Anda di halaman 1dari 14

RESUM KEPERAWATAN KLIEN (ANAK) DENGAN DIARE

1. Pengkajian
A. Identitas Klien
Nama/Nama panggilan : An. M
Tempat tgl lahir/usia : Banjarbaru 08 Oktober 2006
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Alamat : Jl. Alalak rt 2

B. Identitas Orang tua


Ayah/Ibu
Nama : Ny. S
Usia : 38 tahun
Pendidikan : Madrasah Aliah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Alamat : Jl. Alalak

2. Riwayat Kesehatan
A. Riwayat Kesehatan Sekarang :
Keluhan Utama :
Pasien datang ke rumah sakit tanggal 12 des 2019 karena anaknya diare
Keluhan Pada Saat Pengkajian :
Klien mengatakan anak nya letih lesu
B. Riwayat Kesehatan Lalu
1. Prenatal care
Ibu memeriksakan kehamilannya di puskesmas sebanyak 4 kali. Keluhan selama
hamil yang dirasakan oleh ibu adalah pendarahan saat trimester III.Ibu tidak
memiliki riwayat terkena radiasi dan penyakit menular serta menurun lainnya.
2. Intranatal care
Tempat pasien dilahirkan adalah di rumah sakit dengan jenis persalinan normal di
tolong oleh bidan di di RS. Saat melahirkan ataupun setelah melahirkan pasien, tidak
ada komplikasi pada ibu yang terjadi.
3. Post natal
Kondisi pasien saat dilahirkan tidak menangis spontan dan tampak kebiruan pada
tubuh klien sempat di rawat di inkubator kurang lebih 3 hari. Pasien berat badan lahir
2700 gram.
(Untuk semua Usia)
 Klien pernah mengalami penyakit : kejang demam sering pada waktu panas
dan batuk serta flu.
 Pasien tidak memiliki riwayat kecelakaan.
 Pasien tidak ada riwayat mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa anjuran
dokter dan menggunakan zat/subtansi kimia yang berbahaya. Perkembangan
dari saudara-saudaranya tidak ada yang berbeda.

C. Riwayat Kesehatan Keluarga


Genogram

Ket :
: Laki-laki : Pasien

: Perempuan : Tinggal serumah


3. Riwayat Imunisasi
Ibu mengatakan imunisasi anaknya sampai sekarang sudah lengkap.

4. Riwayat Tumbuh Kembang


a. Pertumbuhan Fisik
 Berat badan : 17 kg
 Tinggi badan: 110 cm.

b. Perkembangan Tiap tahap


Usia anak saat ini 6 tahun 9 bulan tahap perkembanhan klien atau anak bagus dan
tidak ada masalah

5. Riwayat Nutrisi
a. Pemberian ASI
Klien diberikan ASI hingga usia 2 tahun

6. Riwayat Psikososial
Anak tinggal bersama orang tuanya di rumah milik sendiri. klien tinggal bersama kedua
orangtuanya dan satu orang saudaranya.
7. Aktivitas Sehari-hari
a. Nutrisi dan cairan
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Selera makan Sebelum sakit anaknya makan tiga Saat di rawat di RS orang tua
kali sehari dengan nasi dan lauk ikan dan klien mengatakn tidak
dan sayur, klien atau anak tidak ada ada masalah dengan
masalah dengan makannya dan selalu makannya klien atau anak
dapat menghabiskan tiap porsi makan selalu dapat menghabiskan
yang di sediakan porsi makan yang di sediakan
dari RS

b. Cairan
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Kebutuhan cairan Intake : Intake :
 Klien atau anak minum 6-7  klien minum 4-5 gelas
gelas sehari air putih dan air putih dan air teh,
kadang air teh sehari  terpasang IVFD Tridek
27 A 30 Tpm
konsumsi air kurang lebih  total intek cairan
1 liter. selama 24 jam
Output : kurang lebih 2 lier
 Klien BAK 6-7 kali output
 BAB 1 kali  klien BAK 8-9 kali
 BAB 1 kali
 Berkeringat
 Total output cairan
selama 24 jam kurang
lebih 1,5 liter

c. Eliminasi (BAB & BAK)


Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Tempat Sebelum sakit Tidak ada kesulitan Selama sakit pasien sering
pembuangan BAB dan BAK sebelum masuk BAB 1x dan BAK 8-9 kali
2. Frekuensi rumah sakit. Biasanya pasien BAB selama di RS.
3. konsistensi 1x sehari . BAK 6-7 kali perhari.
4. Kesulitan
5. Obat pencahar

d. Istirahat Tidur
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jam tidur (siang dan Ibu pasien mengatakan jika Selama dirumah sakit pasien
malam anaknya malam tidur jam 22.00 tidak ada mengalami
2. Pola tidur wita dan jarang tidur pada siang kesulitan tidur.klien tidur
3. kebiasaan sebelum hari. Pasien tidak mengalami diatas jam 22.00 wita
tidur kesulitan tidur.seblum tidur klien
4. kesulitan tidur biasa nonton TV terlebih dahulu

e. Personal hygiene
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Mandi (cara, frekuensi, Pasien dimandikan 2x sehari. Selama di rumah sakit pasien
alat mandi) Pasien dicuci rambut tidak mandi,hanya di seka
2. cuci rambut sekalisehari. Untuk oleh ibunya. Pasien tidak
(frekuensi,cara) menggunting kuku 2x mencuci rambut.
3. Gunting kuku perminggu dilakukan oleh
(frekuensi,cara) orang tua pasien

f. Aktivitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Kegiatan sehari-hari Pasien sehari-hari hanya dirumah Selama dirumah sakit pasien
2. Pengaturan jadwal bersama orang tua lebih banyak menghabiskan
harian waktunya ditempat tidur dan
3. Penggunaan alat bantu Klien dapat bermain dan berjalan di lingkungan RS saja sambil
aktifitas. dan bergerak aktif di rumah nonton TV.
4. Kesulitan pergerakan maupun ketika bermain bersama
tubuh temannya
Klien tidak ada gangguan dalam
pergerakan

8. Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Keadaan umum pasien tampak sehat
 Kesadaran : Composmentis.
Tanda-tanda vital : T= 36,1 oC, RR= 24 x/menit, N= 99 x/menit.
Berat Badan : 30 Kg
Tinggi Badan : 138 cm
Lingkar kepala : 51 cm
Lingkar perut : 62 cm
LLA : 22 cm

1) Sistem Pernapasan
a. Inspeksi : bentuk dada simetris tidak ada lesi atau masa pada area
dada serta penampakan gejala abnormal lainnya napas
24x/mnt.
b. Palpasi : pergerakan dinding dada simetris,tidak ada premitus
taktil,tidak ada clubbing finger
c. Perkusi : suara perkusi paru sonor tidak ada bunyi pekak atau bunyi
abnormal lainnya
d. Auskultasi : bunyi suara napas cepat RR 24x/mnt, tidak ada ronchi,tidak
ada whizing dan bunyi tambahan lain nya

2) Sistem kardiovaskuler
a. Inspeksi : jantung tampak sehat tidak ada sesak napas,tidak ada
sianosi, tidak ada nyeri dada
b. Palpasi : nadi reguler kuat angkat irama teratur dengan frekuensi 99
x/mnt, tidak ada edema dan acites
c. Perkusi : suara perkusi area jantung sonor
d. Auskultasi : bunyi jantung lup dup tidak ada suara tambahan murmur
atau galop
3) Sistem persyarafan
Kesadaran compos mentis,fungsi anggota gerak baik, reflek fisiologis baik,rentang
gerak baik dengan sekala otot 5.

4) Sistem Pencernaan
a. Inspeksi : tidak ada luka atau lesi pada abdomen,tidak ada terlihat
adanya masa atau perubahan warna pada abdomen
b. Palpasi : teraba nyeri pada area abdomen kuadran bawah
c. Perkusi : terdengar bunyi timpani
d. Auskultasi : suara peristaltik usus/BU 9x/mnt

5) Sistem Muskuloskeletal
Klien tidak ada kelainan bentuk tulang (lordosis,kiposis,dan sekoliosis),tidak ada
feraktur dan cedra tulang lainnya

6) Sistem integumen
Kulit klien tampak bersih dan tidak bau, tidak ada lesi,tidak ada sianosis,turgor kulit
klien baik kembali < dari 2 detik.tidak kulit tampak anemis

7) Sistem Endokrin
Klien tidak ada gangguan hormon,sebaran rambut merata,tidak ada demam,tidak ada
palpitasi

8) Sistem Genitourinaria
Klien berjenis kelamin laki-laki dan mempunyai alat vital yang normal BAK lancar
dan normal 8-9 kali sehari.
 Kepala
Warna rambut pasien hitam, penyebaran merata, tidak mudah rontok, nampak
lepek. Tidak ada benjolan maupun nyeri tekan, tekstur rambut pasien
halus.Ubun-ubun tidak cekung
 Muka
Muka pasien terlihat simetris, tidak ada gerakan abnormal. Tidak ada nyeri
tekan. Tampak sedikit pucat
 Mata
Tidak ada palpebra yang edema ataupun radang, scelera tidak ikterus,
konjungtiva nampak tidak anemis, posisi mata simetris, tidak ada gangguan
pada penglihatan pasien, ada air matasaatmenangis.
 Hidung & Sinus
Posisi hidung simetris, tidak ada secret/cairan, tidak ada gangguan pada
penciuman pasien, tidakadacupinghidungsaatbernafas.
 Telinga
Posisi telinga simetris, tidak ada cairan, tidak ada serumen, tidak
menggunakan alat bantu, tidak ada gangguan pada pendengaran pasien
 Mulut
Mukosa bibir tampak lembab, keadaan gigi lengkap, gusi pasien tidak ada
radang, lidah pasien tidak kotor.

 Tenggorokan
Tonsil tampak merah muda.
 Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, pasien tidak mengalami kaku kuduk.
 Status Neurologi
Indra penghidu dan pendengaran tidak terdapat gangguan. Pergerakan bola
mata maupun kelopak mata tidak mengalami gangguan. Refleks menela pasien
baik. Pasien dapat menggerakan kepala ke kanan dan kekiri serta mengangkat
bahu.

9. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan (0-6 Tahun)


Tingkat perkembangan pasien sesuai dengan tingkat tumbuh kembang, sekarang umur
pasien 11 tahu 9 bulan.tidak ada masalah dengan tumbuh kembang klien

10. Rencana Tindakan Operasi


Tidak ada persiapan untuk operasi.

11. Tes Diagnostik


Laboratorium tanggal 12 -07 - 2017

 Hb : 13,4 gr/dl
 Leukosit : 3.200/mm3
 Trombosit : 125.000/mm3
 Hematokrit : 36%
 GDS : 109 mg
 Cholestrol : 129 mg
 SGOT : 89 mg
 SGPT : 214 mg
 Ureum : 31 mg
 Creatinin : 0,8 mg
 Uric acid : 4,7 mg

12. Terapi
 Infus tridek 27 A 30 tpm (makro)
 Kemoterafi MTX 15 mg drip
 Axtan 1x1 tab
 Curbekson 1x1 C

14 Analisa Data
No. Data Etiologi Masalah
1. DS : Orang tua klien mengatakan anaknya masih Peningkatan Diare
BAB cair dan muntah sudah mulai berkurang motilitas usus
DO : sekunder
- keadaan umum pasien tampak lemas proses
- Tanda-tanda vital: T= 38 oC, RR= 28 peradangan
x/menit, N= 120 x/menit. usus
- Mukosa bibir lembab, BAK banyak
- Turgor kulit kembali < 2 detik
- BAB konsistensi cair 3-4x sehari
- Bising usus kurang lebih 9x/mnt

DS : Orang tua klien mengatakan anaknya kadang Efek patologis Hipertermia


demam badan nya dari sakitnya

DO :
- Badan teraba hangat
- Temperatur suhu tubuh 37,7 C
- Mukosa bibir dan mulut lembab

15. Diagnosa Keperawatan


A. Diare berhubungan dengan peningkatan motilitas usus sekunder proses peradangan
usus
B. Hipertermia berhubungan dengan efek patologis dari sakitnya
16. Nursing Care Planning
No Diagnosa Nursing Outcome Nursing Intervention Classification(NIC)
keperawatan (NOC)
1 Diare Setelah dilakukan tidakan Manajemen diare :
berhubungan keperawatan dalam 1 x 24 jam
dengan perawatanpolaeleminasi normal 1. Evaluasi efek samping pengobatan
peningkatan terhadap gastrointestinal
motilitas usus Kriteria hasil: 2. Ajarkan pasien untuk menggunakan
sekunder · Termoregulasi : obat anti diare
proses Indikator IR
3. Instruksikan pasien/keluarga untuk
peradangan  Tidak ada diare 3
usus  Pengeluaran mencatat warna,jumlah,frekuensi dan
feses rutin 3 konsistensi feces
 Pencernaan 4. Evaluasi intake makan yang masuk
cukup cairan 4 5. Identifikasi faktor penyebab dari diare
6. Observasi turgor kulit secara rutin
7. Ukur diare/keluaran BAB, hubungi
dokter jika ada kenaikan bising usus
8. Monitor persiapan makan yang aman

Manajemen cairan/elektrolit :

1. Pantau tanda-tanda vital


2. Monitor tren dan ukur BB/hari
3. Pertahankan catatan intake dan output
yang tepat
4. Pantau status hidrasi
5. Pantau hasil laboratorium sesuai retensi
cairan
6. Pantau indikasi kelebihan/retensi
cairan
7. Kaji lokasi dan peningkatan oedema
8. Pantau cairan/makanan yang dicerna
dan hitung intake kalori setiap hari
9. Berikan terapi IV sesuai anjuran
10. Dukung oral intake
11. Pantau status nutrisi
12. Beri cairan IV sesuai suhu kamar
selama 24 jam
13. Pantau respon klien terhadap terapi
elektrolit yang dianjurkan
14. Konsultasikan dengan dokter jika ada
tanda kelebihan cairan atau kondisi
memburuk

2 Hipertermia Setelah dilakukan tindakan Fever treatment


berhubungan keperawatan selama 1x24 jam 1. Monitor suhu dan warna kulit
diharapkan suhu klien dalam 2. Monitor tekanan darah,nadi,dan
dengan efek
rentang normal
patologis dari RR
sakitnya Kriteria hasil : 3. Berikan kompres pasien pada lipat
Thermoregulation paha dan axila
Indikator IR ER 4. Berikan cairan intra vena
 Temperatur 4 5. Berikan antipiretik
suhu tubuh
sesuai yang
di harapkan
 Tidak ada 4
perubahan
warna kulit
 Tidak ada
gemetar
 Denyut 4
nadi sesuai
yang di
harapkan
17. Implementasi dan Evaluasi
NO DIAGNOSA TINDAKAN EVALUASI
KEPERAWATAN
1 Tanggal 07/ 07/ 1. Menginstruksikan orang tua untuk S:
2017 mencatat warna,jumlah, frekuensi orang tua Klien mengatakan
Diare berhubungan dan konsistensi feces : warna BAB Anaknya masih BAB cair
dengan peningkatan kuning dengan konsistensi cair
motilitas usus sebanyak 3x O:
sekunder 2. Melakukan identifikasi faktor - TTV: T= 37C, RR= 24
peradangan penyebab dari diare x/menit, N= 104 x/menit.
3. Melakukan Observasi turgor kulit - Mukosa bibir lembab, turgor
secara rutin: turgor kulit kembali < kembali < 2 detik
dr 2 detik - BAB cair 7 kali berampas
4. Melakukan pengukuran
diare/keluaran BAB.;BAB 7 kali A:
5. Melakukan pengukuran tanda- Diare
tanda vital dan status hidrasi:
N:104x/mnt T:37 C RR: 24x/mnt Indikator ER
6. Memberikan terapi IV sesuai  Tidak ada diare 3
anjuran:RL 10 tpm makro  Pengeluaran
feses rutin 3
 Pencernaan
cukup cairan 4
P:
Intervensi dilanjutkan 1,4,5 dan 6
2 Tanggal 1. Memonitorr suhu dan warna kulit: S:
07/07/2017 T :37 C,warna kulit tidak tampak orang tua klien mengtakan demam
Hipertermia kemerahan anak nya sudah mulai turun
berhubungan 2. Memonitor tekanan
dengan efek darah,nadi,dan RR : N: O:
patologis dari 104x/mnt,RR : 24x/mnt  T: 37 C
sakitnya 3. Menganjurkan pemberikan  Teraba agak hangat
kompres pasien pada lipat paha  Mukosa bibir lembab
dan axila:
4. memberikan cairan intra vena : RL
10 tpm makro A:
5. memberikan antipiretik : puyer Hipertermia teratasi
panas 3x1 bks
Indikator ER
 Temperatur 2
suhu tubuh
sesuai yang
di harapkan
 Tidak ada 2
perubahan
warna kulit
 Tidak ada 2
gemetar
 Denyut nadi 2
sesuai yang
di harapkan

P:
Intervensi di lanjutkan 1,2,4 dan 5
DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.(2009). AsmaBisaSembuhatau Problem SeumurHidup.Diperoleh tanggal 29 Juni


2009, dari http://www.medicastore.com/asma/

Carpenito, L.J. (2013). Diagnosa keperawatan. (Edisi 6). Jakarta: EGC

Doenges, M.E.(2008). Rencana Asuhan Keperawatan. (Edisi 8). Jakarta: EGC

Espeland, N. (2008). Petunjuk Lengkap Mengatasi Alergi dan Asma pada Anak. Jakarta:
Prestasi Pustakaraya

Gaffar, L.O.J. (1999). Pengantar Keperawatan Profesional, Jakarta: EGC

Hidayat, A.A.A.(2006). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Surabaya: Salemba Medika

Mansjoer, A. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. (Edisi 3), Jilid 1. Jakarta: Media Aesculapius
McCloskey, Joanne & Gloria M Bulechek, (2015), Nursing Outcome Classificatian (NOC),
Second Ed, New York, Mosby.
_________, 2015, Nursing Intervention Classificatian (NIC), Second Ed, New York, Mosby
Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit. (Edisi 2). Jakarta: EGC

Nursalam. (2001). Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta: EGC

Price, S.A & Wilson, L.M. (2005).Patofisiologi. (Edisi 6). Jakarta: EGC

Riyadi, S. (2009). Asuhan Keperawatan pada Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu