Anda di halaman 1dari 8

Materi Kelompok 2

SAP 9
BAB II
PEMBAHASAN

Nb:
Sasmita : Pengertian struktur dan desain organisasi, langkah-langkah mengambil
keputusan organisasi
Meina : Unsur-unsur struktur organisasi
Kak Zaenal : penerapan desain organisasi

2.1 Struktur Organisasi


Terry (1986) menyatakan: Pengorganisasian adalah proses mengusahakan
hubungan-hubungan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama
secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan
tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan tertentu. Hasil
pengorganisasian adalah struktur organisasi. Adapun beberapa pengertian struktur
organisasi dari para ahli, yaitu :

a. S.Reksohadiprodjo, dan T.H.Handoko (1992:74) mendefinisikan struktur organisasi


merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan untuk pencapaian tujuan
organisasi, hubungan antar fungsi, serta wewenang.
b. Robbins (2007) mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan bagaimana
pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal.

Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara
posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai
tujuan. Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan
dikoordinasikan secara forrmal. Struktur organisasi ialah susunan pembagian tugas secara
formal yang ada dalam sebuah organisasi

1. Desain Organisasi
Desain organisasi merupakan langkah awal dalam memulai pelaksanaan kegiatan
perusahaan untuk pencapaian tujuan perusahaan. Pengertian yang jelas tentang desain
organisasi oleh beberapa ahli sebagai berikut:

1. Desain organisasi adalah struktur organisasi tertentu sebagai hasil dari berbagai
keputusan dan tindakan para manajer (Ivancevich, Konopaske,dan Matteson,
2007:236).
2. Desain organisasi adalah keseluruhan rangkaian elemen struktural dan hubungan di
antara elemen-elemen tersebut yang digunakan untuk mengelola organisasi secara
total (Griffin, 2004:352).
3. Desain organisasi adalah sebuah proses memilih dan mengelola aspek-aspek
struktural dan kultural yang dilakukan oleh para manajer sehingga organisasi
mampu mengendalikan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai
tujuan bersama (Wisnu dan Nurhasanah, 2005:11).

Beberapa pengertian tersebut dapat diketahui bahwa desain organisasi merupakan


proses memilih dan mengelola segala aspek-aspek dalam organisasi sehingga
menciptakan suatu struktur organisasi tertentu untuk mencapai tujuan bersama.

Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi.
Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan
penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari
proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan
dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain tersebut, para
perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi yang dapat membuat
organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan desain organisasi tersebut
akan menentukan besar kecilnya organisasi.Setiap ukuran organisasi akan memberikan
keuntungan masing-masing, namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga
eksistensi dari organisasi.

2.2 Langkah – Langkah Dasar Pengambilan Keputusan Pengorganisasian


Terdapat empat langkah mendasar ketika seorang manajer mulai membuat
keputusan mengenai pengorganisasian:

a. Pembagian pekerjaan yaitu membagi seluruh beban pekerjaan menjadi banyak tugas
yang secara wajar dan nyaman dapat dilaksanakan oleh individu atau kelompok.
b. Departementalisai yaitu menggabungkan tugas secara logis dan efisien,
pengelompokan karyawan dan tugas.
c. Hierarki organisasi yaitu sesuatu yang dihasilkan oleh adanya hubungan penetapan
siapa yang memberi laporan kepada siapa dalam organisasi.
d. Koordinasi yaitu penetapan mekanisme yang menyatukan aktivitas departemental
menjadi suatu kesatuan dan memonitor keefektifan integrasi tersebut.

2.3. Unsur-Unsur Struktur Organisasi

Menurut (Robbins, 2007) terdapat enam unsur yang perlu diperhatikan oleh para
manajer ketika akan mendesain struktur organisasi. Keenam unsur tersebut adalah :

a. Spesialisasi pekerjaan
Spesialisasi pekerjaan adalah sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi
ke dalam beberapa pekerjaan sendiri. Spesialisasi kerja adalah keseluruhan pekerjaan
tidak dikerjakan oleh satu orang, tetapi dipecah menjadi beberapa langkah dan setiap
langkah diselesaikan oleh orang yang berbeda. Karyawan individual
dispesialisasikan untuk melakukan sebagian aktivitas bukannya keseluruhan
aktivitas pekerjaan.

b. Departementalisasi
Departementalisasi adalah garis wewenang yang dipakai untuk mengelompokkan
pekerjaan atau kegiatan yang sejenis menjadi satu kelompok.
1. Departementalisasi Fungsional
Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang
sama atau kegiatan kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan
bentuk dasar departementalisasi. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah
bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama,
menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan
memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-
fungsi. Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan yaitu struktur
fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan
kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-
tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta
kurang inovatif.
2. Departementalisasi Divisional
Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar
produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur
organisasi divisional atas dasar produk. Setiap departemen bertanggung jawab
atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis
produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang
sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Struktur organisasi
divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga
disebut depertementalisasi daerah, regional atau geografis, adalah
pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi
atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

c. Rantai komando
Rantai komando adalah garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari
puncak organisasi ke unit terbawah dan menjelaskan siapa yang bertanggung jawab
kepada siapa. Selain rantai komando, ada tiga konsep lain, yaitu :
- Wewenang
Hak-hak yang melekat pada posisi manajerial tertentu yang memberi tahu
orang apa yang harus dilakukan dan mengharapkan orang itu melakukannya.
- Tanggung jawab
Kewajiban untuk melaksanakan tugas apa saja yang dibebankan.
- Kesatuan Komando
Prinsip manajemen yang menyatakan bahwa tiap-tiap orang harus melapor
ke satu manajer saja.

d. Rentang kendali
Rentang kendali adalah jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang
manajer secara efisien dan efektif. Makin luas atau besar rentangnya, makin efisien
organisasi itu. Tetapi pada titik tertentu, rentang yang lebih luas mengurangi
efektivitas, yaitu ketika rentangnya menjadi terlalu besar, kinerja karyawan menurun
karena manajer tidak lagi mempunyai waktu untuk memberikan kepemimpinan dan
dukungan yang diperlukan.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah karyawan yang memadai yang
dapat dikelola seorang manajer secara efisien dan efektif. Faktor itu meliputi
keahlian dan kemampuan manajer serta karyawan dan juga sifat pekerjaan yang
sedang dikerjakan. Jadi, para manajer dengan karyawan terlatih dan berpengalaman
baik, dapat berfungsi cukup baik pada rentang yang lebih luas.

e. Sentralisasi-desentralisasi
Sentralisasi merupakan tingkat di mana pengambilan keputusan terkosentrasi pada
satu titik dalam organisasi. Desentralisasi merupakan tingkat di mana karyawan
tingkatan bawah memberikan masukan atau benar-benar mengambil keputusan.
Istilah lain untuk desentralisasi yang meningkat adalah pemberian pemberdayaan
karyawan. Pemberdayaan karyawan adalah meningkatkan pemberian wewenang
pengambilan keputusan yang baik oleh karyawan. Tujuan Pengorganisasian :

Lebih Tersentralisasi Lebih Terdesentralisasi

a. Lingkungannya rumit, tidak pasti.


a. Lingkungan stabil.
b. Para manajer tingkatan rendah
b. Para manajer tingkatan rendah tidak
mampu dan berpengalaman dalam
semahir atau sepengalaman dalam
mengambil keputusan.
mengambil keputusan seperti halnya
c. Para manajer tingkatan rendah
para manajer tingkatan atas.
menghendaki suara dalam
c. Para manajer tingkatan rendah tidak
keputusan.
ingin ikut serta dalam keputusan.
d. Keputusan-keputusannya relative
d. Keputusan-keputusan itu yang
kurang penting.
penting.
e. Budaya perusahaan terbuka
e. Organisasi menghadapi krisis atau
sehingga memungkinkan para
risiko kegagalan perusahaan.
manajer mempunyai pengaruh atas
f. Perusahannya besar.
apa yang terjadi.
f. Perusahaan secara geografis
terpencar.
g. Efektivitas pelaksanaan strategi
perusahaan tergantung pada
g. Efektivitas pelaksanaan strategi
keterlibatan dan fleksibilitas para
perusahaan tergantung pada para
manajer dalam mengambil
manajer yang mempunyai hak
keputusan.
menentukan apa yang terjadi.

f. Formalisasi
Formalisasi adalah sejauh mana pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi tersebut
dilakukan. adalah tingkat di mana pekerjaan dalam organisasi itu terstandarisasi dan
sejauh mana perilaku karyawan dibimbing oleh peraturan dan prosedur.
Jika formalisasinya rendah, perilaku kerjanya relative tidak terstruktur dan para
karyawan mempunyai banyak kebebasan dalam hal bagaimana cara mereka
melakukan pekerjaan. Derajat formalisasi dapat sangat berbeda-beda antarorganisasi
dan bahkan di dalam organisasi.

2.4 Penerapan Desain Organisasi

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari dua model, yaitu desain
organisasi mekanistik dan desain organisasi organik.

2.4.1 Desain Organisasi Mekanistik.

a. Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.


b. Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui
perasaan takut dan sanksi.
c. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke
bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
d. Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas
tujuan dan metode departemental.
e. Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
f. Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong
adanya partisipasi kelompok.
g. Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2.4.2 Desain Orgranisasi Organik.

a. Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan


antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
b. Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
c. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir
secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
d. Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat
mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
e. Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses
kelompok.
f. Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk
menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
g. Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah
dan pengendalian diri.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik
melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik
lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.Desain struktur subunit didesain
sesuai dengan kontinummekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi
lingkungan, khususnya laju perubahan yang lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar dan
rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik. Desain teknik
integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama,
bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya maka semakin besar
peraturan dan perencanaan.