Anda di halaman 1dari 13

KIMIA LINGKUNGAN

PENGERTIAN AIR, SIFAT KIMIA DAN FISIKA AIR JENIS AIR DI ALAM,
BAHAN PENCEMAR AIR, DAN IDENTIFIKASI PARAMETER KIMIA DAN
FISIKA UNTUK AIR BERSIH DAN AIR MINUM

Dosen Pengampu:

1. Desembra Lisa, S. Pd, M. Pd


2. Zulfia Maharani, ST., M.si
3. Dra. Tjipto Rini, M.Kes

Anggota Kelompok:

1. Mia Hammidah
2. Raihan Walid Ramadhan
3. Safira Alfian Putri
4. Sinta Agustina

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb

Segala puji bagi tuhan ang maha esa yang telah memberikan kemudahan shingga kami
dapat menyelesaikan makalah inidengan tepat waktu. Tanpa petolonganya tentunya kami
tidak dapat menelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Shalawat serta salam semoga
tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita nabi Muhammad SAW semoga kita
mendapatkan syafaat hingga hari akhir.

Kami selaku penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-
Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Kimia Lingkungan
“PENGERTIAN AIR, SIFAT KIMIA DAN FISIKA AIR JENIS AIR DI ALAM,
BAHAN PENCEMAR AIR, DAN IDENTIFIKASI PARAMETER KIMIA DAN
FISIKA UNTUK AIR BERSIH DAN AIR MINUM”

Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak
terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Jakarta, 26 September 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................................2


BAB I.......................................................................................................................................4
PENDAHULUAN ....................................................................................................................4
1.1. LATAR BELAKANG ...............................................................................................4
1.2. RUMUSAN MASALAH ...........................................................................................4
1.3. TUJUAN DAN MANFAAT ......................................................................................4
BAB II .....................................................................................................................................5
PEMBAHASAN ......................................................................................................................5
2.1. PENGERTIAN AIR , SIFAT KIMIA, SIFAT FISIKA , JENIS AIR DI ALAM .......5
A. PENGERTIAN AIR ...................................................................................................5
B. JENIS-JENIS AIR DI ALAM ....................................................................................5
C. SIFAT KIMIA DAN SIFAT FISIK ............................................................................6
2.2. KONSEP DASAR KIMIA AIR .................................................................................7
2.3. BAHAN PENCEMAR DALAM AIR ........................................................................9
2.4. IDENTIFIKASI PARAMETER KIMIA DAN FISIKA UNTUK AIR BERSIH DAN
AIR MINUM.......................................................................................................... 11
i. Persyaratan umum sistem penyediaan air minum ..................................................... 11
ii. Persyaratan kuaitas air minum ................................................................................. 12
BAB III .................................................................................................................................. 13
PENUTUP ............................................................................................................................. 13
3.1. KESIMPULAN ....................................................................................................... 13
3.2. SARAN ................................................................................................................... 13
3.3. DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 13

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari setelah
udara. Sekitar tiga perempat bagian dari tubuh manusia terdiri dari air. Air
digunakan untuk mendukung hampir seluruh kegiatan manusia. Air dibutuhkan
organ tubuh serta keperluan industri, pertanian, sebagai sarana hiburan serta dalam
hal kesehatan..
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, satu molekul air
tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu tom oksigen.
Dalam lingkup kesehatan, kimia air sangat sesuai untuk kehidupan. Di antara sifat
kimia air, yang terutama adalah bahwa air merupakan pelarut yang baik: Hampir
semua zat kimia bisa dilarutkan dalam air bahkan yang terdapat dalam tubuh
sehingga air sering disebut pelarut universal . Air juga mempercepat
(mengkatalisis) hampir semua reaksi kimia yang diketahui. Sifat kimia air yang
penting lainnya adalah reaktivitas kimianya ada pada tingkat yang ideal. Air tidak
terlalu reaktif yang membuatnya berpotensi merusak (seperti asam sulfat) dan tidak
juga terlalu lamban (seperti argon yang tidak bereaksi kimia).
Dilihat dari kegunannya kimia air memang sangat bermanfat dalam
kehidupan namun terkadang pula dari manfaat yang dihasilkan tersebut muncul
pula hal yang tidak diinginkan yang akan merusak misalnya pencemaran air atau
dampak lain yang merugikan bagi kehidupan karena jika kita tidak teliti dan lebih
memahami tentang kimia air ini bukannya bermanfaat melainkan membawa
bencana bagi kehidupan.

1.2. RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimasud dengan air ?
2. Sebutkan sifat kimia dan sifat fisika air ?
3. Sebutkan macam-macam jenis air di alam ?
4. Apa saja konsep dasar kimia air ?
5. Apa saja bahan yang bisa menyebabkan air tercemar ?
6. Parameter apa saja yang bisa mempengaruhi air bersih dan air minum ?\

1.3. TUJUAN DAN MANFAAT


1. Untuk memperoleh pengetahuan lebih mendalam mengenai air
2. Untuk mengetahui apa saja sifat kimia dan sifat fisika pada air
3. Untuk mengetahui berbagai macam jenis air dialam
4. Untuk mengetahui mengnai konsep dasar kimia lingkungan tentang air
5. Untuk mengetahui bahan-bahan yang bisa menyebabkan tercemarnya air
6. Untuk mengidentifikasi dan mengetahui parameter kimia dan fisika mngenai air
bersih an air minum

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN AIR , SIFAT KIMIA, SIFAT FISIKA , JENIS AIR DI ALAM
A. PENGERTIAN AIR

Air adalah unsur yang memiliki peran paling penting dalam kehidupan setiap
makhluk yang hidup di muka bumi ini. Pernyataan tersebut adalah salah satu
pengertian air secara umum. Secara ilmiah, air bisa diartikan sebagai sebuah
senyawa kimia yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur H2 (hidrogen) yang
berikatan dengan unsur O2 (oksigen) yang kemudian menghasilkan senyawa air
(H2O).

Secara sederhana, air juga bisa diartikan sebagai sebuah sumber kehidupan dan
tanda kehidupan. Sumber kehidupan karena setiap makhluk yang hidup di muka
bumi ini memerlukan air untuk bisa bertahan hidup.

B. JENIS-JENIS AIR DI ALAM

Dari 70% air yang menutupi permukaan bumi, setidaknya ada 3 kategori air
yang sering ditemui dalam kehiupan sehari-hari.

1. Air Tanah
Sesuai namanya, Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau
bebatuan di bawah permukaan tanah. Air jenis ini memiliki peranan yang sangat
penting dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk
kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.
Secara umum, air tanah memiliki beragam sifat yang menguntungkan, namun
memiliki juga sifat yang merugikan. Adapun keuntungan tersebut, antara lain :
pada umumnya bebas dari bakteri pathogen. Dapat dipakai tanpa pengolahan
lebih lanjut. Paling praktis dan ekonomis untuk mendapatkan dan
membagikannya. Lapisan tanah yang menampung air biasanya merupakan
tempat pengumpulan air alami.
Sedangkan untuk kerugiannya sendiri, air tanah sering kali mengandung banyak
mineral-mineral seperti Fe, Mn, Ca dan sebagainya, dan biasanya membutuhkan
pemompaan.
Sementara itu, menurut Sosrodarsono (2006), air tanah yang bersangkutan
dengan pengembangan ir, diklasifikasikan dalam lima jenis sesuai dengan
keadaan kondisi air tanah yakni, air tanah dalam dataran alluvial, air tanah
dalam kipas detrital, air tanah dalam terras dilluvial, air tanah di kaki gunung
api dan air tanah dalam zone batuan retak.

5
2. Air Permukaan
Air permukaan merupakan jenis air yang terdapat di permukaan bumi karena
tidak mampu terserap ke dalam lapisan tanah, seperti air laut, air danau, air
sungai, dan sebagainya. Masing-masing karakternya memiliki ciri-ciri tersendiri
yang tentunya berbeda satu sama lainnya.
Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : Perairan Darat dan
Perairan Laut. Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan
misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya.
Sedangkan Perairan Laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas yang
terbagi atas 4 zona laut. Pertama, Zona littoral adalah zona dekat pesisir laut
yang terletak diantara garis pasang dan surut air laut dan tingkat kedalamannya
0 meter. Kedua, Zona neritik adalah laut yang terletak di kedalaman 0 - 200 m
dengan ciri sinar matahari yang dapat menembus hingga dasar laut.
Ketiga, Zona batial adalah laut yang berada di kedalaman 200 - 1000 m yang
merupakan zona perbatasan antara daratan dan perairan dengan cirinya sinar
matahari tidak dapat menembus. Terakhir, Zona Abisal adalah laut yang berada
di kedalaman lebih dari 1000 m bahkan hingga 6000 m dengan ciri suhu airnya
sangat rendah.
3. Air Angkasa
Jenis berikutnya adalah air angkasa yang merupakan air hasil aktivitas yang
terjadi di angkasa. Jenis air yang kemudian jatuh ke permukaan bumi setelah
melalui rangkaian proses di angkasa ini menyumbang 0.001% dari total jumlah
air di planet ini. Contoh Air Angkasa antara lain, air es, air salju dan air hujan.
Dari jenis-jenis air tersebut, air hujanlah yang paling umum kita dengar. Air
hujan mempunyai tingkat pH rendah serta bertekstur lunak. Apabila air hujan
turun ke kawasan non polutan seperti pegunungan, tingkat pH dari contoh air
angkasa ini bisa mendekati normal. Sebaliknya, jika terjadi di kawasan industri
atau perkotaan, tingkat pH bisa sangat rendah dan menjadi apa yang kita kenal
dengan hujan asam.
C. SIFAT KIMIA DAN SIFAT FISIK
Air secara alamiah tidak pernah dijumpai dalam keadaan betul-betul murni.
Ketika air mengembun diudara dan jatuh dipermukaan bumi, air tersebut
menyerap debu atau melarutkan oksigen, karbon dioksida dan berbagai jenis gas
lainnya. Kemudian air tersebut, baik yang diatas maupun dibawah permukaan
tanah saat mengalir menuju berbagai tempat yang lebih rendah letaknya,
melarutkan berbagai jenis batuan yang dilaluinya atau zat-zat organic lainnya.
Selain itu sejumlah kecil hasil uraian zat organic seperti nitrit, nitrat, amoniak,
dan karbon dioksida akan larut kedalamnya.

Air dalam bentuk cair adalah tidak bewarna, tidak berbau, tidak mempunyai
rasa dan merupakan senyawa yang sukar dimampatkan yang memiliki beberapa

6
sifat yang khas. Salah satu sifatnya yang khas tersebut yaitu dalam mengalami
pendinginan/ pembekuan. Berlinan dengan sifat sebagian besar senyawa yang
akan mengkerut bila mengalami pendinginan/pembekuan, volume air akan
mengembang bila membeku.
Sifat khas lainnya dari air ialah mempunyai titik didih dan panas penguapan
yang tinggi dibandingkan dengan hidrila yang mempunyai berat molekul yang
hampir sama. Titik didih dan panas penguapan yang tinggi disebabkan oleh
adanya tarikan/ikatan yang kuat antara molekul air. Untuk melepaskan sebuah
molekul airdalam fase cair ke fase uap selain diperlukan enenrgi kinetik yang
cukup besar juga diperlukan sejumlah energi panas untuk melemahkan ikatan
antar molekul air. Demngan mempunyai titik didih dan panas pengaupan yang
tinggi, penguapan air akan menimbulkan pengaruh pendinginan. Energi panas
yang diperlukan bagi transpirasi yang diambil dari daun. Air mempunyai
kemmpuan yang tingi untuk menghisap panas dengan kenaikan suhu yang
rendah.
Dibandingkan dengan senyawa lain untuk menaikkan 1 gram air sebanyak 10C
diperlukan panas yang lebih banyak. Jumlah panas tersebut, yaitu panas yang
dibuthkan untuk meningkatkan 1 gram suatu senyawa sebanyak 10C pada 15
0C disebut panas jenis. Panas jenis air yang tinggi disebabkan oleh adanya daya
tarik yang kuat antara molekul air. Sebagian dari panas yang diberikan untuk
menaikkan suhu diperlukan untuk memutuskan ikatan hydrogen. Dengan
demikian untuk menaikkan suhu air memerlukan jumlah panas yang relative
lebih besar.
Panas jenis air yang tinggi terbentuknya suhu tubuh tumbuhan yang relatf stabil.
Dengan demikian air berperan sebagai penyangga, baik terhadap perubahan
panas yang terjadi dalam atmosfer maupun terhadap panas yang terbentuk dari
reaksi metabolisme dalam tubuhnya.
Kemampuan molekul air untuk saling mengikat dirinya pada fase cair yang
disebut kohesi menyebabkan timulnya tegangan permukaan. Molekul air yang
terdapat di permukaan, terikat lebih kuat pada molekul dalam cairan (di bawah
permukaan) dari pada molekul air yang terdapat dalam udara di atas cairan.
Karenanya batas permukaan fase cair dan gas bersifat seperti selaput elastik
yang cendrung untuk mengkrut sehingga mempunyai luas yang minimum. Sifat
cairan tersebut dikenal dengan istilah tegangan permukaan. Karena molekul air
mempunyai gaya tarik yang besar antara satu yang lainnya, air mempunyai
tegangan permukaan yang sangat tinggi, lebih tinggi bila dibandingkan dengan
kebanyakan jenis cairannya.

2.2. KONSEP DASAR KIMIA AIR


Kimia air adalah salah satu area yang paling sering diabaikan atau sering di salah
pahami ketika kita ingin memelihara udang atau ber aquascape, terutama pada

7
subyek pH, GH / KH, dan hubungan antara pH dan v KH. Demikian pula dengan test
kit, test kit untuk GH / KH adalah test kit yang paling sering diabaikan pada saat kita
mengelola aquarium, padahal GH dan KH juga merupakan hal yang sangat penting
dari kimia air.
1. GH (General Hardness – Gesamthaerte (dalam bahasa Jerman)
Ini adalah ukuran dari jumlah Magnesium (Mg+) dan Kalsium (Ca+) ion
dalam air. Ketika kita menyebut air sebagai “soft” atau “hard,” kita merujuk
pada GH. Hal ini diukur dalam German degrees of hardness (dH). Satu dH
adalah sekitar 17,5 mg / L (ppm). Kekerasan karbonat mengukur jumlah
karbonat dan bicarbonates dalam air, dinyatakan dalam derajat Jerman
kekerasan (DKH).Istilah “hardness” dalam KH ini agak membingungkan
karena tidak benar-benar mengukur kekerasan, melainkan alkalinitas (buffer
kapasitas – kemampuan untuk menetralisir asam) dari kemampuan untuk
melawan perubahan pH. Semakin tinggi KH semakin lebih stabil air anda
dan semakin lebih kuat menghadapi pH swings. Parameter 2-3dKH secara
umum dapat diterima sebagai nilai minimum untuk mendapatkan pH yang
stabil.
2. pH (Per Hidrogen)
pH adalah ukuran keseimbangan antara Hidrogen (H+) dan hidroksida (OH)
ion dalam air. Skala pH bernilai dari 0-14. Seperti yang kita tahu, nilai pH
7,0 berarti bahwa pH air netral, dengan pembacaan 0-6,9 sebagai asam, dan
menjadi 7,1-14 Basa. pH juga berfungsi sebagai pusat konsentrasi dari KH
dan CO2. Artinya, kita dapat menentukan jumlah CO2 (mg / L atau ppm)
dalam air jika kita mengetahui nilai pH dan KH. Dalam pengaplikasiannya,
pH akan berfluktuasi bila kita menambahkan CO2, sedangkan KH tetap stabil.
3. Carbon Dioxide (CO2) Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida tidak disebutkan di dalam judul artikel ini, tetapi juga
merupakan bagian dari kimia air yang sangat penting. CO2 ada dalam air
dalam konsentrasi yang jauh lebih besar daripada gabungan oksigen dan
nitrogen (70:2:1). We often think of injecting CO2to increase the growth rate
of plants in our tanks. Kita sering melakukan penambahan pasokan CO2
dengan harapan tanaman akan tumbuh cepat dan subur, tapi sebenernya kita
juga harus paham hubungan antara CO2, KH dan pH. Tanpa terlalu detail
kedalam proses kimia nya, ketika karbon dioksida dilarutkan dalam air, ia
menjadi asam karbonat, meningkatkan jumlah asam, dan menurunkan pH
dalam akuarium. Jumlah karbonat (KH) yang ada di dalam air akan
menentukan seberapa jauh pH akan turun.
4. Menyesuaikan GH / KH / pH
Karena hubungan antara ketiga aspektersebut, menerapkan metode untuk
menurunkan atau menaikkan satu aspek biasanya akan memiliki
mempengaruhi aspek yang lain

Dissolved Oxygen

8
menunjukkan jumlah oksigen yang terlarut dalam air. Oksigen terlarut berasal
dari hasil fotosintesa selain dari absorbsi atmosfer. Makin tinggi jumlah
oksigen terlarut mutu air makin baik.

Biology Oxygen Demand (BOD)


menunjukkan jumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk
menguraikan bahan organik dalam air secara biologi. Makin tinggi nilai BOD
menunjukkan tingginya jumlah bahan organik dan mutu air makin rendah.

Chemical Oxygen Demand (COD)


menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan
organik dalam air secara kimia. Makin tinggi nilai COD menunjukkan
tingginya jumlah bahan organik dan mutu air makin rendah

2.3. BAHAN PENCEMAR DALAM AIR


Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi
(misal Panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan,
sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Suatu sumber air
dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan
tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh
suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit
masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga
listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan
air minum, memasak, mandi dan mencuci).

Ada beberapa penyebab terjadinya pencemaran air antara lain apabila air
terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti sampah rumah tangga, sampah
lembah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida dari daerah pertanian, limbah rumah
sakit, limbah kotoran ternak, partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan
gunung berapi yang meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang
dilaluinya.

Pada dasarnya Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi:

a) Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah


yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah
industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan
kotoran hewan, tumbuhtumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian
sampahsampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-
sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan
kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan
oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein
(hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak
layak untuk diminum atau untuk mandi.

C, H, S, N, + O2 ? CO2 + H2O + H2S + NO + NO2

9
Senyawa organik

b) Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang


mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit
saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan
pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari
kotoran hewan/manusia.

c) Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat


seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-
garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam berat yang masuk ke
dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ
tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu
fungsi organ tubuh tersebut.

d) Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu
senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen,
serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat
dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan
dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.

e) Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat,


senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat
sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air,
mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari
berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan
organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke
dalam air.

f) Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker,


merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah
PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.

g) Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi
pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh
gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar
matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.

h) Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah


pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai
pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai
untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan
dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk
proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi
penurunan kadar oksigen dalam air.

10
2.4. IDENTIFIKASI PARAMETER KIMIA DAN FISIKA UNTUK AIR BERSIH
DAN AIR MINUM

Telah Anda ketahui bahwa sumber air dikatakan tercemar apabila mengandung
bahan pencemar yang dapat mengganggu kesejahteraan makhluk hidup (hewan,
manusia, tumbuh-tumbuhan) dan lingkungan. Akan tetapi air yang mengandung
bahan pencemar tertentu dikatakan tercemar untuk keperluan tertentu, misalnya
untuk keperluan rumah tangga belum tentu dapat dikatakan tercemar untuk
keperluan lain. Dengan demikian standar kualitas air untuk setiap keperluan akan
berbeda, bergantung pada penggunaan air tersebut, untuk keperluan rumah tangga
berbeda dengan standar kualitas air untuk keperluan lain seperti untuk keperluan
pertanian, irigasi, pembangkit tenaga listrik dan keperluan industri. Dengan
demikian tentunya parameter yang digunakan pun akan berbeda pula.

Sesuai dengan bahan pencemar yang terdapat dalam sumber air, maka parameter
yang biasa digunakan untuk mengetahui standar kualitas air pun berdasarkan pada
bahan pencemar yang mungkin ada, antara lain dapat dilihat dari:

1. warna, bau, dan/atau rasa dari air.


2. Sifat-sifat senyawa anorganik (pH, daya hantar spesifik, daya larut oksigen,
daya larut garam-garam dan adanya logam-logam berat).
3. Adanya senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam sumber air (misal
CHCl3, fenol, pestisida, hidrokarbon).
4. Keradioaktifan misal sinar ß.
5. Sifat bakteriologi (misal bakteri coli, kolera, disentri, typhus dan masih banyak
lagi).

Daya guna masing-masing bentuk air untuk dimanfaatkan sebagai air baku untuk
diolah menjadi air bersih tergantung dari keterdapatannya di alam sekitar
pemukiman yang membutuhkannya. Air di alam tak selamanya bersih, yang pernah
bersih pun makin hari makin terkena polusi dan kontaminasi. Usaha-usaha
tradisional dan kemajuan teknolgi dapat menyempurnakan penyediaan air bersih
dan air minum yang pada dasarnya adalah proses pengolahan air bersih yang
diproduksi melalui pipa-pia dan didistribusikan.

Air minum sendiri memiliki arti air yang melalui proses pengolahan atau tanpa
proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum
atau dikonsumsi. Air minum terdiri dari beberapa jenis yaitu :

1. Air yang didistribusikan untuk keperluan rumah tangga


2. Air yang didistribusikan melalui tangki air
3. Air kemasan
4. Air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang
disajikan kepada masyarakat.

i. Persyaratan umum sistem penyediaan air minum

11
Dalam penggunaan yang sangat luas di semua segi kehidupan dan aktivitas
manusia, maka suatu penyediaan air untuk suatu komunitas harus memenuhi syarat
:
 Aman dari segi higienisnya
 Baik dan dapat diminum
 Tersedia dalam jumlah yang cukup
 Cukup murah/ekonomis (terjangkau)
ii. Persyaratan kuaitas air minum
Untuk menjamin bahwaa suatu sistem penyediaan air minum adalah aman, higienis
dan baik serta dapat diminum tanpa kemungkinan dapat menginfeksi para pemakai
air maka haruslah terpenuhi suatu persyaratan kualitasnya.
Air minum selain harus bebas dari zat yang berbahaya bagi kesehatan, juga harus
menarik rasa dan baunya. Dalam perencanaan/pelaksanaan fasiitas penyediaan air
minum (sumber,waduk,jaringan,distribusi) harus bebas dari kemungkinan
pengotoran dan kontaminasi berdasarkan SK Menkes RI
No.07/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kuaitas air
minum. Persyaratan kualitas air minum adalah sebagai berikut :
1. Persyaratan Bakteriologis
Parameter persyaratan bakteriologis adalah jumlah maksimum E.coli atau fecal
coli dan total bakteri coiform per 100 ml sampel. Peraratan tersebut harus
dipenuhi oeh air minum, air yang masuk sistem distribusi, dan air pada sistem
distribusi.
2. Persyaratan Kimia
Dalam hal ini yaitu tidak adanya kandungan unsur atau zat kimia yang
berbahaya bagi manusia. Keberadaan zat kimia berbahaya harus ditekan
seminimal mungkin. Sedangkan zat-zat tertentu yang membantu terciptanya
kondisi air yang aman dari mikroorganisme harus tetap dipertahankan
keberadaannya dalam kadar tertentu.
Parameter dalam persyaratan ini terbagi menjadi dua yaitu bahan kimia yang
berpengaruh langsun pada kesehatan dan yang mungkin dapat menimbulkan
keluhan pada konsumen. Bahan-bahan kimia yang termauk di alam parameter
ini adaah bahan-bahan anorganik, organik, pestisida, serta disenfektan dan hasil
sampingnya.
3. Persyaratan Radioaktivitas
Persyaratan radioaktivitas membatasi kadar maksimum aktivitas alfa dan beta
yang diperbolehkan terdapat dalam air minum.
4. Persyaratan Fisik
Parameter dalam persyaratan fisik utuk air minum yaitu warna, rasa, bau,
temperatur, serta kekeruhan.

12
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa air sangat berguna dalam kehidupan
sehari-hari .Air juga memiliki sifat dan unsur, bukan hanya secara fisik melainkan
secara kimia misalnya Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, air
bersifat tidak berwarna, air juga pelarut yang penting, sehingga disebut sebagai
pelarut universal
Air merupaka pelarut yang kuat, melarutkan banyak zat kimia. Zat-zat yang larut
dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat “hidrofilik”
(pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tecampur dengan air (misalnya lemak
dan minyak), disebut sebagai zat-zat “hidrofobik. Dilihat dari kegunannya kimia air
memang sangat bermanfat dalam kehidupan namun terkadang pula dari manfaat
yang dihasilkan tersebut muncul pula hal yang tidak diinginkan yang akan merusak
misalnya pencemaran air atau dampak lain yang merugikan bagi kehidupan .Air
yang dikonsumsi oleh masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan karena air
merupakan media paling baik untuk berkembangnya mikroorganisme. Pengolahan
air untuk memperoleh air yang memenuhi persyaratan perlu dilakukan

3.2. SARAN
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada saran dan kritik yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan kepada
kami.Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya,
karena kami adalah hamba allah yang tak luput dari salah, khilaf, alfa, dan lupa.

3.3. DAFTAR PUSTAKA


https://mobile.myindischool.com/content/myinfo/mengenal-3-jenis-air-untuk-
kehidupan
https://www.geologinesia.com/2018/05/apa-itu-air.html
DR.Rukaesih Achmad , M.Si ., 2004 kimia lingkungan
Ir. Tri Joko, M.Si., 2010 unit air baku dalam system penyediaan air minum
kehidupan aquatik, Pencemaran Air Ditulis oleh Achmad Lutfi pada 12-03-2009
http://www.cangkirkopi.com/aquashop/newsview/10/memahami-unsur-unsur-
kimia-air.html.
http://chemistry35.blogspot.com/2012/01/di-samping-sifat-sifat-fisiknya-sifat.html#

13