Anda di halaman 1dari 7

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)

Penyusunan Neraca dan Laporan Arus Kas

Oleh :

Ni Luh Made Dian Purnami Putri (1807531005)

Gede Surya Wibawa (1807531021)

Universitas Udayana

2019
BAB 5

Menyusun Neraca

1. Menyusun Neraca Bentuk Scontro

Untuk neraca bentuk T, harus memisahkan sisi kanan dan sisi kiri. Di mana sisi kanan
akan diisi dengan akun modal dan kewajiban, sedangkan sisi kiri akan diisi dengan akun-akun
yang masuk ke kategori aktiva. Untuk akun aktiva, pisahkan akun yang termasuk dalam aktiva
lancar dan aktiva tetap agar lebih mudah dalam mengetahui jumlah masing-masing aktiva.
Setelahnya baru jumlahkan kedua jenis aktiva untuk mendapatkan total aktiva. Kemudian untuk
pos kewajiban dan modal, masukkan semua akun yang berhubungan dengan dua hal ini dan
jumlah nominal modal serta kewajiban untuk mendapatkan total pasiva. Perhatikan jumlah total
aktiva dan total pasiva, jika keduanya balance berarti kemungkinan besar tidak ada masalah dan
neraca keuangan yang anda buat seimbang. Tapi jika total aktiva dan pasiva tidak sama, maka
anda harus meneliti ulang bagian mana yang salah. Periksa semua jurnal, buku besar hingga
neraca lajur untuk mencari kesalahan.
Contoh neraca bentuk scontro, yaitu:

2. Menyusun Neraca Staffel


Neraca Bentuk staffel adalah bentuk neraca yang disusun dengan menyusun kebawah dan
melektakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debet kredit. Tabel neraca ini mirip
dengan Model Jurnal Umum. Atau secara jelas kami tampilkan gambar seperti ini :
Menyusun Laporan Arus Kas

Metode penyusunan arus kas sendiri secara umum ada dua, yaitu Metode
Penyusunan Laporan Arus Kas Secara Langsung Dan Tidak Langsung. Perbedaan kedua metode
ini sendiri hanya pada bagian aktivitas operasi perusahaan yang bersangkutan. investasi dan
aktivitas dari pendanaan. Pada metode arus kas tidak langsung, perhitungan dimulai dari bawah
ke atas pada laporan laba rugi, atau dimulai dari pendapatan bersih.

 METODE LANGSUNG

Keunggulan utama dari metode langsung adalah metode ini melaporkan sumber dan
penggunaan kas dalam laporan arus kas. Kelemahan utamanya adalah data yang dibutuhkan
seringkali sulit di dapat dan biasanya biayanya mahal. Metode Langsung menggolongkan
berbagai kategori utama dari kegiatan operasi. Metode langsung lebih mudah untuk dimengerti,
dan memberikan informasi yang lebih banyak untuk mengambil keputusan. Dalam metode ini
akun beban penyusutan,beban deplesi,beban amortisasi,keuntungan dan kerugian,utang
dikeluarkan dari komponen Aktivitas operasi.
Metode pembuatan Laporan Arus Kas dengan metode langsung sumber datanya
adalah Buku Kas Bank dan Buku Kas Kecil. Ada 4 langkah untuk membuat Laporan Arus Kas
dengan metode langsung yaitu pemeriksaan silang antara Buku Kas Bank, Rekening Koran,
Bonggol Check, dan Buku Kas Kecil. Lalu, Eliminasi (hapus) semua transaksi silang antar buku
kas. Selanjutnya, Klasifikasikan semua jenis pengeluaran dan pemasukan kas ke dalam elemen-
elemen laporan arus kas. Memang membutuhkan banyak waktu, namun bila anda membuatnya
pada saat semua catatan sudah selesai sehingga laporan arus kas sudah harus selesai.
Bila dikerjakan sejak dari awal dan dilakukan setiap hari dengan seperti itu maka akan terasa
ringan.

Pada dasarnya metode ini adalah laporan arus kas yang disusun berdasarkan pada buku
kas atau bank. Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan
kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara
lengkap dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan. Berikut Contohnya:
 METODE TIDAK LANGSUNG

Ada 2 sumber data yang digunakan untuk membuat Laporan Arus Kas, yaitu Laporan Laba
Rugi periode Berjalan,Neraca period Berjalan dengan Neraca periode sebelumnya. Metode tidak
langsung memusatkan pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi,
disinilah kelebihan dari metode ini. Metode tidak langsung menunjukan hubungan antara laporan
laba rugi, neraca dan laporan arus kas. Karena datanya dapat tersedia dengan segera, maka
metode ini lebih murah dibandingkan dengan metode langsung. Penyusunan laporan arus kas
dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba bersih dan menyesuaikan laba bersih
tersebut sehingga diperoleh arus kas dari aktivitas operasi.

Dalam metode tidak langsung, arus kas aktifitas operasional, arus kas aktifitas investasi dan
arus kas aktifitas pendanaan disusun berdasarkan pada laporan laba-rugi dan neraca. Pada
metode arus kas tidak langsung, perhitungan dimulai dari bawah ke atas pada laporan laba rugi,
atau dimulai dari pendapatan bersih. Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan
mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan dari penerimaan atau pembayaran
kas untuk operasi sebelumnya dan setelahnya, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan
dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Langkah-langkah penyusunannya dimulai dari, Data Laporan Laba Rugi tahun ini lalu
siapkan juga neraca tahun lalu dan tahun ini. Selanjutnya, Anda bandingkan antara Neraca
periode sebelumnya dengan Neraca periode Berjalan untuk memperoleh data aktivitas keuangan
perusahaan pada periode tahun ini. Dan terakhir Anda dapat menyusun Laporan Arus Kas.

Contoh Laporannya, yaitu :


Daftar Pustaka

Vicky Fatrian, "Penyusunan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung"
http://www.beeaccounting.com/blog/metode-penyusunan-laporan-arus-kas-secara-langsung-dan-
tidak-langsung/ Diakses pada 15 Maret 2019.

M. Mustafa, 2013. "Bentuk Neraca Staffel dan Scontro" https://akuntansi-id.com/557-bentuk-


neraca-staffel-dan-scontro Diakses pada 15 Maret 2019.