Anda di halaman 1dari 3

PJBL (Project Based Learning) Gastroentritis

Disusun oleh :

Azizha Adila Fitri (165070207111017)


Kelompok 2 Reguler 1

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019
A. Defenisi
Gstroentritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang
memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyak dari biasanya yang
disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen.

B. Klasifikasi
Gastroenteritis (diare) dapat di klasifikasi berdasarkan beberapa faktor :
1). Berdasarkan lama waktu :

Akut : berlangsung < 5 hari


Persisten : berlangsung 15-30 hari
Kronik : berlangsung > 30 hari
2). Berdasarkan mekanisme patofisiologik

Osmotik, peningkatan osmolaritas intraluminer


Sekretorik, peningkatan sekresi cairan dan elektrolit

C. Epidemiologi
Menurut hasil Riskerdas 2007, diare merupakan penyebab kematian nomor satu
pada bayi dan balita, sedangkan pada semua kelompok umur menempati nomor
empat. Kejadian luar biasa diare masih sering terjadi, dengan case fatality rate yang
masih tinggi. Data Riskerdas 2013, menunjukan insiden diare untuk semua kelompok
umur di Indonesia adalah 3,5%, di mana kelompok umur balita adalah yang paling
tinggi menderita diare.[12,13]

D. Faktor risiko

E. Patofisiologi
F. Manifestasi klinis
Nyeri perut (abdominal discomfort)
Rasa perih di ulu hati
Mual, kadang-kadang sampai muntah
Nafsu makan berkurang
Rasa lekas kenyang
Perut kembung
Rasa panas di dada dan perut
Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba).
G. pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Tinja
Makroskopis dan mikroskopis.
pH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet dinistest, bila diduga
terdapat intoleransi gula.
Bila diperlukan, lakukan pemeriksaan biakan dan uji resistensi.

Pemeriksaan Darah
pH darah dan cadangan dikali dan elektrolit (Natrium, Kalium, Kalsium dan Fosfor)
dalam serum untuk menentukan keseimbangan asama basa.
Kadar ureum dan kreatmin untuk mengetahui faal ginjal.

Doudenal Intubation
Untuk mengatahui jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif, terutama
dilakukan pada penderita diare kronik.

H. Penatalaksanaan
Pemberian cairan.
Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan
penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : Memberikan
bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral dan makanan yang
bersih.
Obat-obatan.

I. Komplikasi
Dehidrasi
Renjatan hipovolemik
Kejang
Bakterimia
Mal nutrisi
Hipoglikemia
Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.