Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KELOMPOK

SEMINAR KEUANGAN

oleh:

Clara Nathania (01011170188)

Nathaniel Richard Suandi (01011170235)

Sonia Gunawan (01011170068)

Viladelva Vio Vieresta Saras Manu (01011170434)

JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

KARAWACI

2020
I. Capital Structure and Past Market Valuations

A. Data and Summary Statistics


Sample utama adalah perusahaan COMPUSTAT yang dimana dapat ditentukan IPO date.
Dan memungkinkan untuk mempelajari evolution of leverage from a fixed starting point.
Sample utama yang disediakan oleh Jay Ritter , dimulai dengan semua perusahaan
COMPUSTAT yang muncul antara tahun 1968 dan 1999. Tetapi sample ini batasi tahun 1968
dan 1998. Secara keseluruhan sample ada 2.839 pengamatan pada perusahaan first fiscal dan
2.652 pengamatan pada perusahaan the next fiscal year. Data ini menunjukkan bahwa secara
rata-rata setelah IPO, annual change in assets didorong kira-kira 50% oleh net debt issues, 35%
oleh net equity issues, dan 15% oleh newly retained earnings.

B. Determinants of Annual Changes in Leverage


Di sini didokumentasikan net effect of market-to-book on changes in leverage. Main focus
adalah pada market-to-book, tetapi untuk melengkapi out a benchmark set of control variables,
juga menggunakan tiga variabel lain yaitu asset tangibility, profitability, dan firm size.
Efek dari variabel terhadap annual changes in book leverage:

Change in leverage juga dapat didekomposisi sebagai berikut:

C. Determinants of Leverage
Telah ditetapkan bahwa market-to-book mempengaruhi leverage, singkatnya terutama
melalui net equity issues. “external finance weighted-average” market-to-book ratio. For
given firm-year tertentu, didefinisikan sebagai:
Menunjukkan R2 untuk univariate regressions run in IPO time:

Panel A melaporkan hasil untuk market-to-book. Tabel III menunjukkan hasil untuk
multivariate regressions of book dan market leverage on the weighted average market-to-book
ratio dan the four Rajan and Zingales variables:

Tabel IV melaporkan hasil multivariate regressions yang menggunakan control variables.


Delapan variables yang digunakan adalah: market-to-book, earnings before interest and taxes
to assets, dividends over book equity, dividends to market equity, depreciation expense to
assets, research and development expense to assets, a dummy variable for firms that report no
research and development, and the log of total assets. Dari Tabel III dan IV menunjukkan
bahwa pengaruh historical valuations terhadap leverage adalah large dan separate dari
berbagai efek documented in prior literature.

D. Persistence

Ada dua hasil utama. Pertama, high market valuations mengurangi leverage dalam short
run. Kedua, historically high market valuations dikaitkan dengan leverage yang lebih rendah
di cross section. Tabel V menunjukkan hasil untuk regressions of cumulative changes dalam
leverage dari the pre-IPO value.
Tabel V menunjukkan determinants of cumulative changes dalam leverage adalah essentially
the same, in sign and magnitude, sebagai determinants of leverage levels.

The third regression melihat effect of M/B efwa yang diukur pada waktu t on future capital
structure, controlling for future characteristics diukur pada waktu t + 𝜏 – 1.

II. Discussion

A. Tradeoff Theory
Modgliani dan Miller (1958) mengatakan bahwa di pasar yang sempurna dan efisien
dapat menunjukan bahwa struktur modal tidak relevan. Tradeoff theory menentukan struktur
modal yang optimal dengan menambahkan berbagai hal yang tidak sempurna termasuk pajak
, costs of financial distress dan biaya agensi. Tetapi tetap mempertahankan asumsi efisiensi
pasar dan symmetric information. Beberapa hal yang tidak sempurna yang menyebabkan trade-
off optimal adalah :

1. Pajak yang lebih tinggi daripada dividen (mengindikasikan lebih banyak utang)
2. Non-debt tax shields yang lebih tinggi (mengindikasikan lebih sedikit utang)
3. Biaya financial distress yang tinggi (menunjukan lebih banyak ekuitas) Short of
bankrupcisty dan senior debt dapat memaksa manajer untuk mengambil peluang investasi yang
menguntungkan
4. Agency problems dapat menuntut utang yang lebih banyak atau sedikit. Terlalu banyak
ekuitas dapat menyebabkan free cash flow dan konflik kepentingan antara manajer dan
pemegang saham
5. Terlalu banyak utang dapat menyebabkan substitusi asset dan konflik kepentingan antara
manajer dan obligasi.

Prediksi yang dapat diuji dari tradeoff theory adalah struktur modal dapat menyesuaikan
dengan perubahan dalam market to book ratio dan variasi dalam rasio pasar terhadap market
to book ratio memiliki dampak yang panjang pada struktur modal.

B. Pecking Order Theory

Dalam pecking order theory yang dijelaskan oleh Myers (1984) , tidak ada capital
structure yang optimal. Jika ada yang optimal , maka cost of deviating tidak signifikan jika
dibandingkan dengan cost of raising external finance dan rasing external finance itu mahal
karena manajer mempunyai informasi yang lebih tentang prospek perusahaan kedepannya
daripada investor maupun orang luar. Pecking order theory menganggap market to book ratio
sebagai ukuran untuk peluang investasi. Hubungan kontemporer antara market to book ratio
dan capital structure sulit untuk di rekonsiliasi dengan static pecking.

C. Managerial Entrenchment Theory

Dynamic theory of capital structure berdasarkan managerial entrenchment yang


memiliki penilaian tinggi dan peluang investasi yang baik yang dapat memfasilitasi keuangan
ekuitas , tetapi pada saat yang sama , manajer dapat menjadi entrenched. Kemudian dapat
menolak untuk meningkatkan utang untuk menyeimbasngkan kembali di periode selanjutnya.
Karena manajer mengeluarkan ekuitas , ketika nilai tinggi maka hal tersebut tidak dapat
menyeimbangkan kembali. Tetapi memiliki intervensi berbeda. Manajer berusaha tidak
mengeksploitasikan investor baru , sebaliknya mereka mengeksploitasi investor yang ada di ex
post dengan tidak menyeimbangkan kembali.

D. Market Timing Theory

Capital structure theory berdasarkan pada waktu pasar yang memiliki karakteristik
yang paling alami. Teorinya adalah bahwa capital structure mempunyai hasil yang kumulatif
dari upaya masa lalu untuk mengatur waktu pasar ekuitas dan capital structure theory belum
diartikulasikan. Terdapat 2 versi untuk menentukan waktu pasar ekuitas yang memiliki
dinamika yang serupa dengan capital structure :

1. Bentuk dinamis dari Myers dan Majluf (1984) dengan manajer , investor dan adverse
selection yang merugikan antar perusahaan dan waktu. Masalah ekuitas setelah merilis
informasi dapat mengurangi asymmetric information. Dari hasil paper ini memiliki pesyaratan
bahwa fluktuasi sementara dalam variasi pengukuran market to book ratio memiliki seleksi
yang merugikan. Jika cost of deviating dari optimal capital structure yang kecil dibandingkan
dengan hasil variasi pengeluaran biaya , variasi dalam market to book dapat memiliki efek
jangka panjang.

2. Melibatkan investor atau manajer dan mispricing yang bervariasi dari waktu ke waktu atau
dari persepsi. Manajer dapat mengeluarkan ekuitas ketika mereka yakin jika biaya irasionalnya
rendah dan membeli kembali ekuitas ketika biaya irasionalnya tinggi. Market to book memiliki
hubungan terbalik dengan pengembalian ekuitas di masa depan dan nilai-nilai yang ekstrim
terhadap market to book yang telah menghubungkan ekspektasi investor yang ekstrim.

III. Conclusion

Dengan demikian , biaya dari berbagai bentuk keuangan tidak bervariasi secara
indenpenden dan oleh karena itu tidak ada keuntungan dari peralihan secara oportunistik.
Sebaliknya , berbagai bukti menunjukan bahwa waktu pasar saham merupakan aspek penting
dari kebijakan keuangan riil Dalam makalah ini , terdapat implikasi waktu pasar ekuitas hingga
capital structure. Dengan menggunakan Market to book ratio yang dapat mengukur peluang
waktu pasar yang dirasakan oleh manajer. Dapat ditemukan :

1. Perusahaan dengan leverage rendah , cendurung menjadi perusahaan yang mengumpulkan


dana ketika memiliki valuasi yang tinggi dan sebaliknya.

2. Fluktuasi dalam penilaian pasar memiliki efek besar pada struktur modal yang bertahan
selama setidaknya satu dekade

Tetapi hasil tersebut sulit dipahami dalam traditional theories of capital structure. Dan
hasil yang realistisnya bahwa struktur modal sebagian besar merupakan hasil kumulatif dari
upaya masa lalu untuk mengatur pasar ekuitas. Dalam teori ini tidak ada struktur modal yang
optimal , sehingga keputusan dalam pendanaan waktu pemasaraan hanya terakumulasi dari
waktu ke waktu dalam hasil capital structure.