Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keadaan masyarakat Indonesia yang beragam sangat dipengaruhi oleh

perkembangan masyarakat dari usia dini. Pemerintah telah memperhatikan

kelangsungan perkembangan usia dini ini dengan mengoptimalkan berbagai

bentuk pengembangan di usia muda, seperti peningkatan mutu pendidikan,

pengembangan pola-pola intelektual, pola pendidikan moral dan banyak aspek

lainnya. Hal ini tentu saja menggembirakan, meskipun tidak bisa menjadi jaminan

bahwa upaya tersebut dapat meningkatkan kualitas generasi selanjutnya.

Lansia sering dianggap sebagai golongan yang lemah, tetapi sesungguhnya

lansia memiliki peran yang berarti bagi masyarakat. Lansia memiliki penalaran

moral yang bagus untuk generasi dibawahnya. Lansia memiliki semacam gairah

yang tinggi karena secara alami, manusia akan cenderung memanfaatkan masa-

masa akhirnya secara optimal untuk melakukan pewarisan nilai dan norma. Hal

ini justru mempermudah kita untuk membina moral anak-anak.

Masa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan,

integritas, dan refleksi dari kehidupannya. Jika tidak, ini akan menimbulkan

ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis, semacam penyakit

kejiwaan. Jika ini terjadi maka keadaan masyarakat juga terganggu, dimana lansia

sebagai penguat transformator nilai dan norma berkurang, baik secara kualitas dan

kuantitas. Banyak contoh yang terjadi dimasyarakat kita, dimana lansia berlaku

yang kurang sopan atau bahkan kurang beradab sehingga secara tidak langsung

1
akan mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat. Lansia di Indonesia,

menurut Depkomindo 2010, pada tahun 2008 berjumlah 23 juta orang, sedangkan

lansia yang terlantar mencapai 1,7 juta sampai 2 juta orang.

Wujud dari usaha pemerintah ini adalah dicanangkannya pelayanan bagi lansia

melalui beberapa jenjang yaitu pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat adalah

Posyandu Lansia. Pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas, dan

pelayanan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.

Dengan demikian, posyandu lansia sangat kita perlukan, dimana posyandu

lansia ini dapat membantu lansia sesuai dengan kebutuhannya dan pada

lingkungan yang tepat, sehingga para lansia tidak merasa lagi terabaikan didalam

masyarakat.

1.2Rumusan Masalah

Sesuai dengan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang

didapat ialah bagaimana melaksanakan posyandu lansia dimasyarakat ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Meningkatkan kemudahan bagi lanjut usia untuk mendapatkan berbagai

pelayanan, baik pelayanan kesehatan maupun pelayanan lainnya yang

dilaksanakan oleh berbagai unsur terkait.

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk mengetahui apakah sudah dilakuakan posyandu lansia dengan

prosedur yangsudah ada.

2
1.3.3 Manfaat teoritis

Untuk mengetahui prilaku masyarakat terhadap posyandu lansia.

1.3.4 Manfaat aplikatif

1. Bagi Puskesmas Tanah Garam

Sebagai masukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan dalam

penatalaksanaan posyandu lansia

2. Bagi masyarakat wilayah Tanah Garam

Dapat mempermudah masyarakat khususnya lansia yang

melakukan posyandu lansia

3. Bagi peneliti

Dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan peneliti

mengenaipelaksanaan posyandu lansia

1.3.5 Manfaat Metodologi

Dapat dijadikan sebagai acuan pengembangan penelitian dan

evaluasi terutama mengenai posyandu lansia.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Posyandu Lansia

2.1.1 Definisi

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia

lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh

masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu

lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan

kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas

dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan

organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang

berada di desa-desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat

khususnya bagi warga yang sudah berusia lanjut. Posyandu lansia adalah wahana

pelayanan bagi kaum usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia yg

menitikberatkan pd pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya

kuratif dan rehabilitative. Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yg

mencakup kegiatan yankes yg bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan

berdayaguna.

Penurunan kondisi fisik lanjut usia berpengaruh pada kondisi psikis.

Dengan berubahnya penampilan, menurunnya fungsi panca indra menyebabkan

lanjut usia merasa rendah diri, mudah tersinggung dan merasa tidak berguna lagi.

Masalah ekonomi yang dialami orang lanjut usia adalah tentang pemenuhan

4
kebutuhan hidup sehari-hari seperti kebutuhan sandang, pangan, perumahan,

kesehatan, rekreasi dan sosial. Dengan kondisi fisik dan psikis yang menurun

menyebabkan lansia kurang mampu menghasilkan pekerjaan yang produktif.

Di sisi lain mereka dituntut untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup

sehari-hari yang semakin meningkat dari sebelumnya, seperti kebutuhan akan

makanan bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, perawatan bagi

yang menderita penyakit ketuaan dan kebutuhan rekreasi. Didalam posyandu

lansia ini, para lansia dilayani dan diberi kemudahan dalam pemeriksaan

kesehatan mereka. Mereka hanya diminta dating tanpa dipungut biaya sama

sekali, begitu juga dengan lansia yang sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan

jauh akan diantar ke tempat pelayanan atau dapat juga dilayani dirumah mereka.

2.1.2 Tujuan

Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :

1.Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga

terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia

2.Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta

dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara

masyarakat usia lanjut.

Tujuan pengadaan program posyandu lansia yaitu:

1.Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga

terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia

5
2.Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta

dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara

masyarakat usia lanjut

3.Supaya kesehatan para lansia terjaga dengan baik dan terkontrol.

2.1.3 Sasaran

Sasaran Posyandu Lansia

1.Sasaran langsung

Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), Kelompok usia lanjut (60 tahun

keatas),Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas).

2.Sasaran tidak langsung

Keluarga dimana usia lanjut berada, organisasi sosial yang bergerak dalam

pembinaan usia lanjut, masyarakat luas.

2.1.4 Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:

1. Meja 1: Pendaftaran

Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut.

Lansia yang sudah terdaftar di buku register langsung menuju meja

selanjutnya.

2. Meja 2: Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan

tekanan darah

3. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)

6
Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa

Tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan.

4. Meja 4: Penyuluhan

Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian

makanan tambahan.

5. Meja 5: Pelayanan medis

Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari

Puskesmas/kesehatan meliputi kegiatan : pemeriksaan dan

pengobatan ringan.

2.1.4 Pelayanaan Posyandu Lansia

Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan

Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu

Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita

(deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi.

Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu

Lansia seperti tercantum dalam situs Pemerintah Kota Jogjakarta adalah:

1. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam

kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat

tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.

2. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental

emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit.

3. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran

tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).

7
4. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta

penghitungan denyut nadi selama satu menit.

5. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat

6. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya

penyakit gula (diabetes mellitus)

7. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi

awal adanya penyakit ginjal.

8. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau

ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. Dan

9. Penyuluhan Kesehatan.

Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat

seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek

kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia,

gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran.

Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan,

sarana dan prasarana penunjang, yaitu: tempat kegiatan (gedung, ruangan atau

tempat terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan

dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan

laboratorium sederhana, thermometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia.

Persoalan yang ada dalam posyandu lansia yang mendesak adanya

pemecahan dan pengembangan didalamnya yaitu:

1. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu Pengetahuan

lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam

kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia

8
akanmendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala

keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka.

2. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang

menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi

mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia

3. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau jarak

posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa

harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan

atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini

berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia.Jika lansia

merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus

menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat

mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan

posyandu.Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari

terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.

4. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan

lansia untuk datang ke posyandu Dukungan keluarga sangat berperan dalam

mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu

lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu

menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu,

mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu

mengatasi segala permasalahan bersama lansia.

5. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu Penilaian pribadi atau

sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan

9
lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut,

lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di

posyandu lansia.Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu

cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek.Kesiapan merupakan

kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila

individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons.

2.1.5 Indikator Keberhasilan

Program ini dapat dikatakan berhasil apabila dapat terpenuhinya indicator–

indicator keberhasilan. Indicator– indicator keberhasilan yang dimaksud yaitu:

1. Kesehatan lansia meningkat yang dapat dibuktikan dengan KMS (Kartu

Menuju Sehat) Lansia

2. Penurunan tingkat kematian usia 50– 65 tahun sampai 70%

3. Lansia yang mengikuti program ini atau lansia yang terdaftar dalam program

ini mencapai 80% setiap desa

4. Lansia yang mempunyai kadar gula tinggi menjadi relative normal bahkan

berkurang

2.2Kader Lansia

2.2.1 Definisi

Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk

masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan

kesehatan.Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di

posyandu.Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan

keperluan menggerakkan partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program

pelayanan kesehatan.

10
2.2.2 Tugas Kader Lansia

Secara umum tugas-tugas kader lansia adalah sebagai berikut:

a. Tugas-Tugas Kader

1) Tugas sebelum hari buka Posyandu (H - Posyandu) yaitu berupa tugas –

tugas persiapan oleh kader agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan

dengan baik.

2) Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas

untuk melaksanakan pelayanan 5 meja.

3) Tugas sesudah hari buka posyandu (H + Posyandu) yaitu berupa tugas -

tugas setelah hari Posyandu.

b. Tugas-Tugas Kader Pada Pelaksanaan Posyandu Lansia

Tugas-tugas kader Posyandu pada H - atau pada saat persiapa hari Posyandu,

meliputi :

1) Menyiapkan alat dan bahan : timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat

peraga, obat-obatan yang dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain.

2) Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para

lansia untuk datang ke Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa

membantu memotivasi masyarakat (lansia) untuk datang ke Posyandu

3) Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan

rencana kegiatan kepada kantor desa dan meminta memastikan apakah petugas

sector bisa hadir pada hari buka Posyandu.

4) Melaksanakan pembagian tugas : menentukan pembagian tugas diantara

kader Posyandu baik untuk persiapan untuk pelaksanaan

11
c. Organisasi Kader Lansia

1) Pemeriksaan kesehatan secara berkala : pendataan, screening, px kesh (gizi,

jiwa, lab), pengobatan sederhana, pemberian suplemen vitamin, PMT

2) Peningkatan olahraga

3) Pengembangan ketrampilan :kesenian, bina usaha

4) Bimbingan pendalaman agama

5) Pengelolaan dana sehat

6) Pendanaan Kadar Lansia

2.2.3 KMS (Kartu Menuju Sehat)

Kartu menuju sehat (KMS) adalah suatu alat untuk mencatat kondisi

kesehatan pribadi usia lanjut baik fisik maupun mental emosional. Kegunaan

KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut yang

dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas.

Tata Cara pengisian KMS :

1. KMS berlaku 2 th, diisi o/ petugas kesehatan

2. Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yg tertera. Sedangkan pd

kunjungan ulang cukup diperiksa sekali sebulan, kecuali u/ tes laboratorium

dperiksa per 3 bulan (Hb, Urine, Protein)

12
2.2.4 Kendala Posyandu Lansia

KENDALA POSYANDU LANSIA

1. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu.

Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari

pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan

posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup

sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada

mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang

menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi

mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia.

2. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau

Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau

posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena

penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau

lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi

lansia.Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi

posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius,

maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti

kegiatan posyandu.Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal

dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.

3. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan

lansia untuk datang ke posyandu.

Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau

kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia.Keluarga bisa menjadi

13
motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi

atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal

posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama

lansia.

4. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu.

Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar

atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu.Dengan

sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti

kegiatan yang diadakan di posyandu lansia.Hal ini dapat dipahami karena sikap

seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu

obyek.Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-

cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki

adanya suatu respons.

14
BAB III

MASALAH DAN PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Puskesmas Tanah Garam

3.1.1 Profil Puskesmas Tanah Garam

Puskesmas Tanah Garam merupakan salah stau Puskesmas yang ada di Kota

Solok. Berdiri tahun 1975, dengan luas tanah 1010 m2 dan luas bangunan 1.227

m2. Pada awalnya merupakan Puskesmas rawat jalan dan mulai April 2002

menjadi Puskesmas rawat inap dengan 12 tempat tidur. Puskesmas Tanah Garam

terletak di Kecamatan Lubuk Sikarah tepatnya di Kelurahan VI Suku Kota Solok.

Luas wilayah kerjanya 28,6 km terdiri dari 3 kelurahan yaitu kelurahan tanah

garam, kelurahan VI suku dan Kelurahan Sinapa Piliang.

Topografi Kota Solok, yaitu Sungai Batang Lembang, sungai Batang Gawan

dan sungai Batang Air Binguang. Suhu udara berkisar 26,1OC sampai 28,9OC.

Dilihat dari jenis tanah 21,76 tanah di kota Solok merupakan tanah garam dan

sisanya 78,24 % berupa tanah kering.

Batas wilayah kerja Puskesmas Tanah Garam yaitu sebelah utara berbatas

dengan Kelurahan IX Korong dan Kabupaten Solok, sebelah selatan berbatas

dengan Kabupaten Solok, sebelah timur berbatas dengan Kecamatan Tanjung

Harapan dan sebelah barat berbatas dengan Padang.

Puskesmas Tanah Garam berpenduduk 22.230 jiwa dengan jumlah

penduduk perkelurahan yaitu tanah garam 13.868 jiwa, kelurahan VI Suku 6.718

jiwa, kelurahan Sinapa Piliang 1.644 jiwa.

15
Tingkat pendidikan yang paling besar adalah universitas 9,68 %, SMA 33,64

%, SMP 18,94 % dan tamat SD/MI 15,78 %. Masih ada 16,68 % penduduk tidak

atau belum tamat SD. Sementara itu, penduduk Kota Solok dihuni oleh suku

Minang, Jawa, Batak, tetapi yang lebih dominan adalah suku Minang. Upacara-

upacara keagamaan di Kota Solok masih ada seperti acara tolak bala, adat dalam

kematian dan upacara adat kematian Solok.

3.1.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam

Gambar 3.1: Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam

3.1.3 Visi dan Misi

1) Visi Puskesmas Tanah Garam

Terwujudnya Puskesmas Tanah Garam yang informatif dengan

pelayanan pada masyarakat secara profesional dan bermutu dibidang pelayanan

kesehatan dasar dalam rangka menuju Puskesmas terbaik di Indonesia tahun

2020.

16
2) Misi Puskesmas Tanah Garam

a. Memperlancar kegiatan proses pelayanan kesehatan dasar yang

bermutu bagi perorangan (Private Goods) serta pelayanan

kesehatan masyarakat (Public Goods).

b. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses layanan kesehatan

dasar di Puskesmas melalui perbaikan yang

berkesinambungan.Memastikan akurasi data pasien dan pelanggan

melalui sistem pendokumentasian yang divalidasi dan abdating

data.

c. Menghasilkan produk-produk layanan kesehatan dasar yang

berinovasi.

d. Menyosialisasikan tentang kegiatan layanan kesehatan prima dan

kepuasan pelanggan.

e. Meningkatkan pemberdayaan potensi sumber daya organisasi.

f. Merencanakan dan melaksanakan setiap program dengan

bersumber pada evidence base (data berdasarkan fakta).

3.1.4 Sarana dan Prasarana

a) Fasilitas Puskesmas

1) Gedung Puskesmas

Satu buah gedung Puskesmas Tanah Garam yang terletak di

Keluraham VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok

2) Puskesmas Pembantu

a. Pustu Payo

17
b. Pustu Bandar Pandung

c. Pustu Gurun Bagan

d. Pustu Sawah Piai

e. Pustu Bancah

3) Pos Kesehatan Kelurahan

a. Poskeskel Tanah Garam

b. Poskeskel Gurun Bagan

c. Poskeskel Sinapa Piliang

4) Sarana Transportasi

a. Kendaraan Dinas Roda 4 : 2 Unit

b. Kendaraan Dinas Roda 2 : 21 Unit

Tabel 3.1 Data Sarana dan Prasarana Kesehatan di Wilayah

Kerja Puskesmas Tanah Garam

No
Jenis Sarana Jumlah

1.
Puskesmas Induk 1 Unit

2.
Puskesmas Pembantu 5 Unit

3.
Poskeskel 3 Unit

4.
Posyandu Balita 25 Unit

5.
Posyandu Lansia 12 Unit

6.
Kendaraan Dinas Roda 4 2 Unit

18
7.
Kendaraan Dinas Roda 2 21 Unit

3.1.5Ketenaga Kerjaan Puskesmas Tanah garam


a) Tenaga kerja di Puskesmas Tanah Garam
Tabel 3.2 Tenaga yang ada di Puskesmas Tanah Garam Tahun 2018
Jenis Ketenagaan Jumlah Keterangan
No

1 S2 Kesehatan 1 PNS

2 Dokter Spesialis 1 PNS

3 Apoteker 1 PNS

4 Dokter Umum 6 PNS

5 Dokter Gigi 1 PNS

6 S1 Keperawatan 9 PNS

7 S1 Kesehatan Masyarakat 6 PNS

8 DIV Kebidanan 4 PNS

9 D-III Farmasi 4 PNS

10 D-III Fisio Teraphy 3 PNS+Kontrak+Sukarela

11 D-III Gizi 4 PNS+Kontrak

12 D-III Perawat Gigi 1 PNS

13 D-III Perawat 34 PNS+Kontrak+Sukarela

PNS+Kontrak+Sukarela
14 D-III Kebidanan 33 +Bidan PTT

15 D-III Labor 1 PNS

19
16 D-III Kesling 2 PNS

17 D-III Refraksi 1 PNS

18 D-III Rekam Medik 1 PNS

19 D-III Atem 2 PNS

20 D1 Kebidanan 1 PNS

21 Perawat SPK 2 PNS

22 Perawat Gigi 1 PNS

23 SMF 1 PNS

24 Staf/SMEA/SMA 4 PNS+Sukarela

25 Sopir 4 Kontrak

26 Petugas Jaga Malam 5 Kontrak

27 Boga 2 PNS+ Sukarela

28 Kebersihan 5 PNS+ Kontrak

29 S1 Akuntansi/Manajemen 1 Sukarela

30 S1 Komputer 1 Sukarela

Jumlah total 143

b) Sarana Pendukung di Luar Puskesmas


1) Sarana Pendidikan
Sarana pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Tanah Garam adalah 13 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 1
TPA,5 Taman Kanak-kanak (TK), 2 Sekolah Luar Biasa (SLB), 13

20
Sekolah Dasar (SD), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 3
Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 1 Perguruan Tinggi.

2) Sarana Kesehatan
Tabel 3.3 Data Sarana dan Prasarana Kesehatan di Wilayah
KerjaPuskesmas Tanah Garam

No JENIS SARANA JUMLAH

1 Poliklinik Swasta 1

2 Bidan Praktek Swasta 10

3 Dokter Praktek Swasta 3

4 Apotek 1

c) Sasaran

a. Data Kependudukan
Jumlah Penduduk : 22.230 orang
Jumlah Bayi : 465 orang
Jumlah Baduta : 1.383 orang
Jumlah Anak Balita : 1.811 orang
Jumlah Bayi 0-6 bulan : 227 orang
Jumlah Bayi 6-11 bulan : 238 orang
Jumlah Balita : 2.295 orang
Jumlah APRAS : 514 orang
Jumlah Anak SD : 2.551 orang
Jumlah Bumil : 516 orang
Jumlah Bulin : 501 orang

21
Jumlah Bufas : 501 orang
b. Peran Serta Masyarakat
Jumlah Posyandu : 25 buah

Jumlah Kader Posyandu : 109 orang


Jumlah TOGA : 3 kelurahan
Jumlah Posyandu Lansia : 10 buah
Jumlah Posbindu
Sekolah : 1 buah
Kantor : 1 buah
Masyarakat : 9 orang

3.2Masalah Pada Pelakanaan Posyandu Lansia

Berdasarkan Observasi ke Posyandu Lansia Pelaksanaan kegiatan tidak

menggunakan sistem 5 meja dikarenakan ruangan tempat posyandu yang tidak

terlalu luas sehingga :

1. Tidak terstruktur dengan baik alur pelaksanaan posyandu lansia, sehingga

pelayanan di masing-masing meja tidak berjalan dengan baik karena tidak

terdapat ruang tunggu dan meja pendaftaran.

2. Lansia yang datang kebanyakan tidak mengikuti alur yang di sediakan

sehingga dalam pelaksanaan posyandu lansia ada meja yang kosong

semantara di meja yang lain antri.

3. Pencatatan pengisian Kartu Menuju Sehat

Kader melakukan pencatatan di KMS Lansia hanya tekanan darah dan

berat badan

4. Tidak dilakukan penyuluhan

22
Lansia hanya di beri makanan tambahan

5. Pelayanan medis

Pelayanana oleh tenaga profesional yaitu petugas dari

puskesmas/kesehatan meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan

ringan dan memberikan edukasi kepada lansia

23
3.3Diagram Sebab Akibat dari Ishikawa( Fishbone) Ketidaksesuaian

Pelaksanaan Posyandu Lansia DiWilayah Puskesmas Tanah GaramKota

SolokTahun 2019

MANUSIA METODE

Kurangnya Kurangnya
pengetahuan sosialisasi kepada
petugas dan kader masyarakat atau
dalam penyuluhan
menyediakan
fasilitas
pelaksanaan
posyandulansia Ketidaksesuaian
Pelaksanaan
Posyandu Lansia
DiWilayah

Kurang Puskesmas Tanah


Ruangan yang pedulinya lansia Garam
digunakan terhadap
kesehatannya
untuk
pelaksanaan Kurangnya peduli
masyarakat dalam
posyandu mendukung program
Posyandu jauh
terlalu kecil dari jangkauan puskesmas
lansia

Tingginya rasa
takutterhadapmasalah
medis
SARANA DANA LINGKUNGAN

24
3.4Pembahasan

Dari hasil penyebab masalah didapatkan tidak sesuai alur penatalaksanaan

posyandu lansiadi wilayah puskesmas Tanah Garam Kota Solok.Dari penemuan

tersebut, penulis dapat merancang penetapan alternatif pemecahan masalah untuk

meningkatkan kualitas pelaksanaan posyandu lansia

3.3.1 Penetapan Alternatif Pemecahan Masalah

Tabel 3.3 Pemecahan masalah

Variabel Penyebab

Alternatif
No Faktor Alternatif Terpilih
Penyebab Masalah Pemecahan
Penyebab
Masalah

1. Manusia  Kurangnya  Mengadakan  Mengadakan

pengetahuan sosialisasi sosialisasi

petugas dan dengan dengan

kader dalam menggunakan menggunakan

menyediakan sarana sarana

fasilitas audiovisual audiovisual

pelaksanaan dalam dalam

posyandu menyampaikan menyampaikan

lansia sosialisasi sosialisasi

25
2. Dana  Tidak ada

masalah

3. Sarana  Ruangan yang  Perlunya  Perlunya

digunakan memilih memilih

untuk ruangan ruangan

pelaksanaan luas seperti luas seperti

posyandu halaman halaman

terlalu kecil mesjid mesjid

untuk untuk

pelaksanaan pelaksanaan

posyandu posyandu

lansia lansia

 Perlunya  Perlunya

ruang ruang

tunggu di tunggu di

luar ruangan luar ruangan

sehingga sehingga

dapat dapat

terstruktur terstruktur

dengan baik dengan baik

Lingkungan  Kurangnya  Memberikan  Memberikan

peduli penyuluhan penyuluhan


4.
masyarakat tentang tentang

dalam kesehatan lansia kesehatan lansia

26
mendukung serta manfaat serta manfaat

program posyandu lansia posyandu lansia

puskesmas

 Posyandu jauh  Memilih lokasi  Memilih lokasi

dari jangkauan yang strategis yang strategis

lansia untuk untuk

pelaksanaan pelaksanaan

posyandu lansia posyandu lansia

 Kurang
 Memberi  Memberi
pedulinya
penyuluhan penyuluhan
lansia
tentang cara dan tentang cara dan
terhadap
pentingnya sehat pentingnya sehat
kesehatannya
pada lansia pada lansia
 Tingginya

rasa takut

terhadap

masalah medis

3.3.2 Plan of Action

Berdasarkan alternatif pemecahan masalah diatas, penulis membuat

beberapa perencanaan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan

posyandu lansia di wilayah puskesmas Tanah Garam Kota Solok.

Tabel 3.3 Rencana Kegiatan

27
NO Kegiatan Tujuan Sasaran Lokasi Volume Pelaksanaan

Kegiatan

1. Memberikan Memberikan Semua Aula 1 kali Petugas

informasi/sosi informasi Kader Puskesmas dalam 1 kesehatan,

alisasi tentang dan tahun / dokter muda,

pelaksanaan pengetahuan setiap petugas

posyandu kepada kader pergantian sweeping dan

lansia yang tentang anggota petugas

baik dan benar pelaksanaan kader penaggung

posyandu jawab

lansia yang

benar

2 2Memodifikasi Meningkatka Semua puskesmas Setiap Petugas


2
kembali n pelayanan kader posyandu terjadi promosi

ruangan posyandu perubahan kesehatan,

pelaksanaan lansia petugas

posyandu dengan sweeping, dan

lansia dengan struktur yang semua kader

menambah jelas

ruang tunggu

di luar ruangan

28
Mengadakan Memberika Masyara Wilayah 1 kali Petugas

3. penyuluhan n informasi kat kerja dalam promosi

dengan kepada puskesmas sebulan kesehatan,

menggunaka Tanah dokter muda


masyarakat
n sarana Garam dan petugas
tentang
audiovisual penanggung
manfaat
dalam jawab
posyandu
penyuluhan-
lansia
penyuluhan

tentang

manfaat

posyandu

lansia

29
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan observasi yang dilakukan di tempat pelaksanaan posyandu

lansia di dapatkan tidak sesuainya alur pelaksanaan posyandu lansia.Tidak

sesuainya pelaksanaan posyandu lansia dikarenakan kurangnya pengetahuan kader

dan penyediaan tempat yang kurang sesuai dengan kegiatan serta beberapa faktor

lingkungan.Terdapat alternatif pemecahan masalah dari sisi seperti manusia dan

lingkungan.Berdasarkan alternatif pemecahan masalah diatas, penulis membuat

beberapa perencanaan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan

posyandu lansia di wilayah puskesmas Tanah Garam Kota Solokseperti pelatihan

dan sosialisasi petugas baru dan kader dalam pelaksanaan posyandu lansia,

memberikan informasi/penyuluhan tentang manfaat posyandu lansia, menjalin

hubungan kerjasama yang baik dengan lintas sektor dalam mendukung program

posyandu lansia.

30
DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014. Jakarta:

Depkes; 2015

Gerald B, 2002. Handbook Of Pediatrics, Widya Medik, Jakarta.

Arikunto, 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, PT Rineka Cipta,

Jakarta.

Notoatmodjo, 2007. Metodologi Penelitian Kesehatan, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Hurlock, 2005. Kesehatan Masyarakat, PT. Rineka Cipta, Jakarta

Nurasalam, 2001. Pendekatan Praktis Metodologi Keperawatan, CV Invomedika,

Jakarta.

31