Anda di halaman 1dari 14

BAB I MATERI dan PERUBAHANNYA

MATERI
Apa itu Materi ?
Untuk menjawabnya, coba perhatikan kegiatan berikut :
1. Sebuah balon ditiup dan diikat, kemudian dengan sebatang lidi, jarum atau yang sejenisnya, lubangi balon
tersebut. Apa yang terjadi dan kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari peristiwa tersebut?
2. Ambil sebuah buku, letakkan diatas telapak tangan kalian, apa yang kalian rasakan?
3. Kesimpulan apa yang dapat kalian ambil?
4. Dari kedua kegiatan tersebut dapatkah kalian nyatakan apa pengertian dari “Materi” ?

Materi adalah
..........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................

Sifat-sifat materi
 Berdasarkan wujudnya materi dibedakan atas zat padat, zat cair dan gas
 Berdasarkan perubahannya, sifat materi dibedakan atas :
1. Sifat Fisika adalah sifat-sifat materi yang tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru
Contoh : kerapatan, kelarutan, kekerasan, warna, bau, wujud zat , kemagnetan dll
2. Sifat Kimia adalah sifat-sifat materi yang berhubungan dengan pembentukan zat baru
Contoh : kereaktifan, kestabilan, mudah tidaknya berkarat, dll
 Berdasarkan ukuran dan jumlah zat, sifat materi dibedakan atas :
1. Sifat Intensif adalah sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah dan ukuran zat
Contoh : gula rasanya manis
tas berwarna biru
2. Sifat Ekstensif adalah sifat yang didasari atas kuantitas dan ukuran zat
Contoh : volume, massa, panjang, kapasitas panas, dll

Isilah tabel berikut dengan 15 contoh materi dan kelompokkan menurut wujudnya!
Wujud zat
No Nama materi
Padat Cair Gas
1 Udara - - gas
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Dan untuk tabel berikut, isilah dengan beberapa peristiwa yang pernah kalian alami dalam kehidupan sehari-
hari, kemudian kelompokkan sesuai dengan sifatnya :
Sifat
No Peristiwa
Kimia Fisika
1 Menjemur baju setelah dicuci - Sifat fisika
2
3
4
5
6
7
8
9
10

PERUBAHAN MATERI
 Pada dasarnya perubahan materi ini dibedakan menjadi :
1. Perubahan Fisika yaitu perubahan materi yang tidak menghsilkan zat baru, yang berubah hanya
bentuk, ukuran, dan wujud zat tanpa mengubah jenis zat tersebut.
Contoh :
a. Perubahan karena perubahan bentuk : - belerang menjadi serbuk
- kulit buaya menjadi tas
b. Perubahan karena perubahan wujud : - air menjadi uap air
- bensin menguap
c. Perubahan karena hal lain : - daun menjadi layu (proses pengeringan)
- melarutnya gula dalam air (proses pelarutan)
2. Perubahan Kimia yaitu perubahan yang disertai dengan pembentukan zat baru dengan sifat-sifatnya
yang baru
Contoh :
a. Perubahan karena proses pembakaran : - kertas dibakar
- petasan meledak
b. Perubahan karena proses peragian : - singkong menjadi tape
- kedelai mejadi tempe
c. Perubahan karena hal lain : - proses pencernaan, pernafasan
- proses perkaratan besi, proses pelapukan kayu (proses
kerusakan)
Perubahan kimia disebut dengan Reaksi Kimia
Terjadinya suatu reaksi kimia biasanya ditandai dengan :
1. timbulnya gas
2. terjadinya perubahan suhu
3. terbentuknya endapan
4. terjadinya perubahan warna

Hukum Kekekalan Massa :


 Dalam setiap perubahan zat, baik perubahan fisika maupun kimia, jumlah massa zat akan tetap.
 Meskipun dalam setiap reaksi kimia selalu terbentuk zat baru, jumlah massa zat-zat tidak berubah.
 Hal ini dijelaskan oleh suatu Hukum yaitu Hukum Kekekalan Massa yang dikemukakan oleh
Antoine Laurent Lavoisier atau lebih dikenal dengan Hukum Lavoisier.
 Bunyi Hukum Kekekalan Massa tersebut adalah : “ Dalam setiap reaksi kimia jumlah massa
zat - zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama “
Contoh :
28 gram serpihan tipis pelat besi dicampur dengan 16 gram serbuk belerang dalam suatu
tabung reaksi kemudian dipanaskan. Setelah reaksi selesai maka diperoleh zat baru
(besi belerang)sebanyak 44 gram
Besi + belerang → besi belerang
28 gram 16 gram 44 gram
Klasifikasi Materi :
 Pengelompokan atau klasifikasi materi dapat dilihat pada tabel berikut :

Materi/Zat

Bahan homogen Bahan heterogen

Zat Tunggal Capuran (larutan) Campuran

Unsur Senyawa

- Bahan homogen adalah bahan yang seluruh bagiannya mempunyai sifat yang sama
- Bahan heterogen (campuran) adalah bahan yang tidak seluruh bagiannya mempunyai sifat yang sama
- Zat tunggal adalah sutu zat yang bersifat homogen dan komposisi unsur - unsur peembentuknya selalu
tetap
- Larutan adalah campuran yang homogeny

UNSUR
 Unsur adalah zat tunggal yang dengan reaksi kimia biasa tidak dapat diubah lagi menjadi zat lain yang
lebih sederhana
 Jumlah unsur yang hingga kini dikenal ± ada 109 buah, 92 diantaranya adalah unsur alami dan selebihnya
merupakan unsur buatan
 Unsur-unsur tersebut dapat digolongkan menjadi unsur logam dan non logam.
Contoh unsur logam : perak, emas, tembaga, besi, seng, aluminium, dll
Contoh unsur non logam : karbon, belerang, hidrogen, oksigen, nitrogen, dll

 Adapun perbedaan sifat unsur logam dan non logam dapat dilihat pada tabel berikut:
No Logam Non logam
1 Permukaan mengkilap Tidak mengkilap
2 Penghantar panas Tidak menghantarkan panas
3 Penghantar listrik Tidak menghantarkan listrik kecuali karbon
4 Dapat ditempa dan ditarik menjadi kawat Rapuh, tidak dapat ditempa dan ditarik
menjadi kawat
5 Padat, kecuali raksa yang berwujud cair Padat, cair dan gas

Pada umumnya unsur-unsur dialam terdapat dalam keadaan terikat dengan unsur lain kecuali sebagian
kecil unsur yang bebas dialam, seperti oksigen, dan nitrogen diudara

SENYAWA
 Senyawa adalah zat tunggal yang masih dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana secara
kimia atau senyawa adalah hasil penggabungan unsur-unsur secara kimia
 Penggabungan secara kimia adalah penggabungan yang tidak sembarang, tetapi mengikuti aturan tertentu
yang dikenal dengan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) yang berbunyi : “Perbandingan
massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap”
 Contoh : Perbandingan massa hidrogen dan Oksigen dalam air selalu tetap yaitu 1 : 8,
Jika banyaknya hidrogen dan atau oksigen yamg digabungkan tidak sesuai dengan
perbandingan diatas, maka salah satunya akan tersisa
Perhatikan tabel berikut :
Zat sebelum reaksi Zat setelah reaksi
Hidrogen Oksigen Air Sisa zat yang tidak Perbandingan massa hidrogen
bereaksi dan oksigen
1 gram 8 gram 9 gram - 1 : 8
3 gram 24 gram 27 gram - 3 : 24 = 1 : 8
7 gram 48 gram 54 gram 1 gram hidrogen 6 : 48 = 1 : 8
9 gram 75 gram 80 gram 3 gram oksigen 9 : 72 = 1 : 8

Contoh soal :
 Perbandingan massa Aluminium dan oksigen dalam aluminium oksida adalah 9 : 8
a. tentukan berapa gram gas oksigen yang dapat bereaksi dengan 18 gram aluminium ?
b. tentukan berapa gram aluminium oksida yang terbentuk jika 27 gram aluminium direaksikan
dengan 26 gram oksigen
c. berapa gram aluminium dan oksigen yang diperlukan pada pembentukan 68 gram aluminium
oksida
Jawab :
a. aluminium + oksigen → aluminium oksida
perb massa : 9 8 17
tersedia : 18gr
Oksigen yang diperlukan : 8/9 x 18g
= 16 gram

b. aluminium + oksigen → aluminium oksida


perb massa : 9 8 17
tersedia : 27 gr 26 gr
bereaksI : 27 gr 8/9 x 27 gr
= 24 gr
Sisa : = 2 gr (26 – 24)
Aluminium Oksida yang terbentuk = 27 + 24 = 51 gr

c. aluminium + oksigen → aluminium oksida


perb massa : 9 8 17
terbentuk : - - 68 gr
dibutuhkan : 9/17 x 68 8/17 x 68
= 36 gr = 32 gr

CAMPURAN
 Campuran adalah suatu bahan yang terdiri dari dua zat atau lebih yang bergabung menjadi satu dan
masih mempunyai sifat-sifat zat asalnya serta tidak mempunyai komposisi yang tetap
Antara senyawa dan campuran sangatlah berbeda, dan perbedaan tersebut adalah sbb :
No Yang dibandingkan Senyawa Campuran
1 Cara pembuatan Peristiwa kimia Peristiwa fisika
2 Pemisahan komponen pembentuk Secara kimia Secara fisika
3 Perbandingan massa zat pembentuk Tertentu Sembarang
4 Sifat komponen pembentuk Tidak tampak Masih ada

 Macam-macam campuran :
1. Campuran Homogen,adalah campuran yang tidak bisa dibedakan antara zat-zat yang tercampur
didalamnya
Campuran homogen disebut juga dengan “larutan”
Contoh : larutan garam, sirop, udara, dll
2. Campuran Heterogen adalah campuran yang mengandung zat-zat yang tidak dapat bercampur satu
dengan lainnya secara sempurna sehingga sifat partikel dari zat yang dicampur masih dapat dikenali
Contoh : minyak yang dicampur air
batu-batuan di alam
serbuk besi yang dicampur dengan serbuk belerang

 Pemisahan Campuran :
Campuran dapat dipisahkan antara lain dengan cara :
1. Penyaringan (Filtrasi), untuk memisahkan campuran heterogen zat padat yang tidak larut dalam
zat cair
Contoh : pemisahan air dari Lumpur
pemisahan teh dari air the
2. Pengkristakan (Kristalisasi), untuk memisahkan zat padat dari larutannya dengan jalan
memanaskan larutan sampai jenuh/pekat kemudian didinginkan dan akan terbentuk Kristal
Contoh : pembuatan garam dari air laut
pembuatan gula putih dari air tebu
3. Penyulingan (Destilasi), untuk pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih
komponennya
Contoh : pemisahan air dari air teh
pemisahan fraksi minyak bumi
4. Penyubliman (Sublimasi), untuk memurnikan zat yang dapat menyublim
Contoh : pemurnian iodium dari iodium kotor
5. Kromatografi, untuk pemisahan campuran yang didasarkan pada perdedaan daya serap
Contoh : pemisahan zat warna dalam tinta

 Campuran dapat berupa : suspensi, larutan atau koloid


a. Suspensi
 Suspensi adalah campuran kasar dan bersifat homogen.
 Istilah suspensi biasanya digunakan untuk campuran heterogen suatu zat padat dalam air.
 Suspensi tampak keruh dan tidak stabil, antar komponennya masih terdapat bidang batas.
 Suspensi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan
 Contoh : campuran kapur dengan air
b. Larutan
 Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut (komponen yang sedikit) dengan pelarut
(komponenyang lebih banyak)
 Komponen dalam larutan tidak dapat dipisahkan melalui penyaringan
 Berdasarkan jumlah zat yang terlarut, dikenal adanya larutan pekat (zat terlarutnya banyak)
dan larutan encer (zat terlarutnya sedikit)
 Larutan dapat berupa padatan, cairan atau gas
 Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pelarutan adalah sbb :
1. pemanasan (penambahan suhu), makin tinggi suhu umumnya kelarutan makin besar
2. luas permukaan (ukuran partikel), makin banyak luas permukaan suatu zat makin mudah larut
3. pengadukan, perlakuan ini akan menyebarkan zat terlarut kedalam pelarut sehingga akan
memudahkan pelarutan
4. sifat zat, ada zat yang mudah larut ada juga yang sukar larut
c. Koloid
 Koloid adalah suatu campuran yang keadannya terletak antara larutan dan suspensi
 Secara makroskopis koloid tampak homogen, tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra akan
terlihat heterogen.
 Umumnya koloid keruh tapi stabil (tidak memisah jika dibiarkan)
 Campuran koloid tidak dapat disaring
 Contoh : cat, air susu, santan, air sabun, dll
Kadar Zat Dalam Campuran
Kadar/Susunan zat-zat dalam campuran dapat dinyatakan dalam persen (per seratus bagian) atau bpj (bagian
per juta)
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒛𝒂𝒕
1. Persen Massa = 𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
𝒙 𝟏𝟎𝟎%

𝒗𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒛𝒂𝒕
Persen Volume = 𝒗𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
𝒙 𝟏𝟎𝟎%

𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒛𝒂𝒕
2. Per juta massa = 𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
𝒙 𝟏𝟎𝟔 𝒃𝒑𝒋

𝒗𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒛𝒂𝒕
Per juta Volume = 𝒗𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
𝒙 𝟏𝟎𝟔 𝒃𝒑𝒋

1 % = 10. 000 bpj


1
1 bpj = 10.000 % = 10−4 %

CONTOH :
1. Dalam larutan Asam Sulfat 60 %, berapa perbandingan volume asam sulfat dan air dalam larutan tersebut
Jawab : Asam Sulfat : air = 60 ml : 40 ml

2. Dalam 750 gram larutan gula, terlarut gula sebanyak 250 gram. Berapa konsentrasi larutan tersebut dalam
% berat ?
Jawab : Massa zat terlarut (gula) = 250 gram
Massa larutan = 750 gram
250
Kosentrasi larutan = 750 x 100 % = 20 %

3. Hituglah berapa gram air yang diperlukan untuk melarutkan 40 gram garam agar diperoleh larutan garam
dengan konsentrasi 20 % ?
Jawab : Massa garam = 40 gram
Massa larutan garam = 40 gr garam + x gr air
40
20 = x 100 %
40+𝑥
20 (40 + x ) = 40 x 100
800 + 20 x = 4000
20 x = 3200
X = 160 gram
Jumlah air yang dibutuhkan = 160 gram

4. Kadar Oksigen terlarut dalam 1m3 air sebanyak 60% volume. Berapa bpj kadar Oksigen terlarut dalam
tiap liter air ?
Jawab :
1% = 10.000 bpj
60 % = 60 x 10.000 = 600.000 bpj
1m3 = 1000 liter
600.000
Oksigen terlarut dalam 1 lt nya = 1000 = 600 bpj
SOAL LATIHAN 1
Berilah tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d atau e untuk pilihan jawaban yang benar
1. Sesuatu yang mempunyai massa dan volume dinamakan ….
a. atom d. unsur
b. molekul e. senyawa
c. materi
2. Materi yang berupa zat tunggal, tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengancara
kimia biasa dinamakan ….
a. unsur d. senyawa
b. larutan e. koloid
c. suspensi
3. Untuk mendapatkan minyak jarak dari biji jarak, dapat dilakukan dengan cara ….
a. penyaringan d. penyulingan
b. pengkristalan e. kromatografi
c. penyubliman
4. Materi berikut yang termasuk campuran homogen adalah………
a. udara bersih d. air murni
b. susu murni e. agar – agar
c. cat
5. Diantara peristiwa berikut, yang terjadi karena proses kerusakan adalah ….
a. besi berkarat d. pembuatan gula tebu
b. penyepuhan logam e. pembuatan garam
c. pembuatan tempe
6. Pada reaksi kimia, jumlah massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Pernyataan tersebut
dikemukakan oleh ….
a. Rutherford d. Gay Lussac
b. Avogadro e. Lavoisier
c. Proust
7. Sifat berikut ini bukan merupakan sifat senyawa adalah ….
a. heterogen
b. merupakan zat tunggal
c. terbentuk zat baru dari penyusunnya
d. terbentuk dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu
e. komponennya dapat dipisah dengan cara kimia
8. Amoniak merupakan gas berbau menyengat dan khas, jika diuraikan terjadi gas nitrogen dan gas
hidrogen yang keduanya tidak berbau dan tidak berwarna. Hal tersebut menunjukkan bahwa ….
a. senyawa terbentuk dari proses fisika
b. senyawa merupakan zat baru yang sifat unsur penyusunnya hilang
c. senyawa disusun dari unsur – unsur dengan perbandingan sembarang
d. senyawa merupakan perpaduan sifat dari unsur – unsur penyusunnya
e. senyawa bukan merupakan zat tunggal
9. Kadar kemurnian besi dalam meni adalah 80 %. Jika tersedia 250 gram meni, maka jumlah besi yang
terdapat dalam meni tersebaut sebanyak ….
a. 80 gram d. 220 gram
b. 160 gram e. 250 gram
c. 200 gram
10. Pernyatan berikut adalah ciri-ciri terjadinya perubahan kimia kecuali ....
a. Terjadi perubahan suhu d. Timbulnya gas
b. Terjadi perubahan massa e. Timbul endapan
c. Terjadi perubahan warna
11. Pernyataan dibawah ini yang benar adalah …..
a. perubahan fisika adalah perubahan yang menghasilkan zat yang baru
b. larutan adalah campuran yang bersifat heterogen
c. pengertian massa sama dengan berat
d. senyawa adalah zat yang dengan reaksi kimia biasa tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang
lebih sederhana
e. perbandingan massa komponen pembentuk senyawa adalah tetap
12. Perubahan yang bersifat tetap dan menghasilkan zat baru adalah ....
a. perubahan fisika d. perubahan kimia
b. perubahan permanen e. perubahan tetap
c. perubahan sementara
13. Suatu percobaan tentang pembentukan tembaga (II) sulfida dengan cara mereaksikan antaralogam
tembaga dan belerang menghasilkan data sbb :
Massa tembaga (gr) Massa tembaga (II) sulfida (gr) Massa belerang (gr)
0.16 0.24 0.08
0.32 0.48 0.16
0.64 0.96 0.32
0.96 1.44 0.48
Dari data diatas, maka perbandingan massa tembaga dan belerang adalah ….
a. 1 : 2 d. 2 : 3
b. 1 : 3 e. 3 : 1
c. 2 : 1
14. Jika 8 gram gas hidrogen direaksikan dengan 82 gram belerang membentuk gas hidrogen sulfida
sebanyak 85 gram dengan perbandingan 1 : 16. Setelah reaksi selesai maka akan diperoleh ….
a. 2 gram belerang d. 5 gram belerang
b. 3 gram gas hidrogen e. 2 gram belerang dan 3 gram gas hidrogen
c. 2 gram gas hidrogen dan 5 gram belerang
15. Perbedaan mendasar antara senyawa dan campuran terdapat pada….
a. wujud zat penyusunnya d. ukuran partikel zat penyusunnya
b. waktu pembentukan e. tempat pembentukan
c. perbandingan massa zat penyusunnya

TUGAS TERSTRUKTUR 1
1. Apa perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan kimia! Jelaskan dan sebutkan contohnya masing-
masing 5
2. Apa sajakah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan suatu zat!
3. Diantara zat-zat berikut, golongkanlah menurut jenisnya ( unsur, senyawa atau campuran)
a. Udara f. Natrium
b. Asam nitrat g. Perunggu
c. Logam patri h. Garam dapur
d. Kaporit i. Larutan Urea
e. Klorium j. Neon
4. Berikan contoh reaksi yang :
a. Menimbulkan perubahan suhu ?
b. Menunjukkan terjadi perubahan warna ?
5. Sebutkan 2 contoh cara pemisahan campuran ! jelaskan mekanismenya
PENILAIAN HARIAN 1 :
1. Diantara zat –zat berikut ini jika ditempa tidak menjadi lempeng, adalah ….
a. besi d. neon
b. nikel e. kobalt
c. mangan
2. Zat berikut ini yang ketiganya merupakan unsur adalah…..
a. air, alkohol, gula
b. susu, santan es krim
c. udara, asap, kabuta dan Satu-satunya yang Memberikan Cashback Tak Terbatas
d. emas murni, air murni, bensin murni
e. arang, raksa, belerang
3. Pernyataan yang tidak tepat dalam hubungannya dengan unsur adalah ….
a. bersifat homogen
b. terdiri dari atom yang sejenis
c. dengan reaksi kimia biasa tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana
d. tidak dapat bergabung atau bersenyawa dengan unsur lain
e. tergolong zat tunggal
4. Larutan garam, asam klorida, udara, emas merupakan contoh dari ….
a. gas d. unsur
b. larutan e. materi
c. senyawa
5. Pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi dilakukan dengan cara destilasi bertingkat. Minyak bumi ternasuk
….
a. unsur d. atom
b. senyawa e. molekul
c. campuran
6. Diberikan 2 zat kimia :
A : berupa serbuk, hitam, tertarik oleh magnet, dapat menghantar listrik
B : berupa serbuk, kuning, tidak tertarik oleh magnet, tidak dapat menghantar listrik
Manakah diantara pernyataan berikut yang tidak tepat?
a. A merupakan unsur logam
b. B merupakan unsur non logam
c. Jika A dan B dicampur, maka sifat masing – masing unsur masih tampak
d. Jika A dan B dicampur, akan membentuk campuran yang homogen
e. Jika membentuk senyawa indeks berpengaruh terhadap tatanamanya
7. Diantara pernyataan dibawah ini yang benar adalah ….
a. senyawa adalah campuran yang homogen
b. larutan adalah campuran yang heterogen
c. perbandingan massa komponen pembentuk campuran tidak tertentu
d. senyawa adalah zat yang dengan reaksi kimia biasa tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang
lebih sederhana
e. unsur adalah suatu zat yang bersifat heterogen
8. Zat padat berikut ini yang bersifat rapuh adalah……..
a. fosforus d. stonsium
b. litium e. kromium
c. argentum
9. Manakah yang ketiganya merupakan senyawa?
a. udara, kapur, perunggu d. kapur, air murni, gula
b. perunggu, bensin, sirup e. air kopi, gula, sirup
c. tanah, air susu, bensin
10. Suatu percobaan tentang pembentukan tembaga (II) sulfat dengan cara mereaksikan antara logam
tembaga dan belerang menghasilkan data sebagai berikut :
Massa tembaga (gr) Massa tembaga(II) sulfida (gr) Massa belerang (gr)
0,08 0,12 0,04
0,32 0,48 0,16
0,96 1,44 0,48
Dari data diatas, maka perbandingan massa tembaga dan belerang adalah ....
a. 0,1 d. 0,0001
b. 0,01 e. 0.00001
c. 0.001
11. Untuk mendapatkan endapan dari larutannya, dapat dilakukan dengan cara ….
a. penyaringan d. penyulingan
b. pengkristalan e. kromatografi
c. penyubliman
12. Zat tunggal dapat berupa unsur maupun senyawa. Diantara zat-zat berikut yang termasuk unsur adalah
….
a. baja d. air
b. timah e. urea
c. gula
13. Diantara peristiwa berikut, yang terjadi karena peristiwa penguapan adalah ….
a. besi berkarat d. pembuatan gula tebu
b. nasi menjadi basi e. pembuatan garamdari air laut
c. pembuatan kecap
14. Contoh dari senyawa adalah ….
a. kecap d. karbon
b. karat besi e. kalsium
c. kuningan
15. Dalam pembentukan senyawa besi belerang, perbandingan massa antara besi dan belerang adalah
7 : 4. Jika 24 gram besi direaksikan dengan 12 gram belerang, maka massa besi belerang yang
terbentuk adalah ….
a. 72gram d. 28 gram
b. 36gram e. 19 gram
c. 33gram
16. Materi didefinisikan sebagai ….
a. sesuatu yang dapat diraba dan menenpati ruang
b. sesuatu yang dapat bereaksi dan mempunyai energi
c. sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang
d. sesuatu yang dapat diraba dan menempati ruang
e. sesuatu yang dapat diraba dan mempunyai energy
17. Diantara perubahan berikut yang termasuk perubahan fisika adalah ….
a. perkaratan d. peragian
b. pelarutan e. pelapukan
c. penyepuhan
18. Hukum Perbandingan Tetap dikemukakan oleh ….
a. Lavoisier d. Dalton
b. Proust e. Avogadro
c. Gay Lussac
19. Untuk mendapatkan Iodium bersih dari Iodium kotor dapat dilakukan dengan cara ….
a. sublimasi d. kromatografi
b. destilasi e. filtrasi
c. kristalisasi
20. Diberikan beberapa unsur :
(i) kalsium (ii) pospor (iii) karbon (iv) perak (v) raksa (vi) neon
Yang merupakan unsur non logam adalah….
a. ii, iii, v d. ii, iii, vi
b. i, iv, v e. ii, v, vi
c. i, iii, v
www.bimbelSMES.comimbel Pertama dan Satu-satunya yang Memberikan Cashback Tak Terbat
Isilah titik-titik dibawah ini dengan benar !
1. Campuran adalah……………………………………………………………
2. Peristiwa pengelasan logam termasuk salah satu contoh perubahan ………………….
3. Sifat materiyang tidak bergantung pada jumlah dan ukuran zat disebut ……………………...
4. Suatu zat yang tersusun oleh dua zat atau lebih dengan perbandingan massa tidak tertentu disebut
………………..
5. Tembaga, timbal, timah, adalah contoh dari ……………..
6. Untuk mendapatkan gula dari larutannya, dapat dilakukan dengan cara ................................................
7. Bunga menjadi layu merupakan salah satu contoh perubahan ………………….
8. Unsur besi jika mengikat oksigen , air dan larutan asam akan dapat menghasilkan karat besi, peristiwa ini
adalah salah satu contoh dari perubahan …………………………………
9. Larutan adalah suatu campuran homogen yang terdiri dari …………………… dan ..............................
10. Campuran dapat dipisahkan dengan cara ………............, …………………., ………... ………….,
……………… dan………………...
PERCOBAAN 1 (praktikum/demonstrasi) :
1. Tujuan : Mempelajari perubahan fisika dan kimia dari beberapa macam materi
2. Alat dan bahan :
Alat : gelas kimia, pengaduk, sendok/spatula, penjepit, thermometer, tabung reaksi.
Cawan
porselen, pembakar spiritus + kaki tiga + kasa, kaca arloji, gelas ukur
Asam klorida, gula, garam dapur, larutan Natrium Hidroksida, larutan Feri
klorida
3. Cara Kerja :
a. Ambil sedikit iodium padat dengan menggunakan spatula, masukkan dalam cawan porselen
Siapkan alat pembakar spiritus beserta kasa dan kaki tiganya, nyalakan.
Tutup cawan porselen menggunakan kaca arloji kemudian panaskan diatas pembakar spiritus ± 2
menit, matikam api, setelah dingin ambil kaca arloji dari atas cawan porselen. Amati apa yang ada
di bagian bawah kaca arloji. Apakah terjadi zat baru ?
b. Ambil sebatang lilin, siapkan sebuah gelas kimia yang sudah diisi air.
Nyalakan lilin dan tampung lelehannya dalam gelas kimia tersebut. Amati apa yang terjadi dan
bandingkan dengan keadaan lilin semula. Apakah terjadi zat baru ?
c. Ambil sepotong kecil kertas, masukkan dalam gelas kimia, tambahkan sedikit air dan lumatkan
kertas sampai seperti bubur. Amati, apakah terjadi zat baru setelah kertas dilumatkan ?
d. Ambil sepotong kertas, bakarlah kertas tersebut, bandingkan keadaan kertas sebelum dan setelah
dibakar. Apakah terjadi zat baru ?
e. Ambil gula sebanyak 2 spatula, masukkan dalam gelas kimia masukkan kedalamnya ± 50 ml air ,
aduklah. Apa yang terjadi dengan gula tersebut ? apakah gula tersebut masih ada ? jelaskan
pendapat kalian !
f. Masukkan 1 sendok gula kedalam cawan porselen. Panaskan cawan diatas pembakar spiritus
sampai warna gula berubah. Bandingkan warna gula sebelum dan sesudah dipanaskan. Apakah
terjadi zat baru pada peristiwa ini ?
g. Ambil sebatang paku besi. Jepit dengan penjepit, panaskan paku diatas api (langsung), hentikan
pemanasan jika paku telah membara, kemudian dinginkan.apakah terjadi zat baru pada peristiwa ini
?
h. Ambil sebatang paku besi, masukkan dalam tabung reaksi. Tambahkan kedalamnya sedikit larutan
asam klorida (HCl) encer, amati apa yang terjadi pada paku. Apakah dalam peristiwa ini terbentuk
zat baru ? jelaskan pendapat kalian !
i. Ambil 2 ml larutan Kalium Iodida dengan menggunakan gelas ukur, masukkan kedalam tabung
reaksi. Tambahkan kedalamnya 2 ml larutan HCl, goncangkan tabung hingga kedua larutan benar-
benar tercampur. Bandingkan warna larutan sebelum dan sesudah dicampurkan. Apa pendapat
kalian dengan peristiwa ini ? apakah terjadi zat baru ?
j. Ulangi kegiatan diatas dengan menggunakan larutan Natrium Hidroksida yang dicampur dengan
larutan Feri Klorida. Apa pendapat kalian ?
k. Ambil 2 ml larutan HCl, masukkan dalam tabung reaksi. Ukur suhu larutan tersebut dengan
menggunakan termometer. Catat suhumya !
l. Ambil 2 ml larutan Natrium Hidroksida masukkan dalam tabung reaksi lain, ukur juga suhunya
dengan menggunakan termometer, catat hasilnya
m. Tuang larutan Natrium Hidroksida ini kedalam tabung yang berisi larutan HCl, ukur dan catat
suhunya. Bandingkan suhu larutan sebelum dan sesudah dicampurkan, apakah terjadi reaksi kimia
dalam peristiwa ini ? jelaskan pendapat kalian !

4. Lembar Pengamatan :
No Percobaan Hasil pengamatan
1 Iodium padat Pada bagian bawah kaca arloji terdapat …………...
dipanaskan kemudian Penjelasan
didinginkan ………………………………………………………………
…............................................................................
………………………………………………………………
2 ……………………… ………………………………………………………………
………………….. …............................................................................
………………………………………………………………
……………………………………………………

3 ……………………… ………………………………………………………………
………………….. …............................................................................
………………………………………………………………
……………………………………………………
4 ……………………… ………………………………………………………………
………………….. …............................................................................
………………………………………………………………
……………………………………………………
dst

5. Kesimpulan :
1. Pada percobaan diatas yang termasuk perubahan fisika adalah :
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
2. Pada percobaan diatas yang termasuk perubahan fisika adalah :
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
3. Dengan memperhatikan hasil percobaan diatas, sebutkan tanda-tanda terjadinya
reaksi kimia !
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….