Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Asuhan ibu postpartum di rumah

2.1.1 Definisi

Masa nifas merupakan masa pemulihan fisik dan psikologis sejak sesaat setelahlahirnya plasenta sampai
6 minggu ( fraser dan Cooper 2009:609). Rasional pasti yangmenjelaskan waktu 6 minggu masih belum
jelas, tapi tampaknya berkaitan dengan kisarankebudayaan dan tradisi selain proses fisiologis masa nifas.
Pada 6 minggu tersebutdiperkirakan bahwa semua system ibu telah pulih dari efek kehamilan dan
kembali padakondisi sebelum hamil.Asuhan ibu postpartum adalah suatu bentuk manajemen kesehatan
yang dilakukan pada ibu nifas dimasyarakat. Pemberian asuhan secara menyeluruh, tidak hanya kepada
ibunifas, akan tetapi pemberian asuhan melibatkan seluruh keluarga dan anggota
masyarakatdisekitarnya.Pemberian kewenangan lebih luas kepada bidan dimaksudkan untuk
mendekatkan pelayanan kegawatan obstetric dan neonatal kepada setiap ibu hamil bersalin, nifas dan
bayi baru lahir (0- 28 hari), agar penanganan dini atau pertolongan pertama sebelum rujukan
dapatdilakukan secara cepat dan tepat waktu.Pelayanan kebidanan kepada wanita oleh bidan meliputi
pelayanan pada masa pranikah termasuk remaja putri, prahamil, kehamilan,persalinan, nifas, menyusui
dan masaantara kehamilan (periode interval).

2.1.2 Tujuan

Menurut Bahiyatun (2010), tujuan asuhan nifas adalah sebagai berikut :1.

Memulihkan kesehatan umum ibu nifasIbu mengalami persalinan yang sangat melelahkan disertai
dengan pengeluran darah.Disamping itu, ibu masih harus memberikan ASI-nya kepada bayinya. Hal ini
perludilakukan upaya pemulihan kesehatan umum ibu, yang akan membawapengaruh positif bagi bayi
juga.2.

Mempertahankan kesehatan psikologinyaIbu nifas yang mengalami kesakitan saat persalinan maupun
masa nifas serta adanya peran baru sebagai ibu., sangat membutuhkan upaya pemulihan kesehatan
psikologisnya

Tidak sedikit ibu yang merasa tidak mampu menjadi ibu yang baik bagi banyinya. Bidanmemberikan
asuhan untuk menjamin kesehatan psikologis ibu nifas.3.
Mencegah infeksi dan komplikasinyaIbu nifas mempunyai resiko yang cukup besar untuk mengalami
infeksi dan komplikasi.Bidan memberikan asuham berupa tindakan perawatan serta pemberian
pendidikankesehatan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.4.

Memperlancar pembentukan ASIBerkaitan dengan peran baru ibu, ibu dituntut untuk dapat memberikan
ASInya dengan baik yang salah satunya harus diimbangi dengan produktivitas ASI yang cukup.
Bidanmempunyai peran besar untuk mendukung pemberian ASI.5.

Mengajarkan cara perawatan mandiri ibu dan bayi sampai nifas selesaiBidan memberikan pendidikan
kesehatan kepada ibu tentang cara perawatan ibu dan bayisehingga komplikasi masa nifas dapat
dicegah.6.

Memberikan pelayanan KB (Anggraini 2010:3)Masa nifas selesai akan bersambung dengan masa subur
ibu. Ibu perlu waktu yang cukupuntuk pulih secara fisik dan psikis serta untuk merawat maupun
memberikan kasihsayangkepada bayi.bidan memberikan asuhan agar ibu dapat mengatur
kehamilansehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

2.1.3 Peran dan tanggung jawab bidan pada ibu post partum

Bidan memberikan perawatan dan dukungan serta melakukan pemantauan terhadapkesehatan ibu dan
bayinya (Fraser dan Cooper 2010).Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas adalah :1.

Mendukung dan memantau kesehatan ibu dan bayiBidan memberikan dukungan dan pemantauan sejak
masa bayi lahir sampai masanifas berakhir melalui kunjungan ke rumah atau melalui telepon. Dengan
upaya ini,diharapkan kesehatan ibu maupun bayi dapat segera pulih dan dapat mencegahtimbulnya
komplikasi masa nifas.2.

Mendukung dan memantau kesehatan psikologis, emosional, sosial serta memberikansemangat pada
ibu. Kesehatan ibu secara psikologis memutuhkan perhatian tersendirikarena ibu dalam sedang dalam
masa rawan secara psikologis. Perubahan peran dantanggung jawab sebagai ibu menuntut perhatian dan
dukungan dari bidan untukmenumbuhkan kepaercayaan diri ibu dalam merawat diri dan bayinya.

2.2 Jadwal kunjungan rumah pada masa nifas


Ibu nifas sebaiknya paling sedikit melakukan 4 kali kunjungan masa nifas, dilakukanuntuk menilai
keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi danmenangani masalah

masalah yang terjadi. Dimana hal ini dilakukan untuk menjagakesehatan ibu dan bayinya, baik fisik
maupun psikologik, melaksanakan skirining yangkomperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau
merujuk bila terjadi komplikasi pada ibumaupun bayinya, memberikan pendidikan kesehatan tentang
perawatan kesehatan diri,nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya
dan perawatan bayi sehat, serta memberikan pelayanan keluarga berencana. Namun dalam pelaksanaan
kunjungan masa nifas sangat jarang terwujud dikarenakanoleh beberapa faktor diantaranya yaitu faktor
fisik dan lingkungan ibu yang biasanya ibumengalami keletihan setelah proses persalinan dan
membutuhkan waktu yang cukup lamauntuk beristirahat, sehingga mereka enggan untuk melakukan
kunjungan nifas kecuali bilatenaga kesehatan dalam hal ini bidan yang melakukan pertolongan persalinan
datangmelakukan kunjungan ke rumah ibu. Dilihat dari faktor lingkungan dan keluarga juga berpengaruh
dimana biasanya ibu setelah melahirkan tidak dianjurkan untuk berpergiansendiri tanpa ada yang
menemani sehingga ibu memiliki kesulitan untuk menyesuaikanwaktu dengan anggota keluarga yang
bersedia untuk mengantar ibu melakukan kunjungannifas.Asuhan post partum di rumah difokuskan pada
pengkajian, penyuluhan dan konseling.Dalam memberikan asuhan kebidanan di rumah bidan dan
keluarga diupayakan dapat berinteraksi dalam suasana yang respek dan kekeluargaan. Tantangan yang
dihadapi bidandalam melakukan pengkajian dan peningkatan perawatan pada ibu dan bayi di rumah
pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, sehingga bidan akan memberi banyakkesempatan
untuk menggunakan keahlian berpikir secara kritis untuk meningkatkan suatu pikiran kreatif perawatan
bersama keluarga.

2.2.1 Perencanaan kunjungan rumah

Sebelum bidan melakukan kunjungan rumah (home visit), ada beberapa hal yangtentunya harus benar-
benar diperhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut :a)

Merencanakan kunjungan rumah dalam waktu tidak lebih dari 24-48 jam setelahkepulangan klien ke
rumah b)

Pastikan keluarga telah mengetahui rencana mengenai kunjungan rumah dan waktu

2.2.2 Jadwal kunjungan rumah

Bidan terjadwal melakukan kunjungan rumah paling sedikit 4 kali, yaitu diantaranya :
1) Kunjungan 1 (6-8 jam setelah persalinan)

Kunjungan pertama dilakukan setelah 6-8 jam setelah persalinan, jika memang ibumelahirkan
dirumahnya. Kunjungan dilakukan karena untuk jam-jam pertama pasca persalinan keadaan ibu masih
rawan dan perlu mendapatkan perawatan serta perhatian ekstradari bidan, karena 60% ibu meninggal
pada saat masa nifas dan 50% meninggal pada saat 24 jam pasca persalinan. Tujuan dari dilakukannya
kunjungan pertama masa nifas adalah ;Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri,
Memberikan konseling pada ibu atausalah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan
masa nifas karena atonia uteri,dan menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah
hipotermi.Kunjungan pertama meliputi :a.

ASI : bidan mendorong pasien untuk memberikan ASI secara eksklusif, caramenyatukan mulut bayi
dengan putting susu, merubah-rubah posisi, mengetahui caramemeras ASI dengan tangan seperlunya,
atau dengan metode-metode untuk mencegahnyeri putting dan perawatan putting susu.

2) Kunjungan 2 (6 hari setelah persalinan)Kunjungan kedua dilakukan setelah enam hari pasca
persalinan dimana ibu sudah bisamelakukan aktivitasnya sehari-hari seperti sedia kala.Kunjungan kedua
meliputi :

a) Diet

Bidan memberikan informasi tentang makanan yang seimbang, seperti :

- Kalori sepanjang 3 bulan pertama post partum mencapai 750-800 Kkal jika laktasi berlangsung lebih
dari 3 bulan, selama itu pula berat badan ibu akan menurun yang berarti jumlah kalori tambahan harus
ditingkatkan agar produksi ASI seimbang untuk bayi. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung
kalori seperti : daging sapi,ayam, buah-buahan.

-Protein Selama menyusui ibu memerlukan tambahan protein diatas kebutuhan normal
yaitu50gram/hari. Dasar ketentuannya adalah setiap 100 ml ASI mengandung 1,2 gram protein, dengan
demikian 830 ml ASI mengandung 10gram protein. Contoh makananyang mengandung protein yaitu :
Ikan salmon, telur, kentang, daging, kacang-

kacangan”produk kedelai, tahu, tempe, buncis dan lain-lain. Makanan diatasmengandung banyak protein
yang berguna untuk penambahan berat badan bayi melaluiASI yang diminum oleh bayi.

Anjurkan ibu untuk membersihkan daerah genitalia dengan sabun dan air bersih,ajarkan ibu cara
membersihkan nya dengan cara dibersihkan dari vulva terlebihdahulu dari arah depan kebelakang
dengan hati-hati.

-Ajarkan ibu untuk mengganti pembalut setiap terasa penuh serta membersihkankembali daerah
genetalia pada saat mengganti pembalut.
-Ajarkan ibu untuk mencui tangan den gaan sabun sebelum dan sesudah membersihkandaerah genetalia
nya.

-Jika ibu ada luka karena episiotomy maka ingatkan iu untuk tidak menyentuh daerahluka agar tidak
terjadi infeksi sekunder.

c) Senam Bidan mengajarkan senam kegel serta senam perut yang ringan tergatung padakondisi ibu dan
tingkat diastasis. Senam ini bertujuan untuk mengembalikankekencangan otot-otot abdomen dan otot
panggul serta membantu memperlancar peredaran darah ibu dan lebih menyehatkan ibu selama masa
nifas.

d)Kebutuhan akan istirahat

Bidan menganjurkan pasien untuk cukup tidur ketika bayi sedang tidur, meminta bantuan anggota
keluarga untuk mengurus pekerjaan rumah tangga.

e)Pengkajian adanya tanda-tanda post partum bluesBidan melakukan pengkajian seperti ; ibu tidak
peduli dengan bayinya, ibumenyendiri, terlihat seperti cemas, menangis tiba-tiba dan ibu kehilangan
nafsumakan, status emosional ibu tidak stabil, perasaan takut dan lelah.

3) Kunjungan 3 ( 2-4 minggu setelah persalinan)

Pada kunjungan 2 minggu post partum dimana untuk teknis pemeriksaannya sama persis dengan
pemeriksaan pada kunjungan yang kedua. Pada kunjungan ini fokus yangdilakukan adalah menilai sejauh
mana seorang ibu dapat melewati perubahan dantanggung jawab baru sebagai orang tua. Pada
kunjungan ini bidan mengobservasiinteraksi ibu dan bayinya dan respoinsivitasnya terhadap kebutuhan
bayi. Setiap kontakdengan ibu merupakan kesempatan untuk berbagi mengenai perkembangan
bayi,mendiskusikan tentang keamanan, stimulasi bayi, dan keterampilan sebagai orang tuaserta
mendiskusikan tentang imunisasi pada kunjungan ini merupakan waktu yang efektifuntuk memotivasi
ibu menyusui dan mengatasi setiap masalah menyusui.

h)Perjanjian untuk pertemuan berikutnyaJelaskan kepada ibu bahwa akan ada kunjungan ulang oleh
bidan agar terjadikesepakatan antara pasien dan bidan.

3)Kunjungan 3 ( 2-4 minggu setelah persalinan)Pada kunjungan 2 minggu post partum dimana untuk
teknis pemeriksaannya sama persis dengan pemeriksaan pada kunjungan yang kedua. Pada kunjungan
ini fokus yangdilakukan adalah menilai sejauh mana seorang ibu dapat melewati perubahan
dantanggung jawab baru sebagai orang tua. Pada kunjungan ini bidan mengobservasiinteraksi ibu dan
bayinya dan respoinsivitasnya terhadap kebutuhan bayi. Setiap kontakdengan ibu merupakan
kesempatan untuk berbagi mengenai perkembangan bayi,mendiskusikan tentang keamanan, stimulasi
bayi, dan keterampilan sebagai orang tuaserta mendiskusikan tentang imunisasi pada kunjungan ini
merupakan waktu yang efektifuntuk memotivasi ibu menyusui dan mengatasi setiap masalah menyusui.

4) Kunjungan 4 (4-6 minggu setelah persalinan).

Pemeriksaan minggu ke 4 hingga ke 6 post partum meskipun puerperium terakhir padaminggu ke-6
tetapi para ahli meyakini bahwa untuk mengevaluasi normalitas dilihat padaminggu ke-4. Pemeriksaan
nifas sampai 6 minggu post partum terdiri dari pemeriksaanfisik lengkap dan pengkajian.

2.2.3 Postpartum group

Kelompok post partum atau yang disebut dengan postpartum group adalah kumpulanibu yang sedang
menjalani masa post partum yang mencoba untuk memuaskan kebutuhan personal, berinteraksi dengan
menghargai tujuan bersama serta untuk mengalamikenikmatan suatu hubungan yang
interdipenden.Kelompok postpartum merupakan salah satu bentuk kelompok atau organisasi kecildari
ibu nifas. Bertujuan untuk mendeteksi, mencegah, dan mengatasi permasalahan- permasalahan yang
timbul masa nifas. Melahirkan adalah sebuah karunia terbesar bagiwanita dan momen yang sangat
membahagiakan, tapi kadang harus menemui kenyataan bahwa tak semua menganggap seperti itu
karena ada juga wanita yang mengalami depresisetelah melahirkan.Ibu nifas sering mengalami gangguan
psikologi yang dikenal dengan postpartum blues. Dikomunitas sebaiknya dibentuk postpartum group
yaitu kelompok ibu-ibu nifas.Dalam postpartum group para ibu nifas bisa saling berkeluh kesah dan
mendiskusikan pengalaman melahirkannya, perasaannya saat ini dan bagaimana cara menghadapi
masanifas. Lewat postpartum group ini maka gangguan-gangguan psikologis saat nifasdiharapkan bisa
diatasi (Niken Meilani, 2009: 56).Depresi sesudah melahirkan ini adalah gangguan psikologis yang dalam
bahasakedokterannya adalah depresi postpartum atau baby blues atau Postpartum Blues.Postpartum
blues merupakan masa transisi mood setelah melahirkan yang sering terjadi pada 50-70% wanita
(Suherni, 2009).Para ibu yang mengalami post partum membutuhkan dukungan untuk
menemaninyamelalui masa nifas, salah satunya yaitu diberikan dukungan dari kelompok
pendukungseperti dukungan psikologis dan juga dukungan fisik yang harus juga dipenuhi.
Merekamembutuhkan kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka darisituasi
yang menakutkan. Mungkin juga mereka membutuhkan pengobatan atau istirahat,atau seringkali
merasa gembira mendapatkan pertolongan yang praktis dan dukungan darikelompok dukungan
postpartum
DAFTAR PUSTAKA

1. Dianty, M,. Putri, R.D., dkk. 2017. Asuhan Kebidanan Komunitas.Yogyakarta :Penerbit ANDI

2. Hanifa wiknjosastro. 2012.Ilmu Kebidanan. Ed.6. Jakarta : Yayasan Bina pustakaSarwono


Prawirohardjo.

3. Keluarga Alumni Bidan (KABI). (2010).Buku Penuntun Calon Ibu. Jakarta : KABI St.Carolus.

4. Runjati, M.Mid. 2010.Asuhan Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC