Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN FISIKA

“Penerapan efek fotolistrik, efek compton dan sinar X dalam


kehidupan sehari-hari”

Disusun oleh:
Nurul Annisya Yuliana
XII-IPA3
Rumusan masalah
 Apa saja kegunaan efek fotolistrik, efek compton dan sinar X dalam kehidupan sehari-hari?
 Bagaimana penerapan efek fotolistrik, efek compton dan sinar X dalam kehidupan sehari-hari?

B. Pembahasan
1. Efek fotolistrik
Efek fotolistrik merupakan suatu fenomena terlepasnya elektron dari permukaan logam ketika
logam tersebut dikenai cahaya. Elektron yang dipancarkan ini disebut dengan elektron foton
(fotoelektron). Aplikasi dari efek fotolistrik dalam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai
berikut:
 Dubbing Film
Menggunakan bantuan peralatan elektronika saat itu, suara dubbing film direkam dalam bentuk
sinyal optik di sepanjang pinggiran keping film. Pada saat film diputar, sinyal ini dibaca
kembali melalui proses efek fotolistrik dan sinyal listriknya diperkuat dengan menggunakan
amplifier tabung sehingga menghasilkan film bersuara.

 Tabung foto-pengganda (photomultiplier tube)


Dengan menggunakan tabung ini, hampir semua spektrum radiasi elektromagnetik dapat
diamati. Tabung ini memiliki efisiensi yang sangat tinggi, bahkan ia sanggup mendeteksi foton
tunggal sekalipun. Dengan menggunakan tabung ini, kelompok peneliti Superkamiokande di
Jepang berhasil menyelidiki massa neutrino yang akhirnya dianugrahi hadiah Nobel pada tahun
2002. Di samping itu, efek fotolistrik eksternal juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan
spektroskopi melalui peralatan yang bernama photoelectron spectroscopy (PES).
 Diode laser Photo
Foto-diode atau foto-transistor yang bermanfaat sebagai sensor cahaya berkecepatan tinggi.
Bahkan, dalam komunikasi serat optik transmisi sebesar 40 Gigabite perdetik yang setara
dengan pulsa cahaya sepanjang 10 pikodetik (10-11 detik) masih dapat dibaca oleh sebuah
foto-diode. Foto-transistor yang sangat kita kenal manfaatnya dapat mengubah energi matahari
menjadi energi listrik melalui efek fotolistrik internal. Sebuah semikonduktor yang disinari
dengan cahaya tampak akan memisahkan elektron dan hole. Kelebihan elektron di satu sisi
yang disertai dengan kelebihan hole di sisi lain akan menimbulkan beda potensial yang jika
dialirkan menuju beban akan menghasilkan arus listrik.



 Sel Surya (Solar Cell)
Sel surya yang sangat kita kenal manfaatnya dapat mengubah energi matahari menjadi energy
listrik melalui efek fotolistrik internal. Sebuah semikonduktor yang disinari dengan cahaya
tampak akan memisahkan elektron dan hole. Kelebihan elektron di satu sisi yang disertai
dengan kelebihan hole di sisi lain akan menimbulkan beda potensial yang jika dialirkan menuju
beban akan menghasilkan arus listrik.

2. Efek Compton
Pada tahun 1923 ditemukan bahwa sinar-x dihamburkan oleh electron bebas dimana panjang
gelombang sinar x hamburan lebih panjang dari sinar x sebelum berinteraksi dengan electron
bebas tersebut, peristiwa tersebut dinamakan pergerseran Compton. Penerapannya sebagai
berikut:
 Teleskop Compton (Comptel)
Teleskop pencar Compton biasanya memiliki dua tingkat instrumen. Pada tingkat atas, sinar
gamma Compton menyebarkan kosmik dari sebuah elektron dalam suatu sintilator. Foton
tersebar kemudian bergerak kebawah ketingkat kedua bahan sintilator yang benar-benar
menyerap foton tersebar.

 NCT
Teleskop compton nuklir (nct) adalah γ ditanggung balon-ray-lembut (0,215mev) teleskop
dirancang untukm engetahui sumber astrofisika dari garis emisi nuklir dan pola isasi γ-ray. Nct
menggunakan sebuah array dari 12 detekto rpencitraan 3-d germanium (geds)
3. Sinar X
Pada tahun 1895 sinar X ditemukan oleh seorang ilmuwan yang berasal dari jerman yang
bernama Wilhelm Conrad Rontgent. Spektrum sinar x berada pada daerah cahaya tidak tampak
(invisible), dengan panjang gelombang sangat pendek atau memiliki frekuensi yang sangat
tinggi, sehingga sinar x memiliki daya tembus tinggi. Sinar X merupakan suatu bentuk radiasi
elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang berkisar antara 0,01 hingga 10 nanometer
dan memiliki frekuensi antara 1016 hingga 1021 Hz. Penerapan sinar X pada kehidupan sehari-
hari adalah sebagai berikut:
 Dunia kesehatan
Penggunaan X-ray atau sinar x ini hanya dilakukan untuk membantu dalam diagnosis medis
seseorang agar tidak menimbulkan resiko yang justru membahayakan bagi kesehatan. Contoh
dalam hal sebelum mengambil tindakaan operasi
 Bidang Perindustrian
Sinar X juga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan-kegiatan industri, contoh dapat
membantu untuk melacak kerusakan-kerusakan seperti retak dan aus dalam komponen mesin-
mesin industri yang mungkin tidak terdeteksi.
 Bidang Keamanan/Security
Sinar X digunakan untuk membantu mendeteksi ada atau tidaknya sebuah ancaman bahaya di
suatu tempat. Misalnya di Bandara, sinar X dapat membantu melihat ada atau tidaknya barang-
barang berbahaya bawaan calon penumpang pesawat.
 Bidang Kesenian
Sinar X juga dapat membantu bidang kesenian, diantaranya adalah untuk mengesahkan apakah
suatu lukisan atau objek seni purba itu benar atau tiruan.
 Bidang Pertanian
Manfaat sinar X dalam bidang pertanian digunakan untuk menciptakan bibit unggul yang
berkualitas. Selain itu juga dapat digunakan untuk membantu pemupukan.

C. Kesimpulan
Penerapan efek fotolistrik, efek compton dan sinar X dalam kehidupan seari-hari sangatlah
masif dan dapat dengan mudah kita dapatkan di sekitar kita, dikarenakan melalui teorema-
teorema ini kita dapat meghasilkan alat-alat yang sangat berguna dalam mempermudah urusan
manusia seperti: efek fotolistrki digunakan untuk dubbing film, tabung foto-pengganda
(photomultiplier tube), diode laser photo, sel surya (Solar Cell) serta efek compton digunakan
untuk teleskop compton (Comptel), NCT dan sianar X digunakan dalam dunia kesehatan,
bidang perindustrian, bidang keamanan/security, bidang kesenian, bidang pertanian.
Sesungguhnya masih banyak lagi alat-alat yang menggunakan prisip kerja efek fotolistrik, efek
compton dan sinar X namun mungkin belum terpublikasikan secara luas terkhusus dalam dunia
militer.

D. Daftar pustaka
http://iqbalfisika09.blogspot.co.id
http://fikadilanurzhimi06.blogspot.co.id
http://ramliyana-fisika.blogspot.co.id/2013/04/radiasi-benda-hitam-dan-penerapannya.html
http://bagiberita24.blogspot.co.id
LAPORAN FISIKA
“Sumber Radioaktif, Radioaktivitas, Pemanfaatan, Dampak Dan
Proteksinya Bagi Kehidupan”

Disusun oleh:
Nurul Annisa Yuliana
XII IPA3
A. Rumusan masalah
A. Apa saja Sumber Radioaktif, Radioaktivitas, Pemanfaatan, Dampak Dan Proteksinya Bagi
Kehidupan
B. Bagaimana pengaplikasian Sumber Radioaktif, Radioaktivitas, Pemanfaatan, Dampak Dan
Proteksinya Bagi Kehidupan?
B. Pembahasan
1. Sumber radioaktif
Sumber radioaktif adalah unsur yang bisa memancarkan radiasi karena sifatnya yang tidak stabil.
Sumber radioaktif ada yang bersifat alami dan buatan. Sumber radiasi alami dipaparkan sebagai
berikut:
• Radiasi benda-benda langit
Orang yang berada di lokasi yang lebih tinggi akan menerima radiasi yang lebih besar karena
semakin tipis lapisan udara yang dapat bertindak sebagai penahan radiasi. Jadi, orang yang
berada di puncak gunung akan menerima radiasi yang lebih banyak daripada yang di
permukaan laut. Begitupula orang yang bepergian dengan pesawat terbang juga menerima
lebih banyak radiasi.
• Radiasi dari kerak bumi
Bahan radioaktif utama yang ada dalam kerak bumi adalah Kalium-40, Rubidium-87, unsur
turunan dari Uranium-238 dan turunan Thorium-232. Besarnya radiasi dari kerak bumi ini
berbeda-beda karena konsentrasi unsur-unsur di tiap lokasi berbeda, tetapi biasanya tidak
terlalu berbeda jauh.
• Radiasi dari dalam tubuh
Manusia juga menerima pancaran radiasi dari dalam tubuhnya sendiri. Unsur radioaktif ini
kebanyakan berasal dari sumber kerak bumi yang masuk melalui udara yang dihirup, air yang
diminum ataupun makanan. Bahkan, air mengandung larutan uranium radioaktif dan thorium.
Namun, jumlahnya sangat kecil. Unsur yang meradiasi manusia dari dalam ini kebanyakan
berupa tritium, Carbon-14, Kalium-40, Timah Hitam (Pb-210) dan Polonium-210. Radiasi
internal ini umumnya merupakan 11% total radiasi yang diterima seseorang.

Untuk sumber radioaktif buatan, sekarang ini telah banyak digunakan di berbagai bidang, seperti
kesehatan, industri, dan pertambangan. Yang dipaparkan sebagai berikut:
• Radiasi dari tindakan medik
Dalam bidang kedokteran radiasi digunakan sebagai alat pemeriksaan (diagnosis) maupun
penyembuhan (terapi). Pemindai sinar-X atau Roentgen merupakan alat diagnosis yang paling
banyak dikenal dan dosis radiasi yang diterima dari roentgen ini merupakan dosis tunggal
(sekaligus) terbesar yang diterima dari radiasi buatan manusia. Tindakan medik ini
menyumbang 96% paparan rata-rata radiasi buatan pada manusia sehingga jumlah dan jenis
sinar-X yang diterima harus dibatasi. Mesin pemindai sinar-X, mammografi dan CT
(Computerized Axial Tomography) Scanner meningkatkan dosis radiasi buatan pada manusia.
Untuk kepentingan tindakan medik yang menggunakan cobalt-60, dinding kamar tempat
penggunaan zat radioaktif jenis ini harus memiliki ketebalan khusus.
• Radiasi dari reaktor nuklir
Banyak orang beranggapan bahwa tinggal di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir akan
menyebabkan terkena radiasi yang tinggi. Meskipun di dalam reaktor terdapat banyak sekali
unsur radioaktif, tetapi sistem keselamatan reaktor membuat jumlah lepasan radiasi ke
lingkungan sangat kecil. Dalam kondisi normal, seseorang yang tinggal di radius 1-6 km dari
reaktor menerima radiasi tambahan tak lebih daripada 0,005 milisievert per tahun. Nilai ini
jauh lebih kecil daripada yang diterima dari alam (kira-kira 2 milisievert per tahun) atau 1/400
nilai radiasi dari alam

2. Radioktivitas
Jenis-Jenis Radioaktivitas dibedakan Berdasarkan partikel penyusunnya, sinar radioaktif
dibagi menjadi tiga, yaitu sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma.
 Radioaktivitas Sinar Alfa (Sinar α)
Sinar alfa adalah sinar yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Sinar ini ditemukan secara
bersamaan dengan penemuan fenomena radioaktivitas, yaitu peluruhan inti atom yang
berlangsung secara spontan, tidak terkontrol, dan menghasilkan radiasi. Sinar alfa terdiri atas
dua proton dan dua neutron. Berikut ini adalah sifat alamiah sinar alfa.
 Sinar alfa merupakan inti He.
 Dapat menghitamkan pelat film (yang berarti memiliki daya ionisasi). Daya ionisasi sinar alfa
paling kuat daripada sinar beta dan gamma.
 Mempunyai daya tembus paling lemah di antara ketiga sinar radioaktif.
 Dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.
 Mempunyai jangkauan beberapa sentimeter di udara dan 102 mm di dalam logam.
 Sinar alfa merupakan jenis radioaktivitas yang memiliki muatan postif.

 Radioaktivitas Sinar Beta (Sinar β)


Sinar beta merupakan elektron berenergi tinggi yang berasal dari inti atom. Berikut ini
beberapa sifat alamiah sinar beta.
 Mempunyai daya ionisasi yang lebih kecil dari sinar alfa.
 Mempunyai daya tembus yang lebih besar dari pada sinar alfa.
 Dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.
 Sinar beta merupakan jenis radioaktivitas yang memiliki muatan negatif.

 Radioaktivitas Sinar Gamma (Sinar γ)


Sinar gamma adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang terpancar dari inti atom dengan
energi yang sangat tinggi yang tidak memiliki massa maupun muatan. Sinar gamma ikut
terpancar ketika sebuah inti memancarkan sinar alfa dan sinar beta. Peluruhan sinar gamma
tidak menyebabkan perubahan nomor atom maupun massa atom. Sinar gamma memiliki
beberapa sifat alamiah berikut ini.
 Sinar gamma tidak memiliki jangkauan maksimal di udara, semakin jauh dari sumber
intensitasnya makin kecil.
 Mempunyai daya ionisasi paling lemah.
 Mempunyai daya tembus yang terbesar.
 Tidak membelok dalam medan listrik maupun medan magnet.
 Sinar gama merupakan jenis radioaktivitas yang tidak memiliki muatan postif maupun negatif.
3. Pemamfaatan
 Kegunaan di bidang kedokteran
Isotop Na-24 di dalam Natrium Clorida(NaCl) digunakan untuk meneliti peredaran darah di
dalam tubuh manusia. Selain itu juga ada Isotop I-131 yang mana digunakan untuk melihat
cara kerja getah tiroid yang ada di dalam kelenjar gondok. Tidak hanya itu, ada juga Isotop dari
Fe-59 yang di gunakan untuk menlihat kecepatan produksi sel darah merah di dalam tubuh
seseorang. Radioisotop juga bisa berfungsi sebagai sumber radiasi yang bisa digunakan untuk
terapi penyakit kanker. Terapi kanker tersebut dilakukan dengan menggunakan radiosotop Co-
60.
 Kegunaan di bidang biologi
Isotop C-14 dan juga Isotop O-17 saat ini digunakan untuk mengamati proses fotosintesis pada
tanaman, Selain itu, Radioisotop dari Natrium dan juga Kalium digunakan dalam penelitian
permeabilitas selaput sel.
 Kegunaan di bidang pertanian
Radiositop juga berperan penting di dalam bidang pertanian. Isotop P-32 digunakan untuk
mengetahui cara pemupukan yang sesuai pada tanaman tertentu. Selain itu, Isotop tsb juga
digunakan untuk mengetahui kapan umur tanaman yang baik dan siap diberikan pupuk.

Selain itu, fungsi radiasi unsur radioaktif juga berguna untuk:


 memberantas hama penyakit dengan mengurangi populasi serangga dengan membuat
serangga jantan mandul.
 Mendapatkan bibit tanaan unggul
 Mengawetkan hasil pertanian seperti bawang dan lobak agar tidak bertunas saat disimpan,
 Kegunaan di bidang arkeolog
Bagi para arkeolog, Radioisotop dari C-14 digunakan sebagai peruntut untuk mengetahui
berapa usia dari fosil yang ditemukan. Umur tanah, dan batuan juga bisa diketahui dengan
bantuan unsur radioaktif.
 Kegunaan di bidang Kimia
Di dalam laboratorium, radioisotop digunakan dalam beberapa reaksi kimia. Dalam reaksi
esterifikasi yang membentuk ester dari asam karboksilat dan alkohol. Selain itu digunakan juga
pada reaksi fotosintesis di dalam laboratorium menggunakan radioisotop O-18.
 Dalam bidang Industri
Sinar radiasi juga sangat penting di dalam dunia produksi industri. Sinar radioisotop yang
mampu menembus logam padat dan membuat plat film jadi hitam digunakan untuk mendeteksi
apakah ada keretakan dan juga mengukur ketebalan pada benda-benda padat. Kongkritnya,
radioisotop digunakan untuk:
 Mengukur ketebalan kaca
 Menguji kepadatan benda tanpa merusak benda tersebut
 Mengukur ketebalan kertas
 Menjaga produksi timah dalam pembuatan kaleng
 Mengawetkan benda-benda dari kayu seperti kerajinan tangan
 Untuk mengukur efektifitas oli dan aditif pada mesin
4. Dampak zat Radioaktif
Unsur radioaktif yang mampu secara spontan memancarkan sinar radiasi ini ternyata tidak
hanya memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, namun juga memberikan resiko yang
berbahaya bagi tubuh manusia. Efek radiasi dari zat radioaktif ini memberikan dampak negatif
pada organ-organ tubuh kita yang sensitif seperti mata, fungsi reproduksi, tulang belakang.
Akibat yang dapat ditimbulkan dari sinar radioaktif ini adalah:
 Terjadi kerusakan genetis. Bisa membuat kemandulan pada sistem reproduksi atau terjadi
keainan pada keturunannya seperti cacat.
 Kerusakan lensa mata seperti katarak.
 Resiko kanker darah atau biasa disebut leukimia
 Terjadi kerusakan kulir atau sarcoma
 Kerusakan pada sistem syaraf.
 Kerusakan pada sel pembentuk sel darah merah
5. Proteksi
Proteksi dan Pengendalian Bahaya Sinar Radioaktif untuk mencegah terjadinya kecelakaan
radioaktif dan paparan sinar radioaktif yang melebihi dosis yang diperkenankan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui proteksi dan pengendalian bahaya sinar radioaktif di
atom dan kesesuaiannya dengan Norma K3 serta peraturan perundangan yang terkait. Dasar
pemikiran ini adalah bahwa pemanfaatan sinar radioaktif di bidang industri memiliki faktor
bahaya yang sangat besar meskipun potensi bahaya yang ditimbulkan relative kecil. Oleh
karena itu perlu adanya proteksi dan pengendalian bahaya radioaktif.
C. Kesimpulan
Radioaktif merupakan suatau sumber daya terbarukan yang memiliki banyak kegunaan seperti
contoh dalam bidang kedokteran, pertanian, arkeolog, kimia, biologi, fiskia dan lain lain.
Namum disamping memiliki banyak kegunaan ternyata radioaktif juga memiliki banyak efek
samping jika terpapar terlalu lama sebut saja mutasi. Radiaktivan memancarkan sinar a,b,y
dimana sinar tersebut sangat berbahaya bagi tubuh, hal ini biasa disalah gunakan untuk
dijadikan senjata pemusnah yang dapat menghancurkan umat manusia seperti bom atom dan
nuklir.
D. Daftar pustaka
http://manhajuna.com/mengenal-sumber-sumber-radiasi-di-sekitar-
kita/http://www.batan.go.id/index.php/id/alamat-ptkmr/2634