Anda di halaman 1dari 9

System pernapasan manusia

ANGGOTA KELOMPOK 5 :

1) Adies Nazilah(2)
2) Alyaa Khopipah(6)
3) Ardiansyah(11)
4) Jenni Salsabilla(20)
5) Muhammad Farhan Sofyan(25)
6) Putu Kresna putra(30)

SMA NEGERI 10 KOTA TANGERANG SELATAN


Sistem Pernapasan Manusia
A. Pengertian Pernapasan
Pernapasan atau respirasi ialah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme)
dengan lingkungannya. Secara umum, pernapasan bisa diartikan sebagai proses
menghirup oksigen udara lalu mengeluarkan karbon dioksida serta uap air. Dalam proses
pernapasan, oksigen adalah zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan
didapatkan dari udara di lingkungan sekitar. Pernapasan manusia meliputi dua proses,
yakni :

1. Pernapasan Eksternal
ialah pernapasan dengan penukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara
udara gelembung paru-paru dengan darah kapiler.

2. Pernapasan Internal
ialah pernapasan dengan pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah kapiler
dengan sel-sel jaringan tubuh.

Dalam proses pernapasan, oksigen membutuhkan oksidasi (pembakaran) zat makanan.


Oksidasi zat makanan tersebut adalah gula (glukosa). Glukosa adalah zat makanan yang
mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan, yakni glukosa, tujuannya untuk
menghasilkan energi. Jadi, pernapasan/ respirasi dilakukan organisme untuk mengambil
energi yang ada di dalam makanan.

Hasil utamanya pernapasan adalah energi. Hasil energi digunakan untuk aktivitas hidup,
seperti untuk pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, lalu pembelahan sel-sel tubuh,
serta kontraksi otot.

B. Sistem Pernapasan Manusia


Manusia bernapas dengan tidak langsung. Artinya, udara sebagai pernapasan tidak
berdifusi dengan langsung melewati permukaan kulit. Difusi udara sebagai pernapasan
pada manusia yang terjadi di bagian dalam tubuh, yakni gelembung paru-paru (alveolus).
Secara tidak langsung, udara masuk dalam tubuh manusia melalui perantara alat-alat
pernapasan. Berikut adalah bagian-bagian dari alat pernapasan manusia :

1. Rongga Hidung
Hidung terdiri dari bagian lubang, rongga serta ujung rongga hidung. Di dalam hidung
ada bulu-bulu halus sebagai penyaring udara sebelum masuk ke tubuh. Jadi, bernapas
menggunakan hidung jauh lebih sehat dibanding menggunakan mulut. Karena bulu-bulu
halus untuk menyaring kotoran.

Kotoran atau debu ini membentuk seperti upil. Pada bagian ini akan mengatur
temperature/ suhu dan kelembaban udara sebelum mausk dalam paru-paru. Kondisi ini
tubuh memerlukan keseimbangan sebelum melewati tenggorokan pada saluran
pernapasan lain.

2. Tenggorokan
Tenggorokan dibagi menjadi 2 bagian dengan fungsi berbeda, yaitu sebagai jalan
pernapasan dan pencernaan. Untuk pernapasan tenggorokan mempunyai panjang ± 12
– 14 cm bagian pangkal (disebut sebagai laring) dengan bentuk mengerucut ± 3 – 4 cm.
Laring terdiri dari 9 macam tulang rawan serta serabut otot untuk bisa bekerja secara
maksimal.

3. Faring (tekak)
Faring berbentuk tabung corong, letaknya di belakang rongga hidung dan mulut. Faring
fungsinya sebagai jalan udara dan makanan serta sebagai ruang getar untuk
menghasilkan suara.

4. Laring (pangkal tenggorokan)


Laring ada di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun atas sembilan buah tulang
rawan. Salah satu tulang rawan tersusun atas dua lempeng kartilago hialin yang melekat
dan membentuk segitiga. Bagian ini dinamakan jakun.

Di dalam laring ada epiglotis dan pita suara. Epiglotis berbentuk daun yang dapat
membuka dan menutup. Saat menelan makanan, epiglotis menutup jadi makanan tidak
masuk ke tenggorokan namun menuju kerongkongan. Pita suara adalah selaput lendir
yang membentuk dua pasang lipatan dan bisa bergetar menghasilkan suara.

5. Trakea (Batang Tenggorokan)


Bentuk trakea seperti cincin yang terdiri atas tulang rawan. Letaknya ada di
kerongkongan dengan fungsi sebagai saluran makan. Dinding trakea ada silia dan
lapisan lendir. Lapisan lendir fungsinya menyaring kotoran yang tidak tertangkap laring
sebelum masuk paru-paru. Biasanya tubuh akan merespon seperti batuk atau bersin
untuk mengeluarkan kotoran yang masuk melewati saluran pernapasan.

Trakea bentuknya seperti pipa yang memanjang di bagian leher dan rongga dada
(toraks). Trakea tersusun atas cincin tulang rawan serta otot polos. Dinding bagian dalam
trakea berlapiskan sel-sel epitel berambut getar (silia) serta selaput lendir. Trakea
bercabang dua, satunya menuju paru-paru kiri lalu lainnya menuju paru-paru kanan.
Cabang trakea dinamakan bronkus.

6. Pulmo ( Paru-Paru )
Paru-paru letaknya di dalam rongga dada sebelah atas. Diafragma sebagai penyekat
rongga dada dan rongga perut. Paru-paru dibagi dua bagian, yaitu kanan dan kiri. Paru-
paru kanan terdiri dari tiga gelambir sementara paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir.
Paru-paru dibungkus pada selaput paru-paru tipis yang dinamakan pleura.

Masing-masing bronkus bercabang-cabang berbentuk bronkiolus. Selanjutnya,


bronkiolus bercabang-cabang jadi pembuluh halus berakhir pada gelembung paru-paru
yang dinamakan alveolus (jamak = alveoli). Alveoli seperti busa atau sarang tawon.
Jumlah alveoli ±300 juta. Dinding alveolus tipis dan elastis. Pada alveolus ini terjadilah
difusi/ pertukaran gas pernapasan, yakni oksigen dan karbon dioksida.

7. Bronkus
Bronkus ialah cabang dari trakea serta memiliki bentuk serupa, yakni cincin dan tersusun
atas tulang rawan. Bronkus terbagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri. Fungsi keduanya
adalah mengantarkan udara, baik oksigen serta karbondioksida dari dan menuju paru-
paru.

8. Bronkiolus
Merupakan anak bronkus berbentuk saluran tipis dan kecil dengan dinding yang sangat
halus. Jumlah bronkiolus sesuai jumlah gelambir pada paru-paru, yaitu 3 gelambir di
sebelah kanan serta 2 di sebelah kiri.

9. Alveolus
Ujung bronkiolus ada gelembung-gelembung yang disebut dengan nama alveolus. ±300
juta alveolus berdinding teramat tipis pada tubuh manusia. Fungsinya sebagai tempat
keluar masuk udara, oksigen serta karbondioksida pada paru-paru.
10. Pleura
Organ terpenting pada sistem pernapasan ini mempunyai fungsi vital bagi kelangsungan
hidup manusia. Kamu bisa menemukan dalam area rongga dada/ diatas diafragma.
Diafragma adalah sebuah sekat pembatas antara area rongga dada serta rongga perut.
Normalnya manusia mempunyai 2 pasang paru-paru, yaitu paru-paru kanan dan kiri.
Paru-paru dilindungi sebuah selaput/ lapisan yang disebut dengan nama pleura.

Pleura terdiri dari 2 lapisan, salah satu isinya cairan. Cairan dari pleura ini yang
meminimalisir terjadinya gesekan saat paru-paru mengembang dan mengempis. Tubuh
manusia, khususnya paru-paru hanyadapat menampung ±3,5 liter udara. Udara yang
dihirup berbentuk oksigen akan dialirkan menuju seluruh tubuh sebagai pembantu proses
metabolisme. Salah satu dialirkannya melalui sistem peredaran darah, khususnya yaitu
sel darah merah.

C. Jenis-Jenis Pernapasan Pada Manusia


Pernapasan Dada
1. Tahap Inspirasi
Pada tahap inspirasi, otot antar tulang rusuk terjadi kontraksi, sehingga menyebabkan
tulang rusuk terangkat serta rongga dada mengembang. Pada saat rongga dada
mengembang, tekanan udara di dalam lebih kecil dibandingkan tekanan udara di luar,
sehingga udara yang ada di luar masuk ke dalam rongga dada dan kemudian
diteruskan menuju ke paru-paru. Di dalam paru-paru, tepatnya di alveolus, oksigen
dalam udara akan diikat oleh hemoglobin darah.

2. Tahap Ekspirasi
Pada tahap ekspirasi, otot antar tulang rusuk terjadi relaksasi, sehingga mengakibatkan
tulang rusuk menurun serta rongga dada mengempis atau kembali seperti semula.
Pada saat rongga dada mengempis, tekanan udara di dalam lebih besar dibandingkan
tekanan udara di luar, sehingga udara di luar yang berupa karbon dioksida keluar dari
paru-paru.

Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang melibatkan otot diafragma dalam
mekanisme pernapasan. Penapasan perut dikelompokkan menjadi 2 tahap, yaitu :
1. Tahap Inspirasi
Pada tahap inspirasi, otot diafragma mendatar saat terjadi kontraksi, sehingga
mengakibatkan rongga dada mengembang. Pada saat rongga dada mengembang,
tekanan udara di dalam lebih kecil dibandingkan tekanan udara di luar, sehingga udara
di luar yang kaya oksigen akan masuk.

2. Tahap Ekspirasi
Pada tahap ekspirasi, otot diafragma terjadi relaksasi atau kembali ke posisi semula,
sehingga mengakibatkan rongga dada mengempis atau mengecil. Pada saat rongga
dada mengempis, tekanan udara di dalam lebih besar dibandingkan tekanan udara di
luar, sehingga udara di dalam yang kaya karbon dioksida akan keluar.
D. Proses pernafasan seluler
Pada tahap pertama, glukosa dipecah dalam sitoplasma sel dalam proses yang disebut
glikolisis.Pada tahap kedua, molekul piruvat diangkut ke dalam mitokondria. Mitokondria
adalah organel yang dikenal sebagai energi “powerhouses” dari sel-sel (Gambar di
bawah). Dalam mitokondria, piruvat, yang telah diubah menjadi molekul 2-karbon,
memasuki siklus Krebs. Perhatikan bahwa mitokondria memiliki membran bagian dalam
dengan banyak lipatan, disebut krista. Krista ini sangat meningkatkan luas permukaan
membran dimana banyak reaksi respirasi seluler berlangsung.Di tahap ketiga, energi
dalam pembawa energi memasuki rantai transpor elektron. Selama langkah ini, energi ini
digunakan untuk menghasilkan ATP.Oksigen diperlukan untuk membantu proses
mengubah glukosa menjadi ATP. Langkah pelepasan awal hanya dua molekul ATP untuk
setiap glukosa.

E. Pernapasan aerob dan anaerob


Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, pernapasan seluler dibedakan menjadi aerob
dan anaerob.pernapasan aerob adalah pernapasan yang memerlukan oksigen.
Sedangkan pernapasan anaerob adalah pernapasan yang tidak membutuhkan oksigen .

F. Volume Pernapasan Dada


Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis
besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

1. Volume tidal (tidal volume)

Volume tidal adalah volume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih
kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

2. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume)

Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer adalah volume udara yang masih
dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya
lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

3. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume)

Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume udara yang masih
dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa,
yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

4. Volume sisa / residu (residual volume)

Volume sisa/residu adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah
mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3)
atau 1.000 mL.
5. Kapasitas vital (vital capacity)

Kapasitas vital adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin
setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang
3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi :

kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume
cadangan ekspirasi.

6. Volume total paru-paru (total lung volume)

Volume total paru-paru adalah volume udara yang dapat ditampung paru-paru
semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi :

volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.

G. Kecepatan Pernapasan
Jumlah setiap manusia bernafas dalam sehari sendiri bergantung pada usia dan tingkat
aktivitasnya. Anak-anak cenderung memiliki tingkat pernapasan yang lebih cepat.

Misalnya, bayi yang baru lahir lebih sering bernafas dengan jumlah sekira 30-60 kali per
menit. Sedangkan balita kemungkinan bernapas 20-30 kali per menit.

Anak remaja dan orang dewasa saat beristirahat, biasanya bernafas sekira 12-20 kali per
menit. Artinya dalam satu hari mereka bernapas mencapai 17.000-30.000 nafas per hari
atau lebih.

Tingkat pernapasan rata-rata sendiri adalah saat Anda beristirahat. Saat berolahraga
atau bahkan berjalan di sekitar rumah atau sekola, tingkat pernapasan Anda naik. Sangat
mungkin Anda bisa bernafas 50.000 kali atau lebih per hari jika Anda aktif. (lnm).

H.Gangguan Pada Sistem Pernapasan Manusia


Berikut beberapa gangguan atau penyakit pada sistem pernapasan manusia,
diantaranya yaitu :
Flu (Influenza)
Influenza adalah gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh virus
influenza. Influenza tergolong penyakit menular. Penularan dapat melalui udara atau
cairan yang berasal dari penderita flu ketika bersin atau batuk. Gejala umum yang
ditimbulkan antara lain demam, hidung tersumbat dan mengeluarkan lendir, sakit
kepala, sakit tenggorokan, batuk, badan terasa tidak enak dan lesu.

Faringitis
Faringitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian faring yang disebabkan oleh
infeksi virus, bakteri, alergi atau iritasi pada tenggorokan. Gangguan ini ditandai dengan
sakit tenggorokan atau sering disebut dengan radang tenggorokan.
Laringitis
Laringitis adalah peradangan yang terjadi pada laring atau pita suara yang disebabkan
oleh infeksi, penggunaan pita suara yang berlebihan, atau iritasi pada laring. Gejala
umum yang timbul yaitu suara parau atau serak bahkan hilang sama sekali.

Asma
Asma adalah gangguan yang disebabkan oleh penyempitan pada saluran pernapasan.
Gangguan ini umumnya ditandai dengan sesak napas dan diikuti dengan suara mengi
(wheezing). Penyebab dari gangguan asama yaitu debu, asap, serbuk sari bunga,
udara dingin, bulu binatang dan olahraga.

Bronkitis
Bronkitis adalah gangguan yang terjadi karena adanya peradangan pada selaput lendir
bronkus. Bronkitis umumnya ditandai dengan batuk berdahak biasa, hingga dahak yang
dapat berubah warna.

Emfisema
Emfisema adalah gangguan yang terjadi pada karena alveolus karena kehilangan
elastisitasnya. Emfisema merupakan salah satu kondisi yang tergolong dalam penyakit
paru obstruktif kronik (PPOK). Seseorang yang menderita emfisema, biasanya memiliki
volume paru-paru lebih besar dari pada orang yang normal atau sehat. Hal ini
disebabkan oleh karbon dioksida yang terperangkap di dalam paru-paru. Penyebab dari
emfisema yaitu kekurangan enzim alfa-1-antitripsin dan asap rokok. Gejala yang
ditimbulkan dari emfisema yaitu sesak napas dalam kurun waktu lama, nafsu makan
berkurang serta berat badan menurun.

Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru adalah gangguan yang disebabkan oleh adanya sel kanker di dalam
paru-paru. Kanker paru-paru tergolong penyakit yang sangat berbahaya karena dapat
menyababkan kematian bagi penderitanya. Penyebab dari kanker paru-paru
diantaranya yaitu merokok bagi perokok aktif dan menghisap asap rokok bagi perokok
pasif, faktor keturunan, radiasi radio aktif, serta bahan kimia dan gas beracun, seperti
radon dan asbestos. Gejala umum yang timbul yaitu batuk, sesak napas, sakit pada
dada, batuk berdarah, berat badan menurun dan mudah lelah. Gejala umum akan
terlihat jika gangguan ini telah tumbuh besar dan menyebar.

TBC (Tuberculosis)
TBC (Tuberculosis adalah gangguan yang terjadi karena adanya peradangan pada
dinding alveolus yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis.
TBC merupakan penyakit menular. Penularan TBC biasanya melalui udara yang
dikeluarkan oleh penderita TBC ketika batuk. TBC bisa menginfeksi sebagian organ
tubuh, seperti otak, paru-paru, ginjal, tulang, saluran pencernaan, kelenjar getah
bening, dan lainnya.
I. Daftar pustaka
Web :https://www.biology.co.id/sistem-pernapasan-manusia-urutan-dan-gambarnya/

[tentang bagian system pernapasan manusia]

http://www.markijar.com/2019/01/sistem-pernapasan-pada-manusia-lengkap.html

[jenis pernapasan dada dan perut]

https://brainly.co.id/tugas/7559160

[proses pernapasan seluler]

https://techno.okezone.com/read/2017/11/14/56/1814013/do-you-know-ternyata-
manusia-bernapas-lebih-dari-30-000-kali-dalam-sehari

[tentang volume udara pada dada manusia]

https://www.nafiun.com/2012/12/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html

[tentang volume dan kecepatan pernapasan]