Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia, karena


manusia diciptakan dengan dianugerahi akal oleh Tuhan. Dengan
pendidikan manusia akan mampu meningkatkan kemampuan akal serta
mengembangkan pola pikir dan tingkah lakunya.

Pendidikan juga selalu melibatkan kondisi kejiwaan manusia, karena


terkadang selalu ada masalah yang muncul dalam proses belajar dan
mengajar. Salah satunya adalah proses pembelajaran yang selalu
menitikberatkan pada penguasaan materi yang akan disampaikan oleh
pengajar kepada peserta didik. Akibatnya, tidak semua peserta didik dapat
memahami apa yang disampaikan oleh pengajar, hal itu dikarenakan sifat
peserta didik dan kemampuannya beraneka ragam.
Proses pembelajaran seperti yang dijelaskan diatas memang tidak
akan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal,
untuk itu diperlukan proses perubahan dalam pembelajaran tersebut.
Psikologi pendidikan hadir untuk menjawab masalah tersebut,
menurut psikologi pendidikan disamping penguasaan materi pengajar juga
harus mampu menguasai aspek-aspek lain dalam diri peserta didik agar
proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Salah satu aspek yang terdapat dalam psikologi pendidikan adalah
metode psikologi pendidikan, metode merupakan cara yang ditempuh
untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian metode psikologi
pendidikan merupakan cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan-tujuan
pendidikan dan pembelajaran yang didasari atas pertimbangan, esensi,
hakikat, prinsip-prinsip tentang prilaku siswa serta kemampuan siswa
dalam situasi pendidikan dan pembelajaran yang sesuai.

Metode Psikologi Belajar 1


Berdasarkan pemaparan diatas, penulis akan menyusun makalah
dengan judul metode-metode dalam psikologi pendidikan.
II. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka didapat rumusan masalah sebagai
berikut.
1) Apa yang dimaksud dengan metode psikologi pendidikan?
2) Apa saja jenis-jenis metode yang digunakan dalam psikologi
pendidikan?

III. Tujuan penulisan


1) Menjelaskan pengertian metode psikologi pendidikan
2) Menjelaskan metode-metode yang digunakan dalam psikologi
pendidikan

Metode Psikologi Belajar 2


BAB II
PEMBAHASAN

I. Pengertian metode psikologi pendidikan


Psikologi pendidikan esensinya merupakan aplikasi teori dan metode
psikologi ke dalam dunia pendidikan atau pembelajaran. Metode-metode
psikologi pendidikan dalam banyak hal aplikatif dibidang layanan
pendidikan dengan pendekatan psikologis. Metode merupakan cara yang
ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, metode
psikologi pendidikan adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan-
tujuan pendidikan dan pembelajaran. Aplikasi metode ini didasari atas
pertimbangan, esensi, hakikat, dan prinsip-prinsip tentang prilaku siswa
dalam situasi pendidikan dan pembelajaran.
Metode psikologi pendidikan ini sering digunakan oleh guru
bimbingan konseling atau guru pada umumnya untuk memahami dan
memecahkan problem-problem pendidikan dan pembelajaran siswa.
Aplikasi metode ini diperuntukan bagi keperluan pemahaman kondisi
awal, pengumpulan data, analisis data, refleksi, perumusan simpulan, dan
rekomendasi untuk solusi.

II. Jenis-jenis metode psikologi pendidikan


1) Metode eksperimen

Metode ini merupakan metode penyelidikan dengan jalan


mengadakan percobaan-percobaan untuk mengetahui kejiwaan seseorang.
Karena renungan-renungan mengenai jiwa disangsikan kebenarannya,
maka untuk menguji kebenarannya itu dilakukan percobaan-percobaan.
Metode ini biasanya dilakukan di dalam labolatorium dengan mengadakan
berbagai eksperimen.

Dalam metode ini yang perlu diperhatikan adalah hendaknya orang-


orang mengadakan eksperimen harus dapat menguasai situasi. Artinya,

Metode Psikologi Belajar 3


pihak eksperimenter itu harus dapat menimbulkan atau menghilangkan
beberapa situasi sesuai dengan kehendaknya. Dengan demikian,
eksperimenter akan dapat mengamati reaksi-reaksi tertentu dari orang lain
yang sedang diperiksa. Dengan kata lain, situasi eksperimen adalah
memeang sengaja dibuat.

Para psikolog modern amat menyenangi metode eksperimen, karena


dianggap sebagai metode yang paling ilmiah dan objektif untuk
mempelajari tingkah laku manusia. Metode ini dilandasi oleh eksperimen-
eksperimen yang terkontrol secara ketat dalam situasi tertentu untuk
mempelajari hubungan sebab akibat dalam fungsi perilaku.

Pada prinsipnya, Metode eksperimen merupakan serangkaian


percobaan yang dilakukan eksperimenter di dalam laboratorium atau
ruangan tertentu lainnya. Eksperimen dapat pula digunakan untuk
mengukur kecepatan bereaksi seorang peserta didik terhadap stimulus
tertentu dalam proses belajar. Alat utama yang sering digunakan dalam
eksperimen pada jurusan psikologi pendidikan atau fakultas psikologi
diberbagai programnya, seperti program tes psikologi kognitiv.

Dalam metode eksperimen, objek yang akan diteliti dibagi kedalam


dua kelompok yaitu, kelompok percobaan dan kelompok pembanding.
Kelompok percobaan terdiri atas sejumlah orang yang tingkah lakunya
diteliti dengan perlakuan khusus sesuai dengandata yang akan dihimpun.
Kelompok pembanding juga terdiri atas objek yang jumlah dan
kategorinya sama dengan kelompok percobaan tetapi, perilakunya tidak
diteliti, artinya tidak diberi perlakuan khusus seperti yang diberikan
kepada kelompok percobaan. Implementasi metode ini dalam proses
pembelajaran pendidikan agama Islam, misalnya guru
mengeksperimenkan efektivitas metode iqra’ dan Hattaiyahdalam
kecepatan membaca Alqur’an terhadap siswa SMA yang sebelumnya
belum pernah belajar membaca Alquran.

Metode Psikologi Belajar 4


Maksud dilakukannya eksperimen dalam psikologi adalah untuk
“mengetes” keyakinan atau pendapat tentang tingkah laku manusia dalam
situasi dan kondisi tertentu. Dengan kata lain eksperimen dilakukan
dengan anggapan bahwa semua situasi atau kondisi dapat dikontrol dengan
teliti, yang keadaannya berbeda dari observasi yang terkontrol. Melalui
usaha eksperimen demi eksperimen, kemudian kebenaran-kebenaran
psikologi yang semula didasarkan atas terkaan, pemikiran dan perenungan,
kini didasarkan atas percobaan-percobaan (eksperimen).

Untuk mendukung pelaksanaan eksperimen, setidaknya


menggunakan dua kelompok yang diperbandingkan. Kelompok pertama
sebagai kelompok “kontrol” dan kelompok kedua sebagai “eksperimen”.
Fungsi kelompok kontrol adalah untuk mengecek pengaruh dari faktor
eksperimen atau variabel independen; dan kelompok kontrol tersebut
sedapat mungkin diusahakan sama dengan kelompok eksperimen.

Melalui penerapan metode eksperimen banyak aspek belajar dapat


diteliti dengan baik, yang hasilnya dapat disumbangkan bagi kelancaran
proses interaksi edukatif di kelas. Aspek-aspek dimaksud antara lain
keefektifan komparatif dari metode-metode mengajar yang berbeda
(seperti metode diskusi versus metode ceramah) untuk mempelajari
informasi faktual, pengaruh praktek bagian versus praktek keseluruhan
terhadap belajar ketrampilan, kelas yang optimal, sampai seberapa jauh
transfer belajar itu terjadi, penyusunan kurikulum untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan individu dan sosial, asas kesiapan dalam melakukan
suatu tugas belajar, pengaruh overlearning terhadap ingatan, dan lain
sebagainya.

Studi eksperimen, selain dilakukan di lapangan, yaitu dalam suasana


kelas, juga dilakukan di laboratorium untuk individu atau sekelompok
individu dan hewan.

2) Metode Perkembangan

Metode Psikologi Belajar 5


Metode ini juga disebut sebagai metode genetik yang mana
merupakan teknik observasi yang dipergunakan untuk dapat meneliti
tentang masa pertumbuhan fisik dan mental seseorang dan kaitannya
dengan anaka-naka lainnya serta orang dewasa, yaitu perkembangan
sosialnya. Setelah itu dicatat secara cermat. Pendekatannya dapat
dilakukan dengan menempuh 1-2 pendidikan sekaligus, baik iut cross
sectional dan longitudinal. Perbedaan dari kedua pendekatan ini adalah
jika pendekatan cross sectional digunakan untuk mendapatkan data-data,
misalnya saja seperti pertumbuhan kecerdasan, perasaan anak, hingga
gerak anak.

Sedangkan untuk pendekatan longitudinal digunakan seseorang


maupun kelompok mulai dari lahir hingga seterusnya. Sekalipun keduanya
akan menghasilkan data-data yang valid, khususnya yang berkaitan
dengan perubahan dalam pertumbuhan pada umumnya, namun kedua
pendekatan ini memiliki kelemahan tersendiri. Terutama untuk pendekatan
longitudinal yang dianggap kurang praktis bahkan terkadang sangat sulit
untuk dilakukan.

3) Metode studi kasus

Studi kasus merupakan kajian atau penelitian mendalam tentang


subjek. Studi kasus juga bermakna analisis mendalam tentang seseorang,
kelompok, atau fenomena. Berbagai teknik yang digunakan dalam
kerangka studi kasus antara lain adalah wawancara pribadi, tes psikometri,
pengamatan langsung, dan catatan arsip. Studi kasus yang paling sering
digunakan dalam psikologi klinis penelitian yang menggambarkan
peristiwa langaka dan kondisi mengenai subyek. Studi kasus semacam ini
khusus digunakan dalam psikologi.

4) Metode Observasi

Metode observasi adalah metode untuk mempelajari gejala kejiwaan


melalui pengamatan dengan sengaja, teliti, dan sistematis. Sejauh yang

Metode Psikologi Belajar 6


dapat dilakukan, observasi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu metode
instropeksi dan metode ekstropeksi.

a. Metode instropeksi

Metode instropeksi adalah metode untuk mempelajari gejala-gejala


kejiwaan dengan jalan meninjau gejala-gejala jiwa sendiri secara sengaja,
teliti dan sistematis.

Dalam melakukan instropeksi (intro= ke dalam, spectare= melihat)


tak mungkin memberi hasil yang baik, karena tak ada orang yang dapat
mempelajari peristiwa-peristiwa jiwanya sendiri secara objektif. Misalnya,
seseorang yang sedang marah, tak mungkin ia dengan tenang dan objektif
menyelidiki jiwanya. Jika ia menyelidikinya, maka hilanglah kemarahan
tersebut dari dirinya.

Keberatan-keberatan terhadap metode instropeksi adalah bahwa


instropeksi yang diselidiki hanya bagian-bagian yang disadari saja, sedang
bagian-bagian yang tidak disadari tidak diselidiki. Juga hal-hal yang dapat
merendahkan diri sendiri terkadang disembunyikan karena malu dan
sebagainya

b. Metode ekstropeksi

Metode ekstropeksi adalah metode untuk mempelajari gejala-gejala


kejiwaan dengan jalan mempelajari peristiwa-peristiwa jiwa orang lain
dengan teliti dan sistematis. Atau metode yang dilakukan dengan sengaja
dan sistematis oleh satu atau lebih dari seorang.

Dengan sengaja artinya pengamatan itu dilakukan dengan sadar dan


dengan tujuan yang jelas. Sedangkan dengan sistematis artinya
pengamatan itu dilakukan secara terencana dan dengan cara-cara tertentu
yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan kata lain, praktek
pengamatan serupa ini kondisi-kondisinya dikendalikan secara cermat dan

Metode Psikologi Belajar 7


hati-hati oleh satu atau lebih dari seorang. Itulah sebabnya pengamatan ini
dikenal dengan pengamatan yang objektif (objective observation)

Melalui penerapan metode ini laporan-laporan yang ditulis akan


dapat menghasilkan informal yang objektif, lebih-lebih yang dilakukan
oleh orang yang terlatih, terampil, dan berpengalaman. Studi observasi
telah banyak dilakukan terhadap hubungan sosial yang diperlihatkan oleh
anak-anak pada taman kanak-kanak dan dalam situasi permainan bebas.
Penggunaan metode ini antara lain dapat dimanfaatkan untuk membantu
mendiagnosa kesulitan belajar anak di sekolah.

5) Metode klinis

Metode yang digunakan untuk menyelidiki orang-orang yang


menyimpang keadaan jiwanya (abnormal) ini disebut metode klinis karena
mula-mulanya timbulnya dilapangan klinis, dan metode ini kebanyakan
digunakan oleh para psikiater. Selain itu metode klinis juga di gunakan
untuk mengumpulkan informasi rinci tentang masalah perilaku kasus tidak
dapat menyesuaikan diri atau menyimpang, untuk selanjutnya mereka
disarankan untuk melakukan rehabilitasi di lingkungan mereka.

6) Metode Statistik

Metode statistik adalah prosedur-prosedur yang digunakan dalam


pengumpulan, penyajian, analisis, dan penafsiran data. Metode tersebut
terbagi dalam dua kelompok yaitu statistik deskriptif dan statistik
inferensia.

Statistika deskriptif yaitu metode statistik yang hanya mempelajari


bagaimana cara mengolah, menganalisa dan menyajikan data tanpa ada
penarikan kesimpulan untuk memprediksi suatu kondisi secara umum,
contohnya dengan penyajian tabel, diagram, grafik dan lainnya. Statistik
deskriptif ini telah kita pelajari di matakuliah Metode Statistik I.

Metode Psikologi Belajar 8


Statistik Inferensia mencakup semua metode yang berhubungan
dengan analisis data untuk kemudian sampai pada peramalan atau
penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data gugus induknya atau
dengan kata lain, dari data yang ada, kita membuat generalisasi atau
menyimpulkan kemungkinan yang dapat terjadi berdasarkan data-data
tersebut.

Misalnya data curah hujan selama 30 tahun, jika rata-rata curah


hujan pada bulan juli tahun ini adalah 3,4 cm, maka kita dapat membuat
pernyataan bahwa bulan juli tahun depan curah hujan yang terjadi dapat
berkisar antara 3,2 – 3,5 cm, sehingga kita dapat meramalkan suatu
kondisi berdasarkan data yang tersedia tersebut.

Dikatakan ramalan karena inferensia bersifat tak pasti, yang


ditegaskan dengan kata-kata diharapkan, kemungkinan, kira-kira,
menyimpulkan bahwa, dan lain-lain. Sifat tak pasti dikarenakan kita
mendasarkan pada informasi parsial yang diperoleh dari sebagian data.

7) Metode Sejarah Kehidupan

Metode ini dipergunakan oleh peneliti dengan jalan mempelajari


riwayat hidup seseorang yang sedang diteliti, baik yang ditulis sendiri
(autobiografi) maupun yang ditulis orang lain (biografi).

Apabila pertanyaan (baca: keterangan-keterangan) mengenai


seseorang berupa keadaan, sikap, atau sifat-sifat lain telah banyak
terkumpul, dan kadangkala tidak sama antara keterangan yang satu dengan
yang lain, maka peneliti dapat menambah sumber keterangan yang lebih
diyakini kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan tentang keadaan
seseorang sebagai person.

Metode ini, di samping mempunyai keuntungan, juga mempunyai


kelemahan. Yaitu bila orang yang membuat biografi itu sepaham atau

Metode Psikologi Belajar 9


sehaluan, maka dalam membuat biografi akan dipengaruhi oleh sudut
pandangnya, lebih-lebih lagi dalam pembuatan autobiografi.

Untuk mengatasinya, dan guna memperoleh gambaran yang lebih


baik, maka dapat ditempuh dengan jalan menyelidiki biografi dari
bermacam-macam penulis. Dengan demikian, peneliti akan memperoleh
gambaran yang lebih lengkap dan dapat dipercaya, karena data-data di
dapat dari sumber yang banyak.

8) Metode Wawancara

Metode wawancara dalam proses pembelajaran seringkali disebut


sebagai metode interview. Wawancara sendiri dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia berarti percakapan antara dua orang atau lebih yang berlangsung
antara narasumber dan pewancara. Adapun tujuan dari wawancara adalah
untuk mendapatkan informasi dimana sang pewancara melontarkan
pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Meleong menyebutkan bahwa interview adalah sebuah dialog


percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan tersebut dilakukan oleh
dua pihak, yaitu pewancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan
yang diwawancarai (interviwee) yang memberi jawaban atas pertanyaan
itu. Sedangkan menurut M. Nazir dalam bukunya yang berjudul Metode
Penelitian, menyebutkan wawancara adalah proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dengan cara
tatap muka antara si penanya atau pewancara dengan si penjawab atau
responden dengan menggunakan alat yang dinamakan Interview Guide.

Dari pendapat dua ahli diatas dapat disimpulkan bahwa metode


interview adalah suatu metode pembelajaran dimana guru mengajukan
beberapa pertanyaan kepada murid dan murid menjawabnya yang
dilaksanakan di dalam kelas.

Metode Psikologi Belajar 10


Metode interview dalam pembelajaran berbeda dengan metode
interview dalam sebuah penelitian. Dalam pembelajaran sebelum guru
memberikan pertanyaan, dan sebelumnya guru menyampaikan isu yang
dapat memunculkan beragam opini, sehingga murid dapat menggali dan
menemukan sendiri jawaban dari opini tersebut.

9) Metode Kuesioner (Angket)

Penggunaan metode kuesioner dalam riset-riset pendidikan termasuk


pendidikan Islam dan psikologi pembelajaran pendidikan agama Islam,
relatif lebih menonjol apabila dibandingkan dengan penggunaan metode-
metode lainnya. Contoh data yang dapat dikumpulkan atau dihimpun
dengan metode ini adalah: Karakteristik pribadi siswa, seperti jenis
kelamin, usia dan lain sebagainya. Latar belakang siswa seperti keluarga,
pendidikan dan lain sebagainya. Perhatian, minat dan bakat siswa terhadap
mata pelajaran tertentu.

Faktor-faktor pendorong dan penghambat siswa dalam mengikuti


pelajaran tertentu. Aplikasi mata pelajaran tertentu dalam kehidupan
seharihari seperti wudhu, shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya.
Pengaruh aplikasi mata pelajaran tertentu termasuk mata pelajaran agama
Islam, seperti akidah akhlak, fiqih, terhadap perilaku individu (siswa)
muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, implementasi metode ini dalam pembelajaran pendidikan


agama islam, misalnya guru PAI mengumpulkan data siswa dalam mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam. Contoh implementasi lainnya
mislanya guru memberikan angket kepada siswa tentang pembelajaran
yang telah dilakukannya. Sisi mana yang pelru ditingkatkan dan sisi mana
pula yang perlu diperbaiki dalam perspektif siswa.

Ditinjau dari sudut pelaksanaannya, angket dapat dibagi menjadi dua


macam :

Metode Psikologi Belajar 11


1) Angket langsung, yaitu bilamana pertanyaan itu dijawab langsung oleh
orang yang diselidiki.
2) Angket tak langsung, yaitu bilamana pertanyaan itu dijawab oleh orang
lain.

Kemudian, bila ditinjau dari segi jenisnya, metode angkaet ini terdiri dari
dua jenis :

1) Angket yang dilaksanakan secara lisan ( sistem wawancara), yaitu


disebut interview.
2) Angket yang dilakuakan secara tertulis, yang disebut questionnaire.

Dan bila ditinjau dari segi luasnya obyek penyelidikan, maka angket
tersebut dapat diperinci lagi menjadi dua bagian:

1) Angket umum, yaitu angket yang obyek penyelidikannya mengenai


masalah-masalah yang umum saja, misalnya pertanyaan tentang nama
orangtuanya, penghasilan sebulan, pendidikan terakhir dan sebagainya.
2) Angket khusus, yaitu jika yang diselidiki terbatas pada masalah-
masalah yang khusus saja, misalnya masalah agama, apakah sebabnya
menganut sebuah agama, mengapa tidak menjadi bagian orang komunis
saja dan sebagainya.

Metode angket ini dapat menghemat waktu, biaya dan tenaga. Namun
demikian, metode inijuga tak luput dari kelemahan. Kelemahan-
kelemahan metode angket ini adalah :

1) Kadang-kadang orang yang diselidiki itu tidak mau menjawab


pertanyaan-pertanyaan itu , dan kalaupun mau sering kali jawabnya
tidak jujur.
2) Kadang-kadang pertanyaan yang dibuat terlalu sukar bagi yang
menjawab.

Metode Psikologi Belajar 12


3) Kadang-kadang sejumlah angket yang disebarkan itu kebmbalinya
dalam jumlah yang tidak sesuai dengan biaya dan tenaga yang
dikeluarkan.

Terkait dengan kelemahan-kelemahan diatas, maka untuk


mengurangi kelemahan itu, sebaiknya angket disusun berdasarkan hal-hal
sebagai berikut:

1) Penetapan pokok masalah, supaya jawaban yang diperoleh tepat.


2) Pertanyaan-pertanyaan harus disusun secara baik, jelas, tegas dan
terbatas serta mudah dimengerti.
3) Sebarkan angket seluas-luasnya sehingga diperoleh jawaban yang
banyak.
4) Berilah kesempatan untuk memberi jawaban yang sejelas-jelasnya,
jangan diharuskan secara singkat sehingga tidak jelas (Zuhairini, 1980:
33)

Metode Psikologi Belajar 13


BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan

Metode psikologi pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan


untuk meneliti suatu masalah dengan melakukan penelitian sehingga
masalah dapat diselesaikan dengan cara yang ilmiah dan dapat
dipertanggungjawabkan dalam pendidikan. Guru atau pengajar harus
mengetahui psikologi pendidikan dan menggunakan metode- metode
penelitian dalam menyelesaikan masalah belajar anak didiknya. Apabila
seorang guru hanya mengandalkan kepandaiannya saja dalam mengajar
maka masalah dalam belajar peserta didik tidak akan terpecahkan dan
malah menambah masalah yang lain. Jadi setiap guru harus memiliki
banyak kepandaian baik dari segi kecerdasan otak, kepribadian, cara
mengajar, dan kreatifitas dalam mengajar.

Dalam psikologi pendidikan metode-metode tertentu dipakai untuk


mengumpulkan berbagai data dan informasi penting yang bersifat
psikologis dan berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pengajaran.
Perlu dijelaskan disini bahwa setiap situasi dalam psikologi pendidikan
membutuhkan pendekatan dengan cara tertentu sesuai dengan sifat dan
hakikat dari pada situasi itu. Situasi yang berbeda membutuhkan
pendekatan yang berbeda pula. Maka dari itu para ahli psikologi
pendidikan dalam menjalankan tugasnya tidak selalu mempergunakan satu
macam metode, tetapi mempergunakan dua macam metode atau lebih.

Metode Psikologi Belajar 14