Anda di halaman 1dari 38

TRANSFORMER

Teknik Tenaga Listrik


Tegangan Induksi
Untuk menghasilkan flux yg sama,
Coil dengan inti besi memerlukan
mmf lebih kecil dibanding coil dengan
Inti udara. Sehingga arus yg digunakan.
Magnetizing current, juga lebih kecil.
Dasar Transformer
 Semakin jauh jarak
antara dua coil,
maka mutual flux
semakin kecil
sehingga E2 juga
mengecil dan
sebaliknya
Kutub pada Transformer

 Mutual flux dan leakage flux dihasilkan oleh


sumber yg sama. Keduanya sefase.
Ideal Transformer
 Ideal transformer suatu model trafo yg tidak ada
loses/ rugi daya. Tidak ada leakage flux.
Indeal Transformer: under Load
Impedance Ratio
Practical Transformer
 Coil trafo riil memiliki resistansi
 Flux dari sisi primer tidak sepenuhnya disalurkan ke
sisi sekunder, ada leakage flux
 Terdapat eddy current dan rugi-rugi hysterisis pada
inti besinya yg mempengaruhi suhu trafo
Model with Imperfect Core

 Rm mewakili loses inti besi


 Xm mewakili permeability dari inti trafo. Dimana
jika permeability rendah maka Xm rendah, dan
sebaliknya
 Rm dan Xm dapat diukur dengan menghubungkan
trafo ke sumber ac pada kondisi no load dan
mengukur daya aktif dan daya reaktifnya
 Io = Im + If
 Io = exciting current.
Arus penghasil flux
 Dimana flux max
dapat dicari dengan
formula
Model with Loose Coupling

 Phi1=phi_m1+phi_f1
 Phi_m1=mutual flux sisi primer
 Phi_f1=leakage flux sisi primer
Construction of a Power Transformer

 Trafo akan dibuat semaksimal mungkin mendekati


karakteristik trafo ideal
 Inti besi dipakai karena memiliki 5000x lebih kecil
magnetizing current dibanding inti udara
 Inti besi dibuat berlapis dan dilaminasi untuk
mengurangi rugi-rugi
 Untuk membuat leakage
reaktance kecil, belitan
primer dan sekunder
dibuat bertumpuk
 Kontruksi ini jarang
dipakai karena
belitan/coil luar akan
menghabiskan bahan
lebih banyak
dikarenakan diameter
yg lebih besar
 Additive polarity
Ex = Ep + Es
 Subtractive

polarity
Ex = Ep - Es
Transformer Taps
 Tap untuk memilih input dan
output sesuai kebutuhan dalam
satu trafo
 Trafo transmisi biasanya
memiliki tap pada sisi input,
sehingga jika terjadi drop
tegangan pada sisi input,
voltage output tetap bisa
dipertahankan
 Trafo pasaran, biasanya
memiliki tap output. Dimana
dengan input 220 vac, output
dapat dipilih 15, 30 dll
Loses pada Trafo
 Power transformer effisiensinya mencapai 99.5 %
 Loses pada trafo menyebabkan suhu naik dan
efisiensi turun
 Beberapa jenis loses pada trafo yaitu:
 Panas pada inti besi tergantung pada Flux max, yg
dipengaruhi oleh voltage supply
 Panas pada coil dipengaruhi oleh arus
 Sehingga agar trafo tetap bekerja pada suhu yg
ditentukan, perlu adanya batasan voltage dan
current. Nominal voltage dan Nominal current.
 Rating daya = Nominal voltage x nominal current
 Karena voltage dan current ac tidak selalu sefase,
maka satuan rating daya trafo dinyatakan dalam
VA/ kVA/ MVA
 Saturasi pada kurva
disebabkan karena efek
saturasi besi(baik pad
inti maupun lilitan)
 Nominal voltage trafo
terjadi pada flux density
1,5 Tesla(Wb/m2)
Cooling System
 Cooling diperlukan agar trafo bekerja pada suhu
operasi dan lebih awet
 Berdasarkan coolingnya trafo dibagi menjadi:
Measuring Transformer Impedances
 Pengukuran Rm, Xm, Rp, Xp dan Rs, Xs
 Open circuit test untuk menentukan Rm, Xm dan
Np/Ns
 Sort circuit test untuk menentukan Rp, Xp, Rs, Xs
Open circuit test
 Trafo dihubungkan dengan rated voltage
Sort Circuit Test
 Terminal output di-sort-kan
 Input voltage < 5 % dari rated voltage
Parallel Connection
 Berlaku syarat
 Latihan soal
Latihan Soal