Anda di halaman 1dari 55

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami sampaikaN kehadirat Allah SWT karena berkat
Rahmat dan KaruniaNya SPIP Rencana Tindak Pengendalian Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat tahun 2019 dapat diselesaikan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, sebagai lembaga
penyelenggara pemerintahan, menyadari pentingnya penyelenggaraan SPIP, yang
disusun dalam Dokumen Rencana Tindak pengendalian (RTP). Rencana tindak
pengendalian ini fokus kepada pengendalian atas kegiatan-kegiatan pokok dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan di Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat. RTP merupakan dokumen yang berisi gambaran dari efektifitas,
struktur, kebijakan, dan prosedur organisasi dalam mengendalikan risiko,
perbaikan pengendalian yang ada/terpasang serta pengkomunikasian dan
pemantauan pelaksanaan perbaikannya
Didorong oleh kesadaran tersebut, Dinas Kesehatan akan
menyelenggarakan SPIP secara berkelanjutan, dengan adanya SPIP ini diharapkan
dapat menjadi acuan bagi pimpinan dan para pegawai di lingkungan Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka membangun pengendalian
yang diperlukan untuk mencegah kegagalan/penyimpangan dan/atau
mempercepat keberhasilan pencapaian tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat.

Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Pasaman Barat

Jon Hardi, SKM, M.Kes


Pembina Tk I/IV.b
NIP.196

DAFTAR ISI

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 0


I. Pendahuluan
A. Latar Belakang ..............................................................................
B. Dasar Hukum ................................................................................
C. Maksud dan Tujuan.......................................................................
D. Ruang Lingkup ..............................................................................
II. Sekilas Tentang SPIP ...........................................................................
A. Pengertian......................................................................................
B. Tujuan SPIP ..................................................................................
C. Unsur-unsur SPIP..........................................................................
1. Lingkungan Pengendalian ........................................................
2. Penilaian Resiko .......................................................................
3. Aktivitas Pengendalian ............................................................
4. Informasi dan Komunikasi .......................................................
5. Pemantauan Berkelanjutan .......................................................
D. Pernyataan Tanggung Jawab (Statement of Responsibilities) ......
III. Lingkungan Pengendalian Yang Diharapkan ....................................
A. Tujuan Penciptaan Lingkungan Pengendalian Yang baik ........... .
B. Kondisi Lingkungan Pengendalian Saat ini..................................
C. Rencana Perbaikan Lingkungan Pengendalian.............................
IV. Risiko dan Kegiatan Pengendalian ....................................................
A. Pernyataan Tujuan ........................................................................
B. Risiko-risiko ..................................................................................
C. Pengendalian Terpasang ...............................................................
D. Pengendalian Yang Masih Dibutuhkan
V. Informasi dan Komunikasi ................................................................
VI. Pemantauan dan Evaluasi ..................................................................
VII. Penutup ..............................................................................................
Lampiran

DAFTAR TABEL

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 1


Tabel 1 ............................................................................................................
Tabel 2 ............................................................................................................
Tabel 3 ............................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 2


Lampiran 1

BAB I PENDAHULUAN

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 3


A. Latar Belakang

Pembangunan Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat mempunyai Visi


mewujudkan masyarakat Pasaman Barat yang peduli sehat, Mandiri, berkualitas
berkeadilan berdasarkan keimanan dan gotong royong yang dilakukan dengan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dengan sasaran
meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mulai dari
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara berkesinambungan. Undang-
undang di bidang keuangan negara membawa implikasi perlunya sistem
pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan transparan. Hal ini baru
dapat dicapai jika seluruh tingkat pimpinan menyelenggarakan kegiatan
pengendalian atas keseluruhan kegiatan di instansi masing-masing. Dengan
demikian maka penyelenggaraan kegiatan pada suatu Instansi Pemerintah,
mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai dengan
pertanggungjawaban, harus dilaksanakan secara tertib, terkendali,serta efisien dan
efektif
Dalam mencapai tujuan tersebut, diperlukan upaya yang efektif, efisien,
transparan dan akuntabel. Peraturan Pemerintah RI no 60 Tahun 2008 tentang
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) , menyatakan bahwa untuk
mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan
akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota wajib
melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, sebagai lembaga


penyelenggara pemerintahan, menyadari sepenuhnya akan pentingnya
penyelenggaraan SPIP, Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman
Barat berupaya mengimplementasikan Kebijakan Pengendalian Intern dengan
menyusun Rencana Tindak pengendalian ( RTP). Agar sistem pengendalian intern
yang dibangun efektif dan efisien diperlukan suatu rancangan yang tepat. Untuk
itu diperlukan suatu rencana tindak pengendalian yang akan menjadi penentu arah

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 4


penyelenggaraan SPIP yang terintegrasi dalam setiap tindakan dan kegiatan di
lingkungan Dinas kesehatan Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan.

B. Dasar Hukum

Dasar hukum penyelenggaraan SPIP pada Pemerintah Kabupaten Pasaman


Barat adalah dalam hal ini adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pertanggungjawaban
Keuangan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pusat dan Daerah;
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional 2005–2025;
8. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
9. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2010 tentang Keterbukaan Informasi
Publik;
10. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial;
11. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah;

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 5


14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah;
18. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
20. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/Menkes/SK/V/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota;
21. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/Menkes/SK/V/2008
tentang Juknis SPM;
22. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 922/Menkes/SK/V/2008
tentang Juknis Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007;
23. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/52/ 2015
tanggal 6 Februari 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian
Kesehatan Tahun 2015-2019;
24. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2005-2025
(Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor Tahun 2008);
25. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pasaman Barat Tahun
2016-2021.
26. Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 6


27. Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 73 Tahun 2016 Tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja

C. Maksud dan Tujuan

Rencana Tindak Pengendalian (RTP) SPIP merupakan dokumen yang berisi


gambaran dari efektifitas, struktur, kebijakan, dan prosedur organisasi dalam
mengendalikan risiko, perbaikan pengendalian yang ada/terpasang serta
pengomunikasian dan pemantauan pelaksanaan perbaikannya. Dokumen ini
merupakan rencana tindak pengendalian atas pelaksanaan tugas pokok Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, sehingga diharapkan dapat memperoleh
keyakinan memadai bahwa tujuan Dinas kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Rencana tindak pengendalian dimaksudkan untuk memberikan acuan


bagi pimpinan dan para pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat dalam rangka membangun pengendalian yang diperlukan untuk
mencegah kegagalan/penyimpangan dan/atau mempercepat keberhasilan
pencapaian tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat

D. Ruang Lingkup

Rencana tindak pengendalian ini fokus kepada pengendalian atas kegiatan-


kegiatan pokok dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan di tingkat
Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat. Pelaksanaan rencana tindak
pengendalian melibatkan seluruh jajaran pimpinan, tingkat manajemen, pegawai,
dan unit kerja di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.
Realisasi atas rencana tindak pengendalian diharapkan dalam tahun 2017 dan
2018

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 7


BAB II. SEKILAS TENTANG SPIP

A. Pengertian SPIP

Menurut Ketentuan Umum PP Nomor 60 Tahun 2008, Sistem Pengedalian


Intern (SPI) didefinisikan sebagai proses yang integral pada tindakan dan kegiatan
yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk
memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui
kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan
asset negara, dan ketaatan terhadap perundang-undangan. Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah (SPIP) didefinisikan sebagai Sistem Pengendalian Intern (SPI)
yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan
pemerintah daerah.

Definisi SPI dan SPIP di atas dipahami oleh Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat sebagai suatu mekanisme pengendalian yang ditetapkan oleh
pimpinan dan seluruh pegawai serta diintegrasikan dengan proses kegiatan
sehari-hari dan dilaksanakan secara berkesinambungan guna mencapai tujuan
organisasi. Pencapaian tujuan organisasi tersebut harus dapat diraih dengan cara
menjaga dan mengamankan asset negara/daerah yang diamanatkan kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, menjamin tersedianya laporan manajerial
yang handal, mentaati ketentuan yang berlaku, mengurangi dampak negatif
keuangan/kerugian, penyimpangan termasuk kecurangan/fraud, dan pelanggaran
aspek kehati-hatian, serta meningkatkan efektivitas organisasi dan meningkatkan
efisiensi biaya.

B. Tujuan SPIP
Penyelenggaraan SPIP bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai
RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 8
atas tercapainya tujuan organisasi. Pemberian keyakinan tersebut dicapai melalui
kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan
aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundangan-undangan.

C. Unsur – unsur SPIP

Penyelenggaraan SPIP meliputi unsur-unsur sistem pengendalian intern


sebagai berikut:
1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian adalah kondisi suatu instansi pemerintah
yang mempengaruhi efektivitas pengendalian intern. Membangun
lingkungan pengendalian memiliki arti membangun dan menciptakan
suatu atmosfir yang kondusif yang mendorong terimplementasinya
sistem pengendalian intern dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat Lingkungan pengendalian akan efektif bila suatu
lingkungan dengan orang-orang yang berkompeten memahami
tanggung jawab dan batasan kewenangannya, memiliki pengtahuan
yang memadai, memiliki kesadaran yang penuh dan komitmen untuk
melakukan apa yang benar dan yang seharusnya dengan mematuhi
kebijakan dan prosedur organisasi berikut standar etika dan perilaku.
Peranan pimpinan dalam mewujudkan suatu lingkungan pengendalian
yang sangat penting karena pemimpin berperan sebagai tone at the top
(penentu ”irama” organisasi), perlu dikembangkan lingkungan
pengendalian yang akan menimbulkan perilaku positif dan kondusif
untuk penerapan sistem pengendalian intern, yaitu:
a. Penegakan integritas dan nilai etika;
b. Komitmen terhadap kompetensi;
c. Kepemimpinan yang kondusif;
d. Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan;
e. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat;
f. Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang
pembinaan sumber daya manusia;

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 9


g. Perwujudan peran aparat pengawas intern pemerintah yang efektif;
h. Hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait.

2. Penilaian Risiko
Penilaian risiko merupakan bagian integral dalam proses pengelolaan
risiko dalam pengambilan keputusan pada tindakan dan kegiatan
melalui tahapan identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko. Penilaian
risiko merupakan pencerminan dari pelaksanaan prinsip kehati-hatian
dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat
3. Kegiatan Pengendalian
Kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk
mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan
prosedur untuk memastikan bahwa tindakan mengatasi risiko telah
dilaksanakan secara efektif. Kegiatan pengendalian merupakan
pencerminan dari aktualisasi penerapan kebijakan SPIP oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat untuk mencapai tujuan-tujuan
pengendalian yang telah ditetapkan.

Karakteristik kegiatan pengendalian yang ditetapkan pada Dinas


Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat sekurang-kurangnya telah
memperhatikan bahwa kegiatan pada pengendalian dikelompokkan
dalam dua kategori, yaitu prevention and mitigation. Pengendalian yang
bersifat prevention merupakan kegiatan pengendalian yang dibangun
untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa risiko. Sedangkan
pengendalian yang bersifat mitigation merupakan kegiatan
pengendalian yang dibangun untuk mengurangi dampak yang
ditimbulkan apabila terjadi suatu peristiwa.
Penyelenggaraan kegiatan pengendalian lebih diutamakan pada
kegiatan pokok organisasi dan relevan dengan hasil kegiatan penilaian

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 10


risiko, sehingga pelaksanaan kegiatan pengendalian mampu membantu
memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan organisasi dapat
dicapai.

4. Informasi dan Komunikasi


Informasi adalah data yang telah diolah dan dijadikan dasar
pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan
fungsi organisasi, untuk memperoleh informasi yang berguna
mengumpulkan dan mengolah data sehingga menjadi informasi dari
data-data tersebut informasi yang diharapkan lebih terarah dan penting
karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya. Sedangkan
komunikasi adalah proses penyampaian informasi dengan
menggunakan media tertentu, baik langsung maupun tidak langsung,
untuk mendapatkan umpan balik yang konstruktif.

Informasi dan komunikasi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan


Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka penyelenggarakan SPIP
merupakan proses pengumpulan dan pertukaran informasi yang
dibutuhkan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan
kegiatan instansi. Informasi dan komunikasi mencakup pengumpulan
dan penyajian informasi kepada pegawai agar mereka dapat melakukan
tanggung-jawabnya, termasuk pemahaman akan peran dan tanggung-
jawabnya sehubungan dengan pengendalian intern.

5. Pemantauan Berkelanjutan
Pemantauan pengendalian intern adalah proses penilaian atas mutu
kinerja sistem pengendalian intern. Dari waktu ke waktu dan
memastikan bahwa rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya dapat
ditindaklanjuti. Pelaksanaan pemantauan pengendalian intern
dimaksudkan untuk memastikan bahwa sistem pengendalian intern

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 11


sudah bekerja sesuai yang diharapkan dan perbaikan-perbaikan yang
diperlukan telah dilaksanakan sesuai dengan perkembangan kondisi
internal dan eksternal organisasi.

D. Pernyataan Tanggung Jawab (Statement of Responsibilities)

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 mengamanatkan


Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur/Bupati/WaliKota/Kepala Satuan Kerja
Perangkat Daerah untuk memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBD telah
diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan
akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi
Pemerintah (SAP). Pernyataan ini dibuat setiap tahun bersamaan dengan
penyusunan laporan keuangan.

Pernyataan sebagaimana dikehendaki peraturan tersebut membawa


konsekuensi perlunya dukungan fakta bahwa sistem pengendalian intern memang
sudah diselenggarakan secara memadai. Untuk meyakini keandalan sistem
pengendalian intern yang ada, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
memandang perlu menjalankan siklus penyelenggaraan SPIP setiap tahun, mulai
dari identifikasi sasaran/tujuan sampai dengan pemantauan penyelenggaraan
pengendalian, serta melakukan evaluasi atas efektifitas penyelenggaraan SPIP
tersebut.

Rencana Tindak Pengendalian merupakan sarana untuk mendukung


penyelenggaraan SPIP dan pernyataan pimpinan mengenai kondisi SPIP. Hal ini
disebabkan sejauh mana realisasi atas Rencana Tindak Pengendalian menunjukan
sejauh mana pengendalian telah dijalankan.

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 12


BAB III EVALUASI LINGKUNGAN PENGENDALIAN

A.. Tujuan Terciptanya Lingkungan Pengendalian yang Baik

Unsur lingkungan pengendalian merupakan fondasi dari unsur‐unsur


pengendalian intern lainnya sehingga unsur lingkungan pengendalian memiliki
pengaruh yang sangat signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Lingkungan pengendalian yang
baik/buruk menentukan keberhasilan/kegagalan penerapan unsur SPIP lainnya.
Oleh karena itu, secara umum pembangunan lingkungan pengendalian bertujuan
untuk menciptakan “atmosfir” yang kondusif yang mendorong
terimplementasinya sistem pengendalian intern secara efektif dilingkungan Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.

Secara khusus, pembangunan lingkungan pengendalian di lingkungan


Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat bertujuan untuk:
1. Tegaknya integritas dan nilai‐nilai etika;
2. Terciptanya komitmen terhadap kompetensi;
3. Terciptanya kepemimpinan yang kondusif;
4. Terwujudnya pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang
tepat;
5. Terwujudnya aparat pengawasan intern pemerintah yang berperan
efektif; dan
6. Terwujudnya hubungan kerja yang baik antar unit kerja terkait.

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 13


B. Kondisi Lingkungan Pengendalian Saat ini

Satuan Tugas penyelenggaraan SPIP Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman


Barat mengambil langkah strategis yaitu:
a. Rekapitulasi Evaluasi Lingkungan Pengendalian seluruh lingkup Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.
Seluruh lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat ( 4 Bidang
dan 1 Sekretariat) telah melaksanakan survey persepsi melalui kuesioner
Control Environment Evaluation (CEE) yang tertuang dalam RTP masing-
masing. Oleh karena itu. Jumlah seluruh pegawai Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat adalah 83 orang, Persyaratan minimal untuk
evaluasi lingkungan pengendalian ini adalah 70% dari seluruh PNS yang
berarti minimal 58 orang. Quesioner Evaluasi lingkungan pengendalian
telah diisi oleh 63 orang PNS yang berarti sudah melebihi persyaratan
minimal., Selanjutnya dilakukan Rekapitulasi pernyataan-pernyataan
Lingkungan Pengendalian seluruh Bidang dan sekretariat pada Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat dengan menilai skoring dengan
fokus pada pernyataan sub-sub unsur Lingkungan Pengendalian, hal ini
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 1:
Skoring Penilaian Terhadap Lingkungan Pengendalian

No Skor Keterangan
1. 1 Tidak Memadai
2. 2 Kurang Memadai
3. 3 Cukup Memadai
4. 4 Memadai

b. Merumuskan Rencana Penguatan Lingkungan Pengendalian


Untuk menciptakan kondisi lingkungan pengendalian yang kondusif,

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 14


sehingga mampu mendorong terciptanya perilaku dan tindakan yang lebih
efektif dan efisien dari seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Berdasarkan hasil
penilaian terhadap lingkungan pengendalian di lingkungan Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat, diperoleh gambaran yang tertuang pada tabel
dibawah ini:

Tabel 2:Penilaian terhadap lingkungan Pengendalian

No. Sub Unsur Kondisi

1 Penegakan Integritas Dan Nilai Etika Tidak Memadai


2 Komitmen terhadap Kompetensi Kurang Memadai
3. Kepemimpinan yang Kondusif Cukup Memadai

4. Pembentukan Struktur Organisasi yang


Cukup Memadai
Sesuai dengan Kebutuhan

5. Pendelegasian Wewenang dan


Cukup Memadai
Tanggung Jawab yang tepat

Penyusunan dan Penerapan Kebijakan


6. Cukup Memadai
yang Sehat tentang Pembinaan Sumber
Daya Manusia

7. Perwujudan peran Aparat Pengawasan


Cukup memadai
Internal Pemerintah yang Efektif

8. Hubungan Kerja yang baik dengan Cukup Memadai


Instansi Pemerintah Terkait

Berdasarkan tabel diatas, sub unsur lingkungan pengendalian yang perlu


diperbaiki adalah Penegakan integritas dan nilai etika, Komitmen terhadap
kompetensi dan perwujudan peran Aparat Pengawas Internal ( APIP) yang
kurang memadai

C. Rencana Perbaikan Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian yang kondusif merupakan unsur paling penting


dalam penerapan pengendalian intern. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman
RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 15
Barat menginginkan terciptanya Lingkungan Pengendalian yang kondusif,
sehingga mampu mendorong terciptanya perilaku dan tindakan yang lebih efisen
dan efektif dari seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Peningkatan kualitas perilaku dan tindakan tersebut diharapkan menjadi modal
utama untuk menghasilkan aktivitas pengendalian yang handal guna mencapai
tujuan organisasi. Hasil evaluasi atas kondisi lingkungan pengendalian
dirumuskan Rencana Penguatan Lingkungan Pengendalian menunjukan masih
adanya kelemahan lingkungan pengendalian yang perlu segera diperbaiki.

Atas kelemahan lingkungan pengendalian lingkungan yang ada saat ini,


langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dan merupakan prioritas untuk
segera dilaksanakan adalah sebagai berikut:

Tabel 3 : Rencana Tindak Perbaikan


Rencana Tindak Perbaikan/Penguatan
No. Sub Unsur
Lingkungan Pengendalian
I Penegakan Sosialisasi Kode Etik ASN Kebupaten Pasaman
Integritas Dan Nilai Barat
Etika
Menyusun kode etik Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat yang mengacu
kepada Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun
2004.

Mensosialisasikan Kode Etik tersebut beserta


prakteknya ke seluruh ASN Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat dan Pihak ketiga

Mensosialisasikan peraturan tentang


pendapatan dengan kinerja pegawai

Penggunaan media informasi untuk


menginformasikan penggunaan kode etik

Penandatanganan pernyataan sudah membaca,


memahami dan mengikuti kode etik yang telah
ditetapkan oleh ASN

Membentuk Fungsi khusus untuk melayani


pengaduan masyarakat

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 16


II Komitmen terhadap Menyusun Standar kompetensi untuk setiap
Kompetensi tugas dan fungsi pada masing-masing posisi
sehingga tersedia SDM yang memadai, dan
kompeten yang mengisi struktur organisasi
dengan tepat
Adanya proses seleksi pegawai berdasarkan
pertimbangan kompetensi untuk mengisi
jabatan tertentu dan dipantau secara terus
menerus

Menyelenggarakan pelatihan dan


pembimbingan kepada ASN sesuai kebutuhan
sebelum menduduki posisi penting

IV Struktur Organisasi Validasi atas tingkat kehandalan,keakuratan,


yang Sesuai dengan kelengkapan, ketepatan waktu sistim informasi
Kebutuhan dan pemantauan secara berkala

V Pendelegasian Memberikan kejelasan wewenang dan


Wewenang dan tanggung jawab sehingga dimengerti oleh
Tanggung Jawab setiap ASN dan dipantau secara terus menerus

Verifikasi kewenangan, dan tingkatan otorisasi


dilaksanakan sesuai ketentuan

Pegawai yang diberi wewenang tersebut diatas


memahami bahwa pelaksanaan wewenang dan
tanggung jawab terkait dengan penerapan SPIP

VI Penyusunan dan Tersedia dan memadainya anggaran untuk


penerapan kebijakan pengembangan SDM
yang sehat tentang
pembinaan sumber Tersedianya program pendidikan tambahan di
daya manusia Dinas Kesehatan kabupaten Pasaman Barat

Adanya Evaluasi kinerja Manajemen

VI Perwujudan peran Internal Auditor melakukan review atas


Aparat Pengawasan efisiensi/ efektivitas kegiatan secara periodik
Internal Pemerintah
yang Efektif

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 17


BAB IV ANALISIS RISIKO DAN PENGENDALIAN

A. Pernyataan Tujuan

Penyelenggaraan SPIP dimaksudkan untuk memberikan keyakinan


memadai atas tercapainya tujuan organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman
Barat. Pemberian keyakinan tersebut dicapai melalui kegiatan yang efektif dan
efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan. Dalam Tahun 2019, rencana tindak
pengendalian yang disusun Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
diprioritaskan untuk pembangunan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan-
tujuan yang telah disusun pada misi yang tertuang dalam Renstra Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat, dimana dapat dipaparkan sebagai berikut :

Misi 1 : Meningkatkan sumber daya kesehatan yang berkualitas

Dari misi 1 ini, ada 3 tujuan yang hendak di capai, yaitu :


1) Meningkatkan SDM Kesehatan yang berkualitas sesuai standar
secara merata
2) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang
bermutu dan merata
3) Meningkatkan ketersediaan obat, alat kesehatan dan vaksin

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 18


Misi 2 : Meningkatkan daya tanggap ( responsiveness) dan perlindungan
masyarakat terhadap permasalahan kesehatan

Dalam rangka mewujudkan misi 2, ada 4 tujuan yang hendak dicapai,


yaitu :
4) Meningkatkan Pengawasan Keamanan Obat dan Makanan
5) Meningkatkan upaya pengendalian penyakit menular serta kesiap-
siagaan bencana
6) Meningkatkan akses pada lingkungn yang sehat
7) Meningkatkan upaya penanggulangan masalah gizi di Masyarakat

Misi 3 : Meningkatkan Upaya Kesehatan yang Paripurna


Untuk mncapai misi 3, ada 4 tujuan yang hendak dicapai, yaitu :
8) Meningkatkan derajat kesehatan keluarga
9) Optimalisasi manajemen kesehatan untuk menunjang program
kesehatan
10) Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar
11) Meningkatkan kemitraan lintas program dan lintas sektor berbasis
masyarakat

Misi 4: Mewujudkan Jaminan Kesehatan yang Merata untuk


seluruhMasyarakat dengan tujuan yang hendak di capai :

12) Meningkatkan perlindungan sosial dan jaminan kesehatan


masyarakatpeserta program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato
(Jamkesda)

B. Risiko-risiko

Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat
sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang yang
dapat menghambat tujuan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman barat. Penilaian Risiko adalah kegiatan penilaian atas kemungkinan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 19


kejadian yang mengancam tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan penilaian risiko dilaksanakan
melalui proses identifikasi dan analisis risiko, guna menghasilkan output yang
bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan atas resiko yang


mengancam pencapaian tujuan dari misi I pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat, terdapat risiko-risiko yang menjadi prioritas untuk ditangani oleh
Dinas Kesehatan.

Risiko atas pencapaian tujuan 1:


- Kurangnya kemapuan petugas dalam penulisan tata naskah kedinasan
- Tenaga fungsional kesehatan yang baru belum mampu membuat kredit
point
- Belum optimalnya pengawasan tenaga kesehatan saranan dan
prasarana kesehatan.
- Belum optimalnya tenaga kesehatan khususnya bidan melakukan
pertolongan persalianan normal (APN) sesuai standar dan kompetensi
yang ada.
- Belum terbentuknya puskesmas IPWL disebabkan oleh tenaga
kesehatan untuk Puskesmas IPWL yang disebabkan tenaga kesehatan
untuk Puskesmas di Jakarta karena dana untuk pelatihan tidak tersedia.

Risiko atas pencapaian tujuan 2 :

- Masih dibutuhkannya sarana gedung untuk meningkatkan kualitas dan


pemerataan pelayanan kesehatan .
- Ketersediaan dana untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan
pelayanan kesehatan.
- Sarana prasarana dan alat kesehatan tidak terpelihara dengan rutin
menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan.
- Angaran operasional di UPT Puskesmas tidak tersedia

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 20


- Kurangnya kemampuan pengelola Aset Puskesmas sesuai peraturan
perundang undangan yang berlaku karena seringnya petugas aset yang
berganti ganti setiap tahun.

Risiko atas pencapaian tujuan 3 :

- Dinas Kesehatan adalah penangung jawab untuk pengadaan obat di


Puskesmas
- Tidak tersedianya anggaran yang mencukupi, dan belum
mencukupinya alat untuk distribusi e Logistik, gangguan / bencana
alam

Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan atas resiko yang


mengancam pencapaian tujuan dari misi II pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat, terdapat risiko-risiko yang menjadi prioritas untuk ditangani oleh
Dinas Kesehatan.

Risiko atas pencapaian tujuan 4 :

- Pangan jajanan anak sekolah belum sesuai dengan standar gizi dan
standar keamanan pangan dalam penggunaan bahan berbahaya.

Risiko atas pencapaian tujuan 5 :

- Masih terjadinya permasalahan ketidak tersediaan Vaksin.


- Masih terjadinya kasus penyakit menular di Kabupaten Pasaman
Barat.
- Masih adanya beberapa daerah di kabupaten Pasaman Barat yang
menjadi daerah endemik malaria, meskipun Kabupaten Pasaman Barat
sudah Eliminasi kasus malaria pada tahun 2014.
- Masih adanya pendokumentasian BKJH yang belum sesuai dengan
hasil pemeriksaan dan pengentrian ke aplikasi BKJH oleh tenaga
pengelola haji di Puskesmas.

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 21


- Masih terbatasnya sarana dan kemampuan petugas Surveilance
Puskesmas dengan melakukan Sistem pelaporan SKDH
- Tidak dapat di prediksinya kejadian bencana, sehingga masih adanya
tenaga kesehatan yang belum mampu melakukan tindakan yang tepat
dalam penanggulangan bencana di bidang kesehatan.
- Pasaman barat masih dalam proses tahun ke 2 untuk eliminasi
filariasis
- Tenaga kesehatan terlatih untuk pelaksanaan pemeriksaan PTM, serta
kurannya alat kesehatan untuk pemerikasaan PTM
- Belum terlaksananya survey tentang rokok di masyarakat.

Risiko atas pencapaian tujuan 6 :

- Tidak terciptanya kualitas lingkungan yang sehat yang dipengaruhi


oleh TTU, TPM dan TP2
- Rendahnya kepedulian pengelolaan TTU dan TPM untuk mengikuti
pelatihan.
- Keterbatasan anggaran untuk melakukan pengawasan dan pembinaan
kepada TTU dan TPM
- Keterbatasan tenaga sanitarian untuk melakukan inspeksi sanitasi.
- Lemahnya komitmen stake holder terkait ditingkat Kabupaten sampai
kecamatan
- Keterbatasan anggaran dan manajemen pembayaran jasa fasilitator
STBM yang telah ditunjuk dan ditetapkan.
- Keterbatasan jumlah ASN tenaga kesehatan untuk beberapa jabatan
tertentu di beberapa Puskesmas.
- Lemahnya komitmen bersama dari seluruh pihak yang seharusnya

Risiko atas pencapaian tujuan 7 :

- Sarana prasarana kesehatan tidak lengkap dan layak pakai serta


kurangnya SDM yang mampu melaksanakan kegaiatan PSG

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 22


Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan atas resiko yang
mengancam pencapaian tujuan dari misi III pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat, terdapat risiko-risiko yang menjadi prioritas untuk ditangani oleh
Dinas Kesehatan.

Risiko atas pencapaian tujuan 8 :

- Masih adanya masyarakat kurang mampu belum mendapat layanan


kesehatan dengan fasilitas JKN

Risiko atas pencapaian tujuan 9 :

- Tidak tercapainya tujuan peningkatan Sistem Informasi dan


manajemen yang memadai karena data tidak tersedia dengan lengkap
dan optimal.
- Evaluasi program kesehatan Keluarga tidak akurat

Risiko atas pencapaian tujuan 10 :

- Tidak tersedianya anggaran untuk pelaksanaan pelayanan kegawat


daruratan.
- Kurang dan tidak adanya sosialisasi kepada staf puskesmas tentang
akreditasi
- Pelayanan masyarakat miskin untuk kegiatan sunatan masal tidak
mencukupi untuk seluruh sasaran.
- Masih belum optimalnya pemantauan terhadap jemaah haji
sebelum dan sesudah keberangkatan jemaah haji
- Tidak tersedianya anggaran yang memadai untuk penilaian tenaga
kesehatan serta pemantauan kualitas pelayanan Puskesmas.
- Masih belum optimalnya pelayanan kesehatan masyarakat di
daerah terpencil oleh tenaga kesehatan seperti Dokter dan Dokter
Spesialis.

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 23


Risiko atas pencapaian tujuan 11 :

- Minimnya media promosi dan tidak tersedianya dana yang


memadai untuk promosi kesehatan.

Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan atas resiko yang


mengancam pencapaian tujuan dari misi IV pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat, terdapat risiko-risiko yang menjadi prioritas untuk ditangani oleh
Dinas Kesehatan.

Risiko atas pencapaian tujuan 12 :

- Belum semua masyarakat miskin terlayani dengan kepesertaan


JKN karena anggaran tidak mencukupi.
- Permasalahan manajerial Puskesmas sehingga jaminan kesehatan
masyarakat belum maksimal

Hasil analisis atas risiko-risiko dimaksud memperlihatkan peta risiko sebagai


berikut :

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 24


22 2 27,2
4
8

3.5
IV
13,19
3 17,2 ,20,2
3,25 6,29

2.5
Konsekuensi

1,24
2 4

1.5

6- 3.,5
12,14,15,1
1 6,18,21
I

0.5

0 0 Likelihood
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 25


C. Kegiatan Pengendalian Terpasang

Adanya review tata naskah terhadap surat surat masuk di Dinas Kesehatan
yang berasl dari puskesmas Untuk mencapai tujuan seperti yang tertuang pada
misi Dinas Kesehatan, dalam Pelaksanaannya Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat telah melakukan tindak pengendalian, namun dari keseluruhan
pengendalian tersebut, beberapa dinilai sudah cukup memadai, namun masih
banyak yang belum memadai.
Pengendalian yang sudah ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
adalah sebagai berikut :
Tujuan 1: Meningkatkan SDM Kesehatan yang berkualitas sesuai standar
secara merata
Kegiatan 1, Meningkatkan Pengetahuan aparatur kesehatan
a) Adanya Pedoman tata Naskah
b) Adannya reviu tata naskah terhadap surat masuk di Dinas Kesehatan
yang berasal dari Puskesmas
Kegiatan 2, Tenaga fungsioanal kesehatan mampu membuat kredit poin
sesuai dengan aturan yang berlaku persemester
a) Mengumpulkan kredit poin per semester
b) Pemeriksaan hasil kredit poin
c) Vaidasi data sumber daya manusia kesehatan
d) Pelatihan penyusunan kredit poin bagi jabatan fungsional untuk
petugas puskesmas
Kegiatan 3, Petugas kesehatan mampu menangani persalinan dan bayi baru
lahir dengan asuhan yang efektif dan berkualitas tinggi
a) Petugas kesehatan mampu melaksanakan asuhan persalinan
normal yang berkualitas dan aman
b) Tersedianya sarana dan prasarana untuk persalinan di
polindes
c) Update keterampilan dan pengetahuan terbaru tentang
asuhan persalinan normal

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 26


Kegiatan 4, Terbentuknya Puskesmas IPWL
a) Bimbingan teknis tentang program IPWL di Puskesmas

Tujuan 2: Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatn


yang bermutu dan merata

Kegiatan 7, Tersedianya mobil ambulan, IPAL, generator set untuk


penunjang di UPTDK Puskesmas
a) Perencanaan kebutuhan peralatan dan mobil,
b) Pengadaan kendaraan

Kegiatan 8, Tersedianya jasa pemeliharaan sarana dan prasarana


perkantoran
a) Pencatatan seluruh sarana/prasarana ( aset) kesehatan
b) Catatan barang rusak berat,sedang dan ringan
c) Rencana sarana kesehatan yang perlu perbaikan

Kegiatan 9, Lancarnya pelaksanaan operasional puskesmas


a) Tersediany SOP untuk seluruh kegiatan puskesmas
b) Adanya monitoring dan evaluasi kegiatan operasional
puskesmas
c) Tersedianya dana untuk pelaksanaan kegiatan operasional

Kegiatan 10, Pengurus barang mampu menyusun /inventarisasi barang milik


daerah bidang kesehatan
a) Pelaatihan petugas aset tentang tata cara pengelolaan aset
daerah
b) Pemberian insentif untk pengelola aset
c) Bintek dan evaluasi berkala pengelolaan aset

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 27


Tujuan 3: Meningkatkan ketersediaan obat, alat kesehatan dan vaksin

Kegiatan 11, Tersedianya pengadaan obat dan perbekalan kesehatan di


UPTDK Puskesmas serat pengadaan sarana penunjang
a) Penyusunan perencanaan obat puskesmas
b) Pencatatan dan pelaporan penggunaan
c) Pelatihan pengelola obat puskesmas
d) Evluasi laporan penggunaan obat puskesmas

Kegiatan 12, Obat dan perbekalan kesehatan dapat dikelola dengan baik
sesuai standar
a) Pencatatan obat masuk dan obat keluar
b) Pemantauan penggunaan obat bulanan
c) Penerimaan dan pengelolaan obat rusak/kadaluarsa

Tujuan 4: Meningkatkan pengawasan keamanan Obat dan makanan

Kegiatan 19, Terwujudnya upaya pengendalian terhadap jajanan anak


sekolah yang sehat dan bergizi,makanan olahan yang sehat
dan bergizi,makanan olahan, pedagang, pengobat tradisional
beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku
a) Sosialisasi keamanan pangan dan bahan berbahaya di
lingkungan sekolah
b) Pelatihan pengelola makanan dan IRTP tentang bahan
tambahan makanan yang aman
c) Pengambilan sampel makann untuk di uji di laboratorium
kesehatan

Tujuan 5: Meningkatkan Upaya Pengendalian penyakit Menular dan tidak


menular serta kesiapsiagaan bencana
Kegiatan 15, Meningkatnya pengetahuan petugas imunisasi tentang program
imunisasi dan pengelolaan vaksin imunisasi

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 28


a) Pertemuan teknis pemegang program imunisasi
b) Pelaksanaan imunisasi ballita dan anak sekolah
c) Monitoring dan evaluasi pencapaian imunisasi tingkat
puskesmas
d) Bimbingan teknis kepada kepala puskesmas, korim, bidan
desa,kader untuk pencatatan, pelaporan dan cara pemberian
vaksin kepada balita dan anak sekolah
e) Update jumlah balita dan anak sekolah
f) Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya
imunisasi

Kegiatan 16, Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit


menular
a) OJT Program
b) Pelaksanaan RVS
c) Ketersediaan Logistik
d) Pelaksanaan PE
e) Supervisi dan bintek program
f) Peningkatan kapasitas pemegang program
g) Konsultasi program

Kegiatan 17,Terwujudnya pendokumentasian BKJH secara lengkap dan


benar, sistem pelaporan SKDR, sistim informasi krisis
kesehatan dan penanggulangan bencana
a) Pencatatan dan pendokumentasian secara lengkap dan benar
tentang data dan status kesehatan jemaah haji
b) Pemantauan kesehatan jemaah haji sebelum dan sepulang
haji
c) Sosialisasi penggunaan SKDR
d) Penyelidikan epidemiologi penyakit menular dan
penanggulangan wabah

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 29


Kegiatan 18,Menurunnya prevalensi penyakit filaria/kaki gajah di kabupaten
Pasaman Barat
a) Pemberian obat Massal Filariasis
b) Pelaksanaan TASS 1

Kegiatan 19,Terkendalinya penularan penyakit malaria dan terdeteksinya


faktor risiko PTM
a) Deteksi diini penyakit tidak menular di puskesmas dan
posbindu
b) Pelayanan pengobatan penyakit tidak menular di puskesmas
c) Pengadaan alat deteksi dini penyakit tidak menular
(Posbindu kit dan IVA kit)
d) Supervisi dan bintek program

Tujuan 6: Meningkatkan Akses pada lingkungan yang sehat


Kegiatan 20, Meningkatnya kualitas lingkungan yang sehat
a) Update data dasar TTU, TPM dan TP2 Pestisida
b) Workshop/Pelatihan Petugas
c) Penertiban izin/rekomendasi laik sehat rumah makan dan
depot air minum

Kegiatan 21 Meningkatnya jumlah TTU,TPM dan TP2 Pestisida yang


memenuhi syarat kesehatan
a) Adanya petugas kesehatan lingkungan yang
bertanggungjawab terhadap pengawasan TTU TPM dan
TP2 Pestisida
b) Dilaksanakannya inspeksi TTU,TPM dan TP2 Pestisida di
wilayah kerja Puskesmas
c) Monev pelaksanaan STBM di Puskesmas
d) Pengawasan kualitas air minum

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 30


Kegiatan 22 Tercapainya predikat penyelenggaraan kabupaten/kota sehat
a) Sosialisasi kepada masyarakat
b) Pembentukan forum kecamatan
c) Pemilihan lokus binaan

Tujuan 7 : Meningkatkan penanggulangan masalah gizi di Masyarakat


Kegiatan 23 Didapatnya informasi dan data tentang status gizi buruk dan
gizi kurang serta pemulihan status gizi buruk balita
a) Tersedianya data kesehatan bayi dan balita
b) Pelatihan petugas untuk penanganan kasus gizi buruk
c) Tersedianya SDM untuk dapat melaksanakan penanganan
kasus gizi kurang dan gizi buruk
d) Terpantaunya status gizi buruk balita
e) Tersedianya data lengkap balita gizi buruk
f) Adanya intervensi untuk balita gizi kurnag dan gizi buruk

Tujuan 8 : Meningkatkan derajat kesehatan keluarga


Kegiatan 24 Meningkatnya jumlah persalinan di fasilitas kesehatan dan
menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin,nifas
serta bayi baru lahir
a) Pelayanan pemnneriksaan kehamilan ibu hamil yang tidak
memiliki kartu BPJS
b) Pelayanan persalinan ibu hamil kurang mampu yang tidak
memiliki kartu BPJS

Tujuan 9 : Optimalisasi manajemen kesehatan untuk menunjang program


kesehatan
Kegiatan 25 Tersedianya buku profil kesehatan
a) Pengumpulan data bulanan, semesteran dn tahunan
b) Pemutakhiran profil kesehatan
Kegiatan 26 Terpantaunya pelaksanaan program KIA di UPTDK Puskesmas
dan terpantaunya bayi muda, bayi sakit dan anak balita

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 31


a) Pemantauan pencatatan dan pelaporan
b) Evaluasi program kesehatan ibu ndan anak
c) Peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan
anak
Kegiatan 27 Petugas kesehatan mendapatkan solusi dari kendala-kendala
yang ditemui
a) Laporan rutin kegiatan puskesmas
b) Analisis Laporan
c) Monitoring, evaluasi dan pelaporan
Kegiatan 28 Maningkatnya manajemen mutu dan manajemen pelayanan
kesehatan di puskesmas
a) Adanya SOP untuk setiap kegiatan puskesmas yang
diketahui oleh seluruh petugas
b) Pembinaan petugas puskesmas
c) Monitoring dan evaluasi kegiatan di puskesmas

Tujuan 10 : Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar


Kegiatan 29 tertanggulanginya kegawatdaruratan (P3K) event-event pada
hari besar nasional dan kondisi bencana alam
a) Siaga gawat darurat
b) Pendataan even-even hari besar
c) Siaga bencana

Kegiatan 30 Meningkatnya pengetahuan petugas tentang akreditasi


puskesmas
a) Sosialisasi akreditasi untuk petugas kesehatan
b) Persiapan penilaian akreditasi
c) Penilaian akreditasi

Kegiatan 31 Meningkatnya kinerja aparatur kesehatan dan pelayanan


pemeriksaan kesehatan haji lanjutan ( 304 jemaah haji)
a) Pemeriksaan kesehatan haji tahap 1 dan 2

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 32


b) Suveilans dan pemantauan kesehatan haji setelah
kepulangan selama 14 hari setelah kedatangan
c) Mengantar dan menjemput jemaah haji
d) Sosialisasi kepada petugas haji dalam pengentrian dan
pengisian buku jemaah haji

Kegiatan 32 Didapatnya UPTDK Puskesmas dan tenaga kesehatan yang


berprestasi
a) Adanya standar Kinerja Puskesmas
b) Pelaksanaan penilaian kinerja puskesmas
c) Pemberian reward untuk puskesmas dan tenaga kesehatan
berprestasi
Kegiatan 33 Masyarakat daerah terpencil mendapatkan pelayanan kesehatan
dokter spesialis
a) Identifikasi jorong terpencil yang mendapatkan pelayanan
kesehatan
b) Pelaksanaan pelayanan kesehatan jorong terpencil

Tujuan 11 : Meningkatkan kemitraan lintas program dan lintas sektor


berbasis masyarakat

Kegiatan 34 Memberikan informasi kepada masyarakat tentang perilaku


hidup bersih dan sehat
a) Penyuluhan kesehatan didaerah terpencil

a) n masyarakat akan bahaya narkotik dan psikotropik


Tujuan 12 : Meningkatkan perlindungan sosial dan jaminan kesehatan
masyarakat peserta program Jaminan Kesehatan
Kegiatan 51 Masyarakat miskin Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki
kartu BPJS dapat terlayani
a) Data penduduk miskin yang tidak tercover JKN
b) Evaluasi data masyarakat miskin yang tidak terdata JKN

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 33


Kegiatan 35 Masyarakat yang memiliki kartu BPJS kesehatan terlayani
secara optimal di FKTP se kabupten Pasaman Barat
a) Pelayanan kesehatan dengan menggunakan kartu JKN

Kegiatan 36 Meningkatnya pengetahuan kepala FKTP dan bendahara JKN


tentang pengelolaan JKN
a) Sosialisasi Prograam JKN untuk nakes dan pengelola
b) Pelatihan pengelolaan JKN untuk tenaga pengelola
c) Bimbingan teknis pelaksanaan JKN di Puskesmas

D. Kegiatan Pengendalian Yang Masih Dibutuhkan


Dari seluruh kegiatan pengendalian yang sudah ada, ada beberapa kegiatan
yang kegiatan pengendaliannya harus dilakukan terus menerus, ada beberapa
kegiatan pengendalian yang belum memadai, bahkan akan kegiatan pengendalian
yang belum ada. Untuk tahun 2017 kegiatan pengendalian yang masih dibutuhkan
adalah sebagai berikut :
Tujuan 1: Meningkatkan SDM Kesehatan yang berkualitas sesuai standar
secara merata
Kegiatan 1, Meningkatkan Pengetahuan aparatur kesehatan
c) Adanya Pedoman tata Naskah
d) Adannya reviu tata naskah terhadap surat masuk di Dinas Kesehatan
yang berasal dari Puskesmas
Kegiatan 2, Tenaga fungsioanal kesehatan mampu membuat kredit poin
sesuai dengan aturan yang berlaku persemester
e) Mengumpulkan kredit poin per semester
f) Pemeriksaan hasil kredit poin
g) Vaidasi data sumber daya manusia kesehatan
h) Pelatihan penyusunan kredit poin bagi jabatan fungsional untuk
petugas puskesmas
Kegiatan 3, Petugas kesehatan mampu menangani persalinan dan bayi baru
lahir dengan asuhan yang efektif dan berkualitas tinggi

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 34


d) Petugas kesehatan mampu melaksanakan asuhan persalinan
normal yang berkualitas dan aman
e) Tersedianya sarana dan prasarana untuk persalinan di
polindes
f) Update keterampilan dan pengetahuan terbaru tentang
asuhan persalinan normal

Kegiatan 4, Terbentuknya Puskesmas IPWL


b) Bimbingan teknis tentang program IPWL di Puskesmas

Tujuan 2: Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatn


yang bermutu dan merata

Kegiatan 7, Tersedianya mobil ambulan, IPAL, generator set untuk


penunjang di UPTDK Puskesmas
c) Perencanaan kebutuhan peralatan dan mobil,
d) Pengadaan kendaraan

Kegiatan 8, Tersedianya jasa pemeliharaan sarana dan prasarana


perkantoran
d) Pencatatan seluruh sarana/prasarana ( aset) kesehatan
e) Catatan barang rusak berat,sedang dan ringan
f) Rencana sarana kesehatan yang perlu perbaikan

Kegiatan 9, Lancarnya pelaksanaan operasional puskesmas


d) Tersediany SOP untuk seluruh kegiatan puskesmas
e) Adanya monitoring dan evaluasi kegiatan operasional
puskesmas
f) Tersedianya dana untuk pelaksanaan kegiatan operasional

Kegiatan 10, Pengurus barang mampu menyusun /inventarisasi barang milik

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 35


daerah bidang kesehatan
d) Pelaatihan petugas aset tentang tata cara pengelolaan aset
daerah
e) Pemberian insentif untk pengelola aset
f) Bintek dan evaluasi berkala pengelolaan aset

Tujuan 3: Meningkatkan ketersediaan obat, alat kesehatan dan vaksin

Kegiatan 11, Tersedianya pengadaan obat dan perbekalan kesehatan di


UPTDK Puskesmas serat pengadaan sarana penunjang
e) Penyusunan perencanaan obat puskesmas
f) Pencatatan dan pelaporan penggunaan
g) Pelatihan pengelola obat puskesmas
h) Evluasi laporan penggunaan obat puskesmas

Kegiatan 12, Obat dan perbekalan kesehatan dapat dikelola dengan baik
sesuai standar
d) Pencatatan obat masuk dan obat keluar
e) Pemantauan penggunaan obat bulanan
f) Penerimaan dan pengelolaan obat rusak/kadaluarsa

Tujuan 4: Meningkatkan pengawasan keamanan Obat dan makanan

Kegiatan 19, Terwujudnya upaya pengendalian terhadap jajanan anak


sekolah yang sehat dan bergizi,makanan olahan yang sehat
dan bergizi,makanan olahan, pedagang, pengobat tradisional
beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku
d) Sosialisasi keamanan pangan dan bahan berbahaya di
lingkungan sekolah
e) Pelatihan pengelola makanan dan IRTP tentang bahan
tambahan makanan yang aman

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 36


f) Pengambilan sampel makann untuk di uji di laboratorium
kesehatan

Tujuan 5: Meningkatkan Upaya Pengendalian penyakit Menular dan tidak


menular serta kesiapsiagaan bencana
Kegiatan 15, Meningkatnya pengetahuan petugas imunisasi tentang program
imunisasi dan pengelolaan vaksin imunisasi
g) Pertemuan teknis pemegang program imunisasi
h) Pelaksanaan imunisasi ballita dan anak sekolah
i) Monitoring dan evaluasi pencapaian imunisasi tingkat
puskesmas
j) Bimbingan teknis kepada kepala puskesmas, korim, bidan
desa,kader untuk pencatatan, pelaporan dan cara pemberian
vaksin kepada balita dan anak sekolah
k) Update jumlah balita dan anak sekolah
l) Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya
imunisasi

Kegiatan 16, Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit


menular
h) OJT Program
i) Pelaksanaan RVS
j) Ketersediaan Logistik
k) Pelaksanaan PE
l) Supervisi dan bintek program
m) Peningkatan kapasitas pemegang program
n) Konsultasi program

Kegiatan 17,Terwujudnya pendokumentasian BKJH secara lengkap dan


benar, sistem pelaporan SKDR, sistim informasi krisis
kesehatan dan penanggulangan bencana
e) Pencatatan dan pendokumentasian secara lengkap dan benar

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 37


tentang data dan status kesehatan jemaah haji
f) Pemantauan kesehatan jemaah haji sebelum dan sepulang
haji
g) Sosialisasi penggunaan SKDR
h) Penyelidikan epidemiologi penyakit menular dan
penanggulangan wabah

Kegiatan 18,Menurunnya prevalensi penyakit filaria/kaki gajah di kabupaten


Pasaman Barat
c) Pemberian obat Massal Filariasis
d) Pelaksanaan TASS 1

Kegiatan 19,Terkendalinya penularan penyakit malaria dan terdeteksinya


faktor risiko PTM
e) Deteksi diini penyakit tidak menular di puskesmas dan
posbindu
f) Pelayanan pengobatan penyakit tidak menular di puskesmas
g) Pengadaan alat deteksi dini penyakit tidak menular
(Posbindu kit dan IVA kit)
h) Supervisi dan bintek program

Tujuan 6: Meningkatkan Akses pada lingkungan yang sehat


Kegiatan 20, Meningkatnya kualitas lingkungan yang sehat
d) Update data dasar TTU, TPM dan TP2 Pestisida
e) Workshop/Pelatihan Petugas
f) Penertiban izin/rekomendasi laik sehat rumah makan dan
depot air minum

Kegiatan 21 Meningkatnya jumlah TTU,TPM dan TP2 Pestisida yang


memenuhi syarat kesehatan
e) Adanya petugas kesehatan lingkungan yang
bertanggungjawab terhadap pengawasan TTU TPM dan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 38


TP2 Pestisida
f) Dilaksanakannya inspeksi TTU,TPM dan TP2 Pestisida di
wilayah kerja Puskesmas
g) Monev pelaksanaan STBM di Puskesmas
h) Pengawasan kualitas air minum

Kegiatan 22 Tercapainya predikat penyelenggaraan kabupaten/kota sehat


d) Sosialisasi kepada masyarakat
e) Pembentukan forum kecamatan
f) Pemilihan lokus binaan

Tujuan 7 : Meningkatkan penanggulangan masalah gizi di Masyarakat


Kegiatan 23 Didapatnya informasi dan data tentang status gizi buruk dan
gizi kurang serta pemulihan status gizi buruk balita
g) Tersedianya data kesehatan bayi dan balita
h) Pelatihan petugas untuk penanganan kasus gizi buruk
i) Tersedianya SDM untuk dapat melaksanakan penanganan
kasus gizi kurang dan gizi buruk
j) Terpantaunya status gizi buruk balita
k) Tersedianya data lengkap balita gizi buruk
l) Adanya intervensi untuk balita gizi kurnag dan gizi buruk

Tujuan 8 : Meningkatkan derajat kesehatan keluarga


Kegiatan 24 Meningkatnya jumlah persalinan di fasilitas kesehatan dan
menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin,nifas
serta bayi baru lahir
c) Pelayanan pemnneriksaan kehamilan ibu hamil yang tidak
memiliki kartu BPJS
d) Pelayanan persalinan ibu hamil kurang mampu yang tidak
memiliki kartu BPJS

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 39


Tujuan 9 : Optimalisasi manajemen kesehatan untuk menunjang program
kesehatan
Kegiatan 25 Tersedianya buku profil kesehatan
c) Pengumpulan data bulanan, semesteran dn tahunan
d) Pemutakhiran profil kesehatan
Kegiatan 26 Terpantaunya pelaksanaan program KIA di UPTDK Puskesmas
dan terpantaunya bayi muda, bayi sakit dan anak balita
d) Pemantauan pencatatan dan pelaporan
e) Evaluasi program kesehatan ibu ndan anak
f) Peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan
anak
Kegiatan 27etugas kesehatan mendapatkan solusi dari kendala-kendala yang
ditemui
d) Laporan rutin kegiatan puskesmas
e) Analisis Laporan
f) Monitoring, evaluasi dan pelaporan
Kegiatan 28 Maningkatnya manajemen mutu dan manajemen pelayanan
kesehatan di puskesmas
d) Adanya SOP untuk setiap kegiatan puskesmas yang
diketahui oleh seluruh petugas
e) Pembinaan petugas puskesmas
f) Monitoring dan evaluasi kegiatan di puskesmas

Tujuan 10 : Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar


Kegiatan 29 tertanggulanginya kegawatdaruratan (P3K) event-event pada
hari besar nasional dan kondisi bencana alam
d) Siaga gawat darurat
e) Pendataan even-even hari besar
f) Siaga bencana

Kegiatan 30 Meningkatnya pengetahuan petugas tentang akreditasi


puskesmas

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 40


d) Sosialisasi akreditasi untuk petugas kesehatan
e) Persiapan penilaian akreditasi
f) Penilaian akreditasi

Kegiatan 31 Meningkatnya kinerja aparatur kesehatan dan pelayanan


pemeriksaan kesehatan haji lanjutan ( 304 jemaah haji)
e) Pemeriksaan kesehatan haji tahap 1 dan 2
f) Suveilans dan pemantauan kesehatan haji setelah
kepulangan selama 14 hari setelah kedatangan
g) Mengantar dan menjemput jemaah haji
h) Sosialisasi kepada petugas haji dalam pengentrian dan
pengisian buku jemaah haji

Kegiatan 32 Didapatnya UPTDK Puskesmas dan tenaga kesehatan yang


berprestasi
d) Adanya standar Kinerja Puskesmas
e) Pelaksanaan penilaian kinerja puskesmas
f) Pemberian reward untuk puskesmas dan tenaga kesehatan
berprestasi
Kegiatan 33 Masyarakat daerah terpencil mendapatkan pelayanan kesehatan
dokter spesialis
c) Identifikasi jorong terpencil yang mendapatkan pelayanan
kesehatan
d) Pelaksanaan pelayanan kesehatan jorong terpencil

Tujuan 11 : Meningkatkan kemitraan lintas program dan lintas sektor


berbasis masyarakat

Kegiatan 34 Memberikan informasi kepada masyarakat tentang perilaku


hidup bersih dan sehat
b) Penyuluhan kesehatan didaerah terpencil

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 41


b) n masyarakat akan bahaya narkotik dan psikotropik
Tujuan 12 : Meningkatkan perlindungan sosial dan jaminan kesehatan
masyarakat peserta program Jaminan Kesehatan
Kegiatan 51 Masyarakat miskin Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki
kartu BPJS dapat terlayani
c) Data penduduk miskin yang tidak tercover JKN
d) Evaluasi data masyarakat miskin yang tidak terdata JKN

Kegiatan 35 Masyarakat yang memiliki kartu BPJS kesehatan terlayani


secara optimal di FKTP se kabupten Pasaman Barat
b) Pelayanan kesehatan dengan menggunakan kartu JKN

Kegiatan 36 Meningkatnya pengetahuan kepala FKTP dan bendahara JKN


tentang pengelolaan JKN
d) Sosialisasi Prograam JKN untuk nakes dan pengelola
e) Pelatihan pengelolaan JKN untuk tenaga pengelola
f) Bimbingan teknis pelaksanaan JKN di Puskesmas

E. INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Informasi dan komunikasi yang dimaksud dalam RTP ini adalah


informasi dan komunikasi yang dibutuhkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat dalam rangka mendukung jalannya pengendalian yang dibangun.
Informasi dan komunikasi yang perlu diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat terkait dengan pengendalian yang dibangun sesuai
dengan rencana dalam RTP adalah:

Tujuan 1 Meningkatkan SDM kesehatan yang berkualitas,sesuai standar


secara merata

Kegiatan 1, Meningkatkan Pengetahuan aparatur kesehatan


- Pelatihan
- Review surat

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 42


- Buku Pedoman

Kegiatan 2, Tenaga fungsioanal kesehatan mampu membuat kredit poin


sesuai dengan aturan yang berlaku persemester
- Laporan
- Hasil Penilaian
- Pertemuan
- Pelatihan
Kegiatan 3, Sarana dan tenaga kesehatan memiliki izin
- Laporan
- Pelatihan

Kegiatan 4, Meningkatnya pemgetahuan petugas PONED dalam pelayanan


kegawat daruratan untuk ibu hamil beserta janinnya demi
kelangsungan hidup ibu dan bayi bau lahir :
- Surat pernyataan
- SK Kepala Dinas
- Laporan
Kegiatan 5, Petugas kesehatan mampu menangani persalinan dan bayi baru
lahir dengan asuhan yang efektif dan berkualitas tinggi
- Pelatihan
- Laporan
Kegiatan 6, Tenaga kesehatan ( dokter dan bidan di fasilitas pelayanan
kesehatan dasar mampu melakukan proses manajemen kasus
bayi/anak balita sakit dan bayi muda
- Pertemuan
Kegiatan 7, Terdeteksinya tumbuh kembang bayi dan balita secara dini
dengan menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan
(KPSP)
- Pertemuan
- Laporan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 43


Kegiatan 8, Meningkatnya pengetahuan petugas penyuluh kesehatan dan
pengembangan program UKS,PKPR
- Pelatihan
- Lomba
- Leaflet,banner, spanduk, pamflet
- Sosialisasi

Kegiatan 9, Terbentuknya Puskesmas IPWL


- Sosialisasi/pertemuan

Tujuan 2: Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatn


yang bermutu dan merata

Kegiatan 10, Tersedianya gedung dinas kesehatan, Labkesda, puskesmas


mampu PONED, pustu, rehab rumah dinas dan pembangunan
pagar UPTDK Puskesmas
- Laporan

Kegiatan 11, Tersedianya mobil ambulan, IPAL, generator set untuk


penunjang di UPTDK Puskesmas
- Laporan
Kegiatan 12, Tersedianya jasa pemeliharaan sarana dan prasarana
perkantoran
- Laporan

Kegiatan 13, Lancarnya pelaksanaan operasional puskesmas


- Laporan
- Standar Kinerja
- Pertemuan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 44


Kegiatan 14, Pengurus barang mampu menyusun /inventarisasi barang milik
daerah bidang kesehatan
- Pelatihan
- Laporan
- Peraturan SK/Surat edaran
- Pertemuan

Tujuan 3: Meningkatkan ketersediaan obat, alat kesehatan dan vaksin

Kegiatan 15, Tersedianya pengadaan obat dan perbekalan kesehatan di


UPTDK Puskesmas serat pengadaan sarana penunjang
- Pelatihan
- Pertemuan
- Laporan

Kegiatan 16, Obat dan perbekalan kesehatan dapat dikelola dengan baik
sesuai standar
- Laporan

Tujuan 4: Meningkatkan pengawasan keamanan Obat dan makanan

Kegiatan 18,Meningkatkan kemandirian dan perubahan perubahan perilaku


masyarakat dalam memilih/menggunakanobat secara rasional
- Laporan

Kegiatan 19, Terwujudnya upaya pengendalian terhadap jajanan anak


sekolah yang sehat dan bergizi,makanan olahan yang sehat dan
bergizi,makanan olahan, pedagang, pengobat tradisional
beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku
- Laporan
- Hasil Uji

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 45


Kegiatan 20, Pengawasan dan pengendalian keamanan pangan dan
kesehatan makanan hasil produksi rumah tangga
- Laporan

Tujuan 5: Meningkatkan Upaya Pengendalian penyakit Menular dan tidak


menular serta kesiapsiagaan bencana
Kegiatan 21, Berkurangnya risiko penularan penyakit DBD dan
chikungunya
- Pelatihan
- Pertemuan
- Laporan

Kegiatan 22, Meningkatnya pengetahuan petugas imunisasi tentang program


imunisasi dan pengelolaan vaksin imunisasi
- Laporan
- Pelatihan
- Uji Labor
Kegiatan 23, Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit
menular
- Laporan
- Pertemuan
- Pelatihan

Kegiatan 24,Menurunnya persentase kasus penularan penyakit


endemik.epidemik
- Laporan
- Pelatihan

Kegiatan 25,Terwujudnya pendokumentasian BKJH secara lengkap dan


benar, sistem pelaporan SKDR, sistim informasi krisis
kesehatan dan penanggulangan bencana
- Laporan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 46


- Sosialisasi
- Pelatihan

Kegiatan 26,Menurunnya prevalensi penyakit filaria/kaki gajah di kabupaten


Pasaman Barat
- Laporan
Kegiatan 27,Terkendalinya penularan penyakit malaria dan terdeteksinya
faktor risiko PTM
- Laporan
- Juknis/Protap

Kegiatan 28,Meningkatnya pengetahuan petugas tentang kesehatan jiwa dan


untuk menurunkanangka kejadian penyakit jiwa
- Laporan
- Juknis/protap
- Pelatihan
Tujuan 6: Meningkatkan Akses pada lingkungan yang sehat
Kegiatan 29, Meningkatnya kualitas lingkungan yang sehat
- Laporan
- Pertemuan
- Uji Kelayakan

Kegiatan 30 Meningkatnya jumlah TTU,TPM dan TP2 Pestisida yang


memenuhi syarat kesehatan
- Laporan
- Peraturan
- Persetujuan kepala dinas

Kegiatan 31 Tercapainya predikat penyelenggaraan kabupaten/kota sehat


- Sosialisasi
- Laporan
- Peraturan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 47


- Persetujuan kepala dinas

Tujuan 7 : Meningkatkan penanggulangan masalah gizi di Masyarakat


Kegiatan 32 Didapatnya informasi dan data tentang status gizi buruk dan
gizi kurang serta pemulihan status gizi buruk balita
- Laporan
- Peraturan
- Persetujuan kepala dinas
Kegiatan 33 Bertambahnya pengetahuan tenaga kesehatan dan kader tentang
KP-ASI di data masyarakat dan didapatnya data pencapaian
program gizi di puskesmas
- Laporan

Tujuan 8 : Meningkatkan derajat kesehatan keluarga


Kegiatan 34 Petugas kesehatan dapat mengukur dan memantau kesehatan
lansia
- Laporan
- Pertemuan

Kegiatan 35 Meningkatnya jumlah persalinan di fasilitas kesehatan dan


menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin,nifas
- Laporan

Kegiatan 36 Petuga kesehatan mampu memberikan pelayanan kesehatan


yang berkualitas sehingga ibu hamildan ibu bersalin dapat
melahirkan dengan selamat dan bayi sehat
- Laporan
- Pelatihan

Tujuan 9 : Optimalisasi manajemen kesehatan untuk menunjang program


kesehatan
Kegiatan 37 Tersedianya buku profil kesehatan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 48


- Laporan
- Pertemuan

Kegiatan 38 Terpantaunya pelaksanaan program KIA di UPTDK Puskesmas


dan terpantaunya bayi muda, bayi sakit dan anak balita
- Laporan
- Pertemuan
Kegiatan 39 Petugas kesehatan mendapatkan solusi dari kendala-kendala
yang ditemui
- Laporan
Kegiatan 40 Maningkatnya manajemen mutu dan manajemen pelayanan
kesehatan di puskesmas
- Laporan
- Peraturan/edaran
- Pelatihan
- Laporan

Tujuan 10 : Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar


Kegiatan 41 tertanggulanginya kegawatdaruratan (P3K) event-event pada
hari besar nasional dan kondisi bencana alam
- Laporan

Kegiatan 42 Meningkatnya pengetahuan petugas tentang akreditasi


puskesmas
- Laporan
- Pertemuan

Kegiatan 43 Adanya pelayanan sunatan massal bagi masyarakat miskin dan


kurang mampu
- Laporan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 49


- Pertemuan

Kegiatan 44 Meningkatnya kinerja aparatur kesehatan dan pelayanan


pemeriksaan kesehatan haji lanjutan ( 175 jemaah haji)
- Laporan
- Pertemuan

Kegiatan 45 Didapatnya UPTDK Puskesmas dan tenaga kesehatan yang


berprestasi
- Laporan
- protap
Kegiatan 46 Masyarakat daerah terpencil mendapatkan pelayanan kesehatan
dokter spesialis
- Laporan
- Pelayanan Kesehatan

Tujuan 11 : Meningkatkan kemitraan lintas program dan lintas sektor


berbasis masyarakat

Kegiatan 33 Memberikan informasi kepada masyarakat tentang perilaku


hidup bersih dan sehat
- Penyuluhan kesehatan didaerah terpencil

Kegiatan 48 Workshop SIPNAP pada sarana pelayanan farmasi


- Laporan
- Sosialisasi

Kegiatan 49 Meningkatnya jumlah desa/jorong desa siaga aktif


- Pertemuan
Kegiatan 50 Meningkatkan pengetahuan pemegang program promkes
tentang batra, kesehatan kerja,kesehatan olah raga dan UKBM
– Posyandu terrintegrasi

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 50


Tujuan 12 : Meningkatkan perlindungan sosial dan jaminan kesehatan
masyarakat peserta program Jaminan Kesehatan
Kegiatan 51 Masyarakat miskin Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki
kartu BPJS dapat terlayani
-Laporan
Kegiatan 52 Masyarakat yang memiliki kartu BPJS kesehatan terlayani
secara optimal di FKTP se kabupten Pasaman Barat
- Laporan
- Data
- Sosialisasi

Kegiatan 53 Meningkatnya pengetahuan kepala FKTP dan bendahara JKN


tentang pengelolaan JKN
- Laporan
- Pelatihan

F. PEMANTAUAN DAN EVALUASI

Pemantauan dan evaluasi atas pengendalian intern pada dasarnya


ditujukan untuk meyakinkan apakah pengendalian intern yang terpasang telah
berjalan efektif mengatasi risiko dan apakah tindakan yang diperlukan
dilaksanakan. Pemantauan dan evaluasi yang dilaksanakan meliputi :

1. Pemantauan Berkelanjutan
Pemantauan berkelanjutan dilaksanakan atas pengendalian kunci
untuk meyakinkan bahwa pengendalian tersebut dijalankan
sebagaimana seharusnya. Pemantauan yang dilaksanakan di Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat adalah Pemantauan
Berkelanjutan. Masing-masing seksi pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Pasaman Barat sebagai pemilik risiko akan melakukan pemantauan

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 51


berkelanjutan. Pemantauan berkelanjutan ini dilaksanakan oleh
Kabid/Kepala Dinas pada setiap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan
oleh bidang-bidang sesuai dengan uraian tugas masing-masing.
Pemantauan berkelanjutan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman
Barat sesuai dengan risiko-risiko yang ada meliputi sebagai berikut:
- Pemantauan terhadap pembentukan kode etik Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasaman Barat.
- Pemantauan terhadap SOP kegiatan yang ada di Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.
- Pemantauan dan Evaluasi atas penerapan standar kompetensi
dan penempatan SDM.
- Pemantauan terhadap serapan atau realisasi belanja APBD
Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.
Rincian Pemantauan berkelanjutan yang akan dilakukan tertuan pada
lampiran 5

2. Evaluasi Terpisah
Evaluasi terpisah dapat dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten
Pasaman Barat selaku auditor Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat
dari seluruh kegiatan OPD Kabupaten Pasaman Barat atau oleh pihak
luar seperti BPKP. Evaluasi bertujuan untuk meyakinkan apakah
pengendalian intern yang terpasang telah berjalan efektif.

3. Pelaksanaan Tindak Lanjut


Sebagai bagian dari penyelenggaraan dan perbaikan SPIP, atas setiap
rekomendari hasil audit/evaluasi/reviu dari auditor eksternal maupun
internal, setiap unit kerja SKPD di lingkungan Pemerintah Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan tindak lanjutnya.

4. Pemantauan atas Pelaksanaan RTP


Setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 52


memberikan laporan atas RTP sesuai tanggung-jawabnya secara
berkala kepada Tim pemantau yang dalam hal ini adalah Inspektorat
Kabupaten Pasaman Barat. Hasil pemantauan tim pemantau
dilaporkan kepada Bupati Pasaman Barat.

G. PENUTUP

Rencana Tindak Pengendalian Intern Dinas Kesehatan Kabupaten


Pasaman Barat Tahun 2019 merupakan salah satu dokumen penting dalam
penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam
rangka mewujudkan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan
yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai
untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi
melalui kegiatan yang efektif dan efesien, keandalan pelaporan keuangan,
pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan.

Pemantauan atas pelaksanaan sesuai rencana tindak pengendalian ini dan


evaluasi atas efektifitas pengendalian yang ada akan menjadi dasar
pertimbangan pembuatan Statement of Responsibility dalam laporan
keuangan.

RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 53


RTP Dinas Kesehatan kab.Pasaman Barat tahun 2018 Page 54