Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MK.

PENYEHATAN UDARA-B

NAMA : JUMERLING TAKOME


NIM : 711335116020
PRODY : DIV/ VI

Teknologi Pengendalian Pencemaran Udara

1. Teknik Pengensalian Pencemaran udara dengan cara:


a. Elimination of air pollution emission (Teknik mengeliminasi gas emisi dan gas
buang)
 Adsorpsi merupakan cara penanggulangan untuk gas buang berupa karbo
monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, dan amonia. dalam metode adsorbsi
dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan. Ada berbagai tipe
adsorben yang di pergunakan antara lain karbon aktif dan silikat. Adsorben
mempunyai daya kejenuhan sehingga selalu di perlukan untuk pergantian, yang
bersifat disposal (sekali pakai buang) atau di berhasilkan kemudian di pakai
kembali.
 Insinerasi (pembakaran), mempergunakan proses oksida panas untuk
menghancurkan gas hidrokarbon yang terdapat didalam polutan. Hasil
pembakaran berupa (CO2) dan (H2O).
 Kondensasi, gas hidrokarbn mengalami kondensasi menjadi cairan.
 Absorpsi, gas buang mengalami reaksi dengan cairan sehingga hidrokarbon akan
larut.
 Reaksi kimia, banyak di pergunakan pada emisi golongan nitrogen dan belerang.
Biasanya cara kerja ini merupakan kombinasi dengan cara-cara lain, hanya dalam
pembersihan polutan udara dengan reaksi kimia yang dominan. Membersihkan
gas golongan nitrogen, caranya dengan menginjeksikan amonia (NH3) yang akan
bereaksi kimia dengan NOx dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk
menjernikan glongan belerang di pergunakan copper oksid kapur dicampur arang.

b. Minimzing emission gaseous and gas borne (Mengurangi gas emisi dan gas
buang)
 Pengetatan standar emisi gas buang melalui teknologi.
 Kebijakan fiskal
o Pajak kendaraan
o Pajak bahan bakar
Insentif fiskal untuk alat yang ramah lingkungan
 Peningkatan kelancaran lalu lintas
o Pembatasan lalu lintas
o Sistem lalu lintas pintar (intelligent transport system)
 Peningkatan kapasitas infrastruktur
o Peningkatan kualitas bahan bakar
o Optimasi kualitas bahan bakar
o Pengembangan bahan bakar
o Pengembangan bahan bakar alternatif
 Hidrogen
 Listrik

c. Source control by centrifugal force and gravty (Pengendalian pencemaran udara


dengan gaya grafitasi dan gaya sentrifugal)
Cara mengendalikan sumber pencemar udara tersebut. Untuk melengkapi cara
penanggulangan pencemaran udara, secara teknis dilakukan dengan
menambahkan alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran. Alat bantu yang
dimaksud adalah seperti alat-alat pemisah debu yang bertujuan untuk memisahkan
debu dari aliran gas buang, 2 diantarantanya adalah pengendap siklon atau
cyclone separators atau pengendap sentrifugal dan pengendap system gravitasi
atau pengendapan dengan gaya gravitasi.
1. Pengendap Siklon
Pengendap Siklon atau Cyclone Separators atau pengumpul sentrifugal
adalah pengendap debu /abu yang ikut dalam gas buangan atau udara
dalam ruang pabrik yang berdebu. Prinsip kerja pengendap siklon adalah
pemanfaatan gayasentrifugal dari udara / gas buangan yang sengaja
dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang
relatif “berat” akan jatuh ke bawah. Ukuran partikel / debu / abu yang
bisa diendapkan oleh siklon adalah antara 5 u – 40 u. Makin besar ukuran
debu makin cepat partikel tersebut diendapkan.
2. Pegendap Sistem Gravitas
Alat pengendap ini hanya digunakan untuk membersihkan udara kotor
yang ukuran partikelnya relatif cukup besar, sekitar 50 u atau lebih. Alat
ini bekerja dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Cara kerja alat ini
sederhana sekali, yaitu dengan mengalirkan udara yang kotor ke dalam
alat yang dibuat sedemikian rupa sehingga pada waktu terjadi perubahan
kecepatan secara tiba-tiba (speed drop), zarah akan jatuh terkumpul di
bawah akibat gaya beratnya sendiri (gravitasi).
d. Source control by filtration system (Pengendalian pencemaran dengan sistem
filtrasi)
Filter udara, berguna untuk menyaring partikel yang ikut keluar dari cerobong
agar tidak ikut terlepas ke udara sehingga hanya udara yang bersih yang keluar ke
lingkungan.

2. Teknik Pengendalian bakteri diudarah dengan menggunakan UV (Sinat Ultraviolet).


 Sterilisasi
Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. Sterilisasi
seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Ada dua metode yang
sering digunakan, yaitu :
1) Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Sangat efektif untuk sterilisasi
karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih, proses cepat, daya tembus
kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein
sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. Suhu efektifnya adalah 121oC
pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. Alat yang digunakan :
pressure cooker, autoklaf (autoclave) dan retort.
2) Panas kering, biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium.
Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. Alat yang digunakan pada
umumnya adalah oven.
 Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya
a) Pasteurisasi
Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasarkan
waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi.
Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri
penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Pasteurisasi biasanya
dilakukan untuk susu, rum, anggur dan makanan asam lainnya. Suhu
pemanasan adalah 65oC selama 30 menit.
b) Tyndalisasi
Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng.
Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa
merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang
diproses. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit dalam waktu tiga
hari berturut-turut.
c) Boiling
Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu
100oC selama 10-15 menit. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri
yang patogen maupun non patogen. Namun spora dan beberapa virus masih
dapat hidup. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi, alat suntik,
pipet, dll.
d) Red heating
Pemanasan langsung di atas api bunsen burner (pembakar spiritus) sampai
berpijar merah. Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat yang sederhana
seperti jarum ose.
e) Flaming
Pembakaran langsung alat-alat laboratorium diatas pembakar bunsen dengan
alkohol atau spiritus tanpa terjadinya pemijaran.
f) Pengendalian Mikroba dengan Radiasi
Bakteri terutama bentuk sel vegetatifnya dapat terbunuh dengan penyinaran
sinar ultraviolet (UV) dan sinar-sinar ionisasi.
 Sinar UV
Bakteri yang berada di udara atau yang berada di lapisan permukaan
suatu benda yang terpapar sinar UV akan mati.
 Sinar Ionisasi
Sinar ionisasi adalah sinar X, sinar alfa, sinar beta dan sinar gamma.
Sterilisasi dengan sinar ionisasi memerlukan biaya yang besar dan
biasanya hanya digunakan pada industri farmasi maupun industri
kedokteran.

ARTIKEL/ SUMBER PUSTAKA

https://googleweblight.com/i?
u=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Emisi_gas_buang&grqid=PVfEen33&s=1&hl=en-
ID
http://googleweblight.com/i?u=http://nurilmiyatimb.blogspot.com/%3Fm
%3D1&hl=en-ID&tg=48
https://googleweblight.com/e?u=https://tikarahayu26.wordpress.com/mengontrol-
emisi-gas-buang/&hl=en-ID&late=1&rqid=2o8ZXdCSLYrwjAH2xrX4DA