Anda di halaman 1dari 1

Nama : Eko Pramono

NIM : 1901581028

Prodi : Sastra Jepang

Sakura

桜櫻
Sakura ( , ) bersama dengan bunga seruni adalah bunga nasional Jepang yang mekar
pada musim semi, yaitu sekitar akhir Maret hingga akhir Juni. Sakura dapat terlihat di
mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk
kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol
penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga
merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan
kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus
Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan
dalam subgenus sakura. Asal usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa Jepang untuk
"mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga
sakura disebut cherry blossoms. Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna
putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah
menyala. Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis
someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret
sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat. Di Jepang, mekarnya sakura jenis
someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian
sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu
bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.
Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura
someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan
peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum
daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di
lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat
yang hampir bersamaan. Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7
sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok.
Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat
dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa
manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga. Kesempatan langka piknik
beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut
hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di
suatu tempat bunganya sudah mekar semua. Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan
informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya
10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya
(mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon
sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut
ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya
mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun). Bunga dari pohon jenis
yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar
bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sakura