Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Di era globalisasi sekarang ini, untuk dapat terjun langsung ke dalam dunia pekerjaan

harus ditunjang oleh berbagai faktor salah satunya adalah pengetahuan dan pemahaman yang

cukup mengenai teori-teoai disamping soft skill khusunya di dunia medis.

Maka dari itu di dalah makalah ini akan dibahas mengenai abnormalitas dari sistem

urinasi salah satunya adalah Inkontinensia Urine. Hal ini bertujuan agar pembaca dan penulis

dapat lebih memahami mengenai abnormalitas tersebut.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian dari inkontinensia Urine?

2. Apakah penyebab dari inkontinensia urine tersebut?

3. Bagaimana perjalanan penyakit (patofisiologi) dari inkontinensia urine tersebut?

4. Apa saja jenis-jenis dari inkontinensia Urine?

1.3. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui tentang pengertian dari inkontinensia urine.

2. Untuk mengetahui tentang penyebab inkontinensia urine.

3. Untuk mengetahui tentang patofisiologi inkontinensia urine.

4. Untuk mengetahui jenis-jenis dari inkontinensia urine.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN

Pengeluaran urine tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga

mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan atau sosial. Variasi dari inkontinensia meliputi

keluar hanya beberapa tetes urin saja, sampai benar-benar banyak, bahkan terkadang juga disertai

inkontinensia alvi (disertai pengeluaran feses. Di kalangan masyarakat umum inkontinensia urine

sering diartikan sebagai beser atau mengompol.

2.2. ETOLOGI (penyebab) INKONTINENSIA URINE

Adanya kelemahan dari otot dasar panggul. Ini yang berkaitan dengan anatomi dan juga fungsi

organ kemih. Kelemahan dari otot dasar panggul disebabkan oleh, diantaranya kehamilan yang

berulang-ulang, kesalahan dalam mengedan. Hal tersebut bisa menyebabkan seseorang tidak

dapat menahan air seni (urine).

Produksi urine berlebihan karena berbagai sebab, misalnya gangguan metabolik, seperti DM,

harus dipantau.

Asupan cairan yang berlebihan yang bisa diatasi dengan mengurangi asupan cairan yang

bersifat adekuat seperti kafein.

Gangguan di saluran kemih bagian bawah, efek obat-obatan, produksi urine meningkat atau

adanya ganggguan kemampuan / keinginan untuk ke toilet. Gangguan saluran kemih bagian
bawah bisa karena infeksi, jika terjadi infeksi, maka tatalaksannya adalah terapi antibiotika.

Apabila vaginitis atau uretritis atrifi penyebabnya, maka dilakukan terapi estrogen topical. Terapi

prilaku harus dilakukan jika pasien baru menjalani prostatektomi. Dan bila terjadi impaksi feses,

harus dihilangkan dengan makanan kaya serat, mobilitas, asupan cairan adekuat, atau jika perlu

penggunan laksatif.

2.3. PATOFISIOLOGI INKONTINENSIA URINE

Inkontinensia urine bisa disebabkan karena komplikasi dari penyakit infeksi saluran kemih,

kehilangan kontrol spinkter atau terjadinya perubahan tekanan abdomen secara tiba-tiba.

Inkontinensia bisa bersifat permanen misalnya pada spinal cord trauma atau bersifat temporer

pada wanita hamil dengan struktur dasar panggul yang lemah dapat berakibat terjadinya

inkontinensia urine. Meskipun inkontinensia urin dapat terjadi pada pasien dari berbagai usia,

kehilangan kontrol urin merupakan masalah bagi lanjut usia.

2.4. JENIS INKONTINENSIA URINE

a) Inkontinensia Urgensi, pelepasan urine yang tidak terkontrol sebentar setelah ada peringatan

urinasi. Disebabkan oleh aktivitas otot destrusor yang berlebihan atau konstraksi kandung kemih

yang tidak terkontrol.

b) Inkontinensia Tekanan, pelepasan urine yang tidak terkontrol selama aktivitas yang

meningkatkan tekanan dalam lubang antara abdominal. Batuk, bersin, tertawa dan mengangkat

beban berat adalah aktivitas yang dapat menyebabkan inkontinensia urine.


c) Inkontinensia Aliran Yang Berlebihan(Over Flow Inkontinensia), terjadi jika retensi

menyebabkan kandung kemih terlalu penuh dan sebagian terlepas secara tidak terkontrol, hal ini

pada umumnya disebabkan oleh neurogenik bladder atau obstruksi bagian luar kandung kemih.

BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN :

Inkontinensia Urine adalah pengeluaran urine tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi

yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan atau sosial.

Penyebab:

a. Adanya kelemahan dari otot dasar panggul.

b. Produksi urine berlebihan karena berbagai sebab, misalnya gangguan metabolik, seperti DM,

harus dipantau.

c. Asupan cairan yang berlebihan

d. Gangguan di saluran kemih bagian bawah, efek obat-obatan, produksi urine meningkat atau

adanya ganggguan kemampuan / keinginan untuk ke toilet.

Patofisiologi:
Inkontinensia urine bisa disebabkan karena komplikasi dari penyakit infeksi saluran

kemih, kehilangan kontrol spinkter atau terjadinya perubahan tekanan abdomen secara tiba-tiba.

Jenis-jenis:

a. Inkontinensia Urgensi

b. Inkontinensia Tekanan

c. Inkontinensia Aliran Yang Berlebihan(Over Flow Inkontinensia),

3.2. SARAN :

Dengan ditulisnya makalah ini diharapkan agar penulis serta pembaca dapat lebih

memahami dan mengertimengenai inkontinesia urine tersebut guna lebih mematangkan

pengetahuan dalam terjun langsung ke dalam dunia medis.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://askep-net.blogspot.com/2012/inkontinensia-urine.html (22 Juli 2012)