Anda di halaman 1dari 4

I.

TUJUAN
a. Tujuan Umum
1) Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan dan pewarnaan sediaan hapusan
darah.
b. Tujuan Khusus
1) Mahasiswa dapat membuat sediaan hapusan darah.
2) Mahasiswa dapat melakukan pewarnaan sediaan hapusan darah.

II. METODE
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode hapusan darah (Blood
Smear).

III. PRINSIP
Suatu apusan darah tipis dibuat dengan meletakkan setetes (hanya selapis). Prinsip
pewarnaan disesuaikan dengan sifat kimiawi dalam sel. Prinsip pewarnaannya
menggunakan dua cat yang berbeda yaang terdiri dari azure B (Ttriethylthionin) yang
bersifat basa dan eosin Y (Tetrabromofluorance) yang bersifat asam.

IV. DASAR TEORI


Darah tersusun atas plasma dan sel darah. Sel darah mencakup eritrosit, leukosit, dan
trombosit. Plasma darah mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di
dalamnya (Isnaeni, 2006).
Jenis sel darah:
1. Eritrosit, berbentuk sebagai cakram bulat bikonkaf dengan diameter sekitar 7,2 µm
tanpa memiliki inti.
2. Leukosit, mempunyai fungsi utama dalam sistem pertahanan.
Berdasarkan ada tidaknya butir-butir dalam sitoplasma dibedakan:
a. Granulosit yaitu adanya butir-butir spesifik yang mengikat zat warna dalam sitoplasma.
1) Neutrofil, berlobus berjumlah 2—5 lobi atau lebih, berwarna biru atau ungu.
2) Eosinofil, inti terdiri atas 2 lobi, berwarna merah atau orange.
3) Basofil, separuh sel dipenuhi inti, berwarna biru tua dan kasar memenuhi
sitoplasma.
b. Agranulosit, tidak mempunyai butir-butir spesifik
1) Limfosit, inti gelap berwarna ungu
2) Monosit, inti berbentuk oval seperti tapal kuda.
3. Trombosit, berbentuk seperti kepingan-kepingan sitoplasma berukuran 2—5µm
(Subowo, 2002).

Untuk melihat struktur sel-sel darah dengan mikroskop cahaya pada umumnya
dibuat sediaan apus darah. Sediaan apus darah tepi adalah suatu cara yang sampai saat ini
masih digunakan pada pemeriksaan di laboratorium. Prinsip pemeriksaan sediaan apus
ini adalah dengan meneteskan darah lalu dipaparkan di atas objek glass, kemudian
dilakukan pengecatan dan diperiksa dibawah mikroskop (Anonim. 2011)
Tujuan pemeriksaan apusan darah:
1. Evaluasi morfologi dari sel darah tepi (eritrosit, trombosit, dan leukosit)
2. Memperkirakan jumlah leukosit dan trombosit
3. Identifikasi parasit (misal : malaria. Microfilaria, dan Trypanosoma

Pewarnaan darah apus merupakan pewaraan yang terwarnai pada preparat darah
apus tepi, misalnya dengan menggunakan pewarnaan menurut Romanowsky ada empat
macam pewarnaan preparat darah apus yaitu pewarnaan wright’s stain, pewarnaan
lieshman, pewarnaan may grunwald, pewarnaan giemsa (Anonim.2012)
Pewarnaan preparat darah apus yang sering digunakan untuk melakukan
pengecatan preparat darah apus kebanyakan menggunakan metode pewarnaan
Romanowsky yaitu menggunakan pewarna Giemsa dan Wright. Pewarna Romanowsky
yang dianjurkan oleh The International Council for Standardization in Hematology
(ICSH). Adalah pewarna kombinasi Wright-Giemsa dan May Grunwald-Giemsa (MGG).
V. ALAT, BAHAN, DAN REAGEN
a. Alat
- Oject glass
- Pipet tetes
- Rak pewarna
- Botol semprot
- Stop watch

b. Bahan
- Sampel darah EDTA
- Tissue
- Pewarna Giemsa
- Pewarna Wright

VI. CARA KERJA


a. Pembuatan Sediaan Hapusan Darah
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan dipastikan alat dan bahan
dalam keadaan siap.
2. Diteteskan sampel darah pada objek glass
3. Diratakan sampel darah dengan bantuan objek glass yang lain.
4. Didorong objek glass ke depan dengan membentuk sudut 30-400 , sehingga
terbentuk apusan dengan panjang 3-4 cm.
5. Dikering anginkan sediaan yang telah dibuat.

b. Pewarnaan Sediaan Hapusan Darah


1. Disiapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Diletakkan sediaan darah pada rak pewarnaan.
3. Diteteskan cat Wright secara merata diatas apusan. Didiamkan 2-3 menit
(fiksasi).
4. Ditumpuk dan ditetesi cat Giemsa secara merata, dan didiamkan selama 15
menit.
5. Dibilas dengan air mengalir dan dikeringkan.