Anda di halaman 1dari 30

ELSA DARA AULLIA 

1806145231 
LOGBOOK SKENARIO 11   
IKGK 2 PBL 3 
 
 
A. TATALAKSANA PERAWATAN GTS 
1. Mencetak untuk pembuatan model studi (mukostatis) 
Pasien  diharapkan  duduk  tegak dan dokter gigi berdiri selama prosedur ini -> meningkatkan 
kenyamanan pasien & kemudahan akses bagi dokter gigi 
 
Posisi Pasien dan Dokter Gigi saat Pencetakan 
1. Posisi Pasien  
● Diposisikan  pada  bidang  oklusal  sehingga  sejajar  dengan  lantai  ketika  mulut  pasien 
dibuka  
● Tinggi dental unit chair diatur sehingga mulut pasien setinggi siku dokter gigi  
● Hal ini akan meningkatkan kenyamanan dokter gigi ketika melakukan pencetakan  
● Posisi Dokter Gigi  
● Mandibula​:  dokter  gigi ​right-handed ​berdiri di ​sisi kanan dan depan pasien​. -> dokter gigi 
dapat  memanipulasi  sudut  mulut  kanan  pasien  dengan  tangan  kiri  sementara  tangan 
kanan memegang sendok cetak  
● Maksila:  ​dokter  gigi  ​right-handed  ​berdiri di sisi kanan dan belakang pasien -> dokter gigi 
dapat  menggunakan  tangan  kiri  untuk  merangkul  kepala  pasien  untuk  dimanipulasi 
sudut mulut kiri pasien sementara tangan kanan memegang sendok cetak 
 

 
 
Ukuran Sendok Cetak 
 
Jenis Sendok cetak untuk kasus GTSL -> Perforated Metal Tray dan bersudut 
● Metal  tray  ​->  ​rigid  dan  menahan  (​confine)  material  alginat  ​->  memudahkan  dokter  gigi 
untuk mendapatkan perluasan alginat yang benar 
● Perforated  Stock  Tray  ->  meskipun  rigid,  tidak  menahan  alginat  sebaik  ​nonperforated 
stock tray ​-> impression underextended dan tidak lengkap  
● Plastic  Tray  ->  Terlalu  fleksibel  untuk  mendapatkan  akurasi  alginat  dan  casts -> sebaiknya 
tidak dipakai  
 
 
 
1. Analisis Ukuran Sendok Cetak Maksila 
 
Faktor terpenting -> menentukan lebar dari lengkung rahang pasien  
● Idealnya,  harus  ada  jarak  5-7mm  antara  ​sayap  dalam  sendok  cetak  dengan  gigi  dan 
jaringan lunak -> melihat ketebalan alginat untuk mencapai daerah undercut 
Cara Mengecek ukuran: 
1. Dokter gigi berdiri di belakang dan kanan pasien. Tangan kiri merangkul kepala pasien dan 
membuka sudut kiri mulut 
2. Sendok  Cetak  dipegang  dengan  tangan  kanan  dengan  ibu  jari  di  atas  handle  dan  jari 
telunjuk dan tengah di bawah handle  
3. Sayap  Posterior  kanan  sendok  cetak  digunakan  untuk  membuka  sudut  kanan  mulut 
pasien  
4. Sendok  cetak  harus  dirotasi  ketika  dokter  gigi  memanipulasi  sudut  kiri  mulut  dengan 
tangan kiri  
5. Tray  terlalu  besar  ->  kesulitan  dimasukkan  ke  mulut  karena  menganggu  ​prosesus 
koronoideus mandibula  

 
 
2. Analisis Ukuran Sendok Cetak Mandibula 
 
● Idealnya,  harus  ada  jarak  5-7mm  antara  ​permukaan  fasial  dan  lingual  dengan 
permukaan gigi dan residual ridge   
● Jika sendok cetak terlalu luas ke lingual -> akan menekan lidah atau lantai mulut  
● Harus  dilakukan  dengan  memilih  ukuran  sendok  cetak  yang  sesuai  dengan 
membandingkan sayap lingual sendok cetak untuk mendapatkan jarak 5-7mm  
Cara Mengecek ukuran: 
1. Dokter  gigi  ​right-handed  ​posisinya  di  sisi  kanan  dan  depan  pasien.  Bidang  oklusal 
mandibula pasien pada bidang yang sama dengan siku dokter gigi  
2. Sendok  cetak  dipegang  pada  tangan  kanan  dan  ibu jari dan telunjuk kiri digunakan untuk 
memanipulasi sudut kanan mulut pasien  
3. Sayap posterior kiri sendok cetak digunakan untuk membuka sudut kiri mulut pasien  
4. Selama  sayap  kanan  sendok  cetak  dirotasi  di  sekitar  mulut,  ibu  jari  dan  telunjuk  kiri 
digunakan untuk memanipulasi sudut mulut kanan pasien  
5. Selama  dirotasi  sendok  cetaknya  ->  pasien  diinstruksikan  untuk  perlahan-lahan 
mengangkat lidah -> agar lidah tidak terperangkap di bawah tray  
6. Setelah melewati sudut mulut -> tray diluruskan di atas gigi  
7. Pasien diinstruksikan untuk merilekskan ujung lidah pada anterior dari sendok cetak  
8. Dengan  mendepresi  bibir  bawah  ->  dokter  gigi  dapat  dengan  mudah  melihat  jarak  bukal 
dan lingual dengan gigi di sendok cetak 
 
Bahan Cetak 
 
Bahan  pencetakan  model  studi  ->  ​Irreversible  Hydrocoloid  ​(Alginat)->  Sifat  akurat, 
penggunaan  yang  mudah,  dan  ekonomis  ->  cocok  untuk  diagnostic  &  final  impressions 
untuk GTSL  
 
● Sifat  alginat  ->  mudah  mengalami  ​kerusakan  (​deterioration)  ketika  terpapar  temperatur 
tinggi dan kelembaban tinggi  
● Efek  deterioration  pada  alginat:->  menjadi  tipis  selama  mixing,  setting  time  cepat, 
deformasi permanen pada impression  
● Kekurangan  alginat  ->  mengalami  distorsi  ketika  tidak  langsung  dicor  setelah  12  menit 
karena memiliki sifat s ​ ineresis dan imbibisi  
○ Sineresis  ->  ​hasil  cetakan  alginat  akan  mengalami  penyusutan  /  shrinkage  ketika 
terekspos  udara  terbuka  lebih  dari  ​12  menit  ​meskipun  pada  kondisi  kelembaban 
100% 
○ Imbibisi  ->  ​kemampuan  untuk  menyerap  air  sehingga  alginat  akan  mengalami 
expansion  pada  dimensinya  ->  dapat  dicegah  dengan  pembungkusan  tisu  atau 
handuk basah  

Rasio W/P Alginat  


Rasio  W/P  ->  Berpengaruh  pada  konsistensi  dan  setting  time,  bukan  pada  keakuratan  hasil 
cetakan 
 
● Pengukuran Bubuk alginat -> ​secara volume atau berat  
1. Pengukuran volume  
● menggunakan  ​scoop  /  sendok  yang  disediakan  pabrik  (kurang  akurat  karena 
bubuk bisa tersisa atau nempel di permukaan scoop).  
● Scoop satu setengah takar untuk RB ; dua takar untuk RA  
● Rasio W/P Volume= 1:1 
2. Pengukuran berat  
● menggunakan​ moisture-tight container​ di atas ​alat timbangan 
● Setelah  kemasan  dibuka  ->  bubuk  alginat  menggunakan  ​berat  28  gram    secara 
inkremental ke dalam kontainer menggunakan alat timbangan  
● Volume air yang dibutuhkan -> 6 ​ 8-72 mL  
● Rasio W/P Berat= 70/28 = 5:2 
 
● Setting time ditentukan oleh pabrik sendiri -> ​fast-set & reguler-set materials 
● Dokter  gigi  dapat  mengubah  setting  time  dengan  menggunakan  air  dengan 
temperatur yang berbeda 
○ Semakin rendah suhu air -> working time lebih lama  
○ Semakin tinggi suhu air -> Setting time lebih cepat  
● Kebanyakan pabrik menganjurkan suhu air yang digunakan -> ​22 derajat celcius 

 
Metode Pencetakan Rahang Bawah  
Pencetakan  RB  ->  dilakukan  terlebih  dahulu  karena  memberikan  ketidaknyamanan  yang 
sedikit pada pasien 
 
1.  Cetak  rahang  bawah  terlebih  dahulu,  dokter  gigi  berada  di  kanan  depan  pasien. 
Occlusal  ​plane  ​harus  setinggi  sikut  dokter  gigi.  Posisi  pasien  bersandar  tegak 
menghadap ke depan.  
2.  ​Tray ​cetakan dipegang dengan tangan kiri dan tangan kanan  memegang sudut mulut 
kiri​ ​pasien.  
3.  Posisikan  garis  tengah  sendok  cetak  segaris  dengan  garis  tengah  muka.  Kanan  sayap 
tray  dirotasi  sambil  dimasukan  kedalam  mulut.  Tekan  sendok  cetak dimulai dari anteror 
ke posteror.  
4.  Ketika  ​tray  sudah  masuk,  pasien  diinstruksikan  untuk  mengangkat  lidah  untuk 
memastikan bahwa lidah tidak terjebak pada t​ ray​ dan melemaskan otot-otot lidah.  
5.  Tunggu  sekitar  2  –  3  menit  sampai  alginat  mengeras  dengan  ibu jari memegang dagu 
dan  jari  telunjuk  dan  tengah  menahan  ​tray​.  Setelah  2  -3  menit,  bebaskan  pipi  dan  bibir 
bawah pasien dengan jari telunjuk.  
 
Metode Pencetakan Rahang Atas 
1.  Posisi  operator  berdiri  di  sebelah  kanan  depan  pasien.  Posisi  pasien  bersandar  tegak 
menghadap ke depan dengan ​occlusal plane​ sejajar dengan lantai.  
2.  Masukan  kuadran  kanan  sendok  cetak  yang  dipegang  dengan  tangan  kanan  operator 
sambil telunjuk kiri menarik sudut mulut kanan pasien.  
3. Posisikan garis tengah sendok cetak segaris dengan garis tengah muka.  
4.  Tekan sendok cetak dimulai dari posterior ke anterior. Ketika memfiksasi posisi operator 
pindah ke sebelah kanan belakang pasien.  
2. Pembuatan model studi 
● Penentuan DV Tentatif 
● Analisis Bidang Oklusal 
3. Desain dan Rencana Perawatan 
● Surveying 
○ Menentukan kemiringan 
■ Pada proses awal surveying → cast ditempatkan pada surveying table. 
■ Kemiringan  cast  dilihat  dari  permukaan  cast  paling  posterior  →  Kalau  bagian 
anteriornya  lebih  rendah,  maka  cast  miring  ke  arah  anterior.  Jika  bagian 
posteriornya  lebih  rendah,  maka  cast  miring  ke  arah  posterior.  Jika  sisi 
sebelah  kanan  lebih  rendah,  maka  cast  miring  ke  kanan,  dan  jika  sisi  sebelah 
kiri lebih rendah maka cast miring ke kiri. 
○ Tripoding the cast 
■Setelah  kemiringan  cast  telah  dipilih,  maka  harus  di-record  untuk  keperluan 
selanjutnya 
■ Metode  →  dengan  memberi  tanda  crossmark  (silang)  di  3  daerah  luas  pada 
cast dan vertical arm surveyor ditahan pada posisi vertikal yang tetap. 
■ Tahapannya: 
● Setelah  kemiringan  yang  tepat  telah  diperoleh,  surveying table dikunci 
pada posisi tersebut 
● Undercut  gauge  yang  sesuai  dipilih  dan  ditempatkan  pada  surveying 
arm dan mandrel dikencangkan 
● Surveying  arm  disesuaikan  agar  dapat  berkontak  dengan  cast  pada  3 
lokasi yang mudah teridentifikasi pada permukaan cast 
● Dokter  gigi  harus  mengukur  apakah  jarak  antar  titik sudah cukup jauh 
dan  terletak  pada  tanda  anatomis  yang  tidak  akan  berubah dari cast 
ke cast. Kemudian, vertical arm dikunci pada posisi tersebut 
● Surveying  table  digerakkan  agar  cast  dapat  berkontak  dengan 
undercut  gauge  pada  posisi  yang  diinginkan.  Kontak  antara  cast  dan 
undercut  gauge  harus  menciptakan  3  groove  dangkal  pada 
permukaan cast 
● Agar  lebih  terlihat,  gunakan  pensil  merah  untuk  menandai  posisi 
groove 
○ Menempatkan garis surveyor 
■ Surveyor  juga  digunakan  untuk  menentukan  garis  survey  pada  gigi  dan 
jaringan lunak. 
■ Bila  lengan  surveyor  digerakkan  pada  permukaan  gigi,  maka  carbon  marker 
akan  membentuk  suatu  garis  yang  melingkari  gigi  dan  menggambarkan 
permukaan gigi terbesar → garis survey 
■ Berikut langkah-langkahnya: 
Tempatkan carbon marker pada mandrel dan kencangkan 

Vertical  arm  tidak  terkunci  untuk  memastikan  terdapat  pergerakan 

bebas dalam arah supero-inferior 
● Surveying  table  digerakkan  sepanjang  permukaan  platform  sampai 
cast berkontak ringan dengan carbon marker. 
● Garis survey dibuat pada jaringan lunak dengan cara yang sama 
● Proses  ini  terus  berlanjut  hingga  garis  survey  telah  terbentuk  pada 
seluruh permukaan fasial dan lingual cast 
● Menentukan desain 
○ Ketentuan umum : 
■ Untuk kasus free end saddle (kelas I dan II) : 
● Pada  gigi  abutment  terakhir  regio  free  end  harus  digunakan 
cengkeram Dua Jari Modifikasi 
● Pada  rahang  bawah,  dari  gigi  kaninus  kanan  kiri,  dibuat  peninggian 
basis lingual sampai cingulum  
● Pada  bagian  intaglio  regio  marginal  ridge  basis  akrilik  yang  dibuat 
peninggian  basis  ke  arah  cingulum  (anterior  RB),  dibuat  relief  (diasah), 
agar regio tersebut tidak tertekan dan mengalami iritasi saat berfungsi 
■ Cengkeram  Tiga  Jari  kontra  indikasi  untuk  free  end  saddle,  terutama  saddle 
panjang 
■ Cengkeram  gillet  digunakan  pada  gigi  kaninus  dengan  cengkeram  harus 
melalui daerah diastema 
■ Semua  retensi  diletakkan  di  mesial  karena  adanya  ​Anterior  Component  of 
Force 
● Tahap preprostetik dan persiapan mulut (persiapan tempat cengkram) 
○ Relief of Pain and Infection 
■ Dilakukan perawatan endodontik dan prosedur bedah bila diperlukan 
■ Lesi  karies  harus  ditangani  karena  dapat  menimbulkan  rasa  sakit  akut  ketika 
treatment dilaksanakan 
■ Gingival  tissues  harus  ditangani  untuk  mengurangi  probabilitas  terjadinya 
abses periodontal dan respon radang yang mungkin terjadi 
■ Scaling,  perawatan  saluran  akar,  dan  prophylaxis  dapat  dilakukan  bila 
diperlukan 
■ OH harus dimonitor 
○ Preparasi  periodontal  :  perawatan  periodontal  yang  dilakukan  sebelum  serta  saat 
pembuatan  gigi  tiruan,  meliputi  diagnosa  dan  perawatan  periodontal,  serta  beda 
preprostetik bila diperlukan 
○ Perawatan non bedah periodontal : 
■ Kontrol penyakit periodontal yang ada 
■ pencabutan gigi yang tidak dapat dirawat  
■ instruksi kebersihan mulut, 
■ Scaling dan penghalusan akar 
■ evaluasi ulang 
■ perawatan bedah periodontal untuk terapi poket 
■ terapi ortodonsi bila diperlukan. 
○ Perawatan bedah periodontal : 
■ Perbaikan masalah mukogingiva 
■ Prosedur pemanjangan mahkota gigi 
■ Rekonstruksi tulang alveolar  
4. Mencetak untuk pembuatan model kerja ( mukofungsional, mukokompresi) 
● Posisi Pasien dan Operator 
○ Posisi mulut pasien sejajar dengan siku operator. 
○ Pencetakan  Mandibula  :  Operator  berdiri  di  sebelah  kanan  depan  pasien, 
lengkung mandibula sejajar dengan lantai ketika pasien membuka mulut 
○ Pencetakan Maksila : Operator berdiri di sebelah kanan belakang pasien. 
● Ukuran Custom Tray (SCP) Rahang Bawah 
○ Custom  tray  setebal  2-3mm  dengan  handle  pada  bagian  anterior  yang 
ditelakkan pada tengah labial flange.  
○ Anterior  handle  setinggi  20  mm  untuk  menghindari  terjadinya  distorsi  dan 
untuk memasukan serta melepaskan tray dari dalam mulut.  
○ 2  handle  tambahan  diletakkan  pada  setiap  sisi  di  regio  M1  dengan  tinggi  20 
mm  yang  berfungsi  untuk  finger  rest  dan  memastikan  bahwa  tray  telah 
terletak  pada  posisi  yang  benar  serta  untuk  menstabilisasi  tray  pada  posisi 
yang benar sehingga meminimalkan distorsi yang mungkin terjadi. 
● Ukuran Custom Tray (SCP) Rahang Atas 
○ Tray harus terbuat dari material rigid dengan ketebalan 3-4 mm.  
○ Anterior  handle  seharusnya  dalam  posisi  vertikal  dan  tidak  mengganggu 
proses border molding.  
○ Tinggi  gagang  tray  harus  cukup  untuk  menghindari  perpindahan  yang 
mungkin  terjadi  akibat  pergerakan  bibir  atas  ketika  sendok  cetak  masih 
didalam mulut 
● Batas-batas Custom Tray 
○ Rahang  atas  :  palatum  durum  dan  palatum  molle  serta  menutupi  daerah 
tuberositas maksila. 
○ Rahang bawah : menutupi retromolar pad. 
○ Daerah bukal/labial : sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak. 
○ Daerah  lingual  :  sampai  batas  dasar  mulut  di  lingual/retromylohyoid.  Custom 
tray tidak boleh menutupi daerah frenulum. 
● Cakupan ideal dari maxillary impression tray  
○ Tray  meluas  ke  vibrating  line  posterior  dan  berhenti  pada  jarak  2  mm  dari 
kedalaman vestibulum bukal dan area labial flange.  
○ Cakupan ideal dari mandibullar impression tray  
○ Mandibular  tray  berakhir  2mm  diatas  kedalam  vestibulum  bukal,  labial,  dan 
lingual,  serta  terdapat  jarak  horizontal  2mm  yang  memisahkan  tray  dari 
jaringan  di  masseter  notch  area,  dan  juga  berakhir  2mm  lebih  pendek  dari 
luas area retromylohyoid 
● W/P Ratio Alginat 
Pengukuran dengan volume  
○ Menggunakan  sendok  pabrikan  (kurang  akurat  karena  bubuk  bisa  saja  tidak 
terisi penuh di dalam sendok atau tersisa di permukaan sendok).  
○ Rasio W/P → 1:1 
Pengukuran dengan berat  
○ Menggunakan moisture-tight container di atas alat timbangan 
○ Rasio W/P → 70/28 → 5:2 
○ Setting time ditentukan oleh pabrikan -> fast-set & reguler-set materials 
○ Operator dapat mengubah setting time dengan memvariasikan suhu air yang 
digunakan (anjuran pabrik : 22 derajat celcius) 
● Prosedur pencetakan 
○ Posisikan pasien dengan benar. 
○ Pilih dan modifikasi tray yang diperlukan. 
○ Minta pasien untuk membilas mulut  
○ Tempatkan kasa pada mulutnya untuk mengontrol saliva 
○ Ukur dan campur bahan cetak sesuai dengan petunjuk pabrikan.  
○ Isi  bahan  cetak ke dalam tray secara bertahap untuk menghindari udara yang 
terperangkap.  Bahan  cetak  dimasukkan hingga sejajar dengan flange sendok 
cetak. 
○ Lepaskan  kasa  dari  rongga  mulut  pasien,  lalu  masukkan  bahan  cetak  ke 
vestibulum  bukal,  lingual,  permukaan  oklusal  gigi,  area  interproksimal,  dan 
palatum (RA). 
○ Masukkan sendok cetak ke dalam rongga mulut pasien. 
○ Pegangan sendok cetak harus berorientasi sejajar dengan bidang sagital. 
○ Untuk  pencetakan  mandibula,  pastikan  lidah  pasien  terangkat.  Bibir  dan  pipi 
ditarik  ke  bawah-  ke  luar  dengan  sudut  45  derajat  agar  bagian  tepi  tercetak 
dengan benar. 
○ Untuk  pencetakan  maksila,  pipi  diangkat  ke  atas  -  ke  luar  untuk  mencegah 
jaringan  bukal  terperangkap  oleh  flensa  sendok  cetak.  Bibir  atas  diangkat  ke 
atas  ke  luar  untuk  menghindari  terperangkapnya  bibir  antara  flens  sendok 
cetak dan gigi anterior.  
○ Pertahankan  posisi  sendok  cetak  dengan  2  jari telunjuk (di atas sendok cetak, 
di area premolar) (RA-RB) & ibu jari di dagu pasien (RB) 
○ Lepaskan hasil cetakan setelah 2-3 menit. 
○ Lakukan evaluasi hasil cetakan 
 
5. Pembuatan model kerja 
a. Alat dan material 
● Dental  stone  dengan  ekspansi  minimal  digunakan  untuk  membuat  master 
cast → ADA type III / IV.  
● Stone  dengan  ekspansi  yang  minimal  akan  memberikan  akurasi  serta  detail 
permukaan yang baik, resisten terhadap abrasi, dan ideal untuk aplikasi GTS 
● Alat  yang  digunakan  →  bowl,  spatula  gips,  vibrator  /  mechanical  spatulation 
under vacuum 
b. Water-powder ratio 
● Semua  produk  gipsum  membutuhkan  sekitar  18,61  ml  air  untuk  bereaksi 
dengan 100 gr bubuk untuk membentuk calcium sulfate dihydrate.  
● Air  yang  berlebih  akan  menyebabkan  turunnya  compressive  strength  dari 
cast.  Misalnya  jika  kita  mencampur  100  gr  bubuk  dental  stone  tipe III dengan 
30  ml  air  (dan  bukan  27  ml),  maka  compressive  strength  nya  akan  menurun 
dari 4.500 ke 3.000 psi.  
● Maka  dari  itu,  rekomendasi  pabrik  mengenai  rasio  dari  air  dan  bubuk  harus 
sangat diperhatikan 
● Untuk  memastikan  rasio  air-bubuk  yang  konsisten,  semua  produk  gypsum 
harus  diukur  berdasarkan  berat  daripada  volume.  Bubuk  gipsum  harus 
ditimbang  dalam  jumlah  yang  sesuai  untuk  single  impression  dan  disimpan 
dalam wadah yang berlabel tahan air.  
● Biasanya  150  gr  cukup  untuk  satu  tuangkan.  Prosedur  ini  akan  memastikan 
rasio  bubuk  air  yang  benar,  mencegah  kerusakan,  mengurangi  limbah,  dan 
meningkatkan efisiensi. 
 
c. Mixing dental stone 
● Tujuan  dalam  pengadukan  dental  stone  adalah  untuk  membuat  campuran 
yang  homogen  dan  bebas  gelembung,  sehingga  akan  menghasilkan  gips 
yang  padat  dan  akurat.  Air  harus  diukur  dengan  hati-hati  dan  dituangkan  ke 
dalam  bowl.  Bubuk  yang  sebelumnya  sudah  ditimbang  perlahan-lahan 
dituang ke dalam air untuk menghindari jebakan udara.  
● Proses  pengadukan  harus  diperhatikan  untuk  menghindari  gerakan 
whipping  yang  dapat  menyebabkan  masuknya  udara  ke  dalam  adonan. 
Pengadukan  harus  dilanjutkan  sampai  konsistensi  yang  smooth  tercapai, 
biasanya  selama  60  hingga  90  detik.  Spatulasi  yang  berkepanjangan  dapat 
memecah kristal gipsum yang telah terbentuk dan melemahkan gips.  
● Jika  memungkinkan,  pengadukan  dapat  dilakkan  dengan  mechanical 
spatulation  under  vacuum,  dimana  mixing  time-nya  dikurangi  menjadi  15-20 
detik.  Proses  ini  akan  mengurangi  porositas  dalam  dental  stone.  Setelah 
pencampuran selesai, light vibration digunakan untuk menghilangkan udara 

 
d. Pouring the cast 
● Teknik  penuangan  untuk  master  cast  sama  dengan  teknik  yang  digunakan 
pada diagnostic cast (two stage pouring technique) 
a. Setelah  cetakan  dibersihkan  dari  saliva,  diperiksa  apakah  ada  defek, 
dan disemprot dengan disinfektan, maka segera tuangkan gips.  
b. Jangan  pernah  membiarkan  cetakan  diletakkan  di  atas  bangku  (on  a 
bench top) atau di bowl. Suspend it by the tray handle 
c. Jangan  membuat  second,  atau  opposing  impression  sebelum 
menuang gips terlebih dahulu 
d. Siapkan stone yang sudah ditimbang sebelum appointment 
e. Buat  campuran  stone, sebaiknya di bawah vakum, sesuai petunjuk, lalu 
tuangkan pada cetakan 
f. Pastikan  semua  periferal  tertutupi oleh setidaknya 6mm stone. Biarkan 
permukaan stone kasar. 
g. Setelah  initial  set (10 hingga 12 menit), basahi dasar permukaan dengan 
slurry  water  dan  lakukan  penuangan  kedua.  Balikkan  cetakan  dengan 
tuangan pertama di atas gumpalan stone dan bentuk alasnya. 
h. Antara 45 dan 60 menit setelah penuangan pertama, pisahkan cetakan  
i. Basahi  gips  secara  menyeluruh  dalam  slurry  water  dengan 
merendamnya  sebagian.  Jangan  merendam  gips  sepenuhnya  karena 
ini  akan  mencegah  udara  keluar  dari  stone  dan  cast  tidak benar-benar 
basah 
j. Trim model kerja.  
k. Basis  dari  cast  di  trim  sehingga  permukaan oklusal gigi paralel dengan 
basis.  Cast  harus  setebal  10mm  pada titik tertipisnya → biasanya tengah 
dari  palatum  keras  masa  maxillary  cast  dan  kedalaman  lingual  sulcus 
pada mandibular cast 
l. Selanjutnya  posterior  border  harus  membentuk  sudut  90  derajat 
dengan  basis  dan  tegak  lurus  dengan  garis  yang  lewat  diantara  insisif 
central 
m. Sisi-sisi  cast  di  trim  hingga  sejajar  dengan  permukaan  bukal  gigi 
posterior  atau  puncak  edentulous  ridge.  Land  area  /  periphery  selebar 
3mm harus dipertahankan di sekitar cast 
n. Sisi  dan  bagian  posterior  digabung  dengan  men-trim posterior ke arah 
hamular notch/retromolar pad.  
o. Anterior  border  dari  maxillary  cast  dibentuk  dengan  memotong  area 
canine pada tiap sisi ke arah interproksimal area dari insisif central 
p. Anterior  border  dari  mandibular  cast  dibentuk  dengan  membuat 
dinding melengkung dari daerah canine di satu sisi ke sisi sebelahnya 
q. Ruang  lidah  pada  mandibular  cast  harus  ditrim  rata,  namun  keutuhan 
dari  lingual  frenulum,  sublingual  fold  spcae,  dan  lingual  sulcus  harus 
dijaga 
r. Tuliskan nama pasien pada cast 
s. Cast  tidak  boleh  terkena  air  mengalir,  disikat,  atau  direndam  dalam 
larutan  apa  pun  selain  clear  slurry  water..  Jika  dibiarkan  kering,  maka 
cast harus dicelupkan ke dalam clear slurry water sebelum di trim 

 
6. Pembuatan lempeng dan galangan gigit RA & Pembuatan kerangka logam 
PEMBUATAN LEMPENG GIGIT 
Lempeng  gigit  adalah  basis  dari  gigi  tiruan  yang  digunakan  untuk  meletakkan element gigi dan 
menggantikan anatomi tulang alveolar dan jaringan gingiva 
lempeng  gigit  dapat  dibuat  dari  berbagai  macam  bahan  yaitu,  wax,  shellac  atau  resin  akrilik 
termoplastik. 
CARA PEMBUATAN (dari bpsl) 
1. Menggambar  batas  mukosa  bergerak  dan  tidak  bergerak  pada  model  rahang  (denture 
outline). Batas lempeng rahang atas : 
o Frenulum Labialis Dan Bukalis Bebas 
o Menutupi Vestibulum Labialis Dan Bukalis 
o Fossa pterygomaksillaris terisi 
o Batas distal kira-kira 2mm di depan fovea palatine  
Batas lempeng rahang bawah : 
o Frenulum Labii Alias, bukalis,lingualis bebas 
o Menutupi Vestibulum Lingualis Dan Bukalis 
o Menutupi Retromolar Pad dan fossa Retromylohyoid. 
2. Basahi model kerja terlebih dahulu agar tidak lengket 
3.  Sesuaikan  ukuran  wax  dengan  model  kerja,  panaskan  wax  sampai  lunak  sehingga  dapat 
dibentuk  sesuai  dengan  denture  outline  dengan  cara  menekan.  Pemotongan  wax  dilakukan 
dengan lecron 
 
Lempeng gigit harus memenuhi syarat : 
● Melekat rapat dan rata pada model kerja (adaptasi yang baik) 
● Tidak Mengganggu Oklusi Dan Artikulasi 
● Tidak goyang pada tempat kedudukannya dimodel 
● Tepi sayap membulat dan lebarnya tidak melebihi batas diastema 
PEMBUATAN GALENGAN GIGIT SAMA KYK GTSKL DIBAHAS DI NOMOR 7 
PEMBUATAN KERANGKA LOGAM (stewarts n mccracken) 
TRANSFER DESAIN 
Tanpa  melepaskan  master  cast  dari  survey  table  atau  mengubah  kemiringannya,  teknisi 
mentransfer  desain  dari  diagnostic  cast  ke  master  cast.  Area  pertimbangan  khusus  seperti 
kedalaman  undercut  untuk  retentive  clasp  arm,  ukuran  pola  cast  clasp,  dan  hal  penting  lainnya 
harus  ditransfer  dengan  kehati-hatian  ekstra  dan  tanda  yang  jelas  untuk  menghindari 
kebingungan. 
BLOCK OUT 
Eliminasi area undercut yang tidak dibutuhkan pada fabrikasi gigi tiruan sebagian lepasan 
DUPLIKASI MASTER CAST 
Adalah  proses  duplikasi  dari  model  kerja  yang  ada  menjadi  model  refraktori  yang  dibuat  dari 
bahan  tanam  tuang  yang  tahan  terhadap  pemanasan  dengan  suhu  tinggi.  Bahan  pembuat 
cetakannya  berupa  agar  jenis  reversible  (reversible  hydrocolloid).  Sedangkan  bahan  yang 
digunakan  sebagai  model  refraktori  dibuat  dengan  jalan  mengisi  cetakan  hydrocolloid  dengan 
bahan tanam tuang (investment material). 
Tujuan dari menduplikasi model adalah : 
a.  Untuk  menjaga  agar  model  original  tidak  rusak.  Pembuatan  dan  pemasangan  kerangka  gigi 
tiruan lepasan dilakukan pada model duplikat. 
b. Membuat model dari bahan investment untuk pembuatan framework dari wax. 
WAX UP 
Tahapan  pembuatan  model  malam  kerangka  logam  dibuat  sesuai  dengan  gambar  atau  desain 
pada  model  duplikasi  .  malam  di  pasangkan  dibentuk pada model duplikasi malam yang dipakai 
adalah malam siap pakai 
SPRUING 
Membuat  saluran  sprue,  yaitu  saluran  yang  memfasilitasi  logam  yang  dicairkan  dari  crucible  ke 
dalam kavitas (mold). 
 
​INVESTING 
Proses  investing  adalah  tahap  pengisian  model  duplikasi  dengan  bahan  tanam  dalam  casting 
ring.  Tujuan  dilakukan  investing  untuk  membentuk  mould  yang  akan  dialiri  logam  untuk 
dijadikan kerangka logam. 
Syarat material investment : 
• Mudah dimanipulasi 
• Berkontak baik dengan permukaan pola malam 
• Partikelnya halus agar menghasilkan permukaan mold yang halus 
• Setting time cepat 
• Ekspansi termal 
• Mudah dihancurkan/dibersihkan ketika hasil casting dikeluarkan. 
Jenis material investment : 
•  Gypsum  bonded  investment  untuk  gold  alloys  atau  logam  yang  melebur  pada  temperatur 
<700oC 
• Phosphate bonded investment untuk logam yang melebur pada temperature <1200oC 
BURN OUT 
Merupakan  proses  pemanasan  investment  sampai  seluruh  sisa  wax  menguap.  Proses 
pemanasan  ini  dilakukan  selama  30  menit  dengan  suhu  2000  ̊ C  atau  sesuai  dengan  ketentuan 
pabrik. 
CASTING 
Casting  merupakan  proses  pencairan  logam  dan  memasukkan  logam  tersebut  ke  dalam  mold. 
Setelah  proses  casting  selesai,  pisahkan  kerangka  dari  investment  dengan  cara  menghancurkan 
investment  dengan  palu.  Hilangkan  sisa-sisa  investment  dengan  abrasive  device.  Sebelum 
dilakukan  pemolesan  (high-shine),  casting  akan  diberikan  tahap  electropolished,  yaitu  proses 
elektro  kimia  yang  menghilangkan  sebagian  partikel  logam  dengan  tahap  pencelupan  bagian 
kerangka logam ke dalam rendaman elektrolit. 
FINISHING AND POLISHING 
Potong  dan  hilangkan  sprue  dengan  abrasive  disc.  Lakukan  finishing  dengan  stone  dan  rubber, 
kemudian lakukan pemolesan. Lebih disarankan untuk menggunakan handpiece high speed. 
 
7. Percobaan  kerangka  logam  dan  pembuatan  galengan  gigit pada kerangka logam 
& Penentuan DV & RS 
A. Percobaan Kerangka Logam dan Pembuatan Galengan Gigit  
a. Pembuatan Basis  
● Basis  dan  juga  galengan  gigit  sering  digunakan  untuk  menentukan 
hubungan yang akurat pada dental casts.  
● Basis harus akurat antara diagnostic cast dengan keadaan mulut pasien.  
● Selain  itu,  basis  harus  nyaman,  rigid,  dan  stabil  ketika  diletakan  pada 
rongga mulut 
● Seluruh  permukaan  yang  berkontak  dengan  bibir,  pipi,  dan  lidah  harus 
dibuat halus 
Tahapan:  
1) Basis pada GTSKL dibuat dengan meggunakan hard baseplate wax 
2) Baseplate  tersebut  dipanaskan  dan  disesuaikan  dengan  resin-retaining 
components pada kerangka.  
3) Basis  GTSKL  biasanya  dibuat  dengan  material  yang  rigid  seperti  Light 
activated atau chemically-activated resins. 
4) Setelah  itu,  kerangka  logam  di  pasang  kembali  pada  model  dan  basis  ( 
sudah berupa resin diletakan diatasnya. 
 
b. Pembuatan Galangan Gigit  
● Galangan gigit biasanya dibuat dengan menggunakan​ baseplate wax  
● Galangan  gigit  harus  bersentuhan  dengan  permukaan  basis  dan 
digunakan untuk membantu​ occlusal registration .​   
Tahapan : 
1) Galangan  gigit  dapat  diperola=eh  dengan  memanaskan/  melunakan  hard 
baseplate wax.  
2) Wax  yang  sudah  lunak,  dilipat  dan  dibentuk  sesuai  bentuk  dan  ukuran 
yang sesuai 
3) Wax block diletakan di tengah basis dan ditekan sesuai dengan posisinya. 
4) Tinggi  galengan  kurang  lebih  sejajar  dengan  fossa  gigi  abutment  di 
sebelahnya. 
5) JIka  galangan  gigit  berada  pada  posisi  paling  distal,  tinggi  galangan  gigit 
sekitar ⅔ dari retromolar pad  
6) Semua kontur harus jelas, dan permukaan wac harus halus dan bersih. 
c. Pembuatan Bite Registration 
 
B. Penentuan DV dan RS 
a. Penentuan Dimensi Vertikal 
b. Penentuan Relasi Sentrik  
Tahapan Umum : 
1) Pasien  duduk  dengan  nyaman  di  dental  unit,  rileks,  dan  bernapas  melalui 
mulut.  
2) Pasien  diinstruksikan  untuk  membuka  mulut  secara  lebar  selama  sekitar 
satu menit → untuk memprogram ulang otot-otot mulut. 
3) Jika  gigi  anterior  mandibula  masih  ada,  ibu  jari  dokter  gigi  diposisikan  pada 
permukaan  labial  gigi  tersebut.  Jari  telunjuk  yang  sesuai  harus  ditempatkan 
di  bawah  dagu  pasien.  Ibu  jari  dan  telunjuk  tangan  yang  lain  diposisikan 
pada kedua gigi premolar maksila.  
4) Pasien  diingatkan  untuk  rileks  dan  bernapas  dalam-dalam  melalui  hidung. 
Perlu ditekankan bahwa dokter gigi akan memandu gerakan rahang. 
5) Beri  sedikit  tekanan  ke  belakang  dan  ke  bawah  untuk  menggerakan 
mandibula  pasien  ke  dalam  gerakan  membuka  dan  menutup  .  Retraksi 
mandibula  yang  diinginkan  ditandai  dengan  gerakan  rotasi  yang  halus  dari 
posisi posterior yang jelas. 
6) Ketika  pasien  cukup  kooperatif  dan  tetap  rileks,  catatan  relasi  sentris  harus 
dibuat. 
 
8. Pemasangan pada artikulator 

1.  Pasang  model  kerja  di  artikulator  dengan  membuka 


lengan  atas  artikulator,  kemudian  model  kerja  yang 
telah  difiksasi  diletakkan  pada  lengan bawah artikulator, 
setelah itu lengan atas ditutup. 

2.  Pasang  karet  gelang  melingkar  dari  pin  insisal  ke  bagian  lateral  kanan  dan  kiri  (pada 
pertengahan  dari  ruas ​vertical articulator​) untuk menentukan tinggi bidang oklusal model 
pada artikulator. 

3. Model pada artikulator harus memenuhi syarat-syarat : 

a. Garis tengah model berhimpit dengan garis tengah artikulator 


b. Bidang  oklusal  model  sejajar  dan  setinggi  karet  gelang  bantu.  Untuk  mengatur 
tinggi  bidang  oklusal model, bagian dasar model RB dapat diganjal dengan plastisin 
dan diatur sampai ketinggiannya sama dengan tinggi karet gelang bantu. 
c. Pin insisal sejajar garis median 
d. Pin vertikal menyentuh piringan dasar articulator 

4.  Penanaman  dimulai  dari  model  RA.  Buka  lengan  atas  artikulator,  letakkan  adonan  gips 
di  atas  dasar  model  RA.  Usahakan  adonan  gips  tidak  berlebihan  sampai  keluar  dari  batas 
selotip.  Tutup  lengan  atas  artikulator,  katupkan  ujung  ​incisor  rod  ​hingga  menyentuh 
incisor  guide  table​.  Fiksasi  lengan  atas  dan bawah artikulator dengan karet gelang sampai 
gips benar-benar keras. 

5.  Setelah  gips  mengeras,  balik  artikulator,  buka  lengan  bawah  artikulator,  ambil  plastisin 
pengganjal  dasar  model  RB,  letakkan  adonan  gips  di  atas  dasar  model  RB.  Tutup  lengan 
bawah  artikulator,  katupkan  ujung  ​incisor  rod  ​hingga  menyentuh  ​incisor  guide  table​. 
Fiksasi  lengan  atas  dan  bawah  artikulator  dengan  karet  gelang  sampai  gips  benar-  benar 
setting 

Pemasangan model di artikulator pada rahang bawah 

1. Setelah dental stone mengeras, balik artikulator 


2. Galangan  gigit  diletakkan  pada  model  maxilla,  cusp  harus pas 
dengan galangan gigit 
3. Cusp  gigi  pada  model  mandibular  harus  sesuai  dengan 
bentuk lekukan galangan gigit 
4. Model mandibular difiksasi dengan model maxilla agar rahang tidak bergeser 
5. Dasar model mandibular dilapisi dengan “clear slurry water” 
6. Letakkan adonan dental stone di atas dasar model mandibular. 
7. Tutup lengan bawah artikulator 
8. Pastikan ujung incisor rod sampai menyentuh incisor guide table 
9. Fiksasi  lengan  atas  dan  bawah  artikulator  dengan  karet  gelang  sampai  gips  benar-benar 
setting 

9. Penyusunan gigi dan pembuatan cengkeram 


Jenis-jenis gigi tiruan anterior : 
A. Acrylic teeth 
● Kelebihan : 
○ Bond with resin basis gigi tiruan 
○ Mudah dibentuk dan dipoles 
○ Bentuk kontur lingual mirip dengan kontur gigi asli 
● Kekurangan : 
○ Kurangnya resistensi terhadap abrasi 
○ Kurangnya resistensi terhadap stain 
B. Porcelain teeth 
● Kelebihan : 
○ Resisten terhadap abrasi 
○ Resisten terhadap stain 
● Kekurangan : 
○ Menyebabkan abrasi pada permukaan oklusal gigi berlawanan 
○ Membutuhkan resistensi mekanik terhadap basis gigi tiruan 
○ Rentan terhadap fraktur 
C. Facings  
Kelebihan : 
a. Penguatan logam meningkatkan kekuatan 
Kekurangan : 
b. Estetik terganggu karena ada penguatan logam 
 
Terdapat 2 metode dalam mengganti gigi anterior dengan gigi tiruan sebagian : 
● Resin akrilik, resin komposit atau gigi porselen pada basis gigi tiruan resin akrilik 
○ Saat  ini,  gigi  tiruan  yang  diproduksi  secara  komersial  tersedia  dalam  variasi 
warna, cetakan, dan ukuran.  
○ Meskipun  gigi  tiruan  porselen  tersedia,  sebagian  besar  gigi  palsu  dibuat 
menggunakan resin akrilik dan resin komposit.  
○ Gigi-gigi  ini  dapat  dibentuk  kembali  dengan  relatif  mudah.  Oleh  karena  itu, 
resin  akrilik  dan  gigi  resin  komposit  lebih  disukai  dalam  sebagian  besar 
aplikasi gigi tiruan sebagian. 
○ Tidak  seperti  gigi  resin,  gigi  tiruan  porselen  dapat  menyebabkan  keausan 
pada  permukaan  enamel  dan  dentin  gigi  berlawanan. Gigi porselen juga sulit 
untuk  disesuaikan,  dan  rentan  terhadap  fraktur.  Akibatnya,  penggunaan  gigi 
porselen dalam gigi tiruan sebagian lepasan tidak disarankan. 
○ Berikut  ini  adalah  keuntungan  dari  resin  atau  gigi  porselen  pada  basis  gigi 
tiruan resin akrilik: 
■ Estetis karena beragamnya corak, cetakan, dan ukuran 
■ Basis  gigitiruan  resin  akrilik  dapat  digunakan  untuk  mengembalikan 
bagian  yang  hilang  dari  proses  alveolar  (melalui  manipulasi  kontur 
dasar gigi tiruan) 
■ Memberikan  kesempatan  untuk  prosedur  reline  dan  rebase 
konvensional 
○ Berikut  ini  adalah  kelemahan  gigi  resin  atau  porselen  pada  basis  gigi  tiruan 
resin akrilik: 
■ Tidak berfungsi dengan baik untuk single-tooth replacement 
 
 
 
 
 
● Reinforced acrylic pontics (RAPS) 
○ RAPS  adalah  pengganti  gigi  anterior  yang  sangat  kuat  dan  estetik.  Ini  terdiri 
dari  gigi  tiruan  resin  akrilik  yang  melekat  pada  penyangga  penguat  logam 
yang  terletak  di  pusat  yang  diproyeksikan  dari  kerangka  gigi  tiruan  sebagian 
yang dapat dilepas  
 
❖ Bagian  tersulit  dalam  penyusunan  gigi  tiruan  anterior  berhubungan  langsung  dengan 
berkurangnya ruang untuk gigi tiruan. 
❖ Drifting  or  tilting  menyebabkan  berkurangnya  ruang  restorasi  dan  memaksa  pemilihan 
gigi palsu yang lebih sempit daripada gigi alami. 
❖ Upaya  harus  dilakukan  untuk  mendapatkan  kembali  lebar  asli ruang dengan membentuk 
kembali permukaan proksimal gigi yang berdekatan 
❖ Saat  memilih  gigi  gigi  tiruan,  praktisi  harus  menggunakan  shade  guide  yang  disediakan 
oleh  produsen 
gigi 
 
 
 
 
 
 
 
 
Teknik House 
● Dalam  penentuan  ukuran  gigi  insisif  sentral  maksila  pasien,  dapat  menggunakan 
teknik dari Dr M. M. House 
● Teknik nya adalah dengan mengukur panjang dan lebar wajah pasien 
● Untuk  memperkirakan  lebar  suatu  gigi  insisif  sentral  rahang  atas,  praktisi 
menentukan lebar bizygomatik pasien dan membaginya dengan 16 
● Untuk  memperkirakan  panjang  suatu  gigi  insisif  sentral  rahang  atas,  praktisi 
menentukan  panjang  hairline-to-chin  pasien  dan 
membaginya dengan 16 
 
 
 
 
 
Teknik William 
● Gigi  terbagi  menjadi  4  bentuk 
,yaitu  
○ Square 
○ Tapering, 
○ Square-tapering 
○ Ovoid 
● Dengan  menentukan bentuk wajah pasien, praktisi dapat menentukan bentuk yang 
sesuai untuk gigi anterior. 
 
Jenis-jenis gigi tiruan posterior 
● Acrylic teeth 
Kelebihan : 
○ Bond with resin basis gigi tiruan 
○ Mudah dibentuk dan dipoles 
○ Resisten terhadap fraktur 
Kekurangan : 
○ Kurangnya resistensi terhadap abrasi 
○ Kurangnya resistensi terhadap stain 
● Porcelain teeth 
Kelebihan : 
○ Resisten terhadap abrasi 
○ Resisten terhadap stain 
Kekurangan : 
○ Menyebabkan abrasi pada permukaan oklusal gigi berlawanan 
○ Membutuhkan resistensi mekanik terhadap basis gigi tiruan 
○ Rentan terhadap fraktur 
● Metal teeth 
Kelebihan : 
○ Resisten terhadap abrasi 
○ Resisten terhadap fraktur 
○ Dapat digunakan ketika ruang untuk gigi tiruan terbatas 
Kelemahan : 
○ Tidak estetik 
○ Sulit untuk menyesuaikan oklusi dan artikulasi 
 
Terdapat 4 metode dalam mengganti gigi posterior dengan gigi tiruan sebagian : 
● Resin akrilik, resin komposit atau gigi porselen pada basis gigi tiruan resin akrilik 
○ Sebagian  besar  gigi  posterior  yang  hilang  diganti  menggunakan  gigi  resin 
akrilik pada basis gigitiruan resin akrilik.  
○ Sayangnya,  permukaan  oklusal  gigi  resin  akrilik  cenderung  menjadi  rata 
seiring  dengan  waktu.  Ini  menghasilkan  penurunan  efisiensi  permukaan 
pengunyahan,  penurunan  bertahap  dalam  dimensi  vertikal  oklusal,  dan 
perubahan yang menyertainya dalam hubungan oklusal. 
○ Pasien  dengan  Kennedy  Kelas  I  dan  Kelas  II sangat rentan terhadap kesulitan 
ini. 
○ Gigi  tiruan  porselen  hanya  dapat  digunakan  ketika  gigi  berlawanannya  juga 
merupakan porselen 
 
 
 
 
 
 
 
● Tube teeth 
○ Gigi  tiruan  yang dibuat dengan bukaan silinder vertikal yang memanjang dari 
pusat  alas  ke  dalam  tubuh  gigi  tempat  pin  dapat  ditempatkan  untuk 
pemasangan gigi ke basis gigi tiruan. 
○ Tube ditanamkan pada wax, lalu wax di invest dan cast 
○ Gigi  tabung  sering  digunakan  untuk  penggantian  gigi  posterior  dan  harus 
dibatasi  pada  penggantian  satu  sampai  tiga  gigi  yang  hilang  pada  Kennedy 
Kelas III 
 
 
 
 
 
● Braided posts 
○ Braided posts mirip dengan Tube teeth.  
○ Bergantung pada penyangga yang terletak di pusat. 
○ Braided  posts  dibuat  dengan  memelintir  dua  tali  lilin  berdiameter  kecil  di 
sekitar satu sama lain dengan cara heliks. 
○ Braided  posts  lebih  mudah  dibuat  daripada  tube  teeth,  sehingga  lebih 
banyak dipakai. 
 
 
 
 
 
● Metal pontics 
○ Penggunaan  cast  metal  pontics  dalam  aplikasi  gigi  tiruan  sebagian  lepasan 
hanya dapat digunakan pada gigi posterior 
○ Digunakan  dimana  ruang  antar  gigi  sangat  terbatas  atau  di  mana 
penyimpangan  gigi  yang  tersisa  telah  menghasilkan  ruang 
yang terlalu sempit untuk penempatan gigi tiruan. 
○ Metal  pontic  terbuat  dari  bahan  metal  yang  sama  dengan 
basis gigi tiruan 
 
 
 
❖ Gigi  pengganti  posterior  tidak  hanya  harus  muat  dalam  ruang  edentulous  tersedia,  tetapi 
juga harus selaras dengan permukaan oklusal yang berlawanan. 
❖ Dokter gigi tidak perlu khawatir dalam dalam mengganti jumlah dan jenis gigi. 
❖ Sebagai  contoh,  ruang  edentulous  mungkin  ditempati  oleh  gigi  molar  kedua  dan  molar 
pertama,  tetapi  karena  ada  gigi  tetangga  drifting,  gigi  pengganti  yang  paling  cocok 
mungkin adalah dua gigi premolar. 
❖ Penentuan  warna  gigi  tiruan  anterior  menggunakan  shade  guide,  sedangkan  warna  gigi 
posterior dicocokkan dengan gigi yang berdekatan. 
❖ Ukuran gigi ditentukan oleh panjang ruang edentulous  
❖ Panjang  rahang  edentulous  dihitung  dari  permukaan  distal gigi canine ke tanjakan ramus 
di lengkung rahang bawah 
❖ Praktisi juga harus mempertimbangkan tinggi oklusogingival untuk setiap gigi tiruan 
❖ Gigi tiruan yang terlalu pendek bisa menimbulkan masalah estetika 
 
 
 
 
 
 
 
 
❖ Salah  satu  tujuan  utama  dalam  membangun  skema  oklusal  yang  efektif  adalah 
mengembangkan pola kontak maksilo-mandibula yang dapat diterima.  
❖ Untuk  melakukan  ini,  perlu  untuk  menyusun  gigi  tiruan  pada  ketinggian  yang 
sedikit lebih besar dari dimensi vertikal oklusal yang diusulkan. 
❖ Operator kemudian dapat melakukan prosedur grinding,, yang : 
❖ Mengembalikan gigi ke dimensi vertikal oklusal  
❖ Memberikan kontak maksimum antara permukaan oklusal yang berlawanan.  
Prosedur : 
1. Untuk  mengatur  gigi  pada  dimensi  vertikal  yang  sedikit  meningkat,  operator 
meningkatkan pengaturan pin insisal sebesar 0,5 mm 
2. Gigi posterior kemudian disusun 
3. Setelah gigi selesai disusun, pin insisal dikembalikan ke pengaturan semula 
4. Permukaan oklusal gigi prostetik kemudian ditandai menggunakan kertas artikulasi 
5. Oklusal disesuaikan dengan merekontur permukaan oklusal menggunakan bur  
6. Di rekontur hingga mencapai kontak yang sesuai 
7. Pin insisal juga harus berkontak dengan insisal table 
 
 
10. Flasking, packing, curing, finishing 
Flasking 
1. Preparing flask 
● Cek kondisi denture flask sebelum digunakan, flask harus dalam kondisi yang baik 
● Olesi  selapis  tipis  lubrikan  seperti  petroleum  jelly  ke  internal  surface  setiap  flask 
untuk  mencegah  oksidasi  metal,  mencegah  pitting  pada  permukaan  flask  dan 
mempermudah mengeluarkan cetakan stone 
2. First investment layer 
● Base  dari  master  cast  diperiksa  kekasaran,  irregularities,  dan  void.  Gelembung  atau 
void  diisi  dengan  baseplate  wax,  dan  permukaan  cast  diolesi  medium  pemisah 
gypsum. Alternatif: kertas timah dapat diadaptasi ke dasar cast. Hindari penggunaan 
lubrikan  karena  dapat  menempati  ruang  di  permukaan  gips  dan  memungkinkan 
pergerakan gips di dalam cetakan 
● Master cast diletakkan pada segmen bawah flask, setidaknya ada jarak 15 mm antara 
permukaan oklusal dan bagian atas dari segmen tengah flask 
● Tempatkan  campuran  dental  stone  tipe  III/IV  ke  bagian  bawah  flask,  lalu  letakkan 
cast dan tekan hingga land area cast sedikit di bawah tepi flask 
● Investing  stone  harus  sejajar  dengan  land area cast dan sedikit diatas tepi flask. Saat 
stone mulai mengeras trim, haluskan dan tanpa undercut. 
● Oleskan  semua  permukaan  stone  dengan  media  pemisah  gypsum,  lalu  flask 
direndam  di  dalam  supernatant  dental  slurry  sebelum  second  investment  layer 
ditambahkan. 
3. Second investment layer 
● Campuran  stone  tipe  II  atau  IV  menutupi  semua  permukaan  kecuali  basis  wax  dan 
gigi tiruan, jangan ada undercut karena akan mempersulit packing 
● Jarak  second  invesment  layer  dan  bagian  atas  flask  minimal  7 mm, hilangkan stone 
tipis yang bisa fraktur selama wax elimination 
4. Third and fourth investment layer 

 
Packing 
● Taburkan  polimer  ke  permukaan  yang  sesuai  dengan  cetakan,  lalu  teteskan 
monomer  menggunakan  fine-tipped  dropper  dengan  hati-hati,  lalu  tutup  flask 
untuk mencegah penguapan monomer 
● Umumnya  rasio  polymer dan monomer 3:1 berdasarkan volume (ikuti aturan pabrik), 
tempatkan  dalam  mixing  jar  yang  sesuai,  campur  selama  30  detik/sampai  polimer 
benar-benar basah oleh monomer, lalu tutup mixing jar selama 1 menit. 
● Buka  tutup  mixing  jar  dan  periksa  konsistensi  resin,  ulangi  setiap  30  detik  sekali 
hingga  konsistensi  resin  dough  like  yaitu  ketika  resin  ditarik  materialnya  terpisah 
dan terlihat resin tersebut terpisah dari mixing jar 
● Masukkan resin kedalam cetakan. 
● Teknik split-packing → Digunakan untuk partial denture application 
Curing 
Setelah  didiamkan  1  jam,  flask  dan  press  ditempatkan  pada  curing  unit,  diproses  pada 
suhu 74°C (165°F). 
Suhu  terlalu  rendah:  tidak  menghasilkan  reaksi  poimerisasi,  suhu  terlalu  tinggi: 
polimerisasi terlalu cepat 
dan  menyebabkan  peningkatan  suhu  terlalu  cepat pada internal resin sehingga monomer 
mendidih dan 
menyebabkan  porositas.  2  siklus  curing  umum  yang  digunakan  dalam  polimerisasi 
heat-activated resin 
1. Long-cure cycle 
● Melibatkan  penempatan  flask  dan  carrier  pada  curing  unit  yang  diisi  dengan  air 
bersuhu  kamar,  lalu  suhu  dinaikkan  perlahan  hingga  mencapai 74°C (165°F) dalam 1 
jam 
● Pertahankan suhu selama 7 jam 
● Air dididihkan dan dipertahankan selama 30 menit tambahan 
● Siklus ini paling aman dan umum digunakan 
2. Short-cure cycle 
● Penempatan  flask  dan  carrier pada curing unit yang diisi dengan air bersuhu kamar, 
lalu suhu dinaikkan hingga 74°C (165°F) dalam 1 jam 
● Pertahankan suhu selama 90 menit 
● Air dididihkan dan dipertahankan selama 30 menit 
● Biasanya  siklus  ini  menyebabkan  polimerisasi  yang  tidak  lengkap/peningkatan 
porositas 
Finishing dan Polishing 
1. External surface 
● Tonjolan gingiva apical ke gigi tiruan harus dipertahankan 
● Cekungan  pada  permukaan  facial  dan  lingual  gigi  tiruan  mandibular  menyediakan 
ruang untuk jaringan bukal dan lidah untuk membantu retensi protesis 
2. Periphery/border of denture base 
● Daerah  distobuccal  extension  dari  gigi  tiruan  maksila  dan  distolingual  dari  gigi 
tiruan mandibular harus ditipiskan 
● Batas  yang  dihasilkan  harus  memiliki  ketebalan  1,5-2  mm,  batas  lainnya  harus  2-3 
mm  dan  dibulatkan  karena  batas  yang  tajam  menyebabkan  iritasi  jaringan  lunak 
yang berdekatan 
● Finishing  tepi dengan menghilangkan flash dengan laboratory burs pada handpiece 
low-speed. 
● Smoothing  dengan  pumice  pada  wet  cloth  wheel.  Polishing  dengan  buffing 
compound pada soft,dry cloth wheel 
3. Resin-metal and resin-artificial tooth interface 
● Resin  to  metal  junction  pada  internal  finish  line  tidak  boleh  di  polish,  jika  ada  flash 
dihilangkan dan junction smoothed 
● Resin pada external finish line di trim, tapi disisakan sedikit diatas metal, elevasi yang 
sedikit  ini  akan  dihilangkan  selama  final  polishing.  Tujuannya  untuk  memastikan 
permukaan yang rata dari resin ke logam. 
● Margin  gingiva  dibersihkan  dengan  hati-hati  menggunakan  explorer,  lalu  poklolish 
area  disekitar  gigi  tiruan  dengan  pumice  dan  brush  wheel  lembut  pada  handpiece 
lowspeed 
Alat – alat yang diperlukan : 
● Staright handpiece Acrylic Trimmer 
● Macam-macam bur metal 
● Macam-macam stone bur (untuk akrilik resin) 
● Split Mandrel + Amplas Halus 
● Felt Cone 
● Cotton brush 
● Kapur Poles 
● Pumice 
Pada gigi tiruan terdapat tiga permukaan : 
● Permukaan  oklusal:  yaitu  permukaan  gigi  tiruan  yang  berkontak  dengan 
permukaan gigi antagonis 
● Permukaan  yang  dipoles  (polished  surface  :  terdiri  dari  permukaan  palatal,  bukal, 
labial dan lingual. 
● Permukaan  yang  menghadap  mukosa  (intaglio  surface):  yaitu  permukaan  yang 
konturnya ditentukan oleh cetakan, pada permukaan ini tidak dilakukan pemolesan. 
Cara penghalusan: 
● Gigi  tiruan  yang  sudah  dipisahkan  dari  modelnya  dihaluskan  dengan  cara 
membuang  bagian-bagian  yang  berlebih  dan  yang  tidak  rata  dengan  memakai 
acrylic trimmer yang berbentuk kerucut. 
● Lengan  cengkeram  yang  bersinggungan/menempel  dengan  resin  akrilik  (basis 
pada  bagian  servikal  gigi  asli)  dibebaskan  dengan  menggunakan  bur  metal 
berbentuk fissure 
● Sisa  stone  gips  yang  masih  melekat  pada  basis  gigi  tiruan  yang  tidak  dapat 
dibersihkan  dengan  pisau  gips,  dihilangkan  dengan  menggunakan  bur  metal 
berbentuk fissure dan round 
● Bagian  basis  gigi  tiruan  diratakan  dengan  stone  bur  bermacam-macam  bentuk  , 
sesuai  dengan  bidang  yang  diratakan.  Untuk  bagian  servikal  digunakan  stone 
berbentuk  oval,  sedang  untuk  basis  gigi  tiruan  dipakai  stone  yang  berbentuk 
kerucut dan oval. 
● Penghalusan  dihaluskan  lagi  dengan  menggunakan  amplas  yang  dipasang  pada 
split mandril dan dihubungkan dengan handpiece. 
● Untuk  bagian  servikal  elemen  gigi  tiruan,  digunakan  brush  yang  diberi  pumice 
basah  dan  dipasang  pada  mesin  poles.  Selanjutnya  dihaluskan  dengan  kapur  poles 
basah dan dengan felt cone. Pemolesan dilakukan pada semua bagian gigi tiruan. 
● Kemudian  dikilapkan  dengan  menggunakan  cotton  wheel  yang  ditaburi  bubuk 
kapur poles kering, tanpa tekanan pada mesin poles. 
● Semua ujung cengkram dibulatkan dengan stone bur yang berbentuk oval. 
● Setelah  gigi  tiruan  halus  dan  mengkilap,  bagian  tepi  membulat  dan  tidak  ada 
bagian  cenkeram  yang  tajam,  maka  gigi  tiruan  siap  dicoba  dan  dipasang  dalam 
mulut pasien. 
11. Pemeriksaan  intimate  contact  antara  basis  GTSL  dan  jaringan  pendukung  di 
bawahnya 
12. Pemeriksaan  oklusi  (untuk  melihat  ada  tidaknya  premature  contact)  &  artikulasi 
(untuk melihat ada tidaknya blocking pada gerak lateral)  
Correction  of  occlusal  contacts  must  not  be  initiated until the RPD can be completely 
&  comfortably  seated  in  the  patient’s  mouth.  GTSL  tidak  boleh  mengganggu 
mandibula  dalam  mendapatkan  OVD  yang  sesuai,  maupun  mengganggu  guidance 
pada pergerakan mandibula secara eksentrik. 
Tujuan pemeriksaan oklusi: 
1. Mempertahankan kontak antargigi yang telah ada 
2. Menciptakan ​occlusal harmony​ pada seluruh posisi sentris & eksentris 
Prosedur evaluasi oklusi bisa dilakukan secara: 
● Intraoral  ​→  A  fairly  large  percentage  of  new  RPD  may  be  evaluated  using  an 
intraoral approach 
Evaluasi  GTSL  secara  intraoral  dilakukan  dengan  articulating  paper  atau 
articulating film 
○ Sebagai  tambahan,  bisa  juga  dilakukan  evaluasi  dengan  shim  stock 
untuk memastikan ​presence & location of occlusal contacts 
 

 
Perbaikan  oklusi  tidak  boleh  merusak  anatomi  gigi  tiruan.  Maka,  dilakukan 
reshaping  &  adjustment  pada  permukaan  oklusal  yang  oklusinya  telah 
diperbaiki tersebut untuk mengoptimalkan efisiensi mastikasi 

 
Marking  yang  telah  dilakukan  dengan  articulating  film  harus  dipertahankan 
selama  proses  reshaping.  Fungsinya  adalah  agar  operator  bisa 
mempertahankan  oklusi  yang  diinginkan  sambil  membentuk  sluiceways  & 
supplemental  groove  serta  tanda  anatomis  lain  yang  memungkinkan 
keluarnya partikel makanan saat mastikasi 
● Extraoral  →  ​Used  for  patients  in  whom  denture  stability  &  support  are 
compromised, i.e. patients with: 
○ RPD with long extension base 
○ Extension base RPD covering extremely mobile soft tissues 
○ RPD opposed by complete dentures 
Dengan  teknik  ekstraoral,  GTSL  di  ​mount  ke  artikulator  dengan  bantuan 
facebow transfer & interocclusal records. 
Tahapan: 
- Dilakukan  pencetakan  menggunakan  hidrokoloid  ireversibel  (agar) 
pada rahang yang menggunakan GTSL dalam keadaan GTSL terpasang 
pada rahang tersebut. 
- Biasanya,  protesanya  akan  tertanam  di  hasil  cetak  ketika dilepas 
dari mulut 
- Jika  GTSLnya  tetap  tertahan  dimulut,  maka  akan  dicopot  dan 
diposisikan dengan baik pada hasil cetakannya. 
- Undercut  pada  GTSL  akan  diblok  dengan  menggunakan  baseplate 
wax, clay, wet paper towel, atau wet facial tissues. 
- Setelah  itu,  digunakan  dental  stone  untuk  membuat  model  dari  hasil 
cetak  tersebut.  Ketika  dental  stonenya  mengeras, model dilepas dan di 
trim untuk preparasi mounting di artikulator 
- Cetakan dentition di rahang yang berlawanannya juga perlu difabrikasi.  
- Apabila  rahang  berlawanannya  menggunakan  GTL  (complete 
denture),  maka  GTL  juga  ikut  di  mount  di  artikulator  → 
menggunakan hidrokoloid ireversibel 
- Apabila tidak, maka dilakukan pencetakan dengan alginat 
- Penanaman di artikulator: 
- Model maksila ditanam di artikulator dengan f​ acebow record 
- Model  mandibula  ditanam  di  artikulator  dengan  ​jaw  relation 
record 
- Akurasi  dari  mountingnya  diverifikasi  dengan  additional  jaw 
relation record 
- Setelah  diverifikasi,  evaluasi  dan  perbaikan  oklusi  dilakukan  dengan 
cara yang sama seperti cara intraoral. 
B. MASALAH PASCA INSERSI 
1. Mual 
2. Sakit pada puncak ridge dan sakit pada mukosa bukal atau labial 
3. Lesi dan stomatitis 
4. Perleche 
5. Patah 
6. Longgar 
7. Basis berubah warna 
 
REFERENSI 
1. Phoenix  RD,  Cagna  DR,  DeFreest  CF.  Stewart’s  Removable  Partial  Prosthodontics,  3rd  ed, 
2008 
2. Stratton RJ, Wiebelt FJ. Atlas of Removable Partial Denture Design, 1988.