Anda di halaman 1dari 4

RAWAT GABUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PEMERINTAH 1
KABUPATEN GARUT
RSUD dr. SLAMET
Ditetapkan
Direktur RSUD dr. Slamet
Tanggal
Kabupaten Garut
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
27 - 06 - 2019
Dr. H. Maskut Farid, MM
NIP : 196706251998031004

PENGERTIAN Memberikan pelayanan kepada bayi baru lahir dimana bayi


ditempatkan beserta ibunya dalam satu ruangan.
1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi.
TUJUAN 2. Memenuhi hak ibu dan bayi untuk selalu berada di
samping ibu setiap saat.
3. Menstimulasi supaya bayi memperoleh kolostrum dan
ASI.
4. Memperoleh stimulasi mental dini untuk tumbuh
kembang anak.

KEBIJAKAN
A. Persyaratan dalam rawat gabung terdiri dari:
PROSEDUR 1. Kondisi bayi
- Bayi normal, tidak mempunyai cacat bawaan berat
- Nilai APGAR menit ke 5 lebih dari 7
- Keadaan stabil
- Berat badan neonatus >2500 gram
- Umur kehamilan 37-42 minggu
- Tidak ada factor resiko
2. Ibu
- Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
3. Ruang rawat gabung
a. Untuk bayi
1. Bayi diletakkan di tempat tidur disamping ibu
(bedding in).
2. Agar mengurangi bahaya bayi jatuh, sebaiknya
diberi penghalang.

B. Pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayi

1. Bayi dipindahkan dari ruang bersalin


2. Awali dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada
kamar bersalin jika tidak memungkinkan dilakukan
di ruang Perawatan.
3. Tempatkan ibu dan bayi dalam satu tempat tidur
sehingga ibu dapat melihat dan menjangkau bayi.
4. Berikan asuhan pada bayi baru lahir yang meliputi :

a. Pencegahan hipotermi.
b. Pemeriksaan klinis bayi.
c. Perawatan umum (merawat tali pusat, mengganti
popok, memandikanbayi, menjaga hygiene bayi).
d. Deteksi dini bayi baru lahir.

5. Ajarkan pada ibu mengenai tanda-tanda bayi ingin


menyusu.
6. Berikan asuhan pada ibu nifas meliputi :

a. Breast Care, termasuk memerah dan menyimpan


ASI.
b. Pendampingan menyusui, termasuk perlekatan
dan posisi menyusui yang benar, mengenali tanda
bayi ingin menyusu, dan tanda bayi telah puas
dalam menyusu.
c. Bantu ibu bila ditemukan penyulit dalam
menyusui (kelainan puting, pembengkakan
mamae, engorgement, dll)

7. Berikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)

Informasi yang diberikan sebagai berikut:

a. Gizi ibu menyusui.


b. Pengetahuan tentang menyusui secara eksklusif.
c. Kerugian bila bayi tidak mendapatkan ASI
d. Manajemen laktasi yang benar, termasuk
kendala-kendala dalam menyusui bayi.
e. Mengenali tanda-tanda bahaya pada ibu dan
bayi.
f. Perawatan payudara.
g. Cara memerah, menyimpan dan memberikan
ASI dengan sendok.

8. Berikan imunisasi Hepatitis B pada bayi.


9. Jika bayi sakit atau perlu pengawasan yang intensif,
pindahkan bayi keruang khusus.
10. Lakukan pencatatan perkembangan bayi rawat
gabung
11. Anjurkan agar bayi yang dipulangkan melakukan
kunjungan ulang.

C. Monitoring dan evaluasi


Indikator-indikator yang digunakan dalam penilaian
program atau kegiatan berhasil atau antara lain:
1. Semua ibu dan bayi mendapat perawatan gabung.
2. Tidak ada susu formula di rawat gabung.
3. Menyusui secara eksklusif 100%

Unit Rawat Inap Nifas


UNIT TERKAIT Ruang Bersalin