dipinggiran atau disepanjang jalan raya yang
menghubungkan satu kota dengan kota besar lainnya, atau dimpinggiran jalan raya
dekat dengan pintu gerbang atau batas kota besar. Hotel ini di khususkan sebagai
tempat istirahat sementara bagi mereka yang melakuka perjalanan dengan
menggunakan kendaraan umum atau mobil sendirioleh karena itu hotel ini
menyediakan fasilitas garasi untuk mobil.

2.2.3 Kriteria Klasifikasi Hotel


Kriteria klasifikasi hotel di Indonesia secara resmi ditentukan oleh peraturan
pemerintah dalam hal dibawah pengawasan depparpostel dan dibuat oleh Drijen
Pariwisata dengan SK. Kep. 22/U/VI/78.

Kriteria pengklasifikasian hotel ditinjau dari beberapa faktor meliputi kriteria –


kriteria:

1. Faktor jumlah kamar dan persyaratan lainnya


Tingkatan atau kelas hotel dibedakan atas tanda bintang semakin banyak jumlah
bintang maka persyaratan fasilitas dan pelayanan yang dituntut semakin banyak
dan baik.
Kriteria klasifikasi hotel berdasarkan bintang adalah sebagai berikut:
1) Hotel bintang 1
Hotel yang memiliki persyaratan sebagai berikut:
Jumlah kamar standart, minimal 15 kamar.
2) Hotel bintang 2
Hotel memiliki persyaratan sebagai berikut:
Kamar standart minimal 20 kamar.
Kamar suite, minimal 1 kamar
3) Hotel bintang 3
Hotel yang memiliki persyaratan sebagai berikut:

5
Jumlah kamar standart, minimal 30 kamar.
Jumlah kamar suite, minimal 2 kamar
Luas kamar suite minimal 48 Meter persegi.
4) Hotel bintang 4
Hotel yang memiliki persyaratan sebagai berikut:
Jumlah kamar standart, minimal 50 kamar
Jumlah kamar suite, minimal 3 kamar
Luas kamar standart, minimal 24 meter persegi
Luas kamar suite, minimal 48 meter persegi
5. Hotel bintang 5
Jumlah kamar standrat, minimal 100 kamar
Jumlah kamar suite, minimal 4 kamar
Luas kamar standart, minimal 26 meter persegi
Luas kamar suite, minimal 52 meter persegi

2.2 Definisi Food& Beverage Departement


Menurut Bartono dan Ruffino (2010) Food and Beverage Departement adalah
bgian dari hotel yang megurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan
pelaaayanan dan minuman serta kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang
tinggal maupun yang tidak tinggal di hotel tersebut dan dikelola secara komersial
serta professional.
Food and Beverage departemen merupakan departemen yang sangat mutlak
diperlukan di hotel dalam penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman dalam
menjalankan tugasnya, Food and Beverage department terbagi menjadi dua bagian
yang saling bergantung satu sama lain dan harus saling bekerja sama. Dua bagian
tersebet adalah:

1. Food and Beverage Service


Yaitu bagian yang langsung berhubungan dengan tamu, terdiri dari bar,
restaurant, banquet dan room service.

6
2. Food and Beverage Product
Yaitu bagian tidak langsung berhubungan dengan tamu karena harus melalui
perantara pramusaji, terdiri kitchen, stewarding.
Tujuan departemen Food and Beverage menurut soekarno dan pendit (1998: 5)
adalah:
1) Menjual makanan dan minuman sebanyak bayaknya dengan harga yang sesuai.
2) Memberikan pelayanan sebaik baiknya kepada tamu sehingga tamu merasa
puashal ini menyangkut mutu pelayanan, mutu makanan dan minuman, sikap
karyawan, dekorasi ruangan, serta suasana sekitar, peralatan yang di pakai dan
sanitasinya.
3) Mendapatkan keuntungan sebesar besarnya dan untuk kesinambungan usaha.

2.3 Food and beverage Product


Bagian yang bertugas mengolah, memproduksi dan menyajikan makanan dan
minuman untuk keperluan tamu hotel, baik dalam kamar, restaurant atau coffee –
shop, banquet (resepsi pertemuan), makanan karyawan, dan sebagainya. Bagian ini
dipimpin oleh seorang food & beverage Director atau F&B Manager, yang dibantu
oleh seorang Asst. F&B Manager, dan beberapa Departement Head seperti: Exc.Chef
atau Chef De’Partie, Restoran Manager, Banquet Manager, Bar Manager, Chief
Starwarding, dan beberapa section Head di lingkungan Food and Beerage
Departement. Aktifitas yang berkaitan dengan penyediaan pelayanan makanan dan
minuman maka bagian makanan dan minuman ini dapat di katakan suatu bagian hotel
yang paling komplek dalam arti jumlah karyawan yang di butuhkan, penghitungan
pendapatan dan biaya, dan pengendalian yang harus dilakukan oleh manajemen
(Sulatiyono, 2011)

Kitchen Brigade yakni small brigade atau dapur kecil, medium brigade atau
dapur sedang dan large, brigade atau dapur besar. Pada hotel kecil, small brigade
yang dipimpin oleh seorang chef cook sudah cukup memadai. Di hotel terapung atau
kapal pesiar, dapur perlu di pimpin oleh seorang Exc. Chef yang di bantu puluhan

7
juru masak. Kapal pesiar menggunakan large brigade sementara kebanyakan hotel
didarat menggunakan medium brigade yang seksinya dibagi jadi hot kitchen,pastry
kitchen dan cold kitchen saja. Dalam suatu brigade besar yang memiliki banyak seksi,
pelaksanaan produksi harus memiliki seksi

1. Gurdemanger, seksi produksi makanan dingin, salad, appetizer dan sandwich


2. Poteger, seksi pembuatan berbagai jenis soup
3. Entermetier, seksi sayuran panas dan garnish panas
4. Saucier, seksi produksi bermacam sauce panas
5. Poissonier, seksi penyedia makanan dari ikan
6. Fritures, seksi penggorengan bahan olahan
7. Rotisseur, seksi pemanggangan makanan dan daging dengan oven
8. Grill, seksi bakar – bakaran untuk memasak daging dan ikan
9. Pattiserie, seksi pastry, bagian produksi roti dan dessert
10. Boucherie, seksi butcher atau bagian penyiapan daging yang akan di masak
11. Pantry, seksi produksi minuman dingin atau panas non- alcohol
12. Employye kitchen, dapur untuk melayani makanan karyawan dan staff.

2.3.1 Menu Banquet


Menurut Marsum (2005: 35), menu banquet dapat berupa menu nasional
maupun menu internasional. menu ini terdiri dari set menu atau table D’ hote menu
atau fix menu. Set menu adalah suatu susunan menu lengkap dan tertentu dengan
harga tertentu. Untuk keperluan banquet ini harganya pada umumnya tidak
dicantumkan.

1). Set menu untuk makan pagi (breakfast menu)


2). Set menu untuk makan siang (lunch menu)
3). Set menu makan malam (dinner menu)
Set menu ini dapat disusun oleh banquet manager berdasarkan bermacam-
macam pertimbangan serta persediaan yang ada, atau kadang-kadang dapat juga di
susun berdaasarkan keinginan pemesanan atau sponsor.

8
2.3.2 Buffet Menu
Buffet menu adalah suatu sistem pelayanan dalam banquet dimana semua
hidangan telah disediakan, ditata dan diatur diatas meja buffet atau meja prasmanan.
Para tamu dapat mengambil dan melayani dirinya sendiri dengan bebas sesuai dengan
selera masing-masing.
Macam-macam buffet yang biasa di selenggarakan dalam banquet:
1. Buffet untuk makan pagi ( buffet breakfast )
2. Buffet untuk makan siang ( buffet lunch )
3. Buffet untuk makan malam ( buffet dinner )
4. Buffet untuk kegiatan cocktail ( buffet cocktail menu )

Hidangan penutup telah disediakan, diatata, diatur dengan rapi diatas meja
buffet atau meja hidang yang panjang dan para tamu bebas mengambil, melayani
sendiri hidangannya secara keseluruhan atau sebagian di bantu dan di layani oleh chef
(pemimpin dapur) yang siap berdiri dibelakang meja buffet selama jamuan makan
berlangsung.

2.3.3 Penanganan Makanan

Menurut Rauf (2013: 12), bakteri masuk ke dapur dan menjadi kontaminan
selama pengolahan pangan melalui bahan makanan mentah, peralatan yang
digunakan tangan dan pakaian, serta makanan yang di simpan. Beberapa tahap yang
dilalui oleh bahan pangan dari bahan mentah hingga menjadi produk yang siap
dikonsumsi adalah penerimaan, penyimpanan pemasukan dan pendistribusian. Setiap
mata rantai yang dilalui oleh bahan pangan berpotensi untuk menimbulkan bahaya
pada makanan, bahan pangan mentah membawa berbagai jenis bahaya, terutama

9
bakteri yang dapat menimbulkan keracunan makanan. Tahap penerimaan bahan
menjadi tahap penentu untuk mengidentifikasi adanya bahaya dan tindakan
penanganan yang diperlukan pada bahan makanan.

2.4 Pelayanan Banquet dan Buffet


2.4.1 pengertian pelayanan banquet
Menurut Marsum (2005: 95) pelayanan banquet adalah pelayanan jaminan
makanan secara resmi untuk sekelompok orang (minimum 15 orang) yang biasanya
di sertai dengan pidato-pidato atau upacara-upacara dimana telah di tentukan terlebih
dahulu mengenai:
1. Menu hidangan yang akan di sajikan
2. Jumlah tamu dan waktu acara banquet tersebut akan di laksanakan.

Dengan menu yang sudah ditentukan terlebih dahulu maka petugas banquet
akan dapat membuat dan mengatur table set up yang di modifikasi berdasarkan
hidangan special yang di sajikan.

2.4.2 Pengertian Pelayanan Buffet


Menurut Marsum (2005: 115) buffet adalah salah satu tipe dasar pelayanan
diruang makan dimana hidangan secara lengkap dari hidangan pembuka sampai
hidangan penutup yang telah di sediakan, ditata, diatur diatas meja hidang yang
panjang dan para tamu bebas mengambil, melayani sendiri hidangannya secara
keseluruhan atau sebagian dibantu dan dilayani oleh chef (pemimpin dapur) yang siap
berdiri di belakang meja buffet selama jamuan makan berlangsung.

10
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian


eL royale hotel and Resort terletak di banyuwangi, 24km dari watu dodol, eL
Royale Hotel and Resort banyuwangi menawarkan kamar-kamar ber Ac dan Wifi
gratis. Fasilitas lain yang ditawarkan di akomodasi ini adalah taman teras. Tersedia
juga kolam renang luar ruangan, bar, dan lounge bersama.
Semua kamar menyediakan TV kabel layar datar, kulkas, teko, shower,
perlengkapan mandi gratis, dan meja. Semua kamar AC, dan beberapa diantaranya
memiliki balkon. Kamar-kamar di hotel ini menyediakan area tempat duduk. Sarapan
prasmanan disediakan setiap hari di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi.
Terdapat juga restaurant yang menyajikan berbagai hidangan Indonesia dan pilihan
hidangan halal.

3.2 Definisi Operasonal Variabel

Definisi operasional variabel adalah salah satu operasional yang diberikan pada
suatu variabel atau dengan cara memberikan arti kegiatan ataupun membenarkan
suatu operasional yang perlu mengukur variabel tersebut (Umar, 2008) maka perlu
dijelaskan definisi variabel yang ada dalam pembahasan yang akan di bahas adalah
sebagai berikut : Adapun Devinisi Operasional Variabel dalam penelitian ini yaitu
tugas dan tanggung jawab trainee terhadap food and beverage product di eL Royale
Hotel and Resort Banyuwangi, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan siap
menanggung segala akibat yang timbul dari pekerjaannya tersebut di dalam
melaksanakan training adapun beberapa tugas pokok dan tugas bantuan yang dapat di
jelaskan pada tabel 3.2 adalah sebagai berkut : Adapun indikator dari kualitas bahan
makanan yaitu:

11
Table 3.1
Definisi Operasional Variabel Tugas dan Tanggung Jawab di Food and Beverage
Produk di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi
No. Variabel Sub Variabel
1. Tugas dan Tanggung Jawab Tugas Pokok
Food and Beverage Product
Tugas Bantuan

Sumber : Data Penelitian, 2018

Berdasarkan tabel 3.1 diatas maka dapat dilihat bahwa terdapat 2 tugas yaitu
tugas pokok dan tugas bantuan didalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di
food and beverage product. Yang di maksud dengan tugas pokok adalah tugas yang
harus dilakukan oleh trainee food and beverage dan tidak boleh diwakilkan oleh
Departement Lainnya. Sedangkan tugas bantuan adalah tugas yang tidak terikat
dengan food and beverage product dan hanya bersifat membantu atau fleksibel, yang
dimaksud fleksibel adalah reception boleh saja menerima atau menolak ketika salah
satu Departement memerlukan bantuan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan pada
tugas dan tanggung jawab food and beverage product di eL Royale Hotel and Resort
Banyuwangi pada praktek kerja lapangan ini.

3.2.2 Hambatan

Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang sedang atau
akan dihadapi, hambatan dapat dibedakan menjadi dua antara lain hambatan internal
dan hambatan eksternal. Hambatan internal yaitu hambatan yang berasal dari dalam
diri individu sedangkan hambatan eskternal yaitu hambatan yang berasal dari luar
individu yang terkait dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya. Dalam
laporan praktik kerja lapangan ini yang dimaksud dengan hambatan adalah rintangan
yang di hadapi oleh trainee selama melakukan Praktek Kerja Lapangan. Hambatan
yang dimaksud dapat dilihat pada tebel 3.2

12
Table 3.2
Definisi Operasional Variabel Hambatan
No Variabel Sub Variabel Indikator
1. Hambatan Internal 1. Sulit menghendel pekerjaan
yang di perintahkan sekaligus
dalam jumlah banyak.

Eksternal 1. Kurangnya kelengkapan


uniform untuk anak trainee
di kitchen.
2. Miss Komunikasi antara
Trainee dan karyawan.
3. Kurangnya bahan makanan

13
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Sejarah Hotel


eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi adalah Hotel bintang empat pertama
di Kabupaten Banyuwangi, yang mulai trial open pada rabu, (24/05/2017) dan telah
di buka untuk umum. eL Royale Hotel and Resort Merupakan Jaringan Dari eL
Group yang terletak di Jln. Raya Jember KM.7 Dadapan, Kabupaten Banyuwangi,
Jawa Timur, lokasinya tersebut menjadikan eL Royale Hotel and Resort menjadi
hotel bintang empat terdekat dengan bandara, eL Royale Hotel and Resort kekhasan
budaya Banyuwangi, mulai dari gaya arsitekturnya hingga ornamen penghias hotel
atap hotel mirip atap rumah suku osing, gapura depan mengadobsi gaya majapahit
yang mewakili budaya Wilayah selatan Banyuwangi yang konon ada turunan prajurit
majapahit, selain itu lobinya dibangun mirip dengan Pendopo Sabha Swagata
blambangan Banyuwangi yang memilki empat pilar utama, membuat tampilan eL
Royale Hotel and Resort memilki khas Banyuwangi asli. Tak hanya itu, keramik
Hotel eL Royale bermotifkan gajah uling, motif batik khas Banyuwangi. Ruang-
ruang yang ada di hotel, juga di beri nama yang identik dengan Banyuwangi seperti
ijen restaurant, osing villa, gandrung lounge.
Kamar hotel di lengkapi foto-foto alam dan budaya Banyuwangi, restaurantnya
juga menyediakan menu khas Banyuwangi asli seperti Nasi tempong, Pecel Pitik,
Rujak Soto, Ayam Kesrutdan Tahu Walik. Rupanya pihak investor memang
berkomitmen membangun hotel yang bukan sekedar bintang 4, tetapi juga berkarakter
lokal yang kuat. Sebelum pembangunan hotel dimulai, pihak investor bersama
arsiteknya telah melakukan persentasi ke pihak pemkab Banyuwangi dan di arahkan
memiliki nilai-nilai khas daerah yang kental, hasilnya adalah eL Royale Hotel and
Resort Banyuwangi dengan arsitektur yang berkarakter kebudayaan lokal
Banyuwangi, khususnya etnik suku osing. Di mata Bupati Banyuwangi, desain
bangunan eL Royale Hotel and Resort yang menonjolkan kekhasan daerah akan
menjadi kampanye yang efektif untuk pelestarian kebudanyaan Banyuwangi. Hotel

14
ini bisa menjadi galeri seni, fotografi atau lukisan yang di pajang adalah khas
Banyuwangi, termasuk mengkomodir produk-produk lokal banyuwangi, seperti kopi
dan makanan khas Banyuwangi, eL Royale Hotel menawarkan pilihan kamar bagi
yang ingin menginap. Seluruhnya terdapat 162 kamar dari berbagai tipe kamar serta 6
unit villa, ball room blambangan berkapasitas 1000 orang, serta 6 meeting room
untuk 700 pax. eL Royale memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti kolam
renang dewasa dan anak, Spa, Gym, serta Ballroom dan Meeting Room. Pihak hotel
juga berncana menyiapkan Cloup house bagi pelanggannya. Selama trial open pada 4
mei 2017 pihak hotel menyiapkan 52 kamar dan restaurant, soft opening sudah
dilakukan pada tanggal 21 juni, sedangkan grand opening sudah di gelar pada
Agustus 2017.

4.2 Fasilitas El Royale Hotel and Resort Banyuwangi


1. Kamar (Room)
eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi memiliki total kamar sebanyak 162
kamar yang terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu Retreats (kamar) dan villas.
Total Retreats (kamar) 146 kamar dan villas sebanyak 6 kamar.
Adapun rinciannya dapat di lihat pada tabel 4.1

Tabel 4.1
Jumlah Kamar eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi
Body
No. Deskripsi Kamar Luas Jumlah
Type
Retreats (Kamar)
1. Deluxe Room 30,60 m2 150 kamar
2. Junior Suite 64 m2 5 kamar
3. President Suite 1 kamar
Total Kamar 156 Kamar
Villa
Osing Villa 59m2 6 kamar
Sumber: eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi, 2018
Adapun setiap kamar tersebut memiliki fasilitas sebagai berikut:

15
1) 40 InchesLED TV With Internasional & Local Channel
2) Mini bar ( Refrigerator)
Bar yang berada di dalam kamar hotel dimana minuman alkoholnya dalam dalam
bentuk botol kecil, yang diatas meja yang dilengkapi freezer kecil untuk
menyimpan minuman lainnya seperti beer, softdrink sehingga tamu dapat
mengambil sendiri.
3) Tea & Coffee Maker
Alat yang digunakan untuk membuat teh dan kopi, yang berada di masing –
masing kamar hotel.
4) Safe Deposite Box
Layanan safe deposit box adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau
surat - surat berharga yang dirancang serta khusus dari bahan baja dan ditempatkan
dalam ruang khasanah yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk
memberikan rasa aman bagi penggunanya.
5) Free Wifi Internet Acces
Wifi gratis yang disediakan oleh hotel untuk mempermudah tamu dalam
mengakses internet.
6) Enhanced Key Caerd Acces
Card yang membantu para tamu hotel untuk akses ke kamar dan pada saat naik lift.
7) Mineral Water
Air mineral yang sudah disediakan di hotel dalam bentuk botol dan diberikan
kepada tamu yang menginap dihotel.
8) Hot & Cold Raining Shower
Peralatan mandin yang terdiri dari dua bagian yaitu ada air panas dan juga air
dingin yang disediakan untuk tamu di hotel.
9) Hair Dryer
Alat yang disediakan hotel untuk mengeringkan rambut.
10) IDD Telephone
Peralatan yang disediakan hotel untuk mmpermudah tamu untuk berkomunikasi
antara tamu dan juga karyawan hotel, misalkan order makanan di restaurant.

16
2. Mosque Baitussalam ( Masjid Baitussalam )
Masjid Baitussalam berada dalam satu kawasan lingkungan eL Royale Hotel
and Resort Banyuwangi. Masjid Baitussalam sering digunakan untuk sholat jum’at
maupun sholat wajib para karyawan ataupun tamu yang menginap. Masjid
baitussalam juga sering mengadakan kajian rutin untuk karyawan ataupun untuk
masyarakat sekitar yang dilaksanakan pada setiap Hari Minggu.
3. Swimming Pool
Area kolam renang yang berada die L Royale Hotel and Resort Banyuwangi
tidak di buka untuk masyarakat umum melainkan di khususkan untuk para tamu yang
menginap di hotel tersebut. Kedalaman kolam renang untuk dewasa (main pool)
berkisar 1, 30 m, sedangkan untuk area kolam renang anak (kiddy pool) berkisar 0, -
60m.
4. Restaurant dan Bar
1) Ijen Restaurant
Ijen Restaurant merupakan restaurant yang didesign dengan gaya khas
Banyuwangi. Kapasitas indoor sebanyak 200 pax dan untuk kapasitas outdoor di bagi
menjadi dua bagian yaitu outdoor C sebanyak 100 pax outdoor D sebanyak 11 seats.
Jam operasional dimulai dari pukul 06.00 – 22.00. Untuk breakfast dimulai dari
pukul 06.00 – 10.30, dan lunch dimulai dari 12.00 – 18.00, sedangkan untuk dinner
dimulai pukul 18.00 – 22.00. Jenis masakan yang di tawarkan adalah tradisional
(Banyuwangi Food), Indonesia food, Western Food dan Italian Food.
2) Gandrung Lounge
Gandrung Lounge berlokasi di lobi yang menawarkan makanan dan minuman
yang bisa dinikamati di area dalam maupun sekitar lobi. Gandrung lounge di desain
dengan sentuhan artistic, mewah, megah dan unik khas dari budaya Banyuwangi
sendiri. Pengunjung bisa menikamti minuman sambil bersantai, mengobrol dengan
rekan bisnis ataupun untuk sekedar menikmati pemandangan sekitar eL Royale Hotel
and Resort Banyuwangi, music tidak seats yang ada sebanyak 23 seats dan 5 kursi bar

17
( bar stool ). Untuk jam opersional buka dari jam 09.00 – 23.00. Jenis minuman yang
ditawarkan adalah minuman cocktail dan mokctail.
3) Room Service
Room Service merupakan fasilitas pemenasan makanan dan minuman yang
dipesan oleh tamu yang menginap di hotel dan akan disajikan di kamar tersebut. Jam
operasional room service selama 24 jam.
4) Fasilitas Pertemuan ( Meeting Facilities )
eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi memiliki beberapa ruang yang
sengaja disiapkan untuk acara – acara bisnis seperti Meeting Corporate Gathering,
Wedding and Birthday Celebration dan lain sebagainya. Berikut detail fasilitas
pertemuan (meeting facilities) tersebut dalam Tabel 4.2

Tabel 4.2
Fasilitas Pertemuan (meeting Facilities) eL Royale Hotel and Resort
Banyuwangi
Kapasitas
Nama Luas
Ruangan (m2) U- Round
Board Class Theater Standing
Shape Table
Sritanjung I 80 40 30 48 96 48 112
Sritanjung II 48 28 20 28 57 28 68
Sritanjung III 55 27 22 33 66 33 77
Sritanjung IV 80 40 30 48 96 48 122
Sritanjung V 48 28 20 28 57 28 68
Sritanjung VI 55 27 22 33 66 33 77
Sritanjung I 352 - 150 210 422 210 492
Sritanjung II 374 - 300 224 448 224 524
Ballroom 748 - - - 897 448 1015
Sumber: Event and Catering, Sales and Marketing Departement, 2017

18
4.3 Struktur Organisasi Food and Beverage Product
Struktur organisasi dalam suatu hotel sangat menentukan keberhasilan hotel
tersebut. Berdasarkan peran, bagian-bagian yang terdapat dalam organisasi ini
dibedakan menjadi dua macam bagian. Bagian-bagian tersebut adalah bagian yang
bertanggung jawab atas terlaksananya tujuan perusahaan. Bagian pelengkap adalah
bagian yang memberikan bantuan kepada bagian pokok agar bagian pokok lebih
mudah melaksanakan tugas-tugasnya dalam merealisasikan tujuan perusahaan
struktur organisasi Food and Beverage Departement eL Royale Hotel and Resort
Banyuwangi dapat di lihat pada gambar dibawah.

19
Gambar 1
Struktur organisasi food product di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi

Executive Chef

CDP Pastry Chef de partie

Senior steward Demi chef

Cook pastry steward cook

20
1. Executive Chef
Bertugas memimpin seluruh aktifitas operasional kitchen, seperti menulis menu,
mengawasi staf, mengawasi food cost dan tugas managerial lainnya. Jarang
melakukan kegiatan memasak, lebih ke pekerjaan manajerial. Tugas pokok yaitu:
1) Membuat rencana segala macam menu.
2) Membuat rencana penempatan staff dan perekrutan SDM.
3) Membuat rencana pendidikan SDM.
4) Melakukan promosi staff, rotasi, mutasi, orientasi, dan in house training staff.
5) Membuat rencana program sanitasi.
6) Membuat rencana event dan acara lainnya.
7) Melaksanakan tugas kordinasi Internal Kitchen.
8) Melaksanakan tugas pengawasan food quality, food cost, disiplin.
1. Chef de Partie
Bertugas memimpin seksi produksi dan bertanggung jawab pada sous chef secara
langsung. Tugas lainnya adalah request bahan untuk seksinya, memimpin masak,
mendidik cook, dan melaksanakan berbagai tugas lapangan lainnya.
2. Demi Chef
Bertugas memasak, dan mempunyai tugas mendidik bawahannya yaitu cook, dan
bertanggung jawab terhadap Chef de Partie.
3. Cook
Bertugas memasak, dan mempunyai tugas mendidik bawahannya cook helper,
cook bertanggung jawab langsung pada Chef de Partie.
4.3.1 Pelaksanaan Tugas – Tugas Cook
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai cook banquet kitchen
di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi harus mengetahui apa yang harus
dilakukan untuk menunjang operasional kitchen. Pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab terseebut adalah sebagai berikut:
1. Cook, menerima banquet order prepare makanan untuk event banquet dan
menyusun menu breakfast, mengolah makanan, melihat dan merasakan hasil

21
makanan dan membersihkan, menjaga area kerja, dan peralatan serta ruangan
pendingin.
2. Cook Helper, pembantu cook dalam mencuci, mengupas, memotong sayuran,
membantu preparetion untuk event banquet dan breakfast menu, bersih dan
menjaga area kerja, alat-alat dan ruangan kerja, mengambil pesanan barang dari
gudang dan menemui atau menjalankan semua acara dan peraturan hotel.

4.4 Rincian Tugas dan Tanggung Jawab Traine Terhadap Departement Food
and Beverage Produk di eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi
No Variabel Sub Variabel Indikator
.

22
1. Tugas dan Tanggung Tugas Pokok 1. Menjaga stand omlet,
Jawab Trainee terhadap waffle dan juga makanan
Food and Beverage tradisional.
Product di eL Royale 2. Memantau Breakfast
Hotel and Resort 3. Mengecek bahan-bahan
Banyuwangi. A’la Carte menu
4. Membuat macam-macam
sauce dan dressing
5. Mengecek bahan-bahan
di chiller.
6. Membuat makanan
tradisional untuk
breakfast.
7. Memotong buah dan
membuat berbagai
macam salad dan
membuat fruit compont
8. Memotong sayuran
unttuk breakfast.
9. Membuat orderan A’la
Carte menu
10. Prepare event
Tugas Bantuan 1. Merapikan dry store
2. Menjaga kebersihan area
kerja
3. Membantu FB Service
4.4.1 Rincian Tugas Trainee
1. Menjaga stand omlet, waffle dan juga makanan tradisional
Sebagai trainee food and beverage produk mempunyai tugas membuat omlet,
macam-macam telur goreng,membuat waffle dan juga membuat makanan

23
tradisional seperti rujak soto, lontong sayur, batagor, ketoprak , gorengan, soto
kudus, dan juga kue tradisional seperti serabi dan polopendem
2. Memantau Breakfast
Setiap hari mengecek menu breakfast mulai dari mengecek berbagai macam main
course seperti ikan, daging, sayur, nasi goreng, makanan tradisional menu seperti
nasi tempong, nasi krawu, nasi kuning, sego cawuk, nasi jamblang, nasi campur
dan juga mengecek berbagai macam kue tradisonal, buah, roti dan juga bermacam-
macam sambel seperti sambel matah, sambel terasi, sambel hijau, sambel soto,
sambel tempong, sambel tempe,sambel terong dan juga mengecek condiment
bubur.
3. Mengecek Bahan - Bahan Ala Car’te Menu
Tugas traine mengecek bahan – bahan untuk menu a’la carte seperti bahan untuk
nasi goreng, bahan mie goreng, nasi tempong, soto ayam, soup buntut, iga bakar,
kwetiaw goreng, spring roll, tomyam, stired mix vegetable, ikan bakar, rawon,
pecel pitik, spaghetti, burger, croque monsiur, chicken gordon bleu, pizza dan
juga salmon.
4. Membuat macam- macam sauce dan dressing
Sebagai seorang traine harus sudah bisa membuat berbagai macam-macam sauce
dan dressing seperti membuat sauce bolognaise,sauce barbeque,sauce beurre
blanc,sauce demiglace, sauce becamel, concace sauce, Italian dressing, Thousand
island dressing,Caesar dressing , Tar tar dressing,Vinegratte dressing,Mayonaise
dressing dan French dressing untuk menu ala car’te dan breakfast.
5. Mengecek bahan-bahan di chiller
Mengecek bahan-bahan di chiller seperti sayuran, ikan, daging, macam macam
bumbu kering, sosis, dan juga merapikan chiller dan menata bahan-bahan yang ada
sesuai dengan masing-masing jenisnya dan membersihkannya.
6. Membuat makanan tradisonal untuk breakfast
eL Royale Hotel and Resort merupakan hotel yang mempunyai konsep tradisional
mulai dari bangunan di setiap hotel, nama-nama di hotel, dan juga makanannya

24
seperti makanan rujak soto,ketoprak,soto kudus,cwi mie,lontong sayur, batagor
yang di sajikan pada saat breakfast.
7. Memotong buah dan membuat berbagai macam salad,sauce dressing dan
membuat fruit compon
Sebagai seorang trainee ditugaskan untuk memotong berbagai macam buah seperti
semangka, melon, nanas, papaya, dan juga membuat fruit compon. Fruit compont
ini adalah buah yang di potong-potong berbagai macam bentuk agar menarik dan
di mix dengan simple sirup dan juga sari buah.
8. Memotong sayuran untuk breakfast
eL Royale Hotel and Resort banyuwangi memanfaatkan bahan-bahan makanan
segar untuk diolah seperti sayuran, sebagai seorang traine di tugaskan membantu
butcher untuk memotong berbgai macam sayuran breakfast dan untuk menu a’la
carte menu, sayuran yang di potong seperti sawi, baby corn, kacang panjang,
pakcoy, brokoli, kembang kol, kubis, buncis, wortel, dan juga daun singkong.
9. Membuat orderan a’la carte menu
Setiap masuk sore tugas seorang traine membantu membuat karyawan untuk
membuat orderan a’la carte menu seperti orderan Indonesian food, nasi goreng,
mie goreng, soto ayam, iga bakar, rujak soto, soup buntut, ikan bakar, tahu walik,
dan juga ayam kesrut
10. Prepare event
Sebagai hotel bintang 4 yang baru di banyuwangi eL Royale Hotel and Resort
mulai banyak di kenal oleh masyarakat luas sehingga banyak orang-orang yang
penasaran dan mengadakan event di hotel, seperti event wedding party, ulang
tahun, seminar, sampai event pertemuan untuk para menteri dan juga gubernur di
banyuwangi. Setiap event menu makanannya selalu berbeda-beda mulai dari lauk,
sayuran, hingga nasi.

25
4.4.2 Tanggung Jawab Trainee dan Tugas Bantuan Trainee
1. Merapikan Dry Store
Dalam dunia kitchen banyak berbagai penyimpanan bahan-bahan makanan
mulai dari bahan makanan kering hingga bahan makanan yang bersifat basah.
Penyimpanan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Chiller dan Dry Store yaitu
tempat penyimpanan bahan kering seperti gula, beras, bahan yang kemasanya
kaleng, kantong plastic, kerupuk, biji kacang hijau, bahan-bahan kue, rempah-
rempah kering seperti lada, ketumbar dan lain sebagainya. Setiap hari dray
store ini harus dibersihkan dan dirapikan sehingga area penyimpanan ini
bersih dan rapi pada saat dilihat dan untuk mempermudah karyawan yang
ingin mengambil bahan-bahan makanan di dry store.
2. Menjaga kebersihan area kerja
Food and beverage produk adalah bagian yang mengelola tentang bahan
makanan dan minuman untuk di jual kepada tamu hotel, oleh sebab itu setiap
harinya mengolah makanan dan membuat minuman, untuk menjaga hygine
dan sanitasi di area kitchen kita harus menjaga kebersihan area kerja pada saat
sudah selesai kerja, di eL Royale Hotel and Resort untuk para staf dan trainee
sudah dibiasakan untuk membersihkan area kerja pada saat selesai memasak.
3. Membantu Food and Beverage Service
Hubungan Food and Beverage Product Departement dengan Food and
Beverage Service Departement harus saling membantu dan kompak untuk
kelancaran operasional hotel, selain itu hubungan baik sesama Departement
akan berdampak positif terhadap hotel itu sendiri. Selama saya training saya
membantu Food and Beverage Product dalam pelayanan makanan dan juga
membantu pada saat ada event di banquet.

26
4.5 Hambatan Trainee pada Food and Beverage Departement eL Royale Hotel
and Resort Banyuwangi
No Variabel Sub Variabel Indikator
1. Hambatan Internal 1.Sulit menghendel pekerjaan
yang di perintahkan sekaligus
dalam jumlah banyak.

Eksternal 1.Kurangnya kelengkapan


uniform untuk anak trainee
di kitchen.
2.Miss Komunikasi antara
Trainee dan karyawan.
3. kurangnya bahan makanan

1. Hambatan Internal Trainee


1) Sulit menghendel pekerjaan yang di perintahkan sekaligus dalam jumlah
banyak
Sebagai seorang trainee yang masih memiliki sedikit ilmu dalam Departement
Food and Beverage Product, selama trainee enam bulan di eL Royale Hotel and
Resort Banyuwangi terdaapat beberapa kendala atau hambatan salah satu
hambatan tersebut adalah sulit menghendel pekerjaan yang di perintahkan oleh
karyawan kitchen sekaligus dalam jumlah banyak. Hal ini sering terjadi saat
trainee sehingga sebagai seorang trainee merasa kebingungan dalam melakukan
pekerjaan, yang mana harus di utamakan dan yang mana yang tidak terlalu di
utamakan
Hambatan Eksternal Trainee
1) Kurangnya kelengkapan uniform untuk anak trainee di kitchen

27
Kelengkapan uniform dibagian Food and Beverage Product sangat berpengaruh
untuk kegiatan operasional hotel, selama menjadi trainee enam bulan di eL Royale
Hotel aand Resort Banyuwangi terdapat beberapa kendala dan hambatan salah satu
hambatan yang terjadi yaitu kurangnya kelengkapan uniform untuk trainee di
kitchen. Selama menjadi trainee di eL Royale pada saat awal masuk kerja tidak ada
uniform khusus yang di berikan oleh pihak hotel dan peraturannya uniform cukup
menggunakan kaos polo warna hitam polos, celana hitam dan sepatu.
2) Miss Komunikasi antara Trainee dan karyawan
Komunikasi yang baik harus terjalin dalam bekerja agar tidak menimbulkan
kesalahan informasi. Kesalahan juga menimbulkan penerimaan informasi yang
salah. Apabila kesalah fahaman terus berlanjut dan tidak ada pembenaran,
seseorang akan terus membawa informasi yang salah. Kesalahan informasi ini bisa
memicu terjadinya permasalahan lainnya yang akan berpengaruh pada hasil kerja
yang tidak tepat.
3). Kurangnya Bahan Makanan
Department food and beverage adalah department yang bertugas menjual makanan
di hotel setiap harinya, dengan adanya kekurangan bahan makanan akan
mengakibatkan kegiatan operasional tidak bisa berjalan dengan lancar, maka dari
itu harus lebih banyak stok yang disediakan agar tidak terjadi kekurangan bahan
pada saat ada pesanan dari tamu.

28
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Setelah pelaksanaan praktik kerja nyata di eL Royale Hotel and Resort
Banyuwangi,maka kesimpulan yang dapat di tarik oleh penulis sebagai berikut:
a. Food and Beverage merupakan salah satu bagian atau department yang sangat
penting artinya bagi hotel karena merupakan sumber pendapatan (outlet) yang
ke dua setelah penjualan kamar (room sales).
b. Food and Beverage produk adalah sesuatu yang dapat di konsumsi dan diolah
oleh bagian kitchen, sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan
pelanggan pada saat mereka menyantap makanan. Food and Beverage
Product mempunyai peran penting untuk pendapatan hotel karena bertugas
menjual makanan terhadap tamu yang menginap ataupun tamu yang ingin
sekedar makan di Ijen Restaurant eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi
c. Tugas dan Tanggung Jawab Trainee pada Departement Food and Beverage di
eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi adalah : a. Membuat omlet dan
waffle serta makanan tradisonal, b. Memantau breakfast, c. Mengecek bahan-
bahan A’la Carte Menu, d. membuat macam-macam sauce dan dressing,e.
Mengecek bahan-bahan di chiller,f. Membuat makanan tradisonal untuk
breakfast,g. Memotong buah dan membuat berbagai macam salad dan
membuat fruit compon,h.memotong sayur untuk breakfast, i. Membuat
orderan A’la carte menu,j. Prepare event.
Sedangkan tanggung jawab traine adalah membersihkan dan merapikan dray
store dan memjaga kebersihan area kerja.

29
5.2 Saran
Agar tercapai keberhasilan serta kelancaran pelaksanaan operasional dalam Food
and Beverage Departemen dan pencapaian tujuan hotel pada umumnya, kiranya saran
yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut:
1. Perlu peningkatan etos kerja dari setiap karyawan di semua departemen, serta
memiliki komitmen yang kuat yakni memberikan pelayanan yang terbaik bagi
tamu.
2. Perlu adanaya pengecekan peralatan secara rutin agar dapat dihindari sedikit
mungkin adanya peralatan dan barang-barang milik hotel yang hilang ataupun
rusak.
3. Perlu adanya upaya meningkatkan serta mengembangkan kemampuan dalam
penguasaan bahasa inggris di samping bahasa asing lainnya. Terutama bagi
karyawan yang bertugas melayani atau berhubungan dengan tamu secara
langsung karena bahasa inggris merupakan “the key of world” kunci
keberhasilan dalam memasuki dunia pergaulan dan bisnis Internasional.
4. Perlu adanya peningkatan mutu pelayanan dan fasilitas hotel
5. Saran untuk prodi diploma IV pariwisata, perlu adanya peningkatan wawasan
dan praktik yang lebih banyak lagi agar mahasiswa yang akan terjun ke hotel
melakukan praktik kerja lapangan sudah mempunyai bekal dari kampus.
6. Perlu adanya peningkatan untuk bagian akademik diploma IV pariwisata
dalam pengurusan berkas-berkas dan juga surat, agar bisa memudahkan
mahasiswa.

30
DAFTAR PUSTAKA

Bartono dan Ruffino. 2010. Tata Boga Industri Yogyakarta: CV Andi Offset.
Endar Sri, 1996. Akomodasi Perhotelan.Yogyakarta: CV Andi Ofset.
Mangkuwerdoyo, sudiarto, pengantar Industri Akomodasi Dan Restoran, Jakarta
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, 1999
Moleong, 2005. Analisis data penelitian kualitatif. Jakarta.: PT. Raja Grafindo
Perkasa
Sulastiyono, 2011. Dasar-Dasar Food Product. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Sambado, Agus dan Bagyono. 2006. Dasar-Dasar Kantor Depan Hotel. Yogyakarta:
CV Andi Offset.
Sugiarto, Endar, Ir dan Sri Sulastrinignrum, SE. Pengantar Akomodasi dan Restoran,
Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama, 1996
Sukresno, Pramusaji, Buku Panduan Sekolah Pariwisata Dan Perhotelan, Jakarta PT
Gramedia Pustaka Utama, 1999.
Tarmoezi, 2002. Dasar-Dasar Perhotelan Yogyakarta: Garaha Ilmu.

31