Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN DASAR MOBILISASI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO
SEMARANG

DISUSUN OLEH :
AGNES SUCY MULIANA (20101440118006)
ARNI AYUNI SABELA (20101440118014)
DELLA HAYYUNING T (20101440118023)
SAMSURI (20101440118068)

AKPER KESDAM IV / DIPONEGORO


SEMARANG
2019
1. Anatomi fisiologi
Muskolokeletal terdiri dari kata muskulo yang berarti otot dan kata Skeletal
yang berarti tulang.
A. Otot ( Muskulus / Muscle )
Otot merupakan organ tubuh yang mempunyai kemampuan merubah
energy kimia menjadi energy mekanik/gerak sehingga dapat sehingga dapat
berkontraksi untuk menggerakkan rangka, sebagai respon tubuh terhadap
perubahan lingkungan.
Otot disebut alat gerak aktif karena mampu berkontraksi, sehingga
mampu menggerakkan tulang. Sema sel-sel otot mempunyai mempunyai
kekhususan yaitu untuk berkontraksi.
1. Fungsi Sistem Otot
a. Pergerakan
b. Penopang tubuh dan mempertahankan postur
c. Produksi panas
2. Jenis-jenis otot
a. Berdasarkan letak dan struktur selnya, dibedakan menjadi:
1. Otot rangka (otot lurik)
Otot rngka merupakan otot lurik, volunteer (secara sadar atas perintah
dari otak), dan melekat pada rangka, misalnya yang terdapat pada
paha, otot betis, otot dada. Kontraksinya sangat cepat dan kuat
2. Otot polos
Otot polos merupakan otot tidak berlurik dan involunter (bekerja
secara tak sadar). Jenis otot ini dapat diitemukan pada dinding
berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba,
seperti pada system respiratorik,pencernaan, reproduksi, uranirus, dan
system sirkulasi darah. Kontraksinya kuat dan lamban.
3. Otot jantung
Otot jantung juga otot serat lintang involunter, mempunyai struktur
yang sama dengan otot lurik. Otot ini hanya terdapat pada jantung.
Bekerja terus menerus setiap sat tanpa henti, tpi otot jntung juga
mempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut.
b. Berdasarkan geraknya dibedakan menjadi:
1) Otot antagonis, yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya bertolak
belakang / tidak searah, menimbulkan gerak berlawanan.
2) Otot sinergis, yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling
mendukung., menimbulkan gerakan searah.
c. Mekanisme kontraksi otot
Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop electron dan
difraksi sinar x. Hansen dan Husley (1995) mengemukakan teori
kontraksi otot yang disebut model sliding filamens. Model inimenyatakan
bahwa kontraksi terjadi berdasarkan adanya dua set filament didalam sel
ototkontraktil yang berupa filament aktin dan myosin.
B. Rangka (skeletal)
System rangka adalah bagian tubuh yang terdiri Dari tulang, sendi, dan tulang
rawan (kartilago) sebagai tempat menempelnya dan memungkinkan tubuh untuk
mempertahankan sikap dan posisi.
1. Fungsi rangka:
a. Penyangga
b. Penyimpan mineral
c. Produksi sel darah
d. Pelindung
e. Penggerak
2. Jenis tulang
Berdasarkan jatringan penyususn dan sifat-sifat fisiknya, yaitu:
a. Tulang rawan (kartilago)
1) Tulang rawan hyaline: kuat dan elastic terdapat pada ujung tulang
pipa.
2) Tulang rawan fibrosa: memperdalam rongga dari cawan-cawan dan
rongga glenoid dari dari scapula.
3) Tulang rawan elastic: terdapat dalam daun telinga, epiglottis dan
faring.
b. Tulang sejati (ostenon)
Tulang bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai system rangka.
Permukaan luar tulang dilapisi selubung fibrosa (periosteum). Lapis tipis
jaringan ikat (endosteum) melapisi rongga sumsumdan meluas ke dalam
kanalikuli tulang kompak.
Berdasarkan matriksnya, yaitu:
a. Tulang kompak, yaitu tulang dengan matriks yang padat dan rapat.
b. Tulang spons, yaitu tulang dengan matriksnya berongga.
Berdasarkan bentuknya yaitu:
a. Ossa longa (tulang pipa/panjang)
b. Ossa brevia (tulang pendek)
c. Ossa plana (tulang pipih)
d. Ossa irregular (tulang tak beraturan)
e. Ossa pneumatic (tulang berongga udara)

2.Pengertian mobilisasi
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah,
teratur mempunyai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehat dan
penting untuk kemandirian. Tujuan mobilisasi adalah memenuhi kebutuhan dasar ,
mempertahankan konsep diri, mengekspresikan emosi dengan gerakan tangan non
verbal. Immobilisasi adalah suatu keadaan dimana individu mengalami atau
beresiko mengalami resiko keterbatasan gerak fisik.mobilisasi dan immobilisasi
berada dalam suatu rentang.
Mobilisasi merupakan gerak yang beraturan, terorganisasi dan teratur.
Mobilisasi adalah suatu kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah
dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktifitas guna
mempertahankan kesehatannya. Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk
bergerak dengan bebas. (Musrifatul Uliyah dan A. Aziz A. H., 2008; 10)
Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas dan
teratur untuk memenuhi kebutuhan sehat menuju kemandirian dan mobilisasi yang
mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas. (Perry dan
Potter, 1994)
Sebagai suatu keadaan dimana ketika seseorang mengalami atau beresiko
mengalami keterbatasan gerak fisik. (America Nursing Diagnosis Association)
(Nanda).

3. Tanda tanda kebutuhan tepenuhi


1. Pasein dapat melakukan aktivitas tanpa ada gangguan.
2. Dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik

4. Factor yang mempengaruhi


1. Gaya hidup
Seorang tergantung dari tingkat pendidikannya yang akan diikuti oleh
perilaku yang dapat meningkatkan kesehatannya. Demikian halnya dengan
pengetahuan kedehatan tentang mobilitas seseorang akan senantiasa
melakukan mobilisasi dengan cara sehat.
2. Proses penyakit dan injuri
Adanya penyakit tertentu yang diderita seseorang akan mempengaruhi
mobilitasnya. Demikian pula orang yang menjalani operasi. Karena ada nyeri
mereka cenderung bergerak lebih lamban.
3. Kebudayaan
Kebudayaan dapat mempengaruhi pola dan sikap dalam melakukan aktivitas
4. Tingkat energy
Setiap orang mobilisasi jelas memerlukan tenga dengan energy, orang yang
lagi sakit akan berbeda mobilitasnya disbanding dengan orang sehat.
5. Usia dan status perkembangan
Seorang anak akan berbeda dengan tingkat kemampuan mobilitasnya
disbanding orang remaja.anak yang selalu sakit selama masa pertumbuhan
akan berbeda pula tingkat kelincahannya disbanding dengan anak yang sering
sakit.

5. Gangguan kebutuhan yang tejadi


1. Tirah Baring
Tirah baring merupakan suatu intervensi dimana klien dibatasi untuk tetap
berada ditempat tidur untuk tujuan terapeutik.Klien dalam kondisi bervariasi
dimasukan kedalam katagori tirah baring,lamanya tirah baring tergantung
penyakit atau cidera dan status kesehatan klien sebelumnya.Pada individu
normal dengan kondisi tirah baring akan mengalami kurangnya kekuatan otot
dari tingkat dasarnya pada rata-rata 3% sehari.

2. Imobilisasi
Imobilisasi merupakan gangguan imobilisasi fisik . (NANDA) Sebagai suatu
keadaan ketika individu mengalami atau beresiko mengalami keterbatasan
gerak fisik .penggunaan alat bantu eksternal ( mis: gips atau traksi rangka)
pembatasan gerakan volunter atau kehilangan fungsi motorik. Secara umum
ada beberapa macam keadaan imobilitas antara lain :

a. Imobilitas fisik : kondisi ketika seseorang mengalami keterbatasan fisik


yang disebabkan oleh faktor lingkungan maupun kondisi orang tersebut.
b. Imobilitas intelektual : kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya
pengetahuan untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya, misalnya pada
kasus kerusakan otak
c. Imobilitas emosional : kondisi ini bisa terjadi akibat proses pembedahan
atau kehilangan seseorang yang dicintai
d. Imobilitas sosial : kondisi ini bisa menyebabkan perubahan interaksi sosial
yang sering terjadi akibat penyakit.(Mubarak, 2008).
Apabila ada perubahan mobilisasi,maka setiap sistem tubuh beresiko
terjadi gangguan/perubahan.

6. Tindakan yang dilakukan


Meningkatkan kekuatan,ketahanan otot,dan fleksibiliti sendi, dapat
dilakukan dengan cara
1. Pengaturan posisi tubuh sesuai dengan pasien
2. Latihan ROM pasif dan aktif
3. Ambulasi dini
4. Melakukan aktivitas sehari hari secara mandiri
5. Latihan isotonic dan isometrik
DAFTAR PUSTAKA