Anda di halaman 1dari 2

PRESENTASI KESJA

Assalamualaikum wr. Wb

Selamat pagi temen temen , ada pepatah bilang tak kenal maka tak sayang jadi Perkenalkan
nama saya Radhika Nursaiba dari unit PMR SMAN 24 Bandung., kayaknya temen – temen semua udah
pada ngantuk ya? Kita bakar semangat dulu yu, kalau misalkan saya bilang relawan muda! Temen –
temen jawab, Kita 1 Kita Bisa, siap ya temen – temen? Siap. Relawan Muda! Kita 1 Kita Bisa. Tepuk
tangan untuk kita semua. Nah, semangat temen – temen ini menunjukan, kalau temen – temen semua
siap menjadi relawan muda Indonesia, tepatnya sebagai anggota PMR. Nah, apasih peran kita sebagai
PMR? Iya, yang temen – temen sebutkan tadi semuanya benar, tapi disini saya akan lebih spesifik
membahas tentang peran kita dalam kesehatan remaja, khususnya HIV dan AIDS. Nah, tapi sebelum
membahas peran kita seperti apa, kita perlu mengenal lebih dulu, apa itu HIV dan AIDS?

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang merusak system kekebalan tubuh.
Ngomongin tentang virus nih, sekarang ini muncul virus baru yang lagi rame dibicarain sama banyak
orang, ada yang tau ga virus apa? Iya bener banget ya, corona virus. Nah kali ini saya akan
membandingkan tingkat bahaya corona virus dengan HIV. Temen temen, kita pasti tahu bahwa corona
dan HIV itu adalah 2 jenis virus yang menyerang system yang berbeda, tapi keduanya memiliki tingkat
bahaya yang hampir sama, ko bisa sih?. Menurut sumber yang saya dapatkan, tercatat bahwa virus
corona telah menewaskan 132 orang dengan 5.974 kasus, sedangkan untuk kasus HIV, tercatat di tahun
2019 ada sekitar 349.882 penderita HIV di Indonesia. Meskipun keduanya sama sama virus dan sangat
berbahaya, tapi keduanya menyerang sistem tubuh yang berbeda. Kalau virus corona itu menyerang
system pernafasan, sedangkan HIV menyerang system kekebalan tubuh. Nah disini kita focus ke HIV aja
ya temen – temen. Temen – temen disini ada yang tau ga sasaran penyerangan HIV lebih kepada sel
apa? Iya bener banget ya, HIV menyerang kepada sel sel limfosit T4 atau biasa disebut dengan CD4T.
ketika seseorang terinfeksi oleh virus HIV, dan sel CD4T terus berkurang, maka system kekebalan
tubuhnya pun akan terus menurun. Sehingga orang tersebut akan mudah sekali terserang berbagai
infeksi ringan bahkan infeksi yang mematikan. Atau infeksi ini biasanya disebut dengan infeksi
opurtunistis.

Serem banget ya temen – temen HIV ini. Nah, temen – temen kalau misalkan HIV itu merupakan
virusnya, lalu AIDS itu apa? Iya, AIDS yang merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency
Syndrome adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Nah, berarti orang yang terinfeksi virus HIV itu
akan mengalami beberapa stadium, ada yang tau ga stadiumnya apa aja itu? Iya bener banget. Yang
pertama itu ada stadium inkubasi, pada stadium ini virus mulai menginfeksi tubuh dan bersembunyi
didalam sel darah putih, atau sel CD4T. Pada stadium ini juga belum terjadi gejala apapun pada
penderita HIV. Dan pada stadium ini pula, seseorang yang terinfeksi HIV masih belum dapat dipastikan
atau diklaim bahwa orang tersebut terinfeksi oleh HIV. Namun, orang tersebut sudah dapat menularkan
HIV kepada orang lain. Selanjutnya itu ada stadium awal atau window period, stadium ini terjadi setelah
3 – 6 bulan pemeriksaan darah. Pemerikasaan darah ini dilakukan bukan untuk menemukan adanya HIV
pada orang tersebut, tapi untuk menemukan serum anti terhadap HIV dalam darah tersebut. Sehingga
keitka hasilnya menunjukan tanda HIV positif atau biasa disebut seropositive. Berarti dpat dipastikan
orang tersebut terinfeksi oleh HIV. Dan, pada stadium ini juga, seseorang yang terinfeksi virus HIV akan
mengalami beberapa gejala temen – temen, seperti demam, diare, kehilangan selera makan sehingga
menyebabkan penurunan berat badan, pembengkakkan pada kelenjar getah bening yang ada di leher,
PRESENTASI KESJA

ketiak, dan paha. Lalu ada stadium tenang. Stadium ini berjalan sekitar 2 – 10 tahun, tapi rata rata
sekitar 5 tahun. Pada masa ini, penderita secara fisik mungkin kelihatan normal atau hanya sakit ringan
saja. Namun, secara perlahan HIV tersebut menghancurkan system kekebalan tubuh. Dan yang terakhir
itu adalah stadium AIDS atau biasa disebut dengan full blown. Pada stadium ini, virus akan
menghancurkan sebagian atau bahkan seluruh system kekebalan tubuh sehingga mulai tampak adanya
infeksi opurtunitis. Contohnya radang paru – paru, kanker kulit, TBC, penyakit saraf, penyakit saluran
pencernaan dan berbagai kanker lainnya. Berbahaya sekali ya temen – temen HIV dan AIDS itu.

Nah, temen – temen HIV dan AIDS ini menginfeksi seseorang karena beberapa factor atau
penyebab, dan disini saya akan menjelaskannya melalui kisah seorang ODHA, atau penderita HIV dan
AIDS. dia dikenal dengan Arini, perempuan dengan nama lengkap Hayu Ari Setyaningtyas terinfeksi oleh
HIV dari suaminya. Jangan berfikiran buruk dulu temen – temen, suaminya terlahir dari seorang ibu yang
sehat, suaminya tidak pernah melakukan hal yang aneh aneh, yang berpotensi untuk menyebabkan HIV,
seperti mengkonsumsi obat obatan terlarang atau membuat tato pada tubuhnya dengan menggunakan
jarum suntik secara bergantian, apalagi terlibat didalam seks bebas yang sangat berpotensi utnuk
menimbulkan HIV. Tapi, memang beberapa tahun sebelumnya, suaminya mengalami kecelakaan dan
mendapatkan transfuse darah dari Lembaga yang tidak resmi. Makannya pada saat suaminya masuk
ruang ICU dan divonis terinfeksi oleh viru HIV, awalnya Arini tidak tahu apa yang dia rasakan pada saat
itu, entah sedih, kaget, ataupun takut. Takut jika iapun terinfeksi HIV, dan ternyata setelah melakukan
pemeriksaan darah, hasilnya menunjukan bahwa iapun positif HIV. Tapi pada saat itu ia tidak terlalu
memikirkan bagaimana dia nanti. Yang pasti ia lebih memikirkan bagaimana cara ia membiayai
pengobatan suaminya. Tapi tepat setelah satu bulan suaminya masuk rumah sakit, tuhan berkata lain,
suaminya harus meninggalkan Arini untuk selamanya. Arini sangat sedih sekali, selain karena suaminya
telah meninggalkannya, tapi ia juga sedih karena ia tidak tahu bagaimana ia harus melunasi baiya rumah
sakit suaminya sebesar 250 juta. Ia mencoba untuk bangkit dan mencari jalan keluar. Tapi ketika ia
sudah berusaha untuk bangkit, menguatkan diri, menepiskan sitgma orang orang disekitar, cobaan
kembali datang. Ia mendapatkan perlakuan diskriminatif dari keluarga suaminya. Arini bilang “mereka
membuang saya. Mereka menganggap meraka itu dari keluarga terpandang.” Arini diusir dari rumah
stelah 40 hari kepergian suaminya. Tapi tidak lama kemudian, Arini mulai bangkit kembali. Ia
mempelajari HIV dan AIDS lebih dalam dan terus berusaha mecari uang untuk melunasi biaya
pengobatan rumah sakit. Karena ia tidak mau mewariskan hutang kepada anaknya. Dan berkat kerje
karasnya Arini berhasil melunasi hutang tersebut dalam waktu 2 tahun. Dan iapun berhasil
mendapatkan pekerjaan dengan jabatan yang bias dibilang tinggi di suatu perusahaan yang besar.
Walaupun disetiap perjalanannya selalu ada rintangan dari orang – orang sekitar. Tapi Arini terus
berusaha karena menurutnya HIV IS NOTHING!! Jadi temen - temen