Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Hipertensi merupakan faktor utama penyakit-penyakit kardiovaskular yang merupakan


penyebab kematian tertinggi di Indonesia (Tumenggung, 2013). Hipertensi dikategorikan sebagai
penyakit the silent diseasei. Hipertensi yang terjadi dalam jangka lama dan terus menerus dapat
memicu stroke, serangan jantung, gagal jantung dan merupakan penyebab gagal ginjal kronik.
Kurangnya informasi serta rendahnya kesadaran untuk memeriksakan tekanan darahnya secara rutin,
memiliki pola makan yang tidak sehat dan kurangnya kepatuhan diet merupakan pemicu terjadinya
peningkatan kasus hipertensi (Hamid, 2013).
Menurut Notoadmojo (2007) pendidikan kesehatan efektif digunakan untuk merubah perilaku
individu, kelompok atau masyarakat. Pendidikan kesehatan memiliki berbagai metode jika dilihat dari
jumlah pesertanya, ada yang menggunakan metode ceramah, role play, forum group discussion,
seminar, audio visual dan lain-lain. Pendidikan kesehatanmengenai hipertensi dapat dilakukan
menggunakan metode ceramah dan menggunakan media audio visual.
Prevalensi Hipertensi di dunia menunjukan 1,13 miliar orang menderita Hipertensi, yang
artinya 1 dari 3 orang didunia terdiagnosis Hipertensi. Hanya 36,8% diantaranya yang mengkonsumsi
obat. Jumlah penderita Hipertensi didunia setiap tahunnya terus meningkat, dan diperkirakan pada
tahun 2025 akan ada sekitar 1,5 miliar yang terkena Hipertensi dan setiap tahunnya 9,4 juta orang
meninggal di akibatkan oleh Hipertensi dan komplikasi. (Who, 2015). Di Indonesia angka kejadian
hipertensi tertinggi berada di Bangka Belitung 30,9%, diikuti dengan Kalimantan Selatan 30,8% dan
di Kalimantan Timur berada di urutan ketiga dengan prevalensi mencapai angka 29,6%. Prevalensi
Hipertensi di Indonesia yang diperoleh melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8%.
(Riskesdas, 2013). Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas
Lempake Samarinda didapatkan hasil penyakit Hipertensi di Poli Umum Puskesmas Lempake
Samarinda selama bulan Januari - Desember 2019 sebanyak 2.568 kasus. Kasus terjadi pada usia 15
sampai lebih dari 70 tahun. (Rekam Medik Puskesmas Lempake, 2019).
Menjalani pola hidup sehat telah banyak terbukti dapat menurunkan tekanan darah, dan secara
umum sangat menguntungkan dalam menurunkan risiko permasalahan kardiovaskular. Pada pasien
yang menderita hipertensi derajat 1, tanpa faktor risiko kardiovaskular lain, maka strategi pola hidup
sehat merupakan tatalaksana tahap awal, yang harus dijalani setidaknya selama 4 – 6 bulan. Bila setelah
jangka waktu tersebut, tidak didapatkan penurunan tekanan darah yang diharapkan atau didapatkan
faktor risiko kardiovaskular yang lain, maka sangat dianjurkan untuk memulai terapi farmakologi
(PERKI, 2016).
Hasil wawancara dengan penderita hipertensi di Puskesmas Lempake Kota Samarinda pada
bulan Januari 2020, didapatkan bahwa penderita mengatakan telah mendapatkan informasi dari petugas
Puskesmas untuk mengurangi makanan yang asin-asin dan makanan yang berlemak tinggi. Setelah
dikonfirmasi langsung dengan petugas puskesmas tersebut, ternyata petugas sudah memberikan
anjuran untuk mengurangi makanan yang asin-asin dan berlemak tinggi kepada penderita hipertensi.
Meskipun telah dianjurkan petugas kesehatan untuk melakukan diet penderita hipertensi, namun angka
hipertensi masih tinggi terjadi di masyarakat. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian pengaruh
penyuluhan terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet serta penurunan tekanan darah pada penderita
hipertensi di Kelurahan Lempake Samarinda.

1.2. Rumusan Masalah


a. Apa Itu Hipertensi ?
b. Bagaimana Pembagian penaykit Hipertensi ?
c. Apa Saja Gejala Hipertensi ?
d. Bagaiman Patofisiologi Hipertensi?
e. Apa faktor yang mempengaruhi hipertensi ?
f. Bagaimana penatalaksanaan hipertensi ?

1.3. Tujuan
1. Tujuan Umum
- Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pada
pasien hipertensi
2. Tujuan Khusus
- Mengidentifikasi proses terjadinya hipetensi
- Mengidentifikasi definisi,patofisiologi,dan pembagian hipertensi
- Mengidentifikasi penatalaksanaan hipertensi
- Meningkatkan kepatuhan diet hipertensi pasien
- Meningkatkan derajat hidup pasien
1.4. Manfaat

1. Manfaat bagi institusi: menambah wawasan dan ilmu pengetahuan peneliti.


2. Manfaat bagi masyarakat : menambah pengetahuan masyarakat dan meningkatkan
kepatuhan dalam diet hipertensi serta meningkatkan derajat kesehatan.
4