Anda di halaman 1dari 3

1.

Ekoliterasi
 Tujuan pembelajaran berwawasan lingkungan adalah untuk mengembangkan populasi
dunia yang sadar dan prihatin, lingkungan dan masalah yang terkait, dan yang
memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, motivasi, dan komitmen untuk bekerja
secara individual dan kolektif menuju solusi masalah saat ini dan pencegahan dari
masalah yang baru (UNESCO-UNEP, 1976:1).
2. Efektivitas ekoliterasi
 Ekoliterasi adalah suatu proses peningkatan pemahaman, pengetahuan, sikap dan
perilaku berlandaskan ekologi. Ekoliterasi berupaya memperkenalkan dan
memperbaharui pemahaman seseorang akan pentingnya kesadaran ekologis global,
guna menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kesanggupan
bumi untukmenopangnya.
3. Pendekatan media
 Penelitian Russel dan Lane (1996) menunjukkan bahwa 98 persen dari iklan terbaik
berisi foto atau ilustrasi. Studi Kinerja Cahners Advertising membuktikan bahwa
manusia adalah makhluk yang sangat visual. Sementara ilustrasi memakan antara 25
dan 63 persen dari ruang tata letak.
 Gerakan sosial kampanye lingkungan hidup akan sangat relevan apabila media
kampanye yang digunakan dapat menyatu dan sejalan dengan konsep lingkungan
hidup. Menurut Wijaya (2011), pemilihan Ambient media dalam program ini
didasarkan pada pendapat bahwa Ambient Media memang memiliki kekuatan
menarik perhatian khalayak di sekitarnya dan cenderung lebih mudah menciptakan
kepercayaan karena khalayak langsung “mengalami” isi pesan yang disampaikan.
Julie Aveyard memaparkan pengalamannya (dalam Wijaya, 2011): “The essence of
ambient media is about taking people by surprise and making our communication
more relevant and credible.”
 Ambient media memiliki kecenderungan untuk oportunistik, dalam arti bentuknya
memanfaatkan lingkungan yang ada dan sering kali atribut yang ada di lingkungan
tersebut menjadi bagian dari pesan itu sendiri (Hendroyono dalam Wijaya, 2011).
Ambient media memiliki salah satu sifat yang unik, yaitu sifat hidden (tersembunyi)
bagi pesan yang disampaikan. Sementara Clemens Aristanto (dalam Wijaya, 2011),
jika dibandingkan dengan iklan televisi, ambient media justru memiliki stopping
power yang cukup tinggi karena sifatnya yang unzappable (tidak dapat diganti
salurannya seperti saluran TV) dan unavoidable (tidak dapat dihindari). Kedua hal
tersebut yang menyebabkan media ini memiliki daya pikat yang besar.
4. Peran jaringan sosial
 Media sosial dianggap cukup efektif untuk mendukung kampanye lingkungan hidup
(Syamsul, 2014).
 Beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan faktor-faktor yang membuat
kampanye lingkungan dengan menggunakan media sosial dapat efektifsalah satunya
karena adanya sosialisasi tambahan yang dilakukan komunitas tersebut secara
langsung. Jadi selain memaksimalkan media online untuk kampanye lingkungannya,
komunitas juga melakukan sosialisasi secara offline (Widorini, 2014; Octavianti,
2014; Lailia, 2014).Selain itu, Loisa (2011) mengungkapkan bahwa faktornya adalah
karena adanya administrator online yang menggerakkan kampanye lewat media sosial
tersebut bekerja secara aktif.Sedangkan Kapriani dan Lubis (2014) berpendapat
bahwa faktor faktor yang membuat kampanye di media sosial berjalan dengan efektif
karena keterlibatan followers di media sosial.
 Penulis melihat bahwa jaringan sosial yang dimiliki dapat berperan sebagai aktor
penyebar konten kampanye lingkungan yang sedang dijalankan.
 Lesmana (2012), bahwa di zaman sekarang ini dengan memanfaatkan media sosial
dapat mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi
kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar serta membagi informasi
dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
 Menurut Dube dalam Lesmana (2012) disebut dengan istilah relationships dalam
karakteristik media sosial dimana orang lain dengan mudah mencari post atau update
dari akun orang lain, dan seketika konten tersebar dengan penggunaan hashtag
tersebut.
5. Pengaruh media sosial
 Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet,
weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat
dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media
penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (selfpresentasi, self-
disclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis
media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut
Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial: website, blog dan microblog,
youtube (konten), facebook (jejaring sosial), virtual game world, virtual social world.
6. Efektivitas instagram
 Beberapa penelitian menunjukan bahwa media sosial menjadi media yang efektif
dalam menumbuhkan kesadaran dalam menjaga lingkungan.
 Kampanye online ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat luas tentang keadaan
lingkungan dan membuat masyarakat melakukan aksi nyata.
 Penggunaan media sosial instagram sebagai kampanye dinilai efektif dan efisien
dalam menyampaikan pesan-pesan persuasif untuk mempengaruhi masyarakat.
 Media sosial yang semakin berkembang saat ini menjadi sebuah alternatif untuk
melaporkan dan memberikan pendapat mengenai isu lingkungan seperti yang
diungkapkan oleh Cox (2010), sehingga dapat mempermudah penyebarluasan
kampanye offline gerakan sosial lingkungan.
 Pada penelitian Putri (2012) dinyatakan bahwa CMC (Computer Mediated
Communication) seperti media sosial mempunyai kekuatan yang besar untuk
membentuk gerakan sosial yang solid dan bertahan.
 Twitter menjadi salah satu media sosial yang efektif dalam melakukan gerakan sosial
maupun menggerakan isu-isu tertentu seperti kesehatan, kewarganegaraan, dan
lainnya, termasuk mengenai lingkungan.
7. Kominfo, 2013
 Indonesia menempati peringkat 5 pengguna twitter terbesar di dunia dengan 19,5 juta
dari 500 pengguna global.
 Pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang dan 95% menggunakan
internet untuk mengakses jejaring sosial.
8. Websindo.com, 2019
 Pengguna media sosial paling banyak dari usia 18-34 tahun
 Jumlah pengguna media sosial mencapai 56% dari jumlah total penduduk di
Indonesia dengan 150 juta pengguna.
9. Skripsi
 Kelebihan twitter dibanding dengan media sosial lainnya menurut Putra (2014: 33)
diantaranya adalah jangkauannya luas, tidak hanya teman, tetapi juga mampu
menjangkau publik figur, potensi periklanan di masa mendatang lebih besar,
komunikasi terjadi sangat cepat (update), mulitilink (terhubung dengan banyak
jaringan) dan lebih terukur dari facebook. Twitter membantu penyebaran informasi
secara lebih cepat yang kemudian akan menjadi sebuah topik yang dibahas oleh para
penggunanya. Media massa seperti televisi, koran, majalah, tabloid pun menggunakan
twitter sebagai penyampai berita-beritanya. Hal ini mempermudah masyarakat
memperoleh informasi secara cepat dan update karena berita dapat di update
setiapsaat oleh media massa melalui twitter.