Anda di halaman 1dari 1

JelangBagaskaraMileniawan

18101470131

MODERNISME DALAM MUSIK

Berakhirnya abad 19 menjadi penentu perubahan alur utama musik Romantik di Eropa.
Diawali oleh Debussy, Schonberg, Stravinsky dan Bartok, era Klasik-Romantik yang menjadi
arus utama musik pada abad 19 mulai terkikis. Memasuki abad 20, corak musik mereka
mengalami pembaharuan. Semua orang mengakomodasi perubahan zaman di abad baru ini dan
terjadilah modernisasi dalam musik. Modernisasi musik abad 20 memberi penegasan lebih jauh
mengenai batasan waktu pada sebuah komposisi. Sangat berbeda dengan komposisi Romantik
yang durasi waktunya sangat panjang.
Agenda ketepatan waktu bermula dari banyaknya konser yang diselenggarakan di radio,
televisi atau studio rekaman pada saat itu. Manajemen akurasi waktu telah mengubah seluruh
metode dan perilaku penciptaan dan interpretasi terhadap musik. Pada akhirnya modernisasi
menyudutkan orang untuk tunduk pada agenda waktu. Selain itu, berakhirnya gaya musik
Romantik dan sebelumnya juga diawali dengan perubahan-perubahan komposisi musik. Namun
berbeda dengan Arnold Schonberg. Ia menciptakan prinsip atonal dalam tangga nada, yaitu
pengabaian nada pokok atau nada tonal. Schonberg membongkar seluruh sistem tonal yang
klasik-tradisional ini secara radikal.
Begitu juga dengan John Cage, dikenal sebagai peletak awal Eksperimental Musik. Ia
menggunakan cara-cara brutal, memperlakukan instrumen musik agar mengeluarkan sumber
suara yang kemudian terangkai dalam sebuah komposisi. Cage meletakkan berbagai macam alat
non musik seperti kayu, logam, plastik atau yang lainnya pada alat musik yang akan diamainkan,
sehingga menghasilkan suara yang tak lazim. Perubahan dan pembaharuan semacam ini
membuat semakin jelas arah gaya musik yang semakin menjauh dari era Romantik bahkan
sebelumnya.