Anda di halaman 1dari 19

Sejarah Olimpiade

NAMA : ARIF PUNAMA SHIDIK

NIM : 163112700150031

MATA KULIAH : OLAHRAGA/SENI

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
UNIVERSITAS NASIONAL
JAKARTA
2020
Daftar isi
 1. Olimpiade Kuno
 2. Olimpiade Modern
o 2.1Pelopor
o 2.2Kebangkitan
o 2.3Olimpiade 1896
o 2.4Perubahan Dan Adaptasi
 2.4.1Olimpiade Musim Dingin
 2.4.2Paralimpiade
 2.4.3Olimpiade Remaja
o 2.5Olimpiade Masa Kini
 3. Komite Olimpiade Internasional
o 3.1Kritik
 4. Simbol, Motto Dan Maskot
 5. Perayaan
o 7.1Pembukaan
o 7.2Penutupan
o 7.3Penyerahan Medali
 6. Cabang Olahraga
 7. Pemenang Dan Medali
Olimpiade kuno

Stadion Olimpiade kuno di Olympia, Yunani.

Pertandingan Olimpiade kuno adalah festival keagamaan dan atletik yang diadakan setiap
empat tahun di tempat suci Zeus di Olympia, Yunani. Kompetisi adalah di antara perwakilan dari
beberapa negara-kota dan kerajaan Yunani Kuno. Permainan ini terutama menampilkan olahraga
atletik tetapi juga olahraga seperti gulat dan perlombaan, balap kuda dan kereta kuda. Telah banyak
ditulis bahwa selama Olimpiade, semua konflik di antara negara-negara kota yang berpartisipasi
ditunda sampai Olimpiade selesai. Penghentian permusuhan ini dikenal sebagai perdamaian atau
gencatan senjata Olimpiade. Ide ini adalah mitos modern karena orang-orang Yunani tidak pernah
menangguhkan perang mereka. Gencatan senjata itu memungkinkan para peziarah religius yang
sedang melakukan perjalanan ke Olympia untuk melewati wilayah yang berperang tanpa gangguan
karena mereka dilindungi oleh Zeus. Asal usul Olimpiade diselimuti misteri dan legenda; salah
satu mitos paling populer mengidentifikasi Heracles dan ayahnya Zeus sebagai nenek moyang dari
Olimpiade . Menurut legenda, Heracles lah yang pertama kali menyebut pertandingan "Olimpiade"
dan menetapkan kebiasaan penyelenggaraannya setiap empat tahun. Mitos berlanjut bahwa setelah
Heracles menyelesaikan dua belas kerjanya, dia membangun Stadion Olimpiade sebagai suatu
kehormatan bagi Zeus. Setelah selesai, ia berjalan dalam garis lurus untuk 200 langkah dan
menyebut jarak ini sebagai "stadion" (bahasa Yunani: στάδιον, Latin: stadion, "panggung"), yang
kemudian menjadi jarak yang jauh. Tanggal awal yang paling banyak diterima untuk Olimpiade
Kuno adalah 776 SM; ini didasarkan pada prasasti, ditemukan di Olympia, daftar pemenang lomba
lari kaki yang diadakan setiap empat tahun dimulai pada 776 SM. Pertandingan Olimpiade kuno
menampilkan acara lari, pentathlon (terdiri dari acara melompat, lempar cakram dan lempar
lembing, perlombaan kaki, dan gulat), tinju, gulat, pankrasi, dan berkuda. Tradisi mengatakan
bahwa Coroebus, juru masak dari kota Elis, adalah juara Olimpiade pertama.
Sejak ribuan tahun lalu bangsa Yunani sudah mengenal olahraga dalam arti yang paling
sederhana. Mereka melakukannya untuk kepentingan pasukan perang atau kemiliteran. Dengan
berolahraga diharapkan para prajurit akan tangkas dan sigap dalam bertempur. Olimpiade yang
paling awal konon sudah diselenggarakan bangsa Yunani kuno pada tahun 776 Sebelum Masehi.
Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi
mereka, Zeus. Zeus bermukim di Gunung Olimpus yang kemudian dipakai sebagai nama
Olimpiade hingga sekarang. Olimpiade kuno juga diselenggarakan setiap empat tahun,
para olahragawan terbaik dari seluruh Yunani berdatangan ke arena di sekitar Gunung Olimpus.
Mereka bertanding secara perorangan, bukan atas nama tim. Para atlet yang akan bertanding
terlebih dulu berlatih keras selama sepuluh bulan di daerah masing-masing. Dulu, di Yunani sering
terjadi perang saudara, namun ketika pesta olahraga berlangsung, pihak yang bertikai melakukan
gencatan senjata. Siapa yang melanggar konsensus akan dikenakan denda. Bangsa Sparta pernah
diharuskan membayar denda karena melanggar gencatan senjata selama Perang Peloponnesus.
Menjelang pertandingan, panitia pelaksana menyembelih babi kurban.
Saat ini di wilayah Olympia, Yunani terdapat sekelompok bangunan kecil dan gelanggang
di alam terbuka. Sisa-sisa puing gelanggang latihan itu merupakan peninggalan arkeologis yang
dilestarikan pemerintah Yunani. Pada pesta Olimpiade kerap terjadi perjanjian perdamaian atau
persekutuan antar bangsa. Juga timbul berbagai kegiatan transaksi. Barang-barang yang dijajakan
antara lain anggur, makanan, jimat, dan benda-benda ibadah. Olimpiade kuno mempertandingkan
cabang-cabang atletik seperti lari, loncat, dan lempar. Ada juga pacuan kuda dan pacuan kereta.
Karena aturannya belum baku, para penonton sering terkena lemparan batu atau ditabrak kereta
kuda para peserta.
Di Olympia juga masih dijumpai batu-batu yang merupakan pijakan olahraga lari. Pijakan
batu itu disusun sedemikian rupa agar para pelari bisa mendapat ruang gerak ke kiri dan ke kanan.
Pada saat start para pelari harus menempatkan telapak kaki pada batu-batu pijakan itu. Ada pula
panel-panel tentang lomba lari khusus membawa perisai. Lomba ini banyak disukai penonton
karena dianggap lucu. Pembukaan Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta dengan empat kuda.
Sekitar 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km,
yakni 12 kali pulang pergi antara dua tiang batu yang ditancapkan di tanah. Berbeda dengan
Olimpiade modern, dulu mahkota kemenangan tidak diberikan kepada sais atau joki, melainkan
kepada pemilik kereta dan kuda yang umumnya orang-orang kaya. Orang kaya yang haus
kehormatan biasanya mengirim paling sedikit tujuh kereta kuda untuk mengikuti perlombaan.
Berbagai pertandingan dalam Olimpiade kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari
berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-
habisan tanpa pelana atau sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan
untuk menambah dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan
antara gulat dan tinju gaya tradisional. Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan, yang tidak
diperbolehkan adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar
diperhatikan para atlet. Beberaba artefak purba memperlihatkan adegan tinju antara dua atlet.
Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak yang kalah harus
mengacungkan jari tanda mengaku kalah.
Olimpiade kuno hanya boleh ditonton dan diikuti oleh para pria. Sebab para atlet harus
bertanding dengan tubuh telanjang, kecuali untuk kesempatan khusus, seperti lomba kereta kuda.
Mereka berbusana beraneka ragam untuk menunjukkan status sosial si pemilik kereta dan kuda.
Bagi orang Yunani telanjang merupakan cara paling sesuai untuk berolahraga. Mereka bangga
kalau memiliki tubuh yang atletis. Pemenang pertandingan mendapatkan mahkota dedaunan,
seperti daun zaitun liar sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota
melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota
dan disambut pembacaan puisi. Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa
pembebasan dari pajak dan mendapat makanan gratis. Beberapa kota juga memberikan bonus uang
dalam jumlah besar. Bahkan di kota kediaman pemenang didirikan patung mereka. Banyak patung
batu dan perunggu masih tersisa sampai kini dan itulah hadiah paling abadi milik sang juara. Salah
satu bagian cabang atletik yang masih tetap dikenal hingga kini adalah maraton, yakni perlombaan
lari sejauh kira-kira 42 km.
Olimpiade mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5 SM, tetapi kemudian secara
bertahap mengalami penurunan seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Tidak ada konsensus
yang menyatakan secara resmi mengenai berakhirnya Olimpiade, namun teori yang paling umum
dipegang saat ini adalah pada tahun 393 M, saat Kaisar Romawi, Theodosius menyatakan bahwa
semua budaya praktik-praktik kuno Yunani harus dihilangkan. Kemudian, pada tahun 426
M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak
diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.

Olimpiade modern
Pelopor

Dr. William Penny Brookes.

Berbagai penggunaan istilah "Olimpiade" untuk menggambarkan kejadian atletik di era


modern telah didokumentasikan sejak abad ke-17. Acara pertama tersebut adalah Olimpiade
Cotswold atau "Cotswold Olimpick Games", sebuah pertemuan tahunan di dekat Chipping
Campden, Inggris, melibatkan berbagai olahraga. Ini pertama kali diselenggarakan oleh pengacara
Robert Dover antara 1612 dan 1642, dengan beberapa perayaan berlanjut hingga hari ini. Asosiasi
Olimpiade Britania Raya, dalam tawarannya untuk Olimpiade 2012 di London, menyebutkan
Olimpiade ini sebagai "yang pertama dari awal Olimpiade Inggris". Ajang olahraga pertama yang
pelaksanaannya serupa dengan Olimpiade kuno adalah L'Olympiade de la République, sebuah
festival olahraga nasional yang diadakan pada tahun 1796 sampai 1798 selama masa Revolusi
Prancis.] Dalam pelaksanaannya, ajang ini mengadopsi beberapa peraturan-peraturan yang berlaku
dalam Olimpiade kuno. Ajang ini juga menandai diterapkannya sistem metrik ke dalam cabang-
cabang olahraga. Pada tahun 1834 dan 1836 Olimpiade diadakan di Ramlösa (Swedia) dan
ditambah di Stockholm (Swedia) 1843, semuanya diselenggarakan oleh Gustaf Johan Schartau dan
lainnya. Sebanyak 25.000 penonton menyaksikan permainan.
Pada tahun 1850 sebuah Kelas Olimpiade didirikan oleh Dr. William Penny Brookes
di Much Wenlock, Shropshire, Inggris. Selanjutnya, pada tahun 1859, Dr. Brookes mengganti
nama Kelas Olimpiade menjadi Olimpiade Wenlock. Ajang tersebut tetap diadakan hingga hari
ini. Tanggal 15 November 1860, Dr. Brookes membentuk Perkumpulan Olimpiade Wenlock. .
Antara tahun 1862 dan 1867, di Liverpool diadakan ajang Grand Olympic Festival. Ajang ini
dicetuskan oleh John Hulley dan Charles Melly dan merupakan ajang olahraga pertama yang
bersifat internasional, meskipun atlet-atlet yang berpartisipasi kebanyakan merupakan "atlet
amatir" Penyelenggaraan Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896 hampir identik
dengan Olimpiade Liverpool.] Pada tahun 1865, Hulley, Dr. Brookes dan EG Ravenstein
mendirikan Asosiasi Olimpiade Nasional di Liverpool, yang merupakan cikal bakal
terbentuknya Asosiasi Olimpiade Britania Raya. Selanjutnya, pada tahun 1866, sebuah ajang
bernama Olimpiade Nasional Britania Raya diselenggarakan di London untuk pertama kalinya.

Kebangkitan

Baron Pierre de Coubertin.

Semangat bangsa Yunani untuk menghidupkan kembali Olimpiade dimulai seiring dengan
berlangsungnya Perang Kemerdekaan antara Yunani dengan Kekaisaran Ottoman pada tahun
1821. Ide untuk membangkitkan Olimpiade pertama kali dicetuskan oleh
seorang penyair dan editor majalah bernama Panagiotis Soutsos lewat puisinya yang
berjudul "Dialogue of the Dead" yang diterbitkan pada tahun 1833. Evangelis Zappas, seorang
pengusaha Yunani-Rumania adalah orang yang pertama kali menulis kepada Raja Otto,
menawarkan untuk mendanai kebangkitan Olimpiade. Zappas mensponsori penyelenggaraan
Olimpiade pada tahun 1859 yang diselenggarakan di pusat kota Athena. Atlet-atlet yang
berpartisipasi dalam ajang tersebut berasal dari Yunani dan Kekaisaran Ottoman. Zappas juga
mendanai perenovasian Stadion Panathinaiko kuno agar dapat dipakai sebagai tempat
penyelenggaraan Olimpiade pada tahun-tahun berikutnyaStadion Panathinaiko digunakan sebagai
tempat penyelenggaraan Olimpiade tahun 1870 dan 1875. Sekitar Tiga puluh ribu penonton
menghadiri Olimpiade pada tahun 1870 namun tidak ada catatan kehadiran resmi yang tersedia
untuk penyelenggaraan Olimpiade tahun 1875. Pada tahun 1890, setelah menghadiri Olimpiade
Wenlock, seorang sejarawan Prancis bernama Baron Pierre de Coubertin terinspirasi untuk
mendirikan Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC). Coubertin
punya ide untuk menyelenggarakan suatu ajang Olimpiade internasional setiap empat tahun sekali
berdasarkan ajang Olimpiade Yunani yang dibangkitkan oleh Brookes dan Zappas. Dia
mempresentasikan ide ini dalam kongres pertama IOC yang berlangsung pada tanggal 16-23 Juni
1894 di Universitas Sorbonne, Paris. Pada hari terakhir kongres, diputuskan bahwa
penyelenggaraan Olimpiade internasional berada di bawah naungan IOC dan penyelenggaraan
pertamanya akan dilangsungkan di Athena, Yunani pada tahun
Olimpiade 1896

Perangko peringatan Olimpiade Athena 1896.

Upacara pembukaan Olimpiade Athena 1896.

Artikel utama: Olimpiade Athena 1896

Olimpiade pertama yang diadakan di bawah naungan IOC berlangsung di stadion


Panathinaiko, Athena, pada tahun 1896. Olimpiade pertama ini diikuti oleh 14 negara dengan total
241 atlet yang berlaga dalam 43 pertandingan. Seperti janjinya pada Pemerintah Yunani, Zappas
dan sepupunya, Konstantinos Zappas turut membantu membiayai penyelenggaraan Olimpiade
1896. George Averoff, seorang pengusaha Yunani bersedia untuk mendanai perenovasian stadion
dalam rangka persiapan Olimpiade. Pemerintah Yunani juga turut menyediakan dana, berharap
dana tersebut dapat diperoleh kembali melalui penjualan tiket dan dari penjualan
set prangko peringatan Olimpiade pertama.
Sebagian besar atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Athena 1896 berasal dari
Yunani, Jerman, Prancis, dan Britania Raya. Negara-negara tersebut juga menguasai perolehan
medali Pada saat itu, wanita tidak boleh berpartisipasi. Penyelenggara menyebut kesertaan mereka
tidak praktis, tidak menarik, dan tidak tepat. Sekitar 80.000 penonton hadir, termasuk Raja George
I dari Yunani.
Meskipun Yunani tidak berpengalaman dalam menyelenggarakan ajang olahraga
internasional dan awalnya juga mempunyai masalah keuangan, namun akhirnya berhasil
mempersiapkan segalanya tepat waktu. Jumlah atlet yang berpartisipasi juga terbilang kecil jika
dibandingkan dengan ukuran saat ini, namun Olimpiade 1896 merupakan keikutsertaan
internasional terbesar untuk ajang olahraga pada masanya. Olimpiade tersebut pun terbukti sukses
bagi rakyat Yunani.
Perubahan dan adaptasi
Setelah kesuksesan Olimpiade 1896, Olimpiade memasuki masa-masa stagnasi yang
mengancam keberlangsungan ajang tersebut. Olimpiade Paris 1900 dan Olimpiade St. Louis
1904 adalah buktinya. Olimpiade Paris tidak memiliki stadion, namun ini adalah Olimpiade di
mana pertama kalinya wanita diizinkan ikut serta dalam pertandingan. Olimpiade St. Louis tahun
1904 diikuti oleh 650 atlet, namun 580 di antaranya berasal dari Amerika Serikat. Hal-hal di atas
menjadi dasar bagi IOC untuk melakukan perubahan pada Olimpiade.[30] Olimpiade ditata ulang
setelah diadakannya Olimpiade Interkala (disebut demikian karena Olimpiade ini adalah
Olimpiade ketiga yang diadakan sebelum waktu penyelenggaraan Olimpiade ketiga) pada tahun
1906 di Athena. Olimpiade Interkala ini tidak diakui secara resmi oleh IOC dan tidak pernah
diselenggarakan lagi sejak saat itu. Namun, Olimpiade Interkala yang diselenggarakan di Stadion
Panathinaiko, Athena ini telah menarik minat banyak peserta secara internasional dan
menghasilkan kepentingan publik yang besar, menandai kenaikan popularitas dan ukuran dari
Olimpiade itu sendiri.[31]
1896. Hasil kongres juga memutuskan bahwa penulis Demetrius Vikelas dari Yunani
terpilih sebagai presiden IOC pertama.
Olimpiade Musim Dingin

Pertandingan hoki dalam Olimpiade Musim Dingin 1928 di St. Moritz.


Olimpiade Musim Dingin (pertama kali diadakan di Chamonix, Prancis, pada tahun 1924)
diciptakan untuk memperlombakan cabang-cabang olahraga musim dingin seperti seluncur
es dan ski yang tidak bisa diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Seluncur es (tahun 1908
dan 1920) serta hoki (tahun 1920) pernah diperlombakan dalam ajang Olimpiade Musim Panas.
IOC ingin memperluas daftar tersebut dengan ikut memperlombakan cabang-cabang olahraga
untuk musim dingin lainnya. Pada kongres Olimpiade tahun 1921 di Lausanne, diputuskan untuk
menyelenggarakan versi musim dingin dari Olimpiade. Acara bertajuk Pekan Olahraga Musim
Dingin diadakan pada tahun 1924 di Chamonix, Prancis. Acara ini menjadi penyelenggaraan
Olimpiade Musim Dingin pertama.
Pada awalnya, IOC memutuskan untuk menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin pada
tahun yang sama dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.[33] Tradisi ini bertahan
sampai Olimpiade Musim Dingin 1992 di Albertville, Prancis. Setelah itu, sejak tahun 1994
Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap dua tahun berselang setelah penyelenggaraan Olimpiade
Musim Panas. Jumlah negara yang berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin juga lebih
sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara yang berada di ekuator tidak
mengenal olahraga musim dingin dan juga tidak memiliki fasilitas untuk olahraga tersebut.
Paralimpiade
Pada tahun 1948, Sir Ludwig Guttmann, yang bertekad untuk mempromosikan rehabilitasi
prajurit yang cacat akibat Perang Dunia II menyelenggarakan pertandingan olahraga antar rumah
sakit bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade London 1948. Pertandingan tersebut dikenal
sebagai Stoke Mandeville Games dan selanjutnya diselenggarakan setiap tahunnya selama dua
belas tahun. Kemudian, dalam Olimpiade Roma 1960, Guttman membawa 400 atlet untuk berlaga
dalam ajang Olimpiade Paralel, yang kemudian dikenal sebagai Paralimpiade pertama. Sejak itu,
Paralimpiade telah diselenggarakan di setiap tahun penyelenggaraan Olimpiade. Dalam Olimpiade
1988, Seoul sebagai kota tuan rumah juga menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan
Paralimpiade. Pada tahun 2001, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpiade
Internasional (IPC) menandatangani perjanjian yang menjamin bahwa kota tuan rumah Olimpiade
juga akan dikontrak untuk menjadi tuan rumah Paralimpiade Perjanjian ini mulai diberlakukan
dalam penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 dan Olimpiade Musim Dingin
Vancouver 2010. Ketua panitia Olimpiade Musim Panas London 2012, Lord Coe, menyatakan
soal penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2012 di London:

Upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 1964.

“Kami ingin mengubah sikap publik terhadap kecacatan, merayakan kehebatan olahraga
Paralimpik dan untuk menegaskan bahwa dua pertandingan ini adalah satu keseluruhan
yang utuh.”

Olimpiade Remaja
Artikel utama: Olimpiade Remaja
Pada tahun 2010, Olimpiade menambah daftar pertandingannya dengan menyertakan
Olimpiade Remaja ke dalam penyelenggaraan Olimpiade. Olimpiade Remaja ini dimaksudkan
untuk memberi kesempatan kepada atlet yang berusia antara 14 sampai 18 tahun untuk
berkompetisi dalam Olimpiade. Olimpiade Remaja sebenarnya sudah dicetuskan oleh Presiden
IOC, Jacques Rogge pada tahun 2001 dan baru disetujui dalam Kongres IOC ke 119 pada tahun
2007. Olimpiade Remaja Musim Panas pertama diselenggarakan di Singapura pada tanggal 14-26
Agustus 2010, sedangkan Olimpiade Remaja Musim Dingin pertama diselenggarakan
di Innsbruck, Austria pada bulan Januari 2012 Waktu penyelenggaraan Olimpiade Remaja ini
akan lebih singkat dibanding Olimpiade yang lainnya; versi musim panasnya berlangsung selama
dua belas hari, sedangkan versi musim dinginnya berlangsung selama sembilan hari. IOC
mengizinkan 3.500 atlet dan 875 ofisial untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Remaja Musim
Panas, serta 970 atlet dan 580 ofisial di Olimpiade Remaja Musim Dingin.[42][43] Cabang olahraga
yang diperlombakan akan disesuaikan dengan Olimpiade yang lainnya, namun akan ada variasi
pada beberapa cabang olahraga, misalnya tim negara campuran dan tim gender campuran serta
dikuranginya beberapa cabang dan peraturan pertandingan.
Olimpiade masa kini
Dengan 241 atlet yang mewakili 14 negara pada tahun 1896, peserta Olimpiade terus
tumbuh sepanjang tahun. Pada Olimpiade Beijing 2008, terhitung sebanyak 10.500 atlet dari 204
negara turut berkompetisi dalam Olimpiade. Sedangkan ruang lingkup dan skala dari Olimpiade
Musim Dingin lebih kecil. Dalam Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Italia, cuma sekitar
2.508 atlet dari 80 negara yang berpartisipasi. Selama Olimpiade berlangsung, para atlet dan ofisial
mereka tinggal di sebuah lokasi yang dinamakan "desa Olimpiade". Desa ini dimaksudkan untuk
menjadi sebuah lokasi mandiri bagi semua peserta Olimpiade. Lokasi tersebut juga dilengkapi
dengan kafetaria, klinik kesehatan dan tempat ibadah.
IOC memperbolehkan pembentukan Komite Olimpiade Nasional (NOC) yang mewakili
negara-negara yang tidak berdaulat namun diakui secara internasional. Akibatnya, negara-
negara koloni, teritori dan dependensi diizinkan untuk berlaga di Olimpiade. Negara-negara ini
termasuk wilayah seperti Puerto Riko, Bermuda, Palestina dan Hong Kong, yang semuanya
berkompetisi membawa nama negara mereka sendiri meskipun secara hukum merupakan bagian
dari negara lain.Pada tahun 2011, terdapat 206 NOC yang mewakili negara berdaulat dan daerah
geografis lainnya. Kesemua 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai Komite
Olimpiade Nasional beserta 14 teritori lainnya. Sedangkan NOC lainnya yang belum diakui oleh
IOC meliputi Catalan, Gibraltar Britania, Polinesia Prancis, Niue, Kosovo, Somaliland, Kaledonia
Baru, Kurdistan Irak, Siprus Utara, Abkhazia , Kepulauan Faroe, Anguilla, Montserrat, dan
Kepulauan Turk & Caicos

Komite Olimpiade Internasional

Kantor pusat IOC di Lausanne, Swiss.

Gerakan Olimpiade terdiri dari sejumlah besar organisasi dan federasi olahraga nasional
dan internasional, termasuk mitra media beserta atlet, ofisial, juri serta setiap orang dan lembaga
yang setuju untuk mematuhi aturan dari Piagam Olimpiade. Sebagai organisasi payung dari
Gerakan Olimpiade, Komite Olimpiade Internasional (IOC) bertanggung jawab untuk memilih
kota tuan rumah, mengawasi perencanaan dan pelaksanaan Olimpiade, memperbaharui dan
menyetujui cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dan bernegosiasi dengan sponsor serta
pemberian hak siar pada media. Komite Olimpiade Internasional terdiri dari tiga badan utama,
yaitu:
 Federasi Internasional (International Federations/IF): merupakan badan yang mengawasi
olahraga di tingkat internasional. Sebagai contoh: Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA)
adalah IF untuk olahraga sepak bola, Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) adalah IF untuk
olahraga bola voli. Saat ini ada 35 IF dalam Gerakan Olimpiade, mewakili masing-masing
cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.
 Komite Olimpiade Nasional (National Olympic Committees/NOC): merupakan organisasi
yang mengatur Gerakan Olimpiade di masing-masing negara. Sebagai contoh: Komite
Olimpiade Amerika Serikat (USOC) adalah NOC Amerika Serikat, Komite Olimpiade
Indonesia adalah NOC Indonesia, dan sebagainya. Saat ini ada 206 NOC yang diakui oleh
IOC.
 Komite Pengorganisasian Olimpiade (Organizing Committees for the Olympic
Games/OCOG): merupakan komite sementara yang bertanggung jawab untuk perayaan saat
Olimpiade berlangsung. OCOG dibubarkan setelah Olimpiade berakhir dan setelah laporan
akhir dikirim ke IOC.
Bahasa Prancis dan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dari Gerakan Olimpiade. Bahasa lain
yang digunakan pada setiap Olimpiade adalah bahasa negara tuan rumah. Setiap acara proklamasi
(pengumuman nama-nama negara peserta dalam upacara pembukaan) diucapkan dalam tiga atau
dua bahasa, tergantung pada negara tuan rumah; apakah negara tersebut menggunakan bahasa
Inggris atau Prancis.
Kritik
IOC sering dikritik dan dicap sebagai "organisasi yang keras kepala" dengan para
pemimpin yang penuh kontroversi. Avery Brundage dan Juan Antonio Samaranch adalah dua
Presiden IOC yang paling kontroversial. Brundage adalah presiden yang menjabat lebih dari 20
tahun, dan selama masa jabatannya, Brundage melarang dan melindungi Olimpiade dari
keterlibatan politik. Dia juga dituduh rasisme karena melarang delegasi dari Afrika
Selatan bergabung dalam IOC. Sedangkan Di bawah pemerintahan Samaranch, IOC terpuruk
kedalam kasus nepotisme dan korupsi. Hubungan antara Samaranch dengan rezim
Franco di Spanyol juga menjadi sumber kritik.
Pada tahun 1998, terungkap bahwa beberapa anggota IOC telah menerima suap dari anggota
komite Salt Lake City untuk menjadikan kota tersebut sebagai tuan rumah Olimpiade Musim
Dingin 2002. Atas peristiwa ini, empat orang anggota IOC mengundurkan diri dan enam lainnya
dipecat. Skandal ini telah memicu dilakukannya reformasi lebih lanjut mengenai pemilihan kota-
kota yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade untuk menghindari terjadinya kasus serupa pada
masa mendatang.
Sebuah film dokumenter BBC berjudul Panorama: Buying the Games ditayangkan pada
bulan Agustus 2004. Film ini menyelidiki tentang adanya dugaan suap dalam prosesi
pemilihan London sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012. Disebutkan bahwa anggota
Komite Olimpiade Britania Raya kemungkinan besar menyuap IOC setelah London kalah tipis
dari Paris dalam pemilihan kota tuan rumah untuk penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas
2012. Wali kota Paris, Bertrand Delanoë menuduh Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dan
anggota Komite Olimpiade London (yang diketuai oleh mantan juara Olimpiade Sebastian Coe)
telah melakukan kecurangan dalam pemilihan kota tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012,
namun tuduhan itu tidak pernah benar-benar diselidiki. Dia mengutip Presiden Prancis Jacques
Chirac sebagaisaksi; Chirac memberi wawancara dengan
keterlibatannya.Pemilihan Turin, Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2006 juga
penuh kontroversi. Seorang anggota IOC terkemuka bernama Marc Hodler menduga telah terjadi
kasus suap oleh anggota panitia Turin terhadap anggota IOC. Tuduhan ini menyebabkan
penyelidikan luas dan dari hasil penyelidikan, terbukti bahwa sebagian besar anggota IOC menolak
pencalonan Sion, Swiss sebagai kota tuan rumah supaya Turin bisa mendapatkan status tersebut.

Juan Antonio Samaranch.


Pada bulan Juli 2012, Liga Anti-Pencemaran Internasional menyebut penolakan terus menerus
oleh Komite Olimpiade Internasional untuk mengadakan keheningan pada upacara pembukaan
untuk sebelas atlet Israel yang dibunuh oleh teroris Palestina di Olimpiade Munich tahun 1972,
"ketidakpekaan dan kecerobohan yang membandel untuk mengenang para atlet Israel yang
terbunuh. "

Simbol, motto dan maskot

Bendera Olimpiade.

Gerakan Olimpiade menggunakan simbol untuk mewakili cita-cita yang terkandung dalam Piagam
Olimpiade. Simbol Olimpiade- yang lebih dikenal dengan nama cincin Olimpiade- terdiri dari lima
buah cincin yang saling berkait dan merupakan kesatuan dari lima benua yang ada di bumi
(Amerika, Afrika, Asia, Australasia dan Eropa). Versi berwarna dari simbol itu berupa cincin-
cincin yang berwarna biru, kuning, hitam, hijau dan merah dengan latar berwarna putih yang
membentuk bendera Olimpiade. Warna-warna ini dipilih karena setiap negara setidaknya memiliki
satu dari warna-warna tersebut dalam bendera nasionalnya. Bendera ini diadopsi pada tahun 1914
tetapi baru dikibarkan pertama kali dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia. Setelah itu,
bendera ini selalu berkibar dalam perayaan Olimpiade setiap tahunnya.
Obor Olimpiade dalam Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010.
Moto Olimpiade adalah "Citius, Altius, Fortius", yang merupakan ungkapan dalam bahasa
Latin yang berarti "Faster, Higher, Stronger" (bahasa Inggris) atau "Lebih cepat, Lebih tinggi,
Lebih kuat" (bahasa Indonesia). Kutipan Coubertin selanjutnya dinyatakan dalam kredo
Olimpiade, yang berbunyi:

Wenlock dan Mandeville, maskot Olimpiade London 2012.

"Hal terpenting dalam Olimpiade bukanlah untuk menang, tetapi untuk berpartisipasi.
Seperti juga hal yang paling penting dalam hidup bukanlah kemenangan, tetapi
perjuangan. Hal terpenting bukannya karena telah berhasil mengalahkan, namun karena
telah berjuang dengan baik.”

Sebulan sebelum perayaan Olimpiade dimulai, api Olimpiade menyala di Olympia, Yunani dalam
sebuah upacara ritual yang mencerminkan budaya Yunani kuno. Seorang pendeta wanita yang
bertindak sebagai imam membakar obor dengan menempatkannya di dalam cermin parabola yang
memfokuskan sinar matahari, ia kemudian menyalakan obor pembawa estafet pertama, yang akan
memulai estafet obor Olimpiade ke berbagai kota di dunia dan berakhir di stadion di kota tuan
rumah penyelenggara Olimpiade.Meskipun api telah menjadi simbol Olimpiade sejak tahun 1928,
estafet obor baru diperkenalkan dalam Olimpiade Berlin 1936 sebagai bagian dari upaya
pemerintah Jerman saat itu untuk mempromosikan ideologi Sosialis Nasionalis-nya.
Maskot Olimpiade biasanya berupa binatang atau sosok manusia yang mewakili warisan budaya
negara tuan rumah dan mulai diperkenalkan pada tahun 1968. Pemilihan maskot ini berperan
penting dalam mempromosikan identitas Olimpiade pada penyelenggaraan Olimpiade Moskwa
1980 di Rusia saat beruang Misha, maskot Olimpiade saat itu, mencapai ketenaran
internasional. Maskot dari Olimpiade Beijing 2008 adalah Fuwa, lima makhluk yang mewakili
lima fengshui; unsur penting dalam kebudayaan Tiongkok. Sedangkan maskot untuk Olimpiade
London 2012 bernama Wenlock dan Mandeville; dua karakter animasi yang menggambarkan dua
tetes baja dari industri baja di Bolton.
Perayaan

Pertunjukan artistik dalam sesi upacara pembukaan Olimpiade Sydney 2000.

Pembukaan
Sebagaimana yang diamanatkan oleh Piagam Olimpiade, berbagai elemen pertunjukan dilakukan
dalam upacara pembukaan Olimpiade. Tata cara penyelenggaraan upacara pembukaan Olimpiade
ditetapkan dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia.[103] Upacara pembukaan biasanya dimulai
dengan pengibaran bendera dan pengumandangan lagu kebangsaan negara tuan rumah. Negara
tuan rumah kemudian menampilkan pertunjukan tari, musik, nyanyian dan teater yang
memperlihatkan identitas lokal mereka.[103] Pertunjukan artistik ini telah menjadi ajang prestise
sendiri bagi negara-negara tuan rumah Olimpiade untuk menyajikan pembukaan yang lebih meriah
dan lebih memorable dari negara tuan rumah sebelumnya. Upacara pembukaan Olimpiade Beijing
2008 dilaporkan menelan biaya sebesar $100 juta, sebagian besar terpakai untuk sesi pertunjukan
artistik.
Setelah sesi pertunjukan artistik, para atlet berparade ke dalam stadion yang dikelompokkan
menurut negaranya masing-masing. Yunani secara tradisional ditetapkan sebagai negara pertama
yang berparade untuk menghormati asal usul Olimpiade. Selanjutnya, masing-masing negara
berparade sesuai dengan urutan abjad dan negara tuan rumah menjadi negara terakhir yang
berparade. Pada Olimpiade Athena 2004, bendera Yunani diparadekan pertama kali memasuki
stadion, sementara kontingen Yunani berparade paling terakhir. Kemudian, obor Olimpiade
dibawa masuk ke dalam stadion dan diteruskan sampai mencapai tempat penyalaan obor -biasanya
dibawa oleh atlet Olimpiade terkenal dari negara tuan rumah- untuk selanjutnya dinyalakan, yang
menandai berakhirnya sesi upacara pembukaan Olimpiade.

Parade atlet dalam upacara penutupan Olimpiade Moskwa 1980.


Penutupan
Upacara penutupan Olimpiade berlangsung setelah semua pertandingan olahraga selesai.
Pembawa bendera dari masing-masing negara memasuki stadion, diikuti oleh keseluruhan
kontingen secara bersama-sama tanpa adanya pengelompokkan berdasarkan negara. Tiga bendera
nasional dikibarkan bersamaan dengan pengumandangan lagu kebangsaan negara tuan rumah:
bendera Yunani; untuk menghormati tempat kelahiran Olimpiade, bendera negara tuan rumah saat
ini, dan bendera negara tuan rumah penyelenggara Olimpiade berikutnya.[105]Ketua panitia
penyelenggara dan Presiden IOC petahana berpidato untuk menyatakan Olimpiade secara resmi
ditutup kemudian diikuti dengan pemadaman obor Olimpiade. Dalam sesi upacara
penutupan Olimpiade Antwerpen 1920, wali kota tuan rumah menyerahkan bendera Olimpiade
kepada presiden IOC kemudian diteruskan kepada wali kota tuan rumah Olimpiade
berikutnya. Setelah upacara penutupan, negara tuan rumah secara singkat memperkenalkan dirinya
dengan menampilkan seni tari dan teater yang mewakili budaya mereka.

Upacara penyerahan medali dalam Olimpiade Beijing 2008.

Penyerahan medali
Upacara penyerahan medali diadakan setelah hasil dari masing-masing pertandingan diputuskan.
Peringkat pertama, kedua dan ketiga dari masing-masing cabang olahraga berdiri di atas podium
bertingkat tiga untuk selanjutnya dikalungkan medali. Setelah medali dikalungkan oleh salah
seorang pejabat IOC, bendera nasional dari ketiga negara pemenang dikibarkan diiringi dengan
pengumandangan lagu kebangsaan negara peraih medali emas.Kesukarelaan warga negara tuan
rumah juga diperlukan dalam prosesi penyerahan medali untuk membantu para pejabat yang
mengalungkan medali dan mengibarkan bendera negara pemenang. Dalam setiap perayaan
Olimpiade, upacara penyerahan medali biasanya diadakan setelah hasil pertandingan diputuskan.
Untuk cabang olahraga maraton putra, pertandingan biasanya diadakan pada pagi hari terakhir
pelaksanaan Olimpiade dan penyerahan medalinya diadakan pada malam upacara penutupan.

Cabang olahraga
Tarik tambang dalam Olimpiade St. Louis 1904. Cabang olahraga ini dieliminasi dari program Olimpiade tetapi tetap
diakui oleh IOC.

Olimpiade terdiri dari 35 cabang olahraga, 30 disiplin dan hampir 400 pertandingan. Sebagai
contoh, gulat adalah olahraga Olimpiade Musim Panas yang terdiri dari dua disiplin: Greco-
Roman dan Freestyle. Masing-masing disiplin diperlombakan ke dalam empat belas pertandingan
untuk pria dan empat pertandingan untuk wanita, masing-masing mewakili kelas berat yang
berbeda. Olimpiade Musim Panas mempertandingkan 26 cabang olahraga, sedangkan Olimpiade
Musim Dingin hanya menawarkan 15 cabang olahraga untuk diperlombakan.
Atletik, renang, anggar dan senam artistik adalah cabang-cabang olahraga yang tidak pernah
absen diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Sedangkan ski lintas alam, seluncur
indah, hoki dan seluncur es merupakan cabang-cabang olahraga yang rutin diperlombakan dalam
Olimpiade Musim Dingin. Bulu tangkis, bola basket dan bola voli pada awalnya dipertandingkan
sebagai cabang olahraga demonstrasi, kemudian dipromosikan sebagai cabang olahraga Olimpiade
tetap. Beberapa cabang olahraga seperti tarik tambang, polo dan golf pernah dipertandingkan
dalam Olimpiade sebelumnya, namun tidak dilanjutkan pada Olimpiade baru-baru ini.
Olahraga Olimpiade diatur oleh Federasi Olahraga Internasional (IF) yang dikelola oleh IOC. Saat
ini terdapat 35 IF dalam Gerakan Olimpiade, mewakili masing-masing cabang olahraga yang
dipertandingkan dalam Olimpiade.[112] Ada cabang olahraga yang diakui oleh IOC tapi tidak
termasuk dalam program Olimpiade seperti rugbi dan boling. Olahraga ini tidak di klasifikasikan
sebagai olahraga Olimpiade, namun dapat di promosikan ke status ini. Beberapa cabang olahraga
yang sama sekali belum pernah dipromosikan sebagai olahraga Olimpiade antara
lain catur dan selancar.
Kongres IOC ke-112 pada tahun 2002 membatasi cabang olahraga dalam Olimpiade maksimal 28
cabang olahraga, 301 pertandingan dan 10.500 atlet.[117] Tiga tahun kemudian, dalam kongres IOC
ke-117, revisi dilakukan, yang mengakibatkan tersingkirnya sofbol dan bisbol dari daftar cabang
olahraga dalam Olimpiade London 2012. Karena tidak ada kesepakatan untuk mempromosikan
dua olahraga tersebut, Olimpiade London berlangsung dengan hanya mempertandingkan 26
cabang olahraga. Pada pelaksanaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 nanti, Olimpiade akan kembali
ke sistem maksimum 28 cabang olahraga dengan menambahkan rugbi dan golf ke dalam daftar.

Pemenang dan medali


Atlet atau tim yang berhasil menempati posisi pertama, kedua dan ketiga dalam Olimpiade
masing-masing dianugerahi sebuah medali. Pemenang pertama dianugerahi medali emas, yang
betul-betul terbuat dari emas murni sampai Olimpiade Stockholm 1912, setelah itu terbuat dari
perak berlapis emas sampai sekarang. Setiap medali emas harus mengandung setidaknya enam
gram emas murni. Runner-up atau juara kedua dianugerahi medali perak dan juara ketiga
mendapatkan medali perunggu. Dalam cabang olahraga yang memakai sistem
gugur (terutama tinju), tempat ketiga biasanya tidak ditentukan dan kedua semifinalis akan
mendapatkan medali perunggu. Dalam Olimpiade Athena 1896, hanya medali perak dan perunggu
yang diberikan. Format tiga medali ini baru diperkenalkan dalam Olimpiade St. Louis
1904. Sejak Olimpiade London 1948, urutan keempat, kelima, dan keenam diberi sertifikat, yang
selanjutnya dikenal sebagai diploma kemenangan. Kemudian, dalam Olimpiade Los Angeles
1984, urutan ketujuh dan kedelapan juga diberi diploma kemenangan. Dalam Olimpiade Athena
2004, penerima medali emas, perak dan perunggu juga dikalungkan bunga zaitun.
Berikut ini merupakan atlet-atlet peraih medali terbanyak berdasarkan perolehan medali emas
sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade:

Cabang
Atlet Periode Total
olahraga

Michael Phelps Renang 2004–2016 23 3 2 28

Larisa Latynina Senam artistik 1956–1964 9 5 4 18

Paavo Nurmi Atletik 1920–1928 9 3 – 12

Mark Spitz Renang 1968–1972 9 1 1 11

Carl Lewis Atletik 1984–1996 9 1 – 10

Marit Bjørgen Ski lintas alam 2002–2018 8 4 3 15

Ole Einar Biathlon 1998–2014 8 4 1 13


Bjørndalen

Bjørn Dæhlie Ski lintas alam 1992–1998 8 4 – 12

Birgit Fischer Dayung 1980–2004 8 4 – 12

Sawao Kato Senam artistik 1968–1976 8 3 1 12

Jenny Thompson Renang 1992–2004 8 3 1 12

Sumber: Situs resmi Olimpiade

Mengenai perolehan medali, IOC memang tidak mengakui urutan global berdasarkan negara,
tabulasi medali ditampilkan sekadar untuk informasi saja. Lebih lanjut, hasil-hasil yang
ditampilkan merupakan hasil resmi dan diambil dari "Laporan Resmi" - sebuah dokumen yang
diterbitkan untuk setiap Olimpiade oleh Komite Organisasi. Namun untuk Olimpiade-Olimpiade
mula-mula hingga Olimpiade Antwerpen 1920, terdapat kesulitan dalam menghitung jumlah
medali per negara, karena banyak tim yang mengikutsertakan atlet dari negara-negara lainnya.
Tabulasi medali berdasarkan negara ini bersumber dari jumlah medali emas yang diperoleh,
dengan medali emas mendapat prioritas lebih tinggi dari perak dan perunggu. Kemenangan
beregu dianggap sebagai satu medali saja. Dengan mengacu kepada data yang dirilis
oleh Komite Olimpiade Internasional, berikut ini adalah sepuluh negara dengan perolehan medali
emas terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade (hingga tahun 2014), baik Musim
Panas maupun Musim Dingin:

Jumlah Olimpiade
Peringkat Negara Total Sumber
yang diikuti

[170]
1 Amerika Serikat 50 1127 907 793 2827

[171]
2 Uni Soviet 18 473 376 355 1204

[172]
3 Jerman 28 283 282 290 855

[173]
4 Britania Raya 51 274 299 310 883

[174]
5 Prancis 51 248 276 316 840

[175]
6 Italia 50 246 214 241 701

[176]
7 RRT 21 237 195 176 608

[177]
8 Swedia 50 202 216 234 652

[178]
9 Rusia 12 195 163 188 546

[179]
10 Jerman Timur 11 192 165 162 519

...
[2]
61 Indonesia 15 7 13 12 32

Bekas negara