Anda di halaman 1dari 2

UGM Jawara Olimpiade Kedokteran

2012-07-23 - Okezone - Rifa Nadia Nurfuadah

JAKARTA - Mengikuti dan menjuarai olimpiade yang satu ini menjadi keuntungan besar bagi
Arifah Nur Shadrina dan Ivan Wudexi, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah
Mada (UGM). Pasalnya, soal-soal yang diujikan dalam olimpiade ini hampir sama dengan soal-
soal dalam Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang harus mereka ikuti guna
mendapatkan Surat Tanda Registrasi untuk praktik ketika lulus nanti.

Arifah dan Ivan mengikuti Indonesia Medical Olimpiad (IMO) di Universitas Brawijaya (UB),
Malang, Jawa Timur 13 -17 Juli lalu. Keduanya berhasil menyabet medali emas IMO untuk
kategori kardio-respirasi dalam kompetisi yang melibatkan 386 mahasiswa kedokteran dari
seluruh Indonesia itu.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Usaha dan Kesejahteraan FK UGM, Prof. dr.
Suhardjo, SU., Sp. M(K), berujar, prestasi kedua anak didiknya sangat membanggakan,
mengingat mereka menonjol dalam bidang ilmiah. "Kemenangan ini juga akan menguntungkan
bagi keduanya ketika mengikuti UKDI. Soal-soalnya hampir sama dengan yang dujikan di ajang
IMO," kata Suhardjo, seperti dilansir situs UGM, Senin (23/7/2012).

Arifah dan Ivan pun membawa pulang uang pembinaan senilai Rp2,5 juta. Ivan mengaku senang
dapat meraih kemenangan meski mempersiapkan diri dalam waktu yang mepet. "Kami hanya
bersiap selama satu bulan. Syukurlah kami bisa melawatinya," kata Ivan.

Arifah bercerita, ketatnya persaingan ditambah lagi dengan sulitnya ujian yang harus mereka
lewati dalam IMO. setiap peserta, kata Arifah, harus mengerjakan tes Multiple Choice Question
(MCQ) dan Objective Structural Practical Examination (OSPE) di babak penyisihan. Jika lolos,
mereka kemudian harus kembali menghadapi tes MCQ, Objective Structured Clinical
Examination (OSCE), Structural Objective Case Analysis (SOCA) dan Public Health (PH) di
babak final.
"Panitia mengalokasikan waktu 120 menit untuk menjawab 200 soal dalam MCQ. Bahkan, di
final kami harus mempersiapkan bahan presentasi
perihal Kardio-respirasi, seputar penyakit jantung dalam 30 menit," tutur Arifah.

Dalam olimpiade ini, Arifah, Ivan, dan anggota tim UGM lainnya didampingi
dr. Muhamad Nurhadi Rahman, Sp.OG dan Dr. Med. Dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini selaku
dosen pendamping. Menurut Nurhadi, ajang IMO tahun ini merupakan yang terbesar karena
diikuti 48 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan kedokteran. Tahun lalu, IMO hanya diikuti
12 kampus. "Di Indonesia sesungguhnya ada 72 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan
dokter, namun hanya 48 yang hadir dengan melibatkan 386 mahasiswa," ujarnya.

Dia menilai, melihat persaingan yang sangat ketat dalam IMO kali ketiga tersebut, maka FK
UGM tidak lagi bisa meremehkan fakultas-fakultas kedokteran baru, termasuk dari perguruan
tinggi swasta.

Sementara itu, Putrika memberi penghargaan atas prestasi anggota tim UGM lainnya dalam IMO
2012. "Setiap anggota tim telah menunjukkan kegigihan dan semangat untuk meraih prestasi
terbaik," imbuhnya.

Selain Arifah dan Ivan, tim UGM diperkuat Vincentia Meta Widya Paramita dan Faiz Allaudien
Reza Mardhika dalam kategori urogenital-reproduksi, Mega Susanti dan Indra Setyawan pada
kategori gastroentero hepatology, Cita Nuansa Imane Putri dan Primadhy Rahardian di kategori
neurology dan Rahma Patria B dan Irfan Haris pada kategori muskulosleletal.
(rfa)