Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia
dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupuan psikologis,yang tentunya
bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.
Kebutuhan akan memiliki dan dimiliki, ketika kebutuhan fisik akan makan, papan,
sandang berikut kebutuhankeamanan telah terpenuhi, maka seseorang beralih ke kebutuhan
berikutnyayakni kebutuhan untuk dicintai dan memiliki. Dalam hal ini seseorang mencari dan
menginginkan sebuah persahabatan,menjadi bagian dari sebuah kelompok, dan yang lebih
bersifat pribadi seperti mencari kekasih atau memiliki anak, itu adalah pengaruh dari
munculnya kebutuhan ini setelah kebutuhan dasar dan rasa aman terpenuhi. Manusia secara
umum membutuhkan perasaan dicintai oleh keluarga,diterima oleh teman sebaya dan oleh
masyarakat.Kebutuhan ini meningkat setelah kebutuhan fisiologik dan keselamatan
terpenuhi. Kemudian ada teori kasih sayang (attachment theory) Bowlby (1980)
menggambarkan pengalaman berkabung. Kasih sayang, suatu perilaku berdasarkan naluri,
menyebabkan perkembangan ikatan kasih sayang antara anak dan perawat primer mereka.
ikatan hubungan ada dan aktif sepanjang siklus kehidupan, dan individu selanjutnya akan
menyamakannyadengan individu dalam hubungan yang lain. Perilaku kasih sayang menjamin
ketahanan hidup karena hal itu menjaga individu dekat dengan semua yangmenawarkan cinta,
perlindungan, dan dukungan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari konsep kebutuhan memiliki dan dimiliki?
2. Apa saja teori dasar memiliki dan dimiliki?
3. Apa saja bentuk rasa memiliki dan di miliki?
4. Apa saja faktor-faktor pendukung rasa memiliki dan di miliki?
5. Apa saja unsur rasa memiliki dan dimiliki?
6. Bagaimana penggambaran emosi seseorang dalam kebutuhan memiliki dan di miliki?
7. Apa saja kebutuhan cinta dan rasa memiliki?
8. Apa saja kegagalan dalam memenuhi rasa memiliki dan di miliki?
9. Bagaimana asuhan keperawatan pada kebutuhan kemiliki dan dimiliki?

1
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari konsep kebutuhan memiliki dan dimiliki
2. Untuk mengetahui teori dasar memiliki dan dimiliki
3. Untuk mengetahui bentuk rasa memiliki dan di miliki
4. Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung rasa memiliki dan di miliki
5. Untuk mengetahui unsur rasa memiliki dan dimiliki
6. Untuk mengetahui penggambaran emosi seseorang dalam kebutuhan memiliki dan di
miliki
7. Untuk mengetahui kebutuhan cinta dan rasa memiliki
8. Untuk mengetahui kegagalan dalam memenuhi rasa memiliki dan di miliki
9. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada kebutuhan kemiliki dan dimiliki

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka
muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-
kebutuhan ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan
keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti
kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. Seseorang yang kebutuhan cintanya sudah
relatif terpenuhi sejak kanak-kanak tidak akan merasa panik saat menolak cinta. Ia akan
memiliki keyakinan besar bahwa dirinya akan diterima orang-orang yang memang penting
bagi dirinya. Ketika ada orang lain menolak dirinya, ia tidak akan merasa hancur Bagi
Maslow, cinta menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang,
termasuk sikap saling percaya. Sering kali cinta menjadi rusak jika salah satu pihak merasa
takut jika kelemahan-kelemahan serta kesalahan-kesalahannya. Maslow juga mengatakan
bahwa kebutuhan akan cinta meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima. Kita
harus memahami cinta, harus mampu mengajarkannya, menciptakannya dan
meramalkannya.Jika tidak, dunia akan hanyut ke dalam gelombang permusuhan dan
kebencian.
Cinta adalah anugerah terindah dalam kehidupan setiap manusia di dunia. Setiap
orang pasti pernah mengalami cinta. Cinta kasih datang dengan ketulusan hati seseorang.
Kasih adalah pancaran dari kedalaman cinta tersebut. Manusia memiliki hati nurani, setiap
manusia punya perwujudan rasa cinta kasih yang berbeda satu sama lainnya. Setiap orang
dapat mempunyai cinta kasih terhadap :
1. Ketuhanan atau kepercayaan yang mereka anut masing-masing.
2. Sesama manusia seperti keluarga, teman, anak, istri, suami, kerabat.
3. Makhluk hidup lainnya seperti hewan peliharaan, tanaman.
Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit. Bisa
dialami semua manusia. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan
seperti berikut:
a. Perasaan terhadap keluarga
b. Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
c. Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara

3
d. Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta Perasaan
sesama atau juga disebut kasih sayang
e. Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
f. Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
g. Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
h. Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
 Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu :
a. Perasaan
b. Pengenalan
c. Tanggung jawab
d. Perhatian
e. Saling menghormati

B. Teori Dasar Memiliki dan Dimiliki


1. Kasih sayang adalah satu istilah yang konotatif, dan tidak denotatif. Akan tetapi ia tidak akan
muncul dan berkembang tanpa adanya kehendak sesuatu pihak yang memberikannya.
Sebelum kita memberi kasih sayang kepada orang lain, sayangilah diri anda sendiri terlebih
dahulu dengan mencerminkan akhlak dan moral yang baik.Kasih sayang ini sadar atau tidak,
menuntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling
terbuka masing-masing pihak sehingga antar keduannya merupakan kesatuan yang bulat dan
utuh.
2. Cinta merupakan kebutuhan hidup yang sangat mendasar. Cinta memang sulit untuk
didefinisikan, namun secara sederhana cinta bisa dikatakan sebagai paduan rasa simpati
antardua makhluk dan cinta milik semua orang. Rasa simpati ini berkembang di antara pria
dan wanita, antara orang tua dan anak, ataupun cinta kita kepada sesama manusia.Cinta juga
merupakan ikatan yang kita bentuk dengan individu-individu di luar diri kita sebagai bagian
dari usaha kita untuk menempatkan dan memberikan makna terhadap kehidupan kita.
3. Kemesraan berasal dari kata dasar 'mesra', yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara
maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang
telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan.
Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas
manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan
bakatnya.
4
4. Pemujaan dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya. Manusia telah
berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengagumi
dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam mencari bentuk-bentuk pemujaan dapat berupa
ibadah sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhan, membangun tempat ibadah
yang sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya yang bertema
mencintai Sang Pencipta.
5. Kasih Sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan
baik mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan
hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk terus
memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan saudara , suku, ras,
golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin, dan tua atau muda.
6. Belas Kasihan diartikan sebagai rasa toleran, saling berbagi & memberi / rasa ingin
menolong hambatan – hambatan seperti adanya pertengkaran, permusuhan, kerasukan,
kedengkian, dll, akan terobati jika sesama Umat Manusia saling mengasihi, saling memberi,
saling membantu satu dengan yang lain.
7. Cinta Kasih Erotis diartikan sebagai aktivitas hubungan badan Seksual. Parameter cinta erotis
diukur dari kepuasan biologis.Banyak dari kita yang menyalah-artikan hubungan Cinta Erotis
/ Hubungan Seksual sebagai pemuas hidup hanya karena lawan jenis yang begitu
cantik/ganteng sehingga ingin melakukan hubungan intim. Mayoritas remaja pun lantas
dimabuk cinta dan tak mampu menyelami hakikat cinta. Mereka lantas berpikir singkat.
Mayoritas mereka berusaha dengan segala cara untuk ”dicintai”, bukan ”mencintai”. Seorang
anak muda lantas terjebak pada hubungan seks yang liberal karena takut tidak dicintai sang
pacar.

C. Bentuk Rasa Memiliki Dan Di Miliki


1. Rasa memiliki dan di miliki dalam keluarga
Keluarga adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu
kesatuan merupakan gabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan genelogis
dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya yang berbeda. Jadi
keluarga menggambarkan ikatan atau hubungan di antara anggota keluarganya yang diikat
dengan berbagai sistem nilai.
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan persekutuan hidup, dalam
kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga. Keluarga merupakan bagian dari lingkungan
kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan
5
bangsa, oleh karena itu kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik
menyangkut kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu
faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan
adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya.
kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
a. Kebutuhan Akan Rasa Kasih Sayang
Kasih sayang adalah faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak
akan dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai
berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan , dan kurang
disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang mempunyai sikap yang
berlawanan.
b. Kebutuhan Akan Rasa Aman
Seorang anak merasa diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya
diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan keluarganya.
Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan keluarganya pada umumnya
akan merasa bahagia dan aman.
c. Kebutuhan Akan Harga Diri
Setiap anak ingin merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti
bahwa ia ingin diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga lainnya mau
mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya.
d. Kebutuhan Akan Rasa Kebebasan
Kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada
umumnya anak menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai
aktifitas dan memiliki teman bergaul.
e. Kebutuhan Akan Rasa Sukses
Setiap anak ingin merasa bahwa apa yang diharapkan dari padanya dapat dilakukan sesuai
dengan keinginan orang tuanya, karena rasa sukses yang dicapai pada waktu kecil akan
berpengaruh pada kehidupan kelak.
f. Kebutuhan Akan Mengenal Lingkungan
Kebutuhan anak akan mengenal lingkungannya merupakan salah satu faktor yang penting
dalam memberikan rasa bahwa ia memiliki potensi , orang tua harus memperhatikan hal ini
dalam mendidik anaknya.

6
2. Rasa memiliki dan di miliki dalam Kehidupan Bertetangga
Dalam kehidupan masyarakat pemerintahan yang terkecil adalah rukun tetangga (RT)
yang berperan dimana orang-orang yang hidup disekitar wilayahnya tersebut berusaha untuk
membuat semacam keteraturan.Kehidupan yang dicita-citakan akan terlaksana apabila setiap
komponen menyadari betapa pentingnya kehidupan yang penuh keteraturan, dan berusaha
menjalankan ketentuan yang berlaku.
Nilai yang paling pokok harus dimiliki oleh disetiap anggota oleh suatu kelompok
masyarakat adalah adanya rasa memiliki satu sama lainnya, rasa saling mencintai serta rasa
saling keterikatan akan menjadikan rasa sadar bahwa kehidupannya akan selalu saling
memperhatikan dan tepo seliro serta tidak akan mementingkan diri sendiri. Organisasi
kemasyarakatan mempunyai corak yang bermacam-macam dalam mengembangkan segi
sosial dari kehidupan pemuda. Melalui organisasi pemuda berkembanglah kesadaran
nasional, kecakapan-kecakapan didalam pergaulan dengan sesama kawan dan sikap yang
tepat didalam hubungan antar manusia. Organisasi kewaspadaan seperti Pramuka, PMR,
Karang Taruna, dan sebagainya, dapat menumbuhkan sikap dan prilaku kasih sayang sesama
anggota.
3.. Rasa Memiliki dan Dimiliki Terhadap Lingkungan
Jika melihat kenyataan di zaman ini, kita dapat melihat bahwa hampir semua
masyarakat tidak peduli terhadap lingkungan.Hal itu menunjukkan bahwa rasa memiliki dan
di miliki mereka terhadap lingkungan lambat laun semakin menipis.Banyak terjadi
penebangan hutan secara liar sehingga sebagian hutan – hutan menjadi gundul, membuang
sampah sembarangan atau tidak peduli dengan lingkungan.
4. Cinta Persaudaraan
Dan cinta persaudaraan adalah Rasa cinta menjadi satu identitas yang melekat dalam
kehidupan para mahluk-Nya. Tanpa diundang, cinta hadir dan menyapa siapa saja.
Membenamkan segala syak wasangka menjadi satu alunan dendang irama. Saking
dahsyatnya cinta, banyak orang yang terlena dan salah mendefinisikan arti cinta.Cinta
persudaraan (agape = bahasa yunani) diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya.
Cinta persudaraan tidak mengenal adanya batas-batas manusia berdasarkan suku bangsa atau
agama. Dalam cinta ini semua manusia sama sebagai mkhluk tuhan sehingga seseorang tidak
mempunyai pamrih untuk berbuat baik terhadap sesame.
5. Rasa Memiliki dan dimiliki Terhadap Tuhan
Kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna sudah sewajarnya manusia
mengabdi kepada Tuhannya.Karena manusia mengabdi kepada Tuhannya.Jadi sebagai
7
manusia yang percaya dengan adanya Tuhan, maka kita sebaiknya taat beribadah dan
menjauhi larangannya.
6. Cinta Kepada Diri Sendiri
Pada individu, di samping harus mencintai lain jenis juga ada keharusan
mencintaidiri sendiri (self love). Banyak orang menafsirkan bahwa cintakepada diri sendiri
identik dengan & Jika hal ini yang terjadi maka cintapada diri sendiri nilai negatif. Namun
sensi mencintai diri sendiri Incrigurus diri sendiri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya
terpenuhi secara wajar. Setiap individu wajib mencintai dirinya sendiri

D. Faktor-faktor pendukung rasa memiliki dan di miliki


1. Kesamaan.
Seseorang cenderung menyukai orang yang memiliki kemiripan, baik secara fisik,
karakteristik kepribadian, nilai-nilai, sikap, ataupun latar belakang.Biasanya orang cenderung
untuk menjalin hubungan cinta dengan orang yang dirasakan sama dalam hal daya tarik fisik
Bila seseorang merasa tidak terlalu cantik, maka mungkin dia tidak akan mencintai orang
yang terlalu tampan. Ia akan memilih orang yang kurang lebih setara dalam daya tarik
fisik.Begitu pun kita lebih tertarik pada orang yang sama- sama menyukai kegiatan tertentu,
misalnya sama-sama suka jalan-jalan.Lalu sama-sama satu agama, sama-sama memiliki
pandangan terhadap yang hidup yang serupa, sama dalam hal tingkat ekonomi, dan berbagai
kesamaan lainnya. Anda bisa melihat, sebagian besar pasangan memiliki banyak kesamaan di
antara mereka.Umumnya pasangan relatif setara dalam hal etnisitas, kondisi ekonomi
keluarga, umur, keyakinan, pendidikan, dan lainnya.
2. Keakraban.
Semakin akrab diri kita dengan seseorang maka kita akan cenderung semakin tertarik
padanya.Mereka yang semakin akrab juga akan ‘merasa’ semakin memiliki banyak
kesamaan.Tidaklah mengherankan bila banyak hubungan cinta terbangun setelah melalui
proses menjadi akrab.Banyak yang mula- mula berteman saja akhirnya menjadi sepasang
kekasih.
3. Kedekatan fisik.
Orang yang berada dekat secara fisik, cenderung lebih disukai.Interaksi mereka lebih
kerap sehingga memungkinkan tumbuhnya rasa tertarik.

8
4. Daya tarik pribadi.
Pada umumnya orang menilai seseorang memiliki daya tarik atau tidak tergantung
pada daya tarik pribadi yang dimiliki.Daya tarik pribadi mencakup daya tarik fisik, daya tarik
kepribadian, dan daya tarik sosial

E. Unsur Rasa Memiliki dan Dimiliki


1. Perasaan kasih sayang, yang meliputi cinta, senang, suka dan belas kasihan
2. Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi meliputi Tuhan Sang Pencipta, manusia dan alam
lingkungan.
3. Diungkapkan secara nyata, yaitu dalam bentuk sikap, tingkah laku dan perbuatan nyata yang
dapat diamati.
4. Penuh tanggung jawab yaitu segala akibat yang timbul atau terjadi adalah baik, berguna,
menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.
5. Pengabdian dan pengorbanan, yaitu keikhlasan atau kerelaan semata – mata, beban
pengeluaran maupun perbuatan tidak diharapkan memperoleh pengambilan ataupun imbalan.
Kasih sayang dalam diri pribadi seseorang, antara lain :
a. Pemurah yaitu rela membelanjakan harta bagi kepentingan. keluarga dan amal social.
b. Tolong menolong yaitu sikap gotong royong.
c. Pemaaf yaitu berlapang dada, memafkan sahabat – sahabatnya yang pernah bersalah.
d. Damai yaitu cenderung mengulurkan tangan, perdamaian kepada orang yang
memusuhinya.
e. Persaudaraan yaitu rasa kasih sayang kepada sesama makhluk.

F. Menggambarkan emosi seseorang dalam kebutuhan rasa memiliki dan di miliki, meliputi
1. Memberi dan menerima kasih sayang
2. Perasaan yang di miliki dan hubungan yang berarti dengan orang lain
3. Kehangatan
4. Persahabatan
5. Mendapat tempat atau di akui dalam keluarga,serta kelompok dan lingkungan sosial.

G. Kebutuhan cinta dan rasa memiliki


1. Memberikan dan menerima cinta dan kasih sayang
2. Membutuhkan teman hidup dan bergaul
3. Membutuhkan hub interpersonal dan kasih sayang
9
4. Membutuhkan peran yg memuaskan
5. Membutuhkan perlakuan yang halus
6. Membutuhkan kebersamaan
7. Membutuhkan pergaulan yg intim

H. Kegagalan dalam memenuhi rasa memiliki dan di miliki


1. Stres
2. Merasa di kucilkan atau tersendiri
3. Tidak mempunyai teman
4. Kurangnya perhatian dan kasih sayang
5. Rasa ingin mati

I. Asuhan Keperawatan pada Kebutuhan Memiliki dan Dimiliki


Asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan mencintai dan memiliki pada klien
dengan resiko perilaku kekerasan yang terdiri dari :
1. Pengkajian
Pengkajian pada rekam medik didapatkan data klien Tn.D, umur 54 tahun dibawa oleh
tetangganya dengan alasan klien di rumah ngamuk-ngamuk, memukul orang, mudah
tersinggung, bicara kotor, dan merusak barang – barang di rumahnya. Keluarga tidak pernah
membawa klien kontrol sehingga klien sering marah dan mengamuk. Klien sebelumnya
sudah memiliki riwayat gangguan jiwa dimasa lalu. Klien gagal berumah tangga (cerai) dan
masih tinggal bersama ibunya, bapaknya telah meninggal. Dalam keluarga tidak ada yang
memiliki riwayat penyakit jiwa.
Hasil pengkajian pola koping-toleransi stress adalah sebagai berikut koping adaptif: klien
kadang membantu ibunya menyapu dan mencuci baju. Sedangkan koping maladaptif: klien
mengatakan masih sering merasa kesal, marah, merasa mudah tersinggung dan dirinya tidak
berguna karena ditinggal cerai oleh istrinya. Di rumah sering membanting kursi, piring. Klien
merasa bingung dalam cara menyelesaikan masalahnya. Klien kurang aktif dalam
berinteraksi di lingkungan masyarakat maupun di Rumah Sakit. Dari hasil pemeriksaan fisik
didapatkan data yaitu TD: 130/90 mmHg, N: 80 x/menit, RR : 24x/menit.
Dari hasil pengkajian status mental didapatkan pembicaraan klien cepat dan keras,
pembicaraan koheren, dan pandangan matanya tajam dan terlihat gelisah. Klien terlihat sedih
dan mengatakan bosan di rumah sakit.

10
2. Diagnosa Keperawatan
Diperoleh data subyektif : Klien mengatakan merasa ingin marah dan bingung karena
ditinggal cerai istrinya. Sedangkan data obyektif : pembicaraan cepat dan keras, pandangan
mata tajam, terlihat gelisah.
Pohon masalah dari kasus tersebut adalah sebagai berikut :
Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan ……………….. (akibat)

Resiko perilaku kekerasan ……………………………………….(core problem)

Gangguan konsep diri : harga diri rendah ………………………. (penyebab)

Klien mengalami harga diri rendah dikarenakantidak mempunyai istri lagi, merasa malu dan
tidak berharga sehingga timbul core problem resiko perilaku kekerasan, klien merasa
bingung, ingin marah, ingin memukul orang dan barang disekitarnya. Akibatnya klien
mengalami kerusakan interaksi sosial yaitu menyindiri di lingkungan masyarakat.

3. Intervensi
Berdasarkan hasil pengkajian, dirumuskan rencana keperawatan pada :
Tujuan Umum : Klien tidak melakukan tindakan kekerasan.
Tujuan Khusus :
a) Klien dapat membina hubungan saling percaya.
b) Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan yang dilakukannya.
c) Klien dapat mengidentifikasi tanda - tanda perilaku kekerasaan.
d) Klien dapat mengidentifikasi jenis perilaku kekerasan yang pernah dilakukanya.
e) Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan.
f) Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam mengungkapkan kemarahan.
g) Klien dapat mendemontrasikan cara mengontrol perilaku kekerasan.
h) Klien mendapatkan dukungan keluarga untuk mengontrol perilaku kekerasan.
i) Klien menggunakan obat sesuai program yang telah ditetapkan.

4. Implementasi
Proses keperawatan yang dilakukan pada klien Tn.D dengan masalah utama resiko
perilaku kekerasan mencakup tindakan keperawatan yang diberikan antara lain di bawah ini :
a. Melakukan membina hubungan saling percaya dengan/ menerapkan prinsip komunikasi
terapeutik, mengidentifikasi penyebab marah, mengidentifikasi tanda - tanda perilaku
kekerasan, mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan, mengidentifikasi akibat
11
dari perilaku kekerasan yang dilakukan oleh klien dengan cara membicarakan akibat dari
perilaku kekerasan, mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespon terhadap kernarahan.
b. Melakukan Strategi Pelaksanaan yaitu membantu klien dalam mendemonstrasikan cara
yang konstruktif dengan cara yang pertama yaitu tehnik nafas dalam, yaitu dengan ambil
nafas melalui hidung lalu tahan sebentar kemudian keluarkan melalui mulut dan ulangi
sampai 5 kali, menganjurkan klien untuk dilakukan 3 kali sehari terutama jika klien sedang
marah.
c. Melakukan Strategi Pelaksanaan II yaitu membantu klien dalam mendemonstrasikan cara
yang konstruktif dengan cara yang kedua yaitu memukul bantal, yaitu dengan ambil nafas
melalui hidung lalu tahan sebentar kemudian keluarkan melalui mulut bersamaan itu sambil
meluapkan rasa emosi dengan cara memukul bantal, menganjurkan klien untuk dilakukan 3
kali sehari terutama jika klien sedang marah.

5. Evaluasi
Adapun evalusi dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan yaitu :
1. Melakukan tindakan keperawatan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan,
evaluasi secara subyektif: klien menyebutkan nama dan mau berjabat tangan. Klien
mengatakan sering marah dan bingung karena ditinggal cerai istrinya Klien mengatakan
saat marah klien memukul orang dan merusak barang disekitarnya. Klien mengatakan
akibat jika klien marah tangannya sakit karena memukul dan barang-barang di sekitarnya
menjadi rusak. Klien mengatakan cara yang di gunakan mengontrol marah dengan cara
tarik nafas dalam, memukul bantal dan berbincang-bincang dengan teman. Evaluasi
obyektif klien mau berkenalan dengan berjabat tangan, ekspresi wajah tegang, pandangan
tajam, mata sedikit melotot. Dari evaluasi subyektif dan obyektif maka menganalisa
bahwa klien mampu mengungkapkan terjadinya perilaku kekerasan, sehingga rencana
selanjutnya SP I, yaitu mengajarkan ,mengontrol marah dengan cara nafas dalam.
2. Melakukan tindakan keperawatan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan,
evaluasi SP I secara subyektif klien mengatakan mau mencoba cara mengontrol marah
dengan nafas dalam. Dari evaluasi obyektif klien mampu mendemonstrasikan cara
konstrutif yang pertama yaitu dengan tarik nafas dalam, klien tampak tenang. Dari
evaluasi subyektif dan obyektif maka menganalisa bahwa SP I tercapai yaitu klien mampu
mendemonstrasikan cara konstruktif dalam mengontrol kemarahan dan klien mau berlatih
SP I tarik nafas dalam, sehingga rencana selanjutnya adalah melanjutkan SP II yaitu

12
mendemonstrasikan cara konstrutif dengan cara yang kedua, dengan cara memukul bantal
dan evaluasi SP I.
3. Melakukan tindakan keperawatan diagnosa keperawatan resiko perilaku kekerasan,
evaluasi SP II secara subyektif klien mengatakan kemarin telah mencoba sendiri SP I
tehnik nafas dalam, klien mengatakan bersedia di ajari cara mengontrol marah dengan cara
memukul bantal. Dari evaluasi obyektif klien mampu mendemonstrasikan cara konstrutif
yang ke dua yaitu dengan memukul bantal. Dari evaluasi subyektif dan obyektif maka
menganalisa bahwa SP II tercapai yaitu klien mampu mendemonstrasikan cara konstruktif
dalam mengontrol kemarahan dan klien mau berlatih SP II memukul bantal, sehingga
rencana selanjutnya adalah melanjutkan SP III yaitu mendemonstrasikan cara konstrutif
dengan cara yang ke tiga, dengan melakukan kegiatan positif dan memasukkan ke jadwal
harian dan evaluasi SP II.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah
kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-kebutuhan ini
meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan
untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan
menerima cinta.
B. Saran
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu saya
sebagai penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari seluruh pihak demi sempurnanya
makalah ini.

14
DAFTAR PUSTAKA

Kasiati, Ni Wayan Dwi Rosmalawati. 2016. Kebutuhan Dasar Manusia I. Pusdik SDM
Kesehatan. Jakarta Selatan.
http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/5/01-gdl-baguswicak-218-1-baguswi-8.pdf
diakses pada tanggal 21 April 2019

15