Anda di halaman 1dari 26

PROPOSAL

SATUAN ACARA PELAKSANAAN KEGIATAN SENAM HAMIL PADA


IBU HAMIL DI KLINIK PRATAMA PABERNA KELURAHAN
PURWUDADI KECAMATAN SUNGGAL

Disusun Oleh:
MAHASISWA/IPROFESI NERS
Alfin Pratama, S.Kep
Helpianus Siswanto Hondro, S.Kep
Iin Ivning Sirait, S.Kep
Julia Darwin Panjaitan, S.Kep
Lisa Nanda Fransiska, S.Kep
Maya Sari Lingga, S.Kep
Putri Delima Perdana, S.Kep
Putri Febri Mardani, S.Kep
Rhaoudhatul, S.Kep
Romitan Sintanggang, S.Kep
Sarindah Uli Sialoho, S.Kep

Stase :
Keperawatan Maternitas

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTASFARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN2019/2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpah kan rahmat dan
karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Proposal Satuan Acara
Pelaksanaan Kegiatan Senam Hamil Pada Ibu Hamil Di Klinik Pratama Paberna.
Harapan penulis dengan diselesaikannya Proposal Satuan Acara
Pelaksanaan Kegiatan Senam Hamil Pada Ibu Hamil Di Klinik Pratama Paberna.
ini, semoga memberi manfaat baik bagi masyarakat dan ibu hamil. Dalam
kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang
akan membimbing kami dalam Stase Keperawatan Maternitas ini di Klinik
Pratama Paberna serta seluruh teman-teman angkatan se-profesi yang selalu
memberikan dorongan ide ide, tenaga serta moral.
Terimakasih atas doa semoga semua kebaikan yang telah diberikan kepada
kelompok kami mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha
Esa.

Medan, 22 Januari 2020

Kelompok
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Keberhasilan pembangunan kesehatan sesuai dengan tujuan dari
pembangunan millennium yang menetapkan tahun 2015 sebagai batas
waktu pencapaian target-target, tujuan dari Millenium Development Golds
(MDGs).Dari delapan tujuan tersebut ada tujuan yang membahas tentang
angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu yaitu masukd alam
tujuan keempat dan kelima. Diantara prediktor kondisi kesehatan di
Indonesia, tingkat kematian ibu dapat dikatakan paling memprihatinkan.
Angka Kematian Ibu (AKI) 307 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada
SDKI 2002-2003. Angka kematian ibu melahirkan tidak mengalami
penurunan dalam 5 tahun terakhir. Target Millennium Development
Goals(MDG’s) tahun 2016 AKI menjadi 100 kematian per 100.000
kelahiran hidup.

Kematian ibu dapat dicegah hingga 22% yaitu melalui antenatal care yang
teratur, mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan, hidup sehat
dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pelaksanaan inisiasi menyusui dini
dalam persalinan, serta pelaksanaan senam hamil secara teratur. Salah
satukegiatan dalam pelayanan selama kehamilan yang bertujuan untuk
mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil adalah senam hamil. Sangat
penting bagi wanita untuk mempertahankan atau memeprbaiki kondisi
fisiknya bila ia ingin kehamilan yang terbaikdan untuk menghadapi stress
yang dialami tubuhnya karena perkembangan janin. Dalam rangka ikut serta
mensukseskan program dari MDG’s, dua dari tujuan MDG’s adalah
menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu maka
RS Kebumen mengadakan program senam hamil dengan tujuan membuat
ibu merasa lebih rileks dalam menghadapi kehamilan yang semakin
membesar, sehingga taraf kesehatan ibu menjadi lebih baik dan angka
kematian bayi menjadi berkurang. Program senam hamil dapat dilakukan
oleh seluruh ibu hamil diatas kehamilan 20 minggu.

1.2. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah Melakukan Senam Hamil Maka, meningkatkan taraf kesehatan ibu
hamil dan membuat ibu merasa lebih siap dalam menghadapi persalinan
nanti.
2. Tujuan Khusus
a. Mengurangi keluhan pada kehamilan diatas 20 minggu
b. Melatih relaksasi pada kehamilan diatas 20 minggu
c. Melatih tekhnik pernapasan pada kehamilan diatas 20 minggu
d. Melancarkan persalinan
BAB 2
TINJAUN TEORITIS

2.1. Sikap Tubuh Ibu Hamil


Menurut Siti Fauziah (2012) sikap tubuh yang baik sangat diperlukan bagi
ibu hamil adalah kehamilan usia 4- 6 bulan tubuh janin belum begitu besar,
namun sendi-sendi sudah mengendur dan ligamen sudah melunak karena
adanya hormon kehamilan, sehinga mudah terkilir maka perlu memikirkan
sikap tubuh yang aman/benar untuk kegiatan sehari-hari. Saat berjalan
kenakan sepatu bertumit rendah tidak lebih dari 5 cm, dan hindari sepatu
bertumit runcing untuk memudahkan keseimbangan tubuh.
Hal yang perlu diperhatikan diantaranya :
1. Bila mempunyai anak balita, dan ingin mendorong kereta balitanya
usahakan supaya tinggi pegangan kereta sesuai dengan tubuh sehingga
tidak membungkuk saat mendorongnya.
2. Bila bangun dari berbaring/tidur/duduk, terutama kehamilan akhir
jagalah cara bangkit untuk menghindari ketegangan otot-otot perut
kelancaran aliran darah dengan posisi tubuh yang baik/benar agar
tidak pingsan. Untuk bangun dari tempat tidur, kemudian tekuk kedua
lutut, angkat tubuh perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh sambil
perlahan turunkan kaki dengan berdiam sesaat sebelum berdiri, hal ini
harus dilakukan walaupun keburu-buru ingin ke kamar mandi kecil.
Bila bangkit dari tempat duduk , condongkan perlahan, berdiiam diri
dahulu sejenak sebelum berdiri. Sikap berdiri yang benar sangat
membantu sewaktu hamil saat berat janin semakin bertambah sampai
setelah bersalin ketika titik berat tubuh kembali normal, yaitu berdiri
tegak dengan sikap santai, maka garis tegak imajiner dari telinga akan
jatuh ditengah kaki. Dengan bertambahnya berat rahim, hindari
menarik bahu terlalu ke belakang, karena dapat menjadi sakit tulang
punggung.
3. Membungkuk dan mengangkat; walaupun hanya mengambil barang
yang ringan sekalipun biasakan menekuk lutut dan menggunakan otot-
otot kaki untuk tegak berdiri kembali.
4. Menguatkan otot-otot kaki; berjalan santai dengan sepatu tumit
rendah merupakan latihan yang bagus untuk otot-otot kaki atau
berenang dengan gaya dada juga akan memperkuat otot-otot paha.
5. Menguatkan otot-otot kaki juga dengan berjongkok tetapi dengan
menyanga bokong menggunakan bangku kecil, atau
berdiri/bersandar pada dinding dengan jarak kaki dengan dinding kira-
kira 15-25 cm, lalu tekuk lutut perlahan menurunkan punggung
ssampai terjongkok dan terasa nyaman hindari bertumpu pada tumit
untuk melemaskan otot-otot punggung dan kandung kemih.
6. Tidur yang nyaman; posisi miring menggunakan penyangga/guling
untuk menopang berat rahim sangat diperlukan, dan setelah usia
kehamilan enam bulan hindari tidur terlentang karena rahin akan
menekan pembuluh darah utama yang dapat menimbulkan pingsan
serta mengacaukan fungsi ginjal.
7. Untuk meredakan/menghindari nyeri dan pegal; yang disebabkan
posisi bayi dan postur tubuh yang tidak baik, maka setiap kali berdiri
tumpulah berat tubuh pada kedua kaki, dan bila duduk punggung
diganjal bantal sofa serta pendukung kaki supaya tidak berjuntai
sangat membantu. Posisi berlutut juga cukup nyaman saat menonton
tv, menjaga sikap tubuh yang baik juga sangat penting meskipun
sampai setelah persalinan.
8. Sikap santai selama kehamilan dapat membantu ketenangan,
menghindarkan kelelahan, memperlancar persalinan serta dapat
membantu mencegah kerewelan bayi setelah lahir. Santai artinya
benar-benar rileks baik fisik maupun psikologis misalnya
mengerjakan suatu pekerjaan sementara anggota tubuh seluruhnya
juga rileks, menenangkan pikiran dengan duduk santai di kursi
dengan kepala punggung bersandar bantak sofa dan kaki di dukung
bangku kecil, atau tiduran terlentang dengan bantal penopang kepala
sampai bahu. Kencangkan otot-otot lalu kendurkan, mulai dari jari-jari
kaki, tumit, tungkai, dan paha hingga semuanya terasa santai, teruskan
dengan tangan dan bahu, usap lembut wajah agar otot-otot wajah
rileks, kemudian lidah, bibir, dasar tulang panggul serta pantat
sehingga akan mengeraskan dasar tulang panggul karena cenderung
saling terhubung.

2.2. Latihan pernafasan untuk persallinan


Pernafasan sangat membantu saat persalinan, pernafasan mulut rahang
bawah terbuka menyebabkan vagina terasa rileks, sehingga ssaat tiba waktu
persalinan pernafasan ini akan terbiasa dengan sendirinya.
1. Tahap pertama :
Bertujuan agar dapat bersikap santai di awal persalinan, dengan
menarik nafas seperti menghirup parfum, saat kontraksi rahim menguat,
lembutkan nafas seolah meniup busa di depan mulut, setiap mengawali
dan mwngakhiri latihan menarik nafas dalam –dalam dan tersenyum
sehingga semuanya terasa santai sehingga saat persalinan sudah terbiasa.
Tahap transisi; adalah saat terdorong untuk mengejan namun serviks
belum cukup membuka, hal ini memang sangat sulit untuk diipatuhi
karena dorongan yang sangat kuat, hal ini dapat diperingan dengan
meniupkan nafas perlahan-lahan seperti meniup gelembung busa atau
ucapan dalam hati “ belum saatnya” tiap menghembuskan nafas.
2. Tahap dua :
Tahap yang melegakan, yang mana secara aktif memmbantu keluar nya
bayi, saat terasa kontraksi rahim dibantu mengerahkan tenaga dalam
kekuatan dorongan mengejan untuk kelahiran bayi, tahan nafas dan
hembuskan kuat-kuat, pada saat traksi rahim berhenti lakukan
pernafasan secara rileks, mengendurkan mulut, untuk mengendurkan
vagina, pada tahap ini penjelasan perawat maternitas/bidan diperlukan
juga, mungkin ada tali pusar yang membelit leher bayi maka perlu
latihan pernafasan pendek dan lembut, sampai saatnya kontraksi rahim
menguat kembali dan diperkuat dengan dorongan mengejan sehingga
kepala bayi keluar, yang selanjutnya diikuti bahu sampai keseluruh
badan bayi melalui vagina.
3. Tahap tiga ;
Tahap keluarnya plasenta, sejenak setelah lahirnya bayi didukung sedikit
mengejan untuk memperlancar kelahiran plasenta.

2.3. Posisi yang memudahkan persalinan


Gaya berat/gravitasi sangat berperan dalam persalinan sehingga menjadi
pilihan yang memungkinkan gravitasi membantu bayi lahir melalui panggul
disertai kenyamanan, sehingga perlu cukup bantal pada posisi rileks.
Beberapa posisi dapat dilatih walaupun saat persalinan ada beberapa saran
namun prinsipnya tidak menghalangi perawat maternitas/bidan dalam
memantau kemajuan persalinan.
1. Posisi duduk
Duduk miring dengan satu kaki tertekuk sementara satunya rileks, pada
posisi ini keuntungannya adalah ibu hamil tidak perlu banyak memutar
sendi pinggul atau membuka kaki terlalu lebar, berarti tulang panggul
lebih rileks dan dapat mencegah robekan perineum. Bila posisi duduk
biasa, jangan terlalu ke belakang supaya bayi tidak terlalu naik posisi
jalan lahirnya, sementara kaki ibu hamil pun harus ada posisi nyaman di
atas matras. Bila saat mengejan ternyata tidak ada kemajuan suami
dapat membantu mengangkat ke posisi berlutut sehingga membuat
kepala bayi bergerak menuruni saluran jalannya persalinan.
2. Posisi berlutut
Posisi ini dapat mengurangi nyeri dibagian bawah tulang belakang
karena dapat menjauhkan berat bayi pada punggung, berlutut dengan
kedua kaki renggang untuk memudahkan bayi lahir, posisi ini memang
efektif untuk mendorong bayi lahir namun lebih memudahkan bagi ibu
hamil dan perawat maternitas/bidan bila di kembalikan ke posisi duduk
miring saat bayi lahir yang kemudian diletakkan pada pelukan ibunya.
3. Posisi berlutut dengan bantuan suami
Lutut dan punggung suami harus pada posisi tegak karena posisi
membungkuk panggung suami dapat terkilir, bila terlalu tinggi dapat
dengan posisi duduk disisi tempat tidur, sementara ibu hamil berlutut
dan suami melingkarkan ke dua tangannya ke ibu hamil untuk
menopang berat tubuh ibu hamil saat mengejan, usahakan agar tidak
menekan bagian bawah ketiaknya karena dapat merusak persarafan
tangan ibu hamil, dan jangan berjongkok pada tumit karena akan
mempersulit jalannya persalinan biarkan kedua kaki rileks seolah-olah
hendak duduk
4. Posisi berbaring
Dengan kedua kaki terletak pada pijakan/litotomi, kepala dan bahu
ditopang bantal untuk mencegah rahim menekan pembuluh darah,
namun tulang belakang datar pada tempat tidur, dengan latihan
berbaring di lantai bermatras kedua kaki terlentang diatas dudukan
kursi. Dalam memilih posisi saat persalinan perlu dipertimbangkan
posisi tubuh ibu hamil dan bayinya sesuai harapan, maka secara berkala
perlu latihan yang mana memungkinkan perawat maternitas/bidan
memeriksa kemajuan persalinan untuk kelancaran proses persalinan
berlangsung lancer sesuai harapan.

2.4. Senam Hamil


1. Pengertian
Senam hamil ialah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan
mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament,
otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan Siti
Fauziah (2012). Yuni Kusmiati (2010) berpendapat bahwa senam hamil
dimulai pada umur kehamilan setelah 22 minggu. Senam hamil
bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat
berfungsi secara optimal dalam persalinan normal serta mengimbangi
perubahan titik berat tubuh. Senam hamil ditujukan bagi ibu hamil tanpa
kelainan atau tidak terdapat penyakit yang menyertai kehamilan , yaitu
penyakit jantung, ginjal, dan penyulit dalam kehamilan (hamil dengan
pendarahan, kelainan letak, dan kehamilan yang disertai dengan
anemia).
2. Syarat senam hamil
Menurut Mandriawati (2008) syarat yang harus dipenuhi
dalam melakukan senam hamil adalah :
a. Kehamilan berjalan normal
b. Diutamakan pada kehamilan pertama atau kehamilan berikutnya
yang mengalami kesulitan persalinan.
c. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter
atau bidan.
d. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas
kemampuan fisik ibu.
e. Jangan membiarkan tubuh ibu kepanasan dalam jangka waktu
panjang. istirahatlah sejenak.
f. Gunakan bra yang cukup baik untuk olah raga dan semacam decker
yang bisa menyokong kaki.
g. Minum cukup air
h. Perhatikan keseimbangan tubuh (kehamilan mengubah
keseimbangan tubuh Ibu)
i. Lakukan olahraga sesuai porsi dan jangan berlebihan. Jika terasa
pusing, kram, lelah atau terlalu panas, istirahat saja.

Latihan senam hamil terbagi atas tiga tahap yaitu tahap pendahuluan,
latihan inti dan relaksasi. Tujuan latihan pendahuluan adalah untuk
mengetahui daya kontraksi otot-otot tubuh, luas gerakan persendian, dan
mengurangi sertaa menghilangkan nyeri dan kekakuan tubuh.

Cara-cara latihan pendahuluan dilakukan beberapa hari sampai wanita


hamil dapat menjalankan latihan-latihan inti. Latihan inti bertujuan
untuk:
a. Pembentukkan sikap tubuh.
Karena sikap tubuh yang baik menyababkan tulang panggul naik,
sehingga janin berada dalam kedudukan normal. Sedangkan sikap
tubuh yang tidak baik akan menyebabkan tulang panggul turun,
sehingga kedudukan janin kurang baik.
b. Latihan kontraksi dan relaksasi.
Untuk memperoleh sikap tubuh dan mengatur relaksasi pada waktu
yang diperlukan.
c. Latihan pernafasan.
Untuk melatih berbagai teknik pernafasan supaya dapat
dipergunakan pada waktunya sesuai kebutuhan. Syarat
mendapatkan pernafasan yang sempuran adalah relaksasi seluruh
tubuh, berkonsentrasi, dan untuk melemaskan otot-otot dinding
perut dan pernafasan maka kedua lutut harus ditekuk.

Latihan penenangan bertujuan untuk menghilang tekanan (sters) pada


waktu melahirkan. Dengan latihan ini diharapkan ibu dapat menjadi
tenang dan memperoleh relaksasi sempurna menghadapi persalinan.
Selama kehamilan bentuk-bentuk latihan ini dilakukan secara terpadu
dan cara latihannya dibagi menurut umur kehamilan, yaitu latihan
padakehamilan minggu ke- 22-25 ; 26-30 ; 31-34 dan minggu 35 ke atas.

3. Tujuan senam hamil


Mochtar (1998) membatasi tujuan senam hamil menjadi tujuan secara
umum dan khusus, tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut :
a. Tujuan umum senam hamil adalah melalui latihan senam hamil yang
teratur dapat dijaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan
dalam mekanisme persalinan, mempertinggi kesehatan fisik dan psikis
serta kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam menghadapi
persalinan dan membimbing wanita menuju suatu persalinan yang
fisiologis.
b. Tujuan khusus senam hamil adalah memperkuat dan mempertahankan
elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan
jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan,
melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses
persalinan, membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat
membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi
sesak napas, menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan dan
dapat mengatur diri pada ketenangan.

Menurut Mandriawati (2008) tujuan senam hamil adalah :


a. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut,
ligamen-ligamen, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses
pesalinan.
b. Membentuk sikap tubuh. Sikap tubuh yang baik selama kelahiran dan
persalinan dapat mengatasi keluhan-keluhan umum pada wanita
hamil, mengharapkan letak janin normal, mengurangi sesak nafas
akibat bertambah besarnya perut.
c. Menguasaai teknik-teknik pernafasan yang mempunyai peranan
penting dalam persalinan dan selama hamil untuk mempercepat
relaksasi tubuh yang diatasi dengan napas dalam, selain itu juga untuk
mengatasi rasa nyeri pada saat his.
d. Menguatkan otot -otot tungkai, mengingat tungkai akan menopang
berat tubuh ibu yang makin lama makin berat seiring dengan
bertambahnya usia kehamilan.
e. Mencegah varises, yaitu pelebaran pembuluh darah balik (vena)
secara segmental yang tak jarang terjadi pada ibu hamil.
f. Memperpanjang nafas, karena seiring bertambah besarnya janin maka
dia akan mendesak isi perut ke arah dada. hal ini akan membuat
rongga dada lebih sempit dan nafas ibu tidak bisa optimal. dengan
senam hamil maka ibu akan dapat berlatih agar nafasnya lebih panjang
dan tetap relaks.
g. Latihan pernafasan khusus yang disebut panting quick breathing
terutama dilakukan setiap saat perut terasa kencang.
h. Latihan mengejan latihan ini khusus utuk menghadapi persalinan, agar
mengejan secara benar sehingga bayi dapat lancar keluar dan tidak
tertahan di jalan lahir.
i. Mendukung ketenangan fisik

4. Manfaat Senam Hamil


Esisenberg (1996) membagi senam hamil menjadi empat tahap dimana
setiap tahapnya mempunyai manfaat tersendiri bagi ibu hamil. Tahap dan
manfaat senam hamil yaitu:
a. Senam Aerobik
Merupakan aktifitas senam berirama, berulang dan cukup melelahkan,
dan gerakan yang disarankan untuk ibu hamil adalah jalan-jalan.
Manfaat dari senam aerobik ini adalah meningkatkan kebutuhan
oksigen dalam otot, merangsang paru-paru dan jantung juga kegiatan
otot dan sendi, secara umum menghasilkan perubahan pada
keseluruhan tubuh terutama kemampuan untuk memproses dan
menggunakan oksigen, meningkatkan peredaran darah, meningkatkan
kebugaran dan kekuatan otot, meredakan sakit punggung dan
sembelit, memperlancar persalinan, membakar kalori (membuat ibu
dapat lebih banyak makan makanan sehat), mengurangi keletiham dan
menjadikan bentuk tubuh yang baik setelah persalinan.
b. Kalestenik
Latihan berupa gerakan-gerakan senam ringan berirama yang dapat
membugarkan dan mengembangkan otot-otot serta dapat memperbaiki
bentuk postur tubuh. Manfaatnya adalah meredakan sakit punggung
dan meningkatkan kesiapan fisik dan mental terutama mempersiapkan
tubuh dalam menghadapi persalinan.
c. Relaksasi
Merupakan latihan pernapasan dan pemusatan perhatian. Latihan ini
bisa dikombinasikan dengan katihan kalistenik. Manfaatnya adalah
menenangkan pikiran dan tubuh, membantu ibu menyimpan energi
untuk ibu agar siap menghadapi persalinan.
d. Kebugaran Panggul (biasa disebut kegel)
Manfaat dari latihan ini adalah menguatkan otot-otot vagina dan
sekitarnya (perinial) sebagai kesiapan untuk persalinan,
mempersiapkan diri baik fisik maupun mental.

Selain itu, menurut Mandriawati (2008) manfaat senam hamil adalah :


a. Mengatasi sembelit (konstipasi), kram dan nyeri punggung.
b. Memperbaiki sirkulasi darah
c. Membuat tubuh segar dan kuat dalam aktivitas sehari-hari.
d. Tidur lebih nyenyak.
e. Mengurangi resiko kelahiran prematur.
f. Mengurangi stress.
g. Membantu mengembalikan bentuk tubuh lebih cepat setelah
melahirkan.
h. Tubuh lebih siap dan kuat di saat proses persalinan.
i. Bertemu dengan calon ibu lain bila ibu melakukannya kelas senam
hamil.

5. Kontraindikasi Senam Hamil


Menurut Mandriawati (2008) kontraindikasi senam hamil adalah :
a. Kelainan jantung
b. Tromboplebitis
c. Emboli Paru
d. Perdarahan pervaginam
e. Ada tanda kelainan pada janin
f. Plasenta previa

6. Tempat Melakukan Senam Hamil


Untuk menjamin dilakukannya senam hamil dengan aman dan benar
dibutuhkan tuntunan yang jelas atau instruktur yang berpengetahuan dan
terampil. Oleh karena itu, dianjurkan agar ibu hamil melakukan senam
hamil bersama ibu hamil yang lain di Rumah Sakit atau Rumah Bersalin
yang akan digunakan untuk bersalin. Karena ditempat tersebut akan ada
saling tukar pengalaman, bertambah semangat juga akan ada penambahan
wawasan bisa diberikan oleh petugas medis yang merangkap sebagai
instruktur. (Kushartanti, 2004). Namun jika tidak sempat atau jarak rumah
terlalu jauh dari Rumah Sakit atau Klinik, bisa juga dilaksanakan dirumah
dengan dibantu instruktur atau ibu sudah pernah mengikuti senam hamil
dan sudah mengerti bagaiman cara melakukannya misalnya diteras atau
diruang keluarga. (Musbikin, 2005)

7. Petunjuk
a. Ikuti petunjuk yang ada pada job sheet
b. Lakukan secra hati-hati dan ikuti petunjuk pelaksanaan dan petunjuk
instruktur

8. Keselamatan Keja
a. Jaga privasi klien
b. Perhatikan keadaan umum ibu
c. Sebelum melakukan senam, pastikan ibu dalam keadaan sehat dan
tidak lelah
d. Anjurkan ibu memakai pakaian olahraga atau pakaian hamil lainnya
yang nyaman bagi ibu.

9. Perlengkapan alat dan ruangan yang diperlukan


a. Kaset, tape recorder, matras berserta bantal-bantal, kursi-kursi untuk
latihan.
b. Persyaratan ruangan; setiap kelas 6-12 peserta dengan umur
kehamilan yang rata-rata sama, jauh dari kleramaian/ tenang, cat
ruangan cerah dilengkapi cermin dan gambar-gambar yang
berhubungan dengan kehamilan, perkembangan janin, persalinan,
menyusui serta cukup ventilasi, dilengkapi pilar setinggi pinggul yang
kuat, serta kamar mandi, jarak antara matras 0,5 m dengan ukuran
80x200 m.
10. Pelaksanaan senam hamil
a. Duduk bersila dengan kaki terlipat nyaman posisi ini
memungkinkan dinding perut menekan rahim ke dalan posisinya
sehingga kedudukan janin tetap baik dan nyaman selama hamil.
b. Membungkuk, berlutut posisi merangkak luruskan punggung
tanpa memindahkann siku dan lutut, kencangkan otot-otot perut
dan angkat punggung, tahan posisi ini beberapa detik lalu
kendurkan/lepaskan kembali posisi semula, usahakan agar bagian
bawah punggung tidak terlalu melengkung.
c. Latihan menyamankan punggung dengan cara duduk bersandar
dengan punggung disangga beberapa bantal, luruskan kaki dan tarik
ujung kaki bergantian sehingga tulang punggung bergerak.
d. Mengencangkan otot-otot panggul untuk melatih tulang panggul
dengan cara duduk bersandarkan beberapa bantal, lutut ditekuk, tapak
kaki rata dengan lantai, jatuhkan kedua kaki ke samping membuka
lalu dirapatkan kembali ulangi hingga 10 kali.
e. Untuk menguatkan otot-otot panggul dan dasar panggul, berdiri
dengan merengangkan kaki dan tangan berpengangan pada sandaran
kursi, punggung tegak luruss, perlahan-lahan turunkan pinggul dan
kedua lutut ditekuk lalu berdiri lagi, hal ini diulangi 10 kali.
f. Melatih tulang belakang, dengan berdiri tegak dengan kaki renggang
sambil berpegangan pada sandaran kursi, kemudian tegapkan dan
kendurkan tubuh dengan mengaktifkan dasar panggul selama latihan,
kaki menapak pada lantai lakukan 10 kali.
g. Menggoyang dan memutar panggul; duduk dikursi menghadap
sandarannya, dengan posisi kaki terbuka, tangan dipunggung kursi
dilapisi bantal sofa sikap ini mengangkat otot-otot bahu dan
membantu mengurangi tekanan di tulang rusuk. Gerakkan tulang
punggung maju mundur ulangi 10 kali.

11. Prosedur Pelaksanaan


a. Jelaskan pada ibu maksud dan tujuan senam hamil
b. Cek keadaan umum ibu, dan pastikan KU baik dan ibu tidak lelah.
c. Anjurkan ibu memakai baju olahraga
d. Siapkan alat dan ruang yang nyaman.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TENTANG KB DAN SENAM
HAMIL PADA IBU HAMIL YANG BEROBAT DI KLINIK PRATAMA
PABERNA KAMPUNG LALANG

Pokok bahasan : Senam Hamil


Sub pokok bahasan : Agar ibu hamil meningkatkan taraf kesehatan ibu
hamil dan membuat ibu merasa lebih siap dalam
menghadapi persalinan nanti.
Sasaran : Ibu hamil di sekitar Klinik Pratama Paberna
Target : Ibu hamil
Hari/tanggal : Rabu, 22 Januari 2020
Waktu : 40 menit
Tempat : Klinik Pratama Paberna

A. Latar Belakang
Keberhasilan pembangunan kesehatan sesuai dengan tujuan dari
pembangunan millennium yang menetapkan tahun 2015 sebagai batas
waktu pencapaian target-target, tujuan dari Millenium Development Golds
(MDGs).Dari delapan tujuan tersebut ada tujuan yang membahas tentang
angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu yaitu masukd alam
tujuan keempat dan kelima. Diantara prediktor kondisi kesehatan di
Indonesia, tingkat kematian ibu dapat dikatakan paling memprihatinkan.
Angka Kematian Ibu (AKI) 307 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada
SDKI 2002-2003. Angka kematian ibu melahirkan tidak mengalami
penurunan dalam 5 tahun terakhir. Target Millennium Development
Goals(MDG’s) tahun 2016 AKI menjadi 100 kematian per 100.000
kelahiran hidup.

Kematian ibu dapat dicegah hingga 22% yaitu melalui antenatal care yang
teratur, mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan, hidup sehat
dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pelaksanaan inisiasi menyusui dini
dalam persalinan, serta pelaksanaan senam hamil secara teratur. Salah
satukegiatan dalam pelayanan selama kehamilan yang bertujuan untuk
mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil adalah senam hamil. Sangat
penting bagi wanita untuk mempertahankan atau memeprbaiki kondisi
fisiknya bila ia ingin kehamilan yang terbaikdan untuk menghadapi stress
yang dialami tubuhnya karena perkembangan janin. Dalam rangka ikut serta
mensukseskan program dari MDG’s, dua dari tujuan MDG’s adalah
menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu maka
RS Kebumen mengadakan program senam hamil dengan tujuan membuat
ibu merasa lebih rileks dalam menghadapi kehamilan yang semakin
membesar, sehingga taraf kesehatan ibu menjadi lebih baik dan angka
kematian bayi menjadi berkurang. Program senam hamil dapat dilakukan
oleh seluruh ibu hamil diatas kehamilan 20 minggu.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah Melakukan Senam Hamil Maka, meningkatkan taraf kesehatan
ibu hamil dan membuat ibu merasa lebih siap dalam menghadapi
persalinan nanti.
2. Tujuan Khusus
a. Mengurangi keluhan pada kehamilan diatas 20 minggu
b. Melatih relaksasi pada kehamilan diatas 20 minggu
c. Melatih tekhnik pernapasan pada kehamilan diatas 20 minggu
d. Melancarkan persalinan

C. Dasar Pelaksanaan
Pelaksanaan senam hamil dapat dilaksanakan oleh seluruh petugas
kesehatan yang terlatih.

D. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan


Hari/Tgl : Rabu, 22 Januari 2020
Pukul : 09.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Klinik Pratama Paberna
E. Peserta
Peserta kelas senam hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan diatas
20 minggu.

F. Materi Pelaksanaan
Terlampir

G. Pokok Bahasan
Langkah – langkahsenam yang akan didemonstrasikanadalah :
1. Duduk Bersila
2. Gerakan Memutar Lengan Dan Mengencangkan Payudara
3. Gerakan Relaksasi
4. Gerakan Pergerakan Kaki Dan Men ganyuh
5. Gerakan Mengangkat Panggul
6. Latihan Peregangan
7. Gerakan Melenturkan Punggung
8. Gerakan knecest

H. Metode
1. Senam Hamil

I. Media
1. SOP
2. Leaflet
3. Video
4. Speaker

J. Setting Tempat
Peserta penyuluhan duduk berhadapan dengan penyuluh. Dimana satu orang
fasilitator akan duduk diantara peserta.
Keterangan :

: Penyuluh (pemateri)

: Pembawa acara

: Media penyuluhan

: Fasilitator

: Peserta

K. Pengorganisasian
1. Ketua : Helpianus Siswanto Hondro S.Kep
2. Sekretaris : Romintan Sitanggang S.Kep
3. Bendahara : Mayasari Lingga S.Kep
4. Pembawa acara : Putri Delima Perdana S.Kep
Putri Febri Mardani S.Kep
5. Penyaji : Julia Darwin Panjaitan S.Kep
6. Fasilitator : Alfin Pratama S.Kep
7. Obsever : Lisa Nanda Fransiska S.Kep
8. Konsumsi : Iin Ivning S.Kep
Sarindah Sihaloho S.Kep
9. Dokumentasi : Raodatul Ula S.Kep
L. Strategi Pelaksanaan
Tahap Kegiatan Perawat Kegiatan peserta Waktu
Kegiatan
Pembukaan  Memperkenalkan Memperhatikan
(moderator) diri dan mendengarkan 5 menit
 Mengadakan kontrak penyaji
waktu
 Menjelaskan tujuan
penyuluhan
 Menyampaikan
pokok-pokok materi
yang akan dijelaskan

Pengembangan  Menjelaskan materi  Memperhatikan 20 menit


(Penyaji) meliputi: dengan seksama
1. Duduk Bersila  Menyampaikan
2. Gerakan Memutar pertanyaan
Lengan Dan setelah
Mengencangkan penyampaian
Payudara materi
3. Gerakan Relaksasi
4. Gerakan
Pergerakan Kaki
Dan Menganyuh
5. Gerakan
Mengangkat
Panggul
6. Latihan
Peregangan
7. Gerakan
Melenturkan
Punggung
8. Gerakan knecest
Evaluasi  Memberikan 1. Bertanya 10 menit
kesempatan pada 2. Menjawab &
pasien dan keluarga menjelaskan
untuk bertanya. pertanyaan
 Menanyakan pada
pasien dan keluarga
tentang materi yang
diberikan
 Memberikan
reinforcement
kepada pasien dan
keluarga bila dapat
menjawab&
menjelaskan
kembali
pertanyaan/materi

Penutup 1. Menyimpulkan Mendengarkan


(Moderator) materi dan membalas 5 menit
2. Mengucapkan salam
terima- kasih
kepada pasien
dan keluarga
3. Mengucapkan
salam

M. EVALUASI
1. Kriteria struktur :
 Peserta hadir di tempat yang telah ditentukan\
 Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di tempat yang telah
ditentukan dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pula.
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum
dan saat penyuluhan.
 Media telah siap
2. Kriteria Proses :
 Pasien, keluarga, dan masyarakat antusias terhadap materi
penyuluhan.
 Pasien, keluarga, dan masyarakat konsentrasi mendengarkan
penyuluhan.
 Pasien, keluarga, dan masyarakat mengajukan pertanyaan dan
menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.
3. Kriteria Hasil :
Pasien dan keluarga mampu:
 Menjelaskan pengertian Senam Hamil.
 Menjelaskan Tujuan Senam Hamil.
 Memperagakan gerakan-gerakan Senam Hamil.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Senam hamil adalah latihan fisik ringan sesuai dengan indikasi kehamilan
yang bertujuan untuk relaksasi dan persiapan saat persalinan. Tujuan umum
senam hamil adalah melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga
kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam mekanisme
persalinan, mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada
diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan dan membimbing
wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis. Selain itu dapat
memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut,
ligamen-ligamen, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses
pesalinan. Manfaat senam hamil adalah dapat mengatasi sembelit
(konstipasi), kram dan nyeri punggung, memperbaiki sirkulasi darah,
membuat tubuh segar dan kuat dalam aktivitas sehari-hari, tidur lebih
nyenyak, mengurangi resiko kelahiran prematur, dll.

3.2. Saran
Semoga Proposasl ini dapat menambah pengetahuan pembaca dalam hal
kebidanan khususnya tentang otonomi dalam pelayanan kebidanan.
DAFTAR PUSTAKA
Kusmiyati, Yuni. 2010. Asuhan Kehamilan. Fitramaya : Yogyakarta.

Fauziah, Siti. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Kehamilan. Jakarta :


Kharisma Putra Utama.

Kushartanti.( 2004). Senam Hamil. Lintang Pustaka. Yogyakarta.

Mandriati, G.A. (2008). Panduan Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. EGC.
Jakarta.

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetry. Jilid I. EGC: Jakarta.

Musbikin, imam. (2005). Panduan Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan. Mitra
Pustaka. Yogyakarta.

Pudiastuti, R. A, 2011. Buku Ajar ; Kebidanan Komunitas. Haikhi. Yogyakarta.