Anda di halaman 1dari 1

RENUNGAN HARIAN

MENGASIHI MUSUH
Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku
berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada
orang yang membenci kamu (Lukas 6: 27)
:

Kel. 23 :1-3 BE. 640 :2 Yoh. 3 :16-21

A
nak-anak Allah dituntut untuk mengasihi semua orang termasuk orang yang
memusuhi kita (Mat 5:44). Kita juga diperintahkan untuk mengasihi semua
orang Kristen. Karena itu kasih orang percaya terhadap sesama saudara seiman,
sesamamanusia dan musuhya harus tunduk kepada dan diatur serta dikendalikan oleh kasih
dan pengabdian kepada Allah. Kasih kepada Allah merupakan merupakan hukum yang
yang terutama.

Sifat sifat Allah yang moral yaitu Allah berbelas kasihan dan karena itu mengasihi
umatNya, Dia menyediakan pengampunan, Sementara kita orang percaya sulit
mengampuni musuh. Dalam Ayat 27-42 Yesus memberitahukan bagaiman kita harus
hidup bersama orang lain. Sebagai anggota Perjanjian Baru, kita wajib mengikuti tuntutan
yang telah digariskan. Mengasihi musuh kita bukan berarti mengasihi dengan kasih emosi,
seperti menyukai musuh kita, melainkan menunjukkan perhatian dan keprihatinan yang
tulus terhadap kebaikan dan keselamatan kekal. Karena kita tahu betapa dahsyatnya nasib
yang menantikan mereka yang melawan Allah dan umatNya dengan jalan membalas
kejahatan dengan kebaikan untuk membawa mereka kedalam Kristus dan iman kepada
Injil (Mat. 5:39-45). Mengasihi musuh bukan berarti berpangku tangan sementara para
pelaku kejahatan terus menerus melakukan perbuatan jahat. Jika dipandang perlu demi
kehormatan Allah, kebaikan atau keamanan orang lain, atau demi kebaikan akhir orang
fasik itu, maka tindakan keras harus diambil untuk menghentikann kejahatan. (Yoh. 2:13-
17). Tindakan Yesus mengusir orang yang berjual beli dihalaman Bait Allah
menunjukkan semangatNya terhadap kesucian. Pembersihan bait Allah menjadi
tindakan besar pertama pelayanan Yesus dimuka umum.
Doa: Ya Tuhan, ajaralah aku untuk mau mengampuni musuhku dan
mengasihinya. Amin. (PMS)

Source: WWW. Marturia.org JUNI 2019