Anda di halaman 1dari 12

Makalah Praktikum Biologi

“ Fotosintesis Ingenhousz “

KelompoK 5:
1. Aldira Safira H (02)
2. Azizah Ivana P (07)
3. Bregas Arya B (09)
4. Gholib Aqil (16)
5. Queen Latiifa (26)
6. Raja Raihan (27)
SMAN 18 SURABAYA

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalahyang berjudul “ Fotosintesis
Ingenhousz “ dapat selesai pada waktunya.
Semoga makalah yang kami susun ini dapat memperkaya ilmu Biologi serta bisa
menambah pengetahuan dan pengalaman pembaca.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan. Maka dari itu
kami mengharapkan saran serta masukan dari pembaca. Akhir kata, kami berharap
makalah ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca semua.
Surabaya, 23 September 2019

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa
organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini
membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa
energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk
mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks.
Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan
dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.
Fotosintesis dalam tanaman bisa melaui dua tahapan, yakni reaksi gelap dan
reaksi terang. Pada reaksi gelap akan menghasilkan karbohidrat dan oksigen,
sedangkan pada reaksi terang akan menghasilkan NADPH dan ATP.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis?

C. Tujuan
1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen
2. Mengamati faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fotosintesis

D. Hipotesis
H0 = tidak ada pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis
H1 = ada pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis
E. Definisi Operasional
Variabel bebas: cahaya matahari
Variabel terikat: jumlah gelembung yang dihasilkan
Variabel kontrol: tanaman air Hydrilla
F. Alat dan Bahan:
1. 3 tanaman air Hydrilla
2. Gelas beaker
3. Corong
4. Air
5. Air kapur
6. Tas plastik berwarna
7. Kawat
8. Tabung reaksi
G. Cara Kerja:
1. Rangkai alat dan bahan menjadi seperti terlihat pada gambar di bawah.

2.Kemudian rangkai ulang untuk alat dan bahan yang sama, sebanyak 5 lagi,
karena kita akan mengamati 6 faktor pada percobaan Ingenhousz.

3. Berilah perlakuan sebagai berikut:

No 1: tanpa tambahan perlakuan dan diletakkan di tempat yang terkena


cahaya matahari langsung.
No 2 : ditutup plastic berwarna dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
No 3 : masukkan satu tetes air kapur dan letakkan ditempat yang terminal
cahaya matahari langsung
4. Beri nomor untuk masing-masing perangkat agar mudah dikenali.
5. Amatilah gelembung yang muncul setelah beberapa jam, catat hasil pengamatan
pada table hasil pengamatan.
H. Tabel Data:
Perlakuan Banyaknya gelembung

Terkena cahaya matahari langsung +++

terkena cahaya matahari langsung + air +++


kapur

Terkena cahaya matahari langsung ++


dengan tanaman yang ditutupi tas plastik
berwarna

Keterangan:
- : tidak ada gelembung
+ : sedikit gelembung
++ : tidak terlalu banyak gelembung
+++ : banyak gelembung
BAB II
LANDASAN TEORI
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fotosintesis:
1. Konsentrasi Karbondioksida
2. Ketersediaan Air
3. Cahaya
4. Klorofil
5. Unsur Hara
6. Suhu

Sifat dan peran Air serta Air Kapur


A. Air
Sifat kimia air:
1. satu molekul air terdiri atas 2 atom Hidrogen yang berikatan kovalen dengan
Oksigen
2. Air memiliki efek netral terhadap lakmus seperti saat ia terionisasi
3. air tidak akan terurai menjadi unsur pembentuknya (hidrogen dan oksigen) di
bawah kondisi normal
4. Kemampuan terionisasinya lemah yang memberi ion hidrogen positif dan ion
hidroksida negatif.
Peran air:
1. Memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh
2. Menyegarkan badan
3. Membantu pekerjaan rumah sehari- hari
4. Membersihkan badan
5. Menjaga kesehatan tubuh

B. Air Kapur
Sifat kimia air kapur:
Kalsium hidroksida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia Ca(OH)2.
kalsium hidroksida dapat berubah kristal tak berwarna atau bubuk putih. Kalsium
hidroksida dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida (CaO) dengan air. Larutan
Ca(OH)2 disebut air kapur dan merupakan basa dengan kekuatan sedang.
Peran air kapur:
1. Industri
Sisa gas dari industri yang mengandung sulfur dioksida boleh dibersihkan dengan
kaedah pembuihan di dalam air kapur, suatu proses yang dinamakan pengsulfatan,
yaitu sulfur dioksida yang bertoksik diperangkapkan sebagai mendakan:

Ca(OH)2(ak) + SO2(g) → CaSO3(p) + H2O(c)

Ia juga digunakan di dalam industri sebagai agen penetralan dalam rawatan sisa air
bandaran.

2. Seni
Dalam seni catan fresko, air kapur difungsikan sebagai pelarut warna untuk
dikenakan pada plaster. Ia turut dinamakan cat kapur

3. Kegunaan lain

Air kapur juga digunakan meluas oleh penjaga marin sebagai pelengkap utama
kalsium dan kealkalian pada akuarium terumbu karang. Ia juga turut digunakan untuk
membuat naskah kulit
BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan:

Pada percobaan ingenhousez dapat diketahui bahwa oksigen merupakan salah


satu hasil dari proses fotosintesis, hal ini dibuktikan dengan adanya gelembung di
dalam percobaan.
Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses
fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses
fotosintesis menjadi lambat.
BAB IV
LAMPIRAN
Daftar Pustaka
https://ekosistem.co.id/anabolisme/#!

http://www.ebiologi.net/2016/07/faktor-yang-mempengaruhi-fotosintesis
.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium_hidroksida#targetText=Kalsium%2
0hidroksida%20adalah%20senyawa%20kimia,oksida%20(CaO)%20dengan%20air.
&targetText=Larutan%20Ca(OH)2%20disebut,merupakan%20basa%20dengan%20k
ekuatan%20sedang.

https://rumusrumus.com/rumus-kimia-air-kapur-dan-kegunaannya/