Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

RS KH. ABDURRAHMAN SYAMSURI (RS-ARSY)


MA’HAD KARANGASEM AL ISLAMY
Jl. Raya Deandles KM. 74 Paciran Lamongan 62264

ISPA
1. Pengertian Infeksi akut yang menyerang salah satu bagian/lebih dari saluran napas mulai
hidung sampai alveoli termasuk adneksanya (sinus, rongga telinga tengah,
pleura).
2. Anamnesis 1. Demam
2. Batuk dan sering juga nyeri tenggorok
3. Pilek
4. Sesak nafas, mengi, atau kesulitan bernafas

3. Pemeriksaan 1. Faring hiperemi


2. Tonsil hiperemi
Fisik
3. Tonsil membesar
4. Demam

4. Kriteria 1. ISPA Ringan


Diagnosis Tanda dan gejalanya adalah merupakan satu atau lebih dari tanda
dan gejala seperti batuk, pilek (mengeluarkan lendir atau ingus dari
hidung), serak (bersuara parau ketika berbicara), sesak yang disertai
atau tanpa disertai demam ( >37,2oC), keluarnya cairan dari telingan
yang lebih dari 2 minggu tanpa ada rasa sakit pada telinga.
2. ISPA Sedang
Tanda dan gejala ISPA ringan ditambah satu atau lebih gejala
berikut seperti pernafasan yang cepat lebih dari 50 kali permenit
atau lebih (tanda utama) pada umur < 1 tahun dan 40 kali per menit
pada umur 1-5 tahun, panas dengan suhu 39oC atau lebih,
wheezing,tenggorokan berwarna merah, mengeluarkan cairan dari
telinga, timbul bercak dikulit menyerupai campak, dan pernafasan
berbunyi seperti mengorok.
3. ISPA Berat
Tanda dan gejalanya adalah ringan dan sedang ditambah satu atau
lebih dari gejala seperti penarikan dada ke dalam pada saat menarik
nafas (tanda utama), adanya stridor atau mengeluarkan nafas seperti
mengorok, serta tidak mampu atau tidak mau makan. Tanda dan
gejala ISPA berat yang lain seperti kebiru-biruan (sianosis),
pernafasan cuping hidung, kejang, dehidrasi, kesadaran menurun,
nadi cepat (lebih dari 160 kali per menit atau tak teraba) dan
terdapatnya selaput difteri.
4. Diagnosis Kerja ISPA

5. Diagnosis 1. Rhinitis
2. Faringitis
Banding
3. Tonsilitis
4. Bronkitis
5. Bronkiolitis
6. Pneumonia
6. Pemeriksaan Darah lengkap
Penunjang

7. Tata Laksana Apabila gejala yang ditimbulkan terlalu mengganggu, maka dianjurkan
untuk memberikan obat untuk mengurangi gejala. Gejala yang membuat
anak tidak nyaman biasanya adalah demam, malaise, rinorea, hidung
tersumbat, dan batuk persisten. Obat yang diberikan meliputi:
antihistamin generasi pertama, antipiretik (paracetamol) atau anti-
inflamasi (ibuprofen), penekan batuk seperti dextromethorphan,
expectoran dan dekongestan seperti pseudoefedrin dan
phenilpropanolamin.
8. Edukasi 1. Istirahat cukup
(Hospital Health 2. Minum air putih yang cukup
3. Makan makanan bergizi
Promotion)
4. Olah raga teratur
9. Prognosis Advitam : adbonam
Ad Sanationam : adbonam
Ad Fungsionam : adbonam
10. Indikator Klinis dan laboratorium
11. Kepustakaan 1. Kemenkes RI. 2011. Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran
Pernafasan Akut. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
2. Ditjen P2PL. 2007. Pedoman Tatalaksana Pneumonia Balita.
Jakarta : Depkes RI