Anda di halaman 1dari 3

Contoh Peranan Partai Politik Dapat Didiskusikan Sebagai Berikut.

1. Membuat kerja pemerintahan parlementer menjadi mungkin


Parlemen terdiri dari wakil rakyat. Partai-partai politik mengatur wakil-wakil ini di garis partai.
Pemilih memilih wakil mereka atas dasar afiliasi partai mereka. Partai yang mendapat suara
mayoritas membentuk pemerintah dan menjalankan negara dan partai-partai lain dalam badan
legislatif merupakan oposisi dan berusaha mencari-cari kesalahan pemerintah, sehingga
membuatnya lebih bertanggung jawab. Dengan tidak adanya partai politik, wakil terpilih dapat
bekerja dengan tujuan silang hanya membuat pembentukan pemerintah atau oposisi menjadi tidak
mungkin.
2. Partai Politik merumuskan kebijakan publik
Setiap partai politik memperjuangkan pemilihan untuk mencapai tujuannya yang tergabung dalam
manifesto politik mereka. Segera setelah pemilihan, partai mayoritas yang membentuk pemerintah
berusaha untuk merumuskan kebijakan-kebijakan pemerintahannya berdasarkan janji-janji yang
dibuat dalam manifesto pemilu. Kebijakan-kebijakan ini dibuat dengan mengingat kepentingan
masyarakat umum. Tujuan paling penting di balik sebagian besar kebijakan tetap perbaikan kondisi
umum. Selain itu, mereka membuat kebijakan tentang keamanan nasional, hukum dan ketertiban
internal, dll. Selain itu, masing-masing pihak memiliki ideologinya sendiri. Dipastikan bahwa partai
mayoritas mendapat mandat dari para pemilih untuk melaksanakan program politiknya sendiri.
3. Partai politik mendidik opini publik
Para pihak dalam sistem pemerintahan apa pun yang mengedukasi, merumuskan dan mengatur
opini publik. Mereka juga membantu dalam pertumbuhan tingkat kesadaran politik warga negara
biasa, yang jika tidak punya waktu untuk membaca dan mempelajari isu-isu negara. Partai-partai
politik dalam upaya mereka untuk lebih dekat dengan orang-orang mengorganisir rapat umum,
pertemuan, konferensi pers mengenai isu-isu penting dan membuat pandangan mereka jelas.
Rakyat biasa disadarkan akan kondisi ekonomi, sosial, dan politik negara. Masyarakat umum
disadarkan akan hak pilih mereka. Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat awam untuk
menganalisis pro dan kontra berbagai isu penting. Proses ini mengarah untuk mengatur dan
merumuskan opini publik tentang isu-isu penting. Orang-orang biasa yang jika tidak punya waktu
untuk mencurahkan ke politik sangat diuntungkan oleh pertemuan-pertemuan ini.
4. Partai politik memberikan stabilitas politik
Partai-partai politik di lebih dari satu cara bersatu, menyederhanakan dan menstabilkan proses
politik negara. Kekuatan destabilisasi lokalisme, regionalisme, bagian, kepentingan dan situasi
geografis ditangani oleh partai-partai politik dengan membuat bagian-bagian dari ideologi partai
mereka sehingga menenangkan kekuatan-kekuatan yang saling terpecah dan mendorong kohesi.
Partai-partai politik terutama menjalankan fungsi agregasi kepentingan. Selain itu partai politik
dalam demokrasi perwakilan memainkan peran besar dalam menjaga stabilitas dengan melakukan
peran mereka di legislatif. Partai mayoritas membentuk pemerintah dan partai kecil lainnya dalam
oposisi.
Partai yang berkuasa harus bersikap sangat bertanggung jawab. Partai oposisi terus mengawasi
kerja partai yang berkuasa. Karena setiap gerakan yang tidak bijaksana di pihak mereka akan
membuangnya dari kekuasaan dan membantu oposisi (pihak-pihak) untuk mengambil alih kendali
pemerintahan. Oposisi bukan hanya mengkritik pemerintah; itu juga menyediakan program
alternatif dan pemerintahan alternatif dalam kemungkinan krisis di pemerintahan. Karena itu
berkontribusi pada stabilitas pemerintah. Oleh karena itu, oposisi yang sehat sangat penting bagi
keberhasilan demokrasi.
5. Membantu dalam perekrutan pemimpin
Fungsi penting dari pihak mana pun adalah merekrut orang-orang yang berintegritas, surat,
tindakan, kepemimpinan untuk menjadi anggota dan mempersiapkan mereka untuk pemilihan di
masa depan. Karena itu adalah anggota partai yang menyebarkan ideologi partai, mendiskusikan
isu-isu yang terbakar dan mengadakan pertemuan dan konferensi pers untuk memobilisasi
dukungan publik.
Para pemimpin inilah lagi yang bersaing dalam pemilihan dan membentuk pemerintahan jika
terpilih untuk berkuasa. Para pemimpin yang ditarik dari kehidupan publik diharapkan memahami
harapan masyarakat umum dan merumuskan kebijakan publik yang sesuai. Pihak-pihak selalu
mendapatkan popularitas dan pengakuan hanya melalui pemimpin mereka.

2.Contoh Peranan Lembaga swadaya masyarakat Dapat Didiskusikan Sebagai Berikut.

1. Lembaga swadaya masyarakat perlindungan anak dan perempuan, LSM ini bertujuan untuk
melindungi anak dan kaum perempuan yang mengalami penganiayaan dan kekerasan serta
bentuk tindakan pidana lainnya. hal ini sangat penting karena wanita di Indonesia masih
banyak terampas haknya sehingga kemungkinan mereka melaporkan ke polisi mungkin
masih sedikit. Jadi, LSM ini akan terus memberi penyuluhan kepada masyarakat untuk
melaporkan segala jenis tindakan pidana kepada LSM tersebut dan LSM tersebut akan
menyampaikannya kepada pihak yang berwenang.
2. Lembaga swadaya pelindungan TKI dan TKW, hak-hak para pekerja migran memang kerap
kali diabaikan oleh pemerintah oleh karena itu saat ini bermunculan LSM yang bertujuan
untuk melindungi para TKI dan TKW yang mendapatkan perlakukan tidak pantas di luar
negeri terutama bagi mereka yang menjadi pekerja buruh migrant.
3. Lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan alam, LSM ini bertujuan untuk mengawasi
dan ikut serta dalam perlindungan lingkungan alam. Biasanya terdapat LSM masing-masing
lebih khusus ranahnya seperti LSM perlindungan hutan, LSM perlindungan flora dan fauna
yang terancam punah, LSM pecinta lautan dan segala yang ada di dalamnya. LSM dengan
tujuan ini juga sudah kian marak perkembangannya seiring dengan rusaknya alam dan tidak
adanya perhatian pemerintah secara khusus.
4. Lembaga swadaya masyarakat perlindungan terhadap saksi dan korban, LSM ini bertujuan
untuk melindungi mereka yang menjadi korban dan para saksi pada sebuah kasus baik
tindak pidana maupun perdata. Hal ini dilakukan karena ada banyak korban dan saksi yang
tidak melaporkan tindak kejahatan dikarenakan mereka diancam dan tidak bisa bebas dalam
melapor yang menjadi penyebab tawuran antar sesama korban atau saksi. Nah, LSM ini
akan memberikan perlindungan kepada mereka sehingga para korban dan saksi ini tidak
perlu takut saat melaporkan sebuah tindakan kejahatan.

contoh demosntran

Berdasarkan potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa sebagai kaum intelektual, maka
ia harus memiliki keyakinan dan pemikiran yang tidak boleh ditunggangi oleh siapapun, kecuali
oleh kepentingan rakyat. Oleh karena itu, posisi sentral mahasiswa harus didayagunakan untuk
memperjuangkan rakyat dan/atau menyeimbangkan kepentingan di antara keduanya (pemerintah
dan rakyat).
Pertama, mahasiswa harus menjadi penyambung lidah pemerintah. Keterbatasan pemerintah dalam
menyampaikan kebijakan yang dibuatnya mengharuskan mahasiswa sebagai kaum terdidik untuk
berperan dalam melakukan sosialisasi kebijakan tersebut, misalnya melalui program Kuliah Kerja
Nyata (KKN). Sebab, kebijakan pemerintah yang sangat beragam sangat tidak mudah untuk
dipahami masyarakat dengan bahasa yang ringkas dan sederhana.
Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban dan tugas mahasiswa untuk membantu dan memberikan
informasi yang jelas kepada masyarakat. Terutama kebijakan yang dapat menimbulkan perdebatan
dan polemik yang berkelanjutan, sudah sepatutnya mahasiswa dapat berbagi informasi kepada
masyarakat agar kebijakan yang akan dilaksanakan mudah dipahami serta mampu menghilangkan
kesalahan tafsir terhadap kebijakan tersebut.
Kedua, mahasiswa harus menjadi bagian dari aspirasi masyarakat. Tantangan terbesar seorang
mahasiswa ke depan sebagai makhluk sosial ialah bagaimana mereka menyadari dan memaknai
perannya dalam kehidupan masyarakat, serta bagaimana memberikan sumbangan pemikiran untuk
kepentingan rakyat. Suara mahasiswa tidak harus sama dengan pemerintah untuk membela
kepentingan rakyat, namun harus tetap seirama dengan hati nurani masyarakat.
Apabila pemerintah mengambil kebijakan yang benar dan merakyat, program pemerintah harus
didukung dan dibantu untuk dijelaskan kepada masyarakat. Namun, apabila kebijakan tersebut tidak
pro rakyat, mengundang kontroversi, dan tidak membela kepentingan rakyat, maka sebaiknya
mahasiswa juga harus ambil bagian untuk menggugat.
Ketiga, mahasiswa harus berani tampil sebagai alat kontrol politik terhadap kekuasaan. Dalam
sejarahnya, mahasiswa dituntut untuk memberikan pemikirannya yang kritis serta konstruktif dalam
mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, mahasiswa harus memegang teguh
independensi yang selalu menjadi kalangan oposisi yang mengontrol kekuasaan agar pemerintah
tidak sewenang-wenang dalam rangka mewujudkan tujuan negara dan dari cita-cita bangsa.
Contoh peran media massa dalam opini publik:

1. Pada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International School tahun 2015 silam.
Opini publik sanggup membuat nama sekolah asing milik swasta yang identik dengan
sekolah anak-anak orang kaya tersebut ikut menjadi buruk. Berbeda dengan pelecehan
seksual yang dilakukan oleh Andri Sobari alias Emon di Sukabumi, Jawabarat; yang hanya
menyeret nama pribadinya saja, tidak dengan nama sekolahnya. Padahal korban kejahatan
yang dilakukannya jauh lebih banyak, hingga lebih dari 125 anak.
2. Kemenangan Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016, disinyalir
didapatkan dengan memanfaatkan efek media sosial untuk menyebarkan informasi, baik
berupa hoax (berita bohong) atau lainnya untuk membentuk opini publik yang
menguntungkannya agar memenangkan kompetisi politik tersebut. Sebagian besar warga AS
yang memiliki hak pilih membaca media sosial, dan hoax yang mereka baca tentu
mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih. Dalam jurnal penelitian ‘Social Media
and Fake News to the 2016 Election’ disebutkan bahwa keampuhan medsos dalam
membentuk opini publik, bergantung padad efektivitas fake news yang disebar. Bagaimana
kontennya, serta seberapa banyak pembacanya. Di AS 62% orang dewasa memperoleh
informasi dari medsos, sehingga opini publik sebagian besar warga AS sangat dipengaruhi
berita dari medsos.
3. Sama halnya dengan di AS, di Indonesia yang sekitar 40% orang dewasanya adalah
pengguna medsos; juga pembentukan opini publiknya sangat dipengaruhi medsos. Seperti
pada cawapres terdahulu, yaitu Prabowo Subianto yang terkena dampak negatif media
sosial. Media menyebarkan jejak kriminalitasnya di masa lampau, bahwa beliai diduga kuat
mendalangi penculikan dan ‘penghilangan’ sejumlah aktivis pro-reformasi seperti Widji
Tukul, Herman Hendrawan, Petrus Bima, dkk. Ia juga diduga merupakan dalang kerusuhan
Mei 1998. Isu-isu ini membentuk opini publik, mempengaruhi pola pikir serta respon
masyarakat mengenai Prabowo.
4. Kasus ‘Cicak vVS Buaya’ juga merupakan salah satu contoh peran media dalam
pembentukan opini publik. KPK yang menjalankan tugas untuk membongkar suatu kasus
yang ditengarai memiliki kerterlibatan dengan Kabareskin dianggap sebagai cicak. Dalam
hal ini, opini publik yang disebarkan lewat media lebih banyak menyerang Polri dan
Kabareskim yang dianggap sebagai buaya (baca konstruksi realitas sosial).
5. Opini publik di negri ini mengenai citra Polri juga sempat negatif akibat pengaruh media
sosial. Porli memang mendapatkan citra positif dalam pengungkapan jaringan terorisme,
namun dalam penanganan permasalahan lain (terutama di daerah) polisi tersudutkan. Porli
ditunding perlu melakukan perbaikan, bahkan hingga muncul wacana reposisi Porli dalam
sistem Tata Negara. Jika dilihat secara lebih detail, memang penanganan Porli diberbagai
wilayah perlu di tingkatkan, namun hal tersebut dalam konsep manajemen, bukannya
digiring dalam permasalahan politis (baca: media komunikasi politik). Dalam kasus ini,
media massa memiliki peran besar dalam membangun opini publik terkait pencitraan,
hingga dapat mendiskualifikasi kebenaran dan membuat publik tidal lagi mampu
membedakan secara jernih antara realitas, representasi, simulasi, atau hipperrealitas.