Anda di halaman 1dari 6

32

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah survei dengan rancangan penelitian cross sectional

yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kinerja perawat di

Rumah Sakit Umum Swadana Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian cross

sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-

faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data

sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2005).

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1. Lokasi

Penelitian ini akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Swadana Tarutung

Kabupaten Tapanuli Utara.

2.2.1. Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan dari bulan Maret 2013.

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum Swadana

Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 40 orang.

32
33

3.3.2. Sampel

Sampel dari penelitian ini adalah sebagian perawat di Ruang Rawat Inap

Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Swadana Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.

Besar sampel dihitung berdasarkan rumus:

N
. n=
1  N (d ) 2

Keterangan :
d = tingkat kepercayaan/ketepatan yaitu 0,05
N = besar populasi
n = besar sampel (Notoadmodjo, 2005)
Maka:
40
n = 1  40 (0,05) 2

40
n = 1,1

n = 36,36 dibulatkan menjadi 36 orang.

Maka berdasarkan perhitungan di atas diperoleh besar sampel dalam

penelitian adalah 36 orang perawat pada shift sore. Perawat dibagi 3 shif dan

melakukan pergiliran waktu jam kerja setiap 2 hari sekali, sehingga perawat

memungkinkan untuk bekerja pada saat shif sore. Teknik pengambilan sampel untuk

perawat yang bekerja pada shift sore periode I diambil seluruhnya. Setelah dua hari

terjadi pergantian shif, dimana perawat yang bekerja pada shif sore periode II juga

diambil seluruhnya, sedangkan periode III dilakukan random sampling.

3.4. Metode Pengumpulan Data


34

3.4.1. Data Primer

Data primer didapat wawancara yang berpedoman kuesioner penelitian yang

telah dipersiapkan tentang motivasi dan insentif dan kuesioner kinerja perawat.

3.4.2. Data Sekunder

Data sekunder didapat dari dokumen/laporan yang terdapat di Rumah Sakit

Umum Swadana Tarutang Kabupaten Tapanuli Utara serta referensi-referensi yang

mendukung dalam penelitian ini.

3.5. Defenisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Penelitian

N Definisi Alat Skala Hasil


Variabel Parameter
o Operasional Ukur Ukur Ukur
1 Independen Kondisi pendorong
Motivasi dari dalam diri
sampel berkaitan Baik
dengan kinerja - Prestasi Kuesio Ordinal
meliputi prestasi, - Tanggung ner Cukup
tanggung jawab, jawab,
pengembangan diri - Pengem bangan Kurang
diri
Insentif Semua jenis - Pemenuhan
pendorong baik kebutuhan Baik
material maupun Angket Ordinal
non material yang - Bersifat adil Kurang
dapat mendorong dan layak
sampel berkaitan
dengan kinerjanya
Kinerja Hasil dari - Kuantitas
perawat kerjasama sampel - Kualitas Baik
dalam - Ketetapan Observasi Ordinal
melaksanakan waktu Kurang
asuhan keperawatan - Kerjasama
kepada pasien/
keluarga pasien
35

3.6. Aspek Pengukuran

Aspek pengukuran variabel independen yaitu motivasi dan variabel dependen

yaitu kinerja perawat diuraikan di bawah ini.

3.6.1. Variabel Independen

1. Motivasi diukur berdasarkan 12 pertanyaan dengan alternatif jawaban jika

menjawab selalu diberi skor 3, kadang-kadang diberi skor 2 dan tidak pernah

diberi skor 1, sehingga skor tertinggi 3x12=36 dan skor terendah 1x12=12,

kemudian dikategorikan:

a. Baik jika responden memiliki keinginan berprestasi, bertanggungjawab, dan

pengembangan dirinya dengan nilai skor jawaban 30-36.

b. Cukup jika responden memiliki keinginan berprestasi, bertanggungjawab, dan

pengembangan dirinya dengan nilai skor jawaban 21-29.

b. Kurang jika responden memiliki keinginan berprestasi, bertanggungjawab,

dan pengembangan dirinya dengan nilai skor jawaban 12-20.

2. Insentif diukur berdasarkan 2 pertanyaan dengan alternatif jawaban jika

menjawab ya diberi skor 2, dan tidak diberi skor 1, sehingga skor tertinggi 2x2=4

dan skor terendah 1x1=1, kemudian dikategorikan:

a. Baik jika responden terdorong atas materi dan non materi dalam

melaksanakan tugas dengan nilai skor jawaban 3-4.

b. Kurang jika responden terdorong atas materi dan non materi dalam

melaksanakan tugas dengan nilai skor jawaban 1-2.


36

3.6.2. Variabel Dependen

1. Kinerja perawat diukur berdasarkan 10 pertanyaan dengan alternatif jawaban jika

menjawab ya diberi skor 2, dan tidak diberi skor 1, sehingga skor tertinggi

2x10=20 dan skor terendah 1x10=10, kemudian dikategorikan:

a. Baik, jika responden memperoleh nilai skor jawaban 16-20.

b. Kurang jika responden memperoleh nilai skor jawaban 10-15.

3.7. Pengolahan Data

Data yang terkumpul diolah dengan langkah berikut :

1. Editing

Kegiatan ini berguna untuk mengecek setiap pertanyaan yang berisi tentang

kelengkapan pengisian, konsisten antara daftar pertanyaan dengan jawaban,

kejelasan makna jawaban dan relevan jawaban.

1. Coding

Pada tahap ini dilakukan dengan cara pemberian angka pada jawaban dengan

maksud untuk memudahkan pengolahan data.Pengkodean dilakukan oleh peneliti

sendiri dengan seteliti mungkin guna menghindari kesalahan.

2. Entry

Tahapan ini dilakukan dengan cara memasukan data kedalam computer.


37

3. Cleaning

Mengecek kembali apakah ada kesalahan data,sehingga data benar-benar siap

untuk dianalisis.

3.8 Analisis Data

Model analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan persamaan

Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh variabel dependen yaitu

motivasi dan insentif terhadap variabel dependen yaitu kinerja perawat. Adapun

model persamaannya sebagai berikut:

Y = a + b1x1 + b2x2 (Sugiyono, 2007)

Dimana Y = Kinerja Pegawai


a = Konstanta
b = Koefisiensi regresi
X1 = Motivasi
X2 = Insentif