Anda di halaman 1dari 3

1.

Berdasarkan data lab tersebut, albumin, BUN, Scr yang diluar rentang dan adanya keton saat urinalisis ->
pasien tersebut mengalami DM Nefropati. Selain itu, SGOT-SGPT pasien diluar rentang kemungkinan terjadi
sirosis hepatik dan asites yang tandai dengan tanda2 SIRS (suhu tinggi, RR tinggi, Hb rendah, trombosit
rendah)
2. Patogenesis nefropati diabetik kemungkinan merupakan akibat dari gangguan metabolik dan
hemodinamik. Hal tersebut dikarenakan adanya spesimen asing (e.g Agen oksidan) yang dapat berinteraksi
satu sama lain dan dengan berbagai jalur bergantung spesies oksigen reaktif. Baik regulasi gen dan aktivasi
faktor transkripsi dipengaruhi oleh interaksi antara rangsangan metabolik, faktor hemodinamik dan
generasi spesies oksigen reaktif pada diabetes. Konsekuensi dari aktivasi atau penghambatan molekul ini
adalah perubahan fungsional dan struktural yang mengarah ke ciri klasik nefropati diabetik. AGEs produk
pada fase akhir glikasi sehingga mengakibatkan penebalan membrane. Selain itu dapat terjadi ECM,
produksi protein ekstraseluler; ESRF, gagal ginjal stadium akhir.
3.

4. Glibenklamid diminum setelah makan tiap 12 jam sehari


5. Jika sudah terjadi dapat diberikan obat gol. PPI secara IV agar cepat memberikan efek terapetik. Selain itu
dapat diberikan aspirin Karena bersifat antiplatelet utk meningkatkan aliran darah pada extrimitas
menurunkan resiko CHD
6. Profilaksisnya dapat diberikan Beta blocker spesifik b 2(ex, propranolol), mengurangi tekanan vena porta
shg mengurangi potensi pembuluh darah pecah
7. Gastritic ulcer dan Hepatic Encephalopathy. Pada gastritic ulcer dapat diberikan terapi penurun pH seperti
PPi atau H2 blocker dengan memperhatikan lama terapi penggunaan agar tidak terjadi infeksi. Pada HE
dapat diberikan lactulose untuk pencegahan dengan cara menghambat absorbs ammonia pada GIT dengan
menurunkan pH usus. Selain itu, diberikan Beta blocker (pada B2) dapat diberikan untuk mencegah HE
dengan menurunkan tekanan vena porta.
8. Mengurangi cairan intavaskular yang akan menyebabkan migrasi cairan ekstravaskular pada hati yg akan
berakibat pengurangan cairan peritoneal. Monitoring data elektrolit (terutama kalium)
9. Profil lipid tinggi (kolesterol tinggi, TG tinggi, LDL tinggi, , HDL rendah) kemungkinan terjadi dislipidemi.
Lanjutkan