Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

MIKROTEKNIK
PREPARASI JARINGAN SEGAR
(HANDS FREE SECTION)

Disusun Oleh:

Disusun oleh :
Nama : Lathifah Radha Istiyova
NIM : K4318038
Kelas :B
Kelompok : 10

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2019
Laporan Resmi Praktikum

Mikroteknik

I. Judul : Preparasi Jaringan Segar (Hands Free Section)


II. Tujuan :
1. Membuat preparat basah/segar dengan metode irisan tipis
2. Preparasi anatomi stomata dengan teknik replica/cetakan
III. Alat dan Bahan
Alat : mikroskop stereo, mikroskop elektrik, object glass, cover glass,
jarum pentul, cutter/silet, bekker glass,p ipet tetes, pinset, kaca arloji, dan
kuas.
Bahan : jaringan segar dan organ daun, batang, dan akar Mirabilis jalapa, air,
kutek bening.
IV. Skema Langkah
A. Preparasi Akar, Batang, dan Daun Mirabilis jalapa

Membersihkan organ Mengiris organ secara Merendam irisan dalam


yang akan dipotong melintang dengan cawan petri yang berisi
menggunakan tisu menggunakan silet air agar menghindari
basah setipis mungkin kekeringan

Mengamati preparat Meneteskan air diatas Meletakkan irisan pada


dibawah mikroskop irisan kemudian object glass
(perbesaran lemah ke menutupnya menggunakan menggunakan kuas
kuat) cover glass
B. Teknik Replika (Cetakan)

Membersihkan Mengoles permukaan Menutup kutek


permukaan daun daun menggunakan menggunakan
adaksial dan kutek bening dan isolasi transparan
abaksial menunggu hingga
setengah kering

Menempelkan pada
object glass dan Menarik dengan
Mengulangi pada cepat dan kuat hingga
mengamati dibawah
sisi yang lain replica terlepas dari
mikroskop (perbesaran
lemah ke kuat) permukaan daun

V. Hasil dan Pembahasan


1. Data Pengamatan
Mirabilis jalapa
No Gambar Keterangan

1. Akar 1 2 1. Epidermis
2. Korteks
3 3. Floem
4. Xylem
5. Kambium
4

2. Batang 1. Epidermis
1 2. Serabut korteks
2 3. Korteks
7 3 parenkima
4 4. Endodermis
5 5. Xylem
6 6. Floem
7. Empulur
3. Daun melintang 1. Epidermis atas
2. Parenkim
1
3. Spons
2
4. Epidermis bawah
3
5. Kutikula
4
5

4. Stomata abaksial 1. Stomata

5. Stomata adaksial 1. Stomata


1

2. Pembahasan
a. Teknik Handling Bahan
1. Teknik Irisan Tipis
Metode section pada tumbuhan merupakan salah satu teknik
dalam membuat preparat. Hands free section pada tumbuhan
merupakan metode pembuatan preparat mikroteknik yang
ditunjukkan untuk objek-objek yang besar dan tebal pada tetumbuhan
supaya jaringan sel-selnya dapat teramati dibawah mikroskop
(Moebadi, dkk., 2011). Metode section tumbuhan dapat digunakan
pada semua tumbuhan yang akan dijadikan sebagai objek preparat
(Ismed, dkk., 2017). Tujuan pembuatan preparat section tumbuhan
adalah mengamati struktur jaringan dan sel-sel tumbuhan atau hewan
dalam bentuk irisan penampang melintang atau membujur (Wahyuni,
2015).
2. Teknik Replika
Metode replika merupakan metode pembuatan preparat untuk
mengukur karakter anatomi struktur trikoma dan stomata seperti tipe
stomata, letak trikoma, frekuensi stomata adaksial dan abaksial, serta
bentuk dari trikoma (Papuangan, 2014). Terdapat tiga daerah daun
yang diamati, yaitu daerah basal, tengah, dan ujung daun.
b. Pelaksanaan Penggunaan Teknik
1. Teknik Irisan Tipis
Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan. Kedua membersihkan organ tanaman Mirabilis jalapa
menggunakan tisu basah. Setelah itu mengiris organ menggunakan
cutter atau silet secara melintang setipis mungkin dan segera
memasukkan organ yang telah diiris kedalam cawan petri yang berisi
air untuk menghindari kekeringan. Kemudian meletakkan organ pada
object glass menggunakan kuas lalu diberi setetes air dan menutupnya
dengan cover glass dengan arah menyamping agar tidak ada
gelembung. Tahap terakhir yaitu mengamati preparat pada mikroskop
mulai dari perbesaran lemah ke perbesaran kuat.
2. Teknik Replika
Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan.
Keduamembersihkan bagian daun abaksial dan adaksial menggunakan
tisu basah atau yang lainnya. Kemudian mengoles permukaan daun
abaksial dan adaksial menggunakan kutek transparan, pada saat
mengoles tidak boleh terlalu tebal karena akan memengaruhi hasilnya
menjadi tidak begitu terlihat. Setelah itu, menunggu hingga kutek
setengah mongering dan menutup menggunakan isolasi bening.
Selanjutnya rekatkan pada object glass masing-masing permukaan
daun dan amati dibawah mikroskop dengan perbesaran lemah hingga
perbesaran kuat.
c. Alasan Penggunaan Teknik
1. Teknik Irisan Tipis
Preparat yang dibuat dari irisan-irisan tipis yang tembus cahaya
dari suatu organ tubuh makhluk hidup disebut preparat irisan.
Pembuatan preparat irisan dilakukan apabila preparat yang dibuat
cukup tebal (Latifa, 2015). Pengirisan saat pembuatan biasanya
menggunakan tangan yaitu cutter atau silet atau juga bisa
menggunakan mikrotom. Preparat irisan biasanya dibuat dari batang,
akar, daun, otot, jantung, hati, syaraf, tulang rawan, dan sebagainya.
(Hidayat, 1995)
Tujuan pembuatan irisan yaitu untuk melihat sel-sel penyusun
secara melintang atau membujur dibawah mikroskop secara jelas dan
terang, oleh karenanya irisan harus dibuat setipis mungkin agar ketika
diamati dengan mikroskop jaringan penyusunnya tidak menumpuk
dan hasil pengamatan bisa maksimal. Penggunaan teknik ini dipilih
karena merupakan teknik yang paling mudah dan sederhana, serta
dapat mengamati struktur jaringan dan sel tumbuhan dalam irisan
penampang melintang dan membujur suatu preparat. (Wahyuni,
2015)
2. Teknik Replika
Teknik cetakan atau replika dilakukan untuk melihat morfologi
stomata (Wardiningsih, 2017). Proses pada teknik replika ini yaitu
pengamatan dilakukan pda kutek yang telah menempel pada isolasi
tersebut dikarenakan stomata yang ada pada permukaan daun telah
menempel pada kutek dan tertarik dengan isolasi transparan tadi,
kemudian dikarenakan tembus pandang maka isolasi dapat diamatai
dibawah mikroskop. Teknik replika ini dipilih dikarenakan sederhana
dan tidak mudah untuk bisa mengamati morfologi stomata.
d. Alasan Penggunaan Kemikalia
1. Air : untuk melekatkan dan mengisi ruangan antara object
glass dengan cover glass sehingga bayangan dimikroskop bisa
sempurna serta mencegah kekeringan pada preparat.
2. Kutek bening: untuk membuat replika stomata pada daun.
3. Alkohol : untuk membersihkan object glass dan cover glass agar
terhindar dari mikroba
e. Kendala Selama Praktikum
1. Kuantitas mikroskop yang sangat kurang sehingga membuat lama
mengantri untuk melakukan pengamatan preparat
2. Mati lampu menjadikan mikroskop elektrik tidak bisa digunakan
3. Lamanya waktu dalam mengantri saat mensterilkan object glass dan
cover glass
4. Kesusahan mengiris preparat tipis sehingga menyebabkan
pengamatan jaringan menumpuk-numpuk.
f. Analisis Hasil Praktikum
Mirabilis Jalapa
GAMBAR ANALISIS
Akar  Deskripsi akar
Preparat akar Mirabilis jalapa
sudah terlihat cukup jelas, dapat
dibedakan bagian-bagiannya
yaitu epidermis, korteks, floem,
xylem dan kambiumnya.
 Kekurangan
Perbesaran mikroskop kurang
dan irisan preparat kurang tipis
sehingga bentuk sel-selnya tidak
terlihat.
 Kendala
Kesulitan dalam mebuat irisan
yang tipis dan antrinya saat
pengamatan membuat hasilnya
tidak maksimal jika ingin
mengulang-ulang agar
mendapat irisan paling tipis.
Batang  Deskripsi
Preparat batang Mirabilis jalapa
sudah cukup terlihat bagian-
bagiannya, yaitu terdapat
epidermis, serabut korteks,
korteks parenkima, endodermis,
xylem, floem, dan empulur.
 Kekurangan
Didalam preparat masih terdapat
gelembung, membuat hasil
pengamatan tidak maksimal
karena agak tidak jelas tertutup
gelembung.
 Kendala
Dalam menutup cover glass
belum mengerti tekniknya
dengan baik sehingga masih ada
gelembung yang masuk.
Daun melintang  Deskripsi
Preparat melintang daun
Mirabilis jalapa lumayan
terlihat bagian-bagiannya, yaitu
terdiri dari epidermis atas,
parenkim, spons, epidermis
bawah, dan kutikula.
 Kekurangan
Sel-sel tidak terlihat jelas dan
irisan masih tebal
 Kendala
Dalam membuat irisan
melintang daun sulit.
Abaksial daun  Deskripsi
Replika abaksial daun Mirabilis
jalapa sudah terlihat
stomatanya, dan kuantitas
abaksial daun lebih banyak
daripada adaksial.
 Kekurangan
Sel stomata tidak terlihat jelas
bagian-bagiannya.
 Kendala
Bagaian abaksial daun Mirabilis
jalapa sangatlah tipis yang
membuat permukaan daun ikut
terangkat saat pembuatan replika

Adaksial daun  Deskripsi


Replika adaksial daun Mirabilis
jalapa sudah terlihat stomatanya
dan kuantitas adaksial lebih
sedikit disbanding abaksial.
 Kekurangan
Masih banyak terlihat kuteknya
jadi bagian stomata tidak
terlihat jelas.
 Kendala
Belum bisa mengira apakah
kutek sudah setengah kering
atau belum, dan waktu yang
disediakan saat praktikum
kurang sehingga belum kering
sudah ditempeli isolasi sehingga
hasil pengamatan tidak
maksimal.

VI. Kesimpulan
a. Hands free section pada tumbuhan merupakan metode pembuatan preparat
mikroteknik yang ditunjukkan untuk objek-objek yang besar dan tebal
pada tetumbuhan supaya jaringan sel-selnya dapat teramati dibawah
mikroskop.

Membersihkan organ Mengiris organ secara Merendam irisan dalam


yang akan dipotong melintang dengan cawan petri yang berisi
menggunakan tisu menggunakan silet air agar menghindari
basah setipis mungkin kekeringan

Mengamati preparat Meneteskan air diatas


dibawah mikroskop irisan kemudian Meletakkan irisan pada
(perbesaran lemah ke menutupnya menggunakan object glass
kuat) cover glass menggunakan kuas

b. Metode replika merupakan metode pembuatan preparat untuk mengukur


karakter anatomi struktur trikoma dan stomata seperti tipe stomata, letak
trikoma, frekuensi stomata adaksial dan abaksial, serta bentuk dari
trikoma.
Membersihkan Mengoles permukaan Menutup kutek
permukaan daun daun menggunakan menggunakan
adaksial dan kutek bening dan isolasi transparan
abaksial menunggu hingga
setengah kering

Menempelkan pada
object glass dan Menarik dengan cepat
Mengulangi pada dan kuat hingga
mengamati dibawah
sisi yang lain replica terlepas dari
VII. Daftar Pustaka mikroskop (perbesaran
lemah ke kuat) permukaan daun
VIII. Daftar Pustaka
Hidayat, Estiti.(1995).Anatomi Tumbuhan Berbiji.Bandung:ITB
Ismed, dkk.(2017).Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap indicator
film dari ekstrak kelopak bunga rosella sebagai smart packaging untuk
mendeteksi kerusakan nugget ayam.Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan,
6(4) : 167-172
Latifa, Roimil.(2015).Peningkatan kualitas preparat histologi berbasis
kegiatan praktikum dilaboratorium biologi.Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Biologi, 794-813
Moebadi, dkk.(2011).Dasar-dasar mikroteknik.Malang:Biologi FMIPA
Papuangan, N., dkk.(2014).Jumlah distribusi stomata pada tanaman
penghijauan di kota ternate.Jurnal BIOEDUKASI, 3(1) : 287-292
Wahyuni, Sri.(2015).Buku petunjuk praktikum mikroteknik.Malang:Biologi
UMM
Wardiningsih, Sitti.(2017).Konsep perencenaan tata hijau lanskap sempadan
setu mangga bolong sebagai area konservasi tumbuhan bernilai ekologis
dan budaya.Jurnal Arsitektur, 16(2) : 135-144
IX. Lampiran
a. Foto ACC Logbook
b. Tangkapan layar Abstract Jurnal (SS)
c. Dokumentasi Praktikum
XI. Lembar Pengesahan

Surakarta, 26 September 2019

Asisten Praktikum Praktikan

Lathifah Radha Istiyova


K4318038
Lampiran Foto Kegiatan