Anda di halaman 1dari 1

Siti Marsha Dyah K (2014210210)

PEMBAHASAN

Sediaan obat dan alat kesehatan harus bersifat steril, bebas dari bakteri terutama untuk
sediaan obat yang kontak langsung dengan mukosa atau langsung masuk dalam aliran darah
seperti tetes mata, injeksi, cairan infus dan salep mata. Demikian juga alat kesehatan seperti kasa
dan benang bedah. Standar sterilisasi dibuat agar tidak terjadi infeksi pada pasien yang
menggunakan sediaan obat maupun alat kesehatan tersebut akibat kontaminasi bakteri patogen .
pada praktikum ini kelompok kami melakukan percobaan pada cairan injeksi dalam ampul dan
kasa yang steril pada media TSB dan FTM. Pada media FTM dan TSB dengan sampel kasa steril
setelah 24 jam dilakukan inkubasi pada suhu 30-350c sampai hari ke 14 setelah inkubasi
menunjukkan hasil yang positif (terdapat pertumbuhan mikroba). Sedangkan pada sampel ampul
pada media TSB setelah dilakukan inkubasi terlihat adanya pertumbuhan mikroba pada hari ke 9
dan pada media FTM terdapat pertumbuhan mikroba pada hari ke 12. Hasil yang tidak sesuai
tersebut dapat di sebabkan karena beberapa hal yaitu, mungkin karena kelompok kami bekerja
kurang aseptis sehingga bakteri dari luar dapat masuk atau terjadi kontaminasi, cairan injeksi
ampul dan kasa yang dijadikan sampel sudah terkontaminasi atau tidak steril. Berdasarkan hasil
percobaan yang dilakukan kelompok kami dengan sampel kasa dan ampul menunjukkan hasil
positif terdapat pertumbuhan mikroba hal ini berarti dari kedua sampel tersebut tidak steril.

KESIMPULAN

1. Pada sampel ampul menunjukkan hasil positif terjadi pertumbuhan mikroba setelah
diinkubasi pada media TSB (hari ke 9) dan pada media FTM (hari ke 12).
2. Pada sampel kassa menunjukkan hasil positif terjadi pertumbuhan mikroba setelah
diinkubasi pada media TSB dan media FTM (hari ke 3).
3. Dari hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa pada sampel ampul dan kasa positif terjadi
pertumbuhan mikroba (tidak steril).

SARAN

Pada saat praktikum harus melakukan teknik pengerjaan secara aseptis untuk mengurangi
kontaminasi mikroba dari luar sehingga meminimalisir adanya bakteri dari udara maupun
lingkungan sekitar.