Anda di halaman 1dari 10

PROSEDUR PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN CARA GAMBAR HASIL NORMAL


TANDA VITAL
SUHU - Keringkan axilla dengan tissu Normal : 36,5-37,50c
- desinfeksi thermometer dengan
kasa alkohol dari ujung ke pangkal
- letakkan thermometer di axilla
- baca hasilnya
- setelahnya lakukan desinfeksi
thermometer dari pangkal ke
ujung

NADI - Cari arteri radialis Frekuensi normal : 60-100x/menit


- Hitung frekuensi nadi di arteri ; Teratur Takikardia: >100 ;
radialis selama 1 menit Bradikardia: <60

PERNAFASAN - Tangan perawat tetap berada pada posisi meraba arteri radialis
- menghitung frekuensi nafas selama 1 menit ( pasien dalam kondidi tenang )
TEKANAN - Atur posisi pasien Normal : 120/80 mmHg
DARAH - Lengan baju dibuka
- Pasang manset pada lengan
kanan atas, sekitar 3 cm diatas
fossa cubiti (Siku lengan bagian
dalam). Jangan terlalu ketat atau
terlalu longgar
- Tentukan denyut nadi arteri
bracialis (nadi pada siku bagian
dalam) dekstra/sinistra dengan jari
- Posisikan stetoskop pada
denyutan tsb
- Pompa balon udara manset
sampai denyut nadi arteri radialis
tidak terdengar
- Tambahkan pemompaan 20
mmHg lebih tinggi dari titik radialis
tidak terdengar
- Kempeskan balon udara manset
secara perlahan dan
berkesinambungan dengan
memutar sekrup pada pompa
udara berlawanan arah jarum jam.
- Catat mmHg manometer saat
pertama kali denyut arteri
terdengar. Nilai ini menunjukkan
tekanan sistolik
- Turunkan lagi sampai denyutan
tidak terdengar lagi (tekanan
diastolik)
KEPALA
- Inspeksi ukuran lingkar kepala, bentuk, Normal : simetris, bersih, tidak
kesimetrisan, adanya lesi atau tidak, ada lesi, tidak menunjukkan
kebersihan rambut dan kulit kepala, tanda-tanda kekurangan gizi (
warna rambut, jumlah dan distribusi rambut jagung dan kering)
rambut Wajah
Wajah Normal : simetris, warna sama
Kesimetrisan wajah, warna kulit, dengan bagian tubuh lain, tidak
pigmentasi, bentuk wajah pucat/ ikterik
- Palpasi adanya pembengkakan/ penonjolan, Normal : tidak ada
dan tekstur rambut pembengkakan/ penonjolan,
Wajah rambut lebat dan kuat/ tidak
nyeri tekan dahi, edema, pipi, dan rapuh
rahang Wajah
Normal : tidak ada nyeri tekan
dan edema.
MATA
Inspeksi - Nilai kesimetrisan mata Normal : simetris mata kika,
- warna konjungtiva, dan sclera simetris bola mata kika, warna
(anemis/ ikterik) konjungtiva pink, dan sclera
- penggunaan kaca mata/ lensa berwarna putih
kontak Gerakan bola mata simetris
- respon terhadap cahaya Reflek pupil mengecil saat ada
- Nilai apakah ada kelainan mata cahaya dan melebar saat cahaya
seperti, memerah, banyak pus/ tahi jauh
mata, bengkak, atau strabismus
- Lakukan pemeriksaan reflek pupil
pada kedua mata pasien dengan
cara mendekatkan dan menjauhkan
cahaya pen light ke arah mata.
Palpasi - Palpebra
- Tekanan bola mata
HIDUNG
- Inspeksi Nilai hidung bagian luar dan derah sekitarnya apakah ada kelainan seperti, Normal : simetris kika, warna
memerah, bengkak, atau kelainan bentuk sama dengan warna kulit lain,
pernafasan cuping hidung tidak ada lesi, tidak ada
Hidung bagian dalam sumbatan, perdarahan dan
Septum hidung simetris/tidak tanda-tanda infeksi.

- Palpasi Lakukan palpasi daerah sinus frontalis, etmoidalis, spenoidalis dan maxilaris tidak ada bengkak dan nyeri
untuk menilai apakah ada nyeri tekan. tekan
MULUT
Inspeksi - Inspeksi warna bibir Normal : warna mukosa mulut
- Kondisi gigi dan gusi dan bibir pink, gigi bersih,
- Minta pasien membuka mulut, letakkan tongue spatel diatas lidah pasien, lembab, tidak ada lesi, tidak ada
kemudian minta pasien mengucapkan “aaaaa“ stomatitis, tidak ada peradangan
- Inspeksi adanya kelainan bentuk, uvula, pembengkakan pada tonsil atau perdarahan gusi
(tonsillitis), warna kemerahan (peradangan), stomatitis, kebiruan / kelabu
(diphteri) atau adanya bercak-bercak putih
TELINGA
- Inspeksi - Nilai telinga bagian luar, daun telinga dan di daerah belakang telinga apakah
ada kelainan seperti, memerah, bengkak, atau kelainan bentuk
- Lihat keadaan liang telinga apakah ada pembengkakan, kemerahan, benda
asing atau serumen
- Lihat keadaan membrane tympani apakah utuh, memerah, perforasi atau
berlubang, ada keluar cairan serosa atau keluar cairan pus
- Palpasi Raba belakang telinga, nilai adanya pembengkakan dan nyeri Normal : tidak ada nyeri tekan

LEHER
- Inspeksi Lihat adanya pembesaran arteri carotis
Lihat adanya pembesaran tiroid
Lihat adanya pembesaran kelenjar limfe
- Palpasi - Berdiri di belakang pasien, Lakukan palpasi kelenjar limfe pada daerah Normal : tidak teraba
belakang telinga, leher dan pada jaringan diatas tulang klavikula. Nilai apakah pembesaran tiroid, tidak ada
ada pembengkakan dan pembesaran nyeri, tidak ada pembesaran
- Minta pasien menelan, lakukan palpasi kelenjar tiroid. Nilai apakah ada kelenjar limfe, tidak ada nyeri,
pembengkakan dan pembesaran tidak ada pembesaran vena
- Lihat adanya bendungan vena jugularis jugularis
PARU
- Inspeksi bentuk/ postur dada, payudara, Normal : simetris, bentuk dan
kesimetrisan, gerakan nafas postur normal, tidak ada tanda-
(frekuensi, irama, kedalaman, dan tanda distress pernapasan,
upaya pernafasan/ penggunaan otot- warna kulit sama dengan warna
otot bantu pernafasan ), warna kulit, kulit lain, tidak ikterik /sianosis,
lesi, edema, pembengkakan / tidak ada pembengkakan
penonjolan. /penonjolan/edema

- Palpasi pergerakan dada simetris, raba Normal : integritas kulit baik, tidak
adanya massa dan lesi, nyeri, tactile ada nyeri tekan/ massa/ tanda-
fremitus. tanda peradangan, ekspansi paru
( perawat berdiri dibelakang pasien, simetris, taktil fremitus sama kiri
instruksikan pasien untuk dan kanan
mengucapkan angka “ tujuh-tujuh”
atau “enam-enam” sambil melakukan
perabaan dengan kedua telapak
tangan pada punggung pasien).
- Perkusi Bandingkan konsistensi satu sisi resonan (“dug dug dug “)
dengan sisi lain pada tinggi yang sama jika bagian padat lebih daripada
dengan pola berjenjang sisi ke sisi bagian udara= pekak (“bleg bleg
bleg”)
jika bagian udara lebih besar dari
bagian padat =hiperesonan
(“deng deng deng”)
batas jantung = bunyi resonan----
hilang>>redup
- Auskultasi suara nafas, trachea, bronchus, paru- bunyi nafas vesikuler,
paru. (dengarkan dengan bronchovesikuler, bronchial,
menggunakanstetoskop di lapang paru tracheal.
kiri dan kanan, di RIC 1 dan 2, di atas Tidak normal: wheezing, ronchi
manubrium dan di atas trachea

JANTUNG
- Inspeksi ictus cordis terlihat/tidak ( N: RIC 5 LMCS)
- Palpasi palpasi ictus cordis teraba / tidak Normal untuk inspeksi dan
palpasi : ictus cordis kuat angkat
atau tidak

- Perkusi ukuran, bentuk, dan batas jantung Normal : batas jantung : RIC 3-5
(lakukan dari arah samping ke tengah sinistra
dada, dan dari atas ke bawah pekak
sampai bunyi redup)
- Auskultasi bunyi jantung, arteri karotis ( gunakan Normal :
bagian diafragma dan bell dari - terdengar bunyi jantung I/ S1
stetoskop untuk mendengarkan bunyi dan bunyi jantung II/S secara
jantung. teratur
Bunyi jantung I terdengar saat - tidak ada bunyi jantung
penutupan katup mitral dan tambahan ( S3 atau S4 )
trikuspidalis
Bunyi jantung II terdengar saat
penutupan katup aorta dan pulmonalis

ABDOMEN
- Inspeksi kesimetrisan kuadran abdomen, warna Normal : simetris, warna sama
kulit, lesi, scar, ostomy, distensi, dengan warna kulit lain, tidak
tonjolan, pelebaran vena, kelainan ikterik, tidak terdapat ostomy,
umbilicus, dan gerakan dinding perut . distensi, tonjolan, pelebaran
vena, dan kelainan umbilicus
- Auskultasi suara peristaltik ( bising usus ) di Normal : suara peristaltik
semua kuadran ( bagian diafragma terdengar 5-35 kali / menit,
dari stetoskop ) terdengar denyutan arteri renalis,
arteri iliaka, arteri aorta.
- Palpasi Palpasi ringan: Normal : tidak teraba tonjolan,
Meraba dengan lembut seluruh area tidak ada nyeri tekan, tidak ada
abdomen massa dan penumpukkan cairan
Meraba vesika urinaria
Palpasi Dalam:
- Kaki pasien di tekuk
- Lakukan pemeriksaan organ:

HEPAR Lakukan perabaan dengan cara: Tidak ada nyeri


tangan kiri perawat berada dibawah Tidak teraba
abdomen kanan
Lakukan palpasi dengan tangan kanan
dari bawah menuju bagian bawah
diagfragma kanan

LIMFA Lakukan perabaan dengan cara: Tidak ada nyeri


tangan kiri perawat berada dibawah Tidak teraba
abdomen kiri
Lakukan palpasi dengan tangan kanan
dari kanan bawah menuju bagian
bawah diagfragma kiri
GINJAL Pria lebih terfiksir drpd wanita (otot Tidak ada nyeri
perut pria lebih keras) Tidak teraba
Pada yg kurus lebih mudah
Metode: supinasi, satu tangan
mengangkat CVA dan tangan yg lain
menekan/mempalpasi.
nyeri tekan, teraba massa
- Perkusi Ketuk semua kuadran secara acak Normal : timpani, bila hepar dan
limfe membesar = redup dan
apabila banyak cairan
=hipertimpani

EKSTREMITAS kesimetrisan dan pergerakan, Normal : simetris kika, integritas


ATAS integritas kulit. kulit baik, kekuatan otot penuh
kekuatan dan tonus otot. Normal : bersih, bentuk normal
Pemeriksaan kuku tidak ada tanda-tanda jari tabuh (
Inspeksi : kebersihan, bentuk dan clubbing finger ), tidak
warna kuku ikterik/sianosis
Palpasi : ketebalan kuku dan capillary Normal : CRT < 2 detik.
refill time (CRT)/ waktu pengisian Normal : reflex bisep dan trisep
kapiler positif
Tes reflex : tendon trisep, bisep, dan
brachioradialis.
EKSTREMITAS Inspeksi : kesimetrisan dan Normal : reflex patella dan
BAWAH pergerakan, bentuk kaki, integritas archilles positf, tidak ada oedema
kulit, kekuatan dan tonus otot, oedem Normal : denyutan teraba jelas
ekstremitas
Palpasi : arteri femoralis, arteri
poplitea, arteri dorsalis pedis,
pemeriksaan oedema
Tes reflex: tendon patella dan
archilles
KULIT Inspeksi : kebersihan, warna, Normal : kulit tidak ada
(INTEGUMENT) pigmentasi, lesi/perlukaan, pucat, ikterik/pucat/sianosis
sianosis, dan ikterik Normal: lembab, turgor kulit
Palpasi : kelembaban, suhu kembali segera/kembali
permukaan kulit, tekstur, ketebalan, lambat/kembali sangat lambat,
turgor kulit, dan edema. tidak ada edema

GENITALIA dan Penis,testis dan scrotum Normal : tidak ada nyeri, tidak
ANUS PRIA Posisi Meatus di ujung penis terdapat edema/ hemoroid/tanda-
Pemeriksaan anus dan rectum : tanda infeksi dan perdarahan.
feses, nyeri, massa, edema, hemoroid,  nonsirkumsisi: tumor, scar,
fistula ani ulkus, vesikulae
Meatal stenosis Posisi Meatus
(epispadi, hipospadi)
GENITALIA dan Vagina: mukosa kulit, integritas kulit, Normal : bersih, mukosa lembab,
ANUS WANITA contour simetris, edema, pengeluaran integritas kulit baik, simetris tidak
cairan vagina, perdarahan. ada edema dan tanda-tanda
Pemeriksaan anus dan rectum : infeksi (pengeluaran pus/ bau ),
feses, nyeri, massa, edema, hemoroid, hemoroid/polip
fistula ani