Anda di halaman 1dari 13

DAMPAK PENGGUNAAN BAHASA GAUL TERHADAP

BAHASA INDONESIA

MAKALAH

NAMA : REZA SRI RAMADHANI


NO BP : 1910722001
MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA
KELAS :A
DOSEN : Dra. NOVIATRI, M. Hum

PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA


FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................3
B. Rumusan Masalah........................................................................................5
C. Tujuan Penulisan..........................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahasa dan Bahasa Gaul...........................................................6
B. Ciri-ciri Bahasa Gaul dan Contoh Penggunaan Bahasa Gaul di
Media Sosial................................................................................................7
C. Dampak dari Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia.......10
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manusia merupakan makhluk sosial, artinya manusia membutuhkan
interaksi antar sesama manusia lainnya dalam menjalankan kehidupannya. Untuk
bisa menciptakan interaksi tersebut dibutuhkan bahasa. Bahasa dijadikan sebagai
alat komunikasi yang dapat membantu manusia dalam menyampaikan gagasan,
ide, dan perasaan. Manusia tidak bisa hidup tanpa menggunakan bahasa, baik
lisan maupun tulisan.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat membantu manusia dalam
berinteraksi dengan manusia lainnya. Tanpa bahasa manusia akan kesulitan dalam
menyampaikan keinginannya. Menurut Chaer (Ismiyati, 2011) “bahasa adalah
sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis,
beragam dan manusiawi”.
Dilain hal, pengertian bahasa menurut Widjono (2011: 14) adalah “sistem
lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat
pemakainya”. Sedangkan menurut pendapat Kridalaksana (Ismiyati, 2011)
menjelaskan bahasa adalah “sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para
anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan
mengidentifikasikan diri”.
Bahasa dapat dikatakan baik apabila berkembang berdasarkan suatu
sistem, yaitu seperangkat aturan yang mesti dipatuhi oleh penggunanya. Namun
pada saat ini masyarakat lebih suka menciptakan dan menggunakan bahasa gaul
yang melenceng dari aturan yang ditetapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
Bahasa gaul atau prokem menurut Eka Zul, 2009 (Suwakil, 2018) adalah “bahasa
sandi yang dipakai dan hanya dimengerti oleh kalangan atau kelompok tertentu
saja”. Bahasa gaul atau prokem diciptakan oleh kelompok tertentu dengan maksud
merahasiakan pembicaraan dari orang lain yang berada di luar kelompok tersebut.
Menurut Kridalaksana (Ismiyati, 2011) mendefinisikan bahasa gaul adalah
ragam bahasa nonstandar yang umum digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an
sampai abad ke-21 sebagai pengganti bahasa prokem atau bahasa gaul yang sudah
biasa digunakan pada tahun-tahun sebelumnya. Bahasa gaul remaja sebagian

3
besar kata-katanya merupakan hasil terjemahan, singkatan, dan pelesatan.
Pemakaiannya dapat terlihat pada iklan di televisi, lirik lagu remaja, novel remaja,
jejaring sosial dan lain-lain (Suminar, 2016).
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat
bahasa gaul semakin berkembang dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan
di masyarakat terutama kalangan remaja, baik menggunakan perantara media
sosial maupun digunakan secara langsung dalam berkomunikasi dengan
masyarakat lainnya. Hal ini terjadi karena adanya kemudahan yang ditawarkan
dalam media sosial, menyebabkan penyebaran bahasa gaul semakin mudah
meskipun para penggunanya berada dalam jarak yang jauh dan dari media sosial
inilah yang membuat bahasa gaul cepat penyebarannya terbawa ke dalam bahasa
sehari-hari. Selain itu adanya kecenderungan remaja yang merasa bangga ketika
apa yang mereka buat atau ciptakan disukai dan ditiru oleh orang lain, sehingga
para remaja berlomba-lomba menciptakan bahasa gaul mereka sendiri yang justru
menjadi pemicu berkembang pesatnya bahasa gaul.
Sehubung dengan pesatnya perkembangan bahasa gaul baik di media
sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari, membuat bahasa Indonesia seolah-
olah tergeser keberadaannya oleh bahasa gaul. Bahasa Indonesia dianggap mudah
karena merupakan bahasa yang sudah sejak dini diajarkan kepada mereka, padahal
dalam praktiknya masih banyak dari mereka yang salah disebabkan tidak sesuai
dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Salah satu contoh
kesalahannya seperti tidak bisa membedakan mana yang kata baku dan kata tidak
baku.
Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah penggunaan
bahasa gaul serta dampak dari penggunaan bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia
di masyarakat. Masalah ini menjadi hal yang menarik untuk diteliti karena dewasa
ini banyak bermunculan bahasa-bahasa gaul yang sengaja dibuat atau diciptakan
oleh kalangan remaja yang cenderung menyukai hal-hal baru.

4
B. Rumusan Masalah
Adapun beberapa permasalahan yang akan penulis bahas adalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian bahasa dan bahasa gaul?
2. Bagaimana ciri-ciri bahasa gaul dan contoh penggunaan bahasa gaul di
media sosial?
3. Apa saja dampak dari penggunaan bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas makalah ini mempunyai tujuan
sebagai berikut:
1. Agar pembaca mengetahui pengertian bahasa dan bahasa gaul.
2. Agar pembaca dapat mengetahui ciri-ciri bahasa gaul dan contoh
penggunaan bahasa gaul di media sosial.
3. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami dampak dari penggunaan
bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Bahasa dan Bahasa Gaul


1. Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat membantu manusia dalam
berinteraksi dengan manusia lainnya. Tanpa bahasa manusia akan kesulitan dalam
menyampaikan keinginannya. Menurut Chaer (Ismiyati, 2011) “bahasa adalah
sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis,
beragam dan manusiawi”.
Selain definisi bahasa menurut Chaer, ada juga beberapa pengertian
bahasa yang didefinisikan oleh para ahli, seperti yang didefinisikan oleh Nababan
(Ismiyati, 2011) yang memberi pengertian “bahasa sebagai suatu sistem
perisyaratan (semioti) yang terdiri atas unsur-unsur isyarat dan hubungan antara
unsur-unsur itu. Unsur bahasa dari yang terkecil sampai terbesar adalah fonem,
morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat”.
Dilain hal, pengertian bahasa menurut Widjono (2011: 14) adalah “sistem
lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat
pemakainya”. Sedangkan menurut pendapat Kridalaksana (Ismiyati, 2011)
menjelaskan bahasa adalah “sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para
anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan
mengidentifikasikan diri”.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang dapat berupa bunyi maupun
perisyaratan yang dihasilkan manusia dengan tujuan untuk mempermudah
manusia dalam berinteraksi, bahasa tersebut hanya berlaku untuk manusia saja.
Tanpa bahasa manusia akan kesulitan dalam menyampaikan keinginannya dan
bahasa yang digunakan dapat berupa bahasa lisan maupun tulisan.

2. Pengertian bahasa gaul


Pada masa sekarang ini bahasa Indonesia di dalam masyarakat terutama
kaula muda mulai terkikis digantikan dengan hadirnya bahasa gaul. Masyarakat
saat ini lebih suka menciptakan dan menggunakan bahasa gaul dalam kehidupan

6
sehari-harinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Ismiyati, 2011)
didefinisikan bahwa “bahasa gaul merupakan bahasa Indonesia nonformal yang
digunakan oleh komunitas tertentu atau di daerah tertentu untuk pergaulan”.
Menurut Kridalaksana (Ismiyati, 2011) mendefinisikan bahasa gaul adalah
ragam bahasa nonstandar yang umum digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an
sampai abad ke-21 sebagai pengganti bahasa prokem atau bahasa gaul yang sudah
biasa digunakan pada tahun-tahun sebelumnya.Bahasa gaul remaja sebagian besar
kata-katanya merupakan hasil terjemahan, singkatan, dan pelesatan.
Pemakaiannya dapat terlihat pada iklan di televisi, lirik lagu remaja, novel remaja,
jejaring sosial dan lain-lain (Suminar, 2016).
Bahasa gaul atau bahasa prokem merupakan bahasa yang tidak resmi
karena kata-katanya tidak sesuai dengan kaidah yang ada dalam Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan dianggap kurang sopan, sehingga hanya
boleh digunakan untuk keadaan yang tidak resmi. Bahasa gaul yang biasanya
diciptakan remaja dijadikan sebagai bahasa untuk mengakrabkan diri antar
sesamanya, bahasa yang diciptakan juga merupakan bahasa khas, sehingga tidak
semua orang dapat mengerti bahasa tersebut.

B. Ciri-ciri bahasa gaul dan contoh penggunaannya dalam sosial media


Pada masa sekarang ini banyak bermunculan bahasa-bahasa gaul yang
identik dengan kekhasan bahasanya. Bahasa gaul umumnya diciptakan oleh
kalangan remaja sebagai bahasa rahasia mereka dalam berkomunikasi. Bahasa
tersebut bersifat rahasia karena diciptakan oleh suatu kelompok remaja dan hanya
berlaku bagi kelompok mereka. Bahasa gaul yang diciptakan pun hanya bisa
dimengerti oleh kalangan remaja tertentu saja, jika pun semua kalangan remaja
mengerti, bahasa tersebut tetap menjadi bahasa rahasia bagi kalangan anak-anak
dan orang tua.
Bahasa gaul atau bahasa prokem temasuk ke dalam jenis variasi bahasa.
Sebagai salah satu jenis variasi bahasa, bahasa gaul atau prokem memiliki ciri-ciri
yang membedakannya dengan jenis variasi bahasa lainnya. Flexner, 1999
(Suwakil, 2018) mencirikan bahasa gaul atau prokem sebagai berikut:
1. Merupakan ragam bahasa tidak resmi

7
Bahasa gaul termasuk ragam bahasa yang tidak resmi karena bahasa tersebut
merupakan variasi bahasa yang diciptakan oleh sekelompok orang tertentu
yang umumnya digunakan untuk merahasiakan pembicaraan mereka dari orang
lain agar orang lain tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan dan
untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran rahasia.

2. Berupa kosakata yang ditemukan oleh kelompok orang muda atau kelompok
sosial tertentu dan cepat berubah
Kosakata yang ditemukan oleh sekelompok orang muda atau kelompok sosial
tertentu dapat berubah dengan cepat karena kosakata yang ditemukan beragam
sebagai hasil dari proses morfologi, analogi, dan juga adaptasi.

3. Menggunakan kosakata lama atau baru dengan cara baru atau arti baru
Tidak hanya diciptakan dengan menggunakan kosakata baru, bahasa gaul juga
bisa diciptakan menggunakan kosakata lama dengan cara merubah maknanya
menjadi makna yang baru.

4. Dapat berupa pemendekan kata seperti akronim dan singkatan


Bahasa gaul yang diciptakan dapat berupa akronim dan singkatan kata,
misalnya kata baper yang berasal dari kata bawa perasaan, kata baper
merupakan sebuah akronim kata yang telah mengalami pemendekan kata yang
menghasilkan kata baru. Sedangkan kata OTW merupakan singkatan dari kata
On The Way yang artinya sedang dalam perjalanan.

5. Dapat diterima sebagai kata populer namun akan segera hilang dari pemakaian
Kosakata bahasa gaul dapat diterima sebagai bahasa populer di dalam
masyarakat, namun akan segera hilang seiring dengan zaman dan
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kosakata yang lama akan
digantikan dengan kosakata baru yang dianggap lebih menarik dan unik dari
kosakata sebelumnya.

8
6. Merupakan kreasi bahasa yang terkesan kurang wajar
Kosakata bahasa gaul yang umumnya diciptakan suatu kelompok akan terasa
asing dan tidak wajar bagi orang yang berada diluar kelompok itu, karena
mereka tidak memahami kosakata yang digunakan oleh kelompok pengguna
bahasa gaul tersebut.

7. Berupa kata atau kalimat yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia
Kosakata bahasa gaul yang diciptakan oleh kelompok tertentu menggunakan
kosakata yang tidak sesuai dengan bahasa indonesia, yang sudah diatur dalam
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

8. Mempunyai bentuk yang khas melalui macam-macam proses pembentukan


Kosakata bahasa gaul yang digunakan sudah mengalami macam-macam proses
pembentukan yaitu afiksasi, reduplikasi, akronim, singkatan kata, analogi serta
adaptasi.

Beberapa contoh penggunaan kosakata bahasa gaul, sebagai berikut:


1) Kata OTW oleh Riswadi bersama Maz Keteng, pada 14 November pukul 13.32.
Bersumber dari facebook.
“Otw gnung kerinci 3805 mdpl mga smpe 7an...”
Kata OTW yang berasal dari kata On The Way telah melalui proses singkatan
kata yaitu berupa pemendekan kata, namun tidak menghasilkan kata baru.

2) Kata mantul oleh Yan Hendrik Koto, pada 01 Desember pukul 21.15.
bersumber dari facebook.
“Alhamdulillah...refresing memang obatnya yg mantul...trima kasih istriku,
anaku, majlis guru&, kary SMPN 21 Pdg, semoga kita kompak selalu...”
Kata mantul berasal dari kata mantap betul yang telah mengalami proses
akronim yaitu adanya pemendekan kata yang menghasikan kata baru.

9
3) Kata viral yang bersumber dari instagram, omg.indonesia.id.
“omg.indonesia.id OMG ! Sebuah foto viral yang di upload oleh netizen di
grup Facebook Pecinta Hewan Makassar, yang dimana ada seekor kucing
bawakan makanan ke saudaranya yang ia kira lagi tidur, namun setelah
dihampiri ternyata saudaranya sudah mati...”
kata viral berasal dari kata sedang tren, merupakan kata baru yang diciptakan
melalui proses analogi yaitu penciptaan kata baru dengan makna baru.

C. Dampak penggunaan bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia


Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat
bahasa gaul semakin berkembang dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan
di masyarakat terutama kalangan remaja, baik menggunakan perantara media
sosial maupun digunakan secara langsung dalam berkomunikasi dengan
masyarakat lainnya. Hal ini terjadi karena adanya kemudahan yang ditawarkan
dalam media sosial, menyebabkan penyebaran bahasa gaul semakin mudah
meskipun para penggunanya berada dalam jarak yang jauh dan dari media sosial
inilah yang membuat bahasa gaul cepat penyebarannya terbawa ke dalam bahasa
sehari-hari. Selain itu adanya kecenderungan remaja yang merasa bangga ketika
apa yang mereka buat atau ciptakan disukai dan ditiru oleh orang lain, sehingga
para remaja berlomba-lomba menciptakan bahasa gaul mereka sendiri yang justru
menjadi pemicu berkembang pesatnya bahasa gaul. Seiring pesatnya
perkembangan bahasa gaul mengakibatkan terkikisnya penggunaan bahasa
Indonesia di dalam masyarakat.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara Indonesia yang
dijadikan sebagai bahasa resmi atau bahasa utama yang digunakan masyarakat
Indonesia. Bahasa Indonesia juga dijadikan sebagai identitas negara yang
membedakan antara Indonesia dengan negara lainnya. Namun seiring munculnya
bahasa gaul di dalam kehidupan masyarakat, membawa pengaruh terhadap bahasa
Indonesia. Hal ini sejalan dengan pendapat Suminar (2016) yang menyatakan
bahwa dampak atau pengaruh dari bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa
Indonesia diantaranya sebagai berikut:

10
1. Masyarakat Indonesia tidak lagi mengenal bahasa Indonesia yang baik dan
benar yaitu bahasa baku, sehingga masyarakat kehilangan patokan untuk
memakai bahasa Indonesia.

2. Masyarakat Indonesia tidak lagi memakai Pedoman Umum Ejaan Bahasa


Indonesia (PUEBI) karena menganggap hal tersebut terlalu ribet.

3. Masyarakat Indonesia menganggap remeh dan menyepelekan bahasa Indonesia


dan enggan mempelajari lebih lanjut karena merasa sudah menguasai bahasa
Indonesia yang baik dan benar.

4. Masyarakat Indonesia tidak terbiasa bahkan enggan menggunakan bahasa


Indonesia yang baku. Padahal bahasa Indonesia sangat dibutuhkan dalam
berbagai pekerjaan seperti surat menyurat, pembicaraan resmi, tulisan
akademik, dan lain-lain.

5. Lunturnya rasa bangga dalam diri masyarakat Indonesia ketika berkomunikasi


menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal tersebut disebabkan
mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa pergaulan dalam bekomunikasi
serta menganggap bahasa pergaulan mereka lebih bisa menumbuhkan rasa
keakraban diantara mereka.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa gaul memiliki


pengaruh kuat terhadap perkembangan bahasa Indonesia di dalam masyarakat.
Untuk mengendalikan itu semua, dibutuhkan peran dari semua pihak, agar bahasa
gaul tersebut tidak semakin menggeser posisi penggunaan bahasa Indonesia di
dalam masyarakat.

11
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bahasa sangat penting bagi manusia dalam kehidupannya, bahasa
digunakan untuk mempermudah komunikasi manusia dalam berinteraksi
antarsesama anggota masyarakat. Namun pada saat ini masyarakat lebih suka
menciptakan dan menggunakan bahasa gaul dalam kehidupan sehari-harinya.
Bahasa gaul atau bahasa prokem merupakan bahasa yang tidak resmi
karena kata-katanya tidak sesuai dengan kaidah yang ada dalam Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan dianggap kurang sopan, sehingga hanya
boleh digunakan untuk keadaan yang tidak resmi. Umumnya kosakata dalam
bahasa gaul merupakan hasil terjemahan, singkatan, dan pelesatan.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat
bahasa gaul semakin berkembang dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan
di masyarakat terutama kalangan remaja, baik menggunakan perantara media
sosial maupun digunakan secara langsung dalam berkomunikasi dengan
masyarakat lainnya. Hal tersebut tentu dapat mengancam penggunaan bahasa
Indonesia di dalam masyarakat ancamannya seperti masyarakat Indonesia tidak
lagi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menganggap remeh
bahasa Indonesia, dan lunturnya rasa bangga ketika menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar bahkan enggan menggunakannya.

12
DAFTAR PUSTAKA
Hs, Widjono. 2011. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
di Perguruan Tinggi. Cet. 3. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Ismiyati. 2011. “Bahasa Prokem di Kalangan Remaja Kota Gede”. Yogyakarta:
Skripsi, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta.
Rahayu, A. P. 2015. “Menumbuhkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
dalam Pendidikan dan Pengajaran”. Jurnal Paradigma. Vol. 2, No. 1.
Sewakil, Rahma. 2018. “Ragam Bahasa Prokem di Kalangan Mahasiswa Asal
Ambon di Universitas Amikom Yogyakarta”. Yogyakarta: Skripsi,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.
Suminar, R. P. 2016. “Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa
Indonesia Mahasiswa Unswagati”. Jurnal Logika. Vol. XVIII, No. 3, hlm.
114─119.

13