Anda di halaman 1dari 2

SEDIH SEKALI JADI CHINA, BELUM

HABIS VIRUS CORONA, TIBA-TIBA FLU


BURUNG MUNCUL LAGI
NI A LAVI NI A3 FEB RUA RI 2020

POJOKAN 3







MOJOK.CO – Bayangin mumetnya China, Virus Corona aja, sampai saat ini sudah
menginfeksi 17.205 dengan 361 kasus kematian, lah ini ditambahi lagi virus flu burung….

Habis gelap belum terbit juga terang. Peribahasa yang cocok untuk menggambarkan bagaimana
kondisi China saat ini. Horor sepertinya masih belum mau pergi dari sana. Ya gimana nggak,
virus corona masih belum tertangani, eh sekarang virus flu burung (avian influenza atau H5N1)
nambah-nambahi kerjaan dan ketakutan mereka.

Sebuah peternakan yang terletak di Distrik Shuanqing, Kota Shaoyang, Provinsi Hunan
dilaporkan menjadi tempat pertama virus flu burung muncul. Penemuan ini diawali oleh
kematian mendadak 4.500 ayam dari total 7.850 ayam yang ada di sana. Setelah penemuan itu,
pemerintah setempat akhirnya memusnahan 17.829 ekor unggas untuk mencegah penyebaran
lebih luas.

Sampai saat ini, untungnya masih belum ada laporan kasus penyebaran virus ini kepada manusia.
Saya bilang “untung” karena kalau ada, waduuuh bahaya….

Virus flu burung ini super duper mematikan. Kalau dia menginfeksi manusia, 60% kemungkinan
si manusia itu mati. Ya, kata WHO, tingkat mortalitas virus ini 60%. Tercatat ada 861 kasus
infeksi virus ini di seluruh dunia dengan 455 orang di antaranya meninggal dunia. Ini tentu
juauauauh berbahaya dari SARS ( tingkat mortalitas 10%) dan corona (2%).
Mungkin sebagian besar dari kita masih ingat, wabah flu burung dunia pernah menyapa
Indonesia pula pada Juni 2005 sampai Desember 2016. Menurut data Kemenkes, virus ini
sempat menyebar di 15 provinsi, mengakibatkan 199 orang terinfeksi dan sebanyak 167 orang di
antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Virus Corona: Kronologi, Jumlah Korban dan Pasien Sembuh, Perkembangan
Terkini

Oh iya, karena virus flu burung ini muncul di Provinsi Hunan yang mana berada persis di
perbatasan selatan Provinsi Hubei, tempat virus corona menyebar pertama kali, China berada di
posisi yang semakin sulit karena membutuhkan lebih banyak sumber daya dan petugas medis
tambahan untuk bisa melawan ancaman kesehatan tambahan ini.

Bayangin mumetnya China, virus corona sendiri saja, di sana, sampai saat ini sudah menginfeksi
17.205 dengan 361 kasus kematian yang mayoritasnya ya orang Hubei dan Hunen tadi….

Ya emang sih ini bukan pertama kalinya virus flu burung ada di sana. Virus ini pertama kali
terdeteksi tahun 1996. Dan selama 16 tahun terakhir, tercatat 53 kasus infeksi flu burung kepada
manusia yang menewaskan 31 orang di sana. 53 kasus mungkin bukan angka yang terlalu tinggi,
tapi virus ini menyebar sangat cepat dan sangat mematikan unggas.

Saking cepatnya menular, untuk menghentikan virus ini, satu-satunya cara yang bisa dilakukan
adalah membumihanguskan seluruh unggas untuk mencegah penyebarannya kepada manusia dan
unggas lain di masa depan seperti yang dilakukan peternak di Pennsylvania dan Virginia, AS
tahun 1983, yang mematikan lebih dari 5 juta unggas. Dan Hongkong di tahun 1997, yang
memusnahkan semua populasi unggas mereka yang ada sebanyak 1,5 juta setelah 18 orang
terinfeksi dan 6 orang di antaranya meninggal dunia.