Anda di halaman 1dari 4

2.

1 Sifat dalam Sistem Periodik

Gas Mulia merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang
memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk
monoatomik. Gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain dan sukar menerima ataupun
melepas elektron.

Adapula ciri penting yang menyebabkan gas mulia amat stabil yaitu konfigurasi
elektronnya. Berikut adalah konfigurasi elektron gas mulia:

He = 1s2

Ne = 1s2 2s2 2p6

Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

Kr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6

Xe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6

Rn = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6

Karena konfigurasi elektronnya yang stabil, gas mulia juga biasa digunakan untuk
penyingkatan konfigurasi elektron bagi unsur lain. Kestabilan unsur-unsur golongan gas
mulia menyebabkan unsur-unsur ini sukar membentuk ion, artinya sukar melepas atau
menerima elektron.
2.1.1 Sifat Atomik

Unsur-unsur gas mulia memiliki konfigurasi electron valensi yang oktet, yaitu ns2
np6, kecuali pada He dengan konfigurasi duplet 1s2. Jari-jari atom dari He ke Rn
bertambah sebagaimana bertambahnya jumlah kulit electron. Konfigurasi electron dengan
kulit valensi terisi penuh demikian menyebabkan gas mulia cenderung sangat stabil (sangat
sukar bereaksi).

Afinitas elektron, dengan elektron valensi yang sudah penuh, unsur gas mulia sangat
sukar untuk menerima elektron. Hal ini dapat dilihat dari harga afinitas elektron yang rendah.

Energi ionisasi, kestabilan unsur-unsur golongan gas mulia menyebabkan unsur-


unsur gas mulia sukar membentuk ion, artinya sukar untuk melepas elektron. Helium adalah
unsur gas mulia yang memiliki energi ionisasi paling besar. Energi ionisasi dari He ke Rn
semakin berkurang, sebagaimana bertambahnya jari-jari atom sehingga gaya tarik inti
terhadap elektron valensi semakin melemah dan energi yang diperlukan untuk melepaskan
elektron semakin berkurang.

Secara sederhana, keelektronegatifan dapat diartikan sebagai suatu bilangan yang


menggambarkan kecenderungan suatu unsur untuk menarik elektron ke pihaknya dalam
suatu ikatan kimia. Jadi, keelektronegatifan tidak dikaitkan dengan pembentukan ion seperti
halnya energi ionisasi dan afinitas elektron. Golongan VIIIA umumnya berupa gas yang
sangat stabil sehingga tidak reaktif. Unsur gas mulia (golongan VIIIA) terdapat di alam
dalam wujud gas monoatomik yaitu atom-atomnya berdiri sendiri. Golongan gas mulia
memiliki kulit terluar yang sudah terisi penuh sehingga membuat unsur-unsur tersebut tidak
reaktif.

2.1.2 Sifat Fisis

Unsur-unsur gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah. Titik
didihnya hanya beberapa derajat Celcius di atas titik lelehnya. Titik leleh dan titik didih
dari He ke Rn bertambah sebagaimana kekuatan gaya London (gaya dispersi) bertambah
seiring dengan bertambahnya massa atom dan jari-jari atom.
Densitas (kerapatan) gas mulia juga cenderung bertambah dari He ke Rn.
Densitas gas dipengaruhi oleh massa atom, jari-jari atom, dan gaya London. Densitas gas
akan bertambah dengan bertambahnya massa atom dan kekuatan gaya London, tapi akan
berkurang dengan bertambahnya jari-jari atom. Namun demikian, pengaruh massa atom dan
gaya London lebih signifikan disbanding pengaruh jari-jari atom dalam hal ini, sehingga
densitas bertambah dari He ke Rn.

Kelarutan gas mulia dalam air bertambah besar dari Helium (He) hingga ke Radon
(Rn). Pada suhu 0o C dalam 100 ml air terlarut 1 ml He, 6 ml Ar, dan 50 ml Rn.

2.1.3 Sifat Kimia

Oleh karena konfigurasi elektron yang stabil, unsur-unsur gas mulia cenderung tidak
reaktif (sangat sulit bereaksi). Kereaktifan gas mulia akan berbanding lurus dengan jari-jari
atomnya, jadi kereaktifan gas mulia akan bertambah dari He ke Rn. Hal ini disebabkan
pertambahan jari-jari atom yang menyebabkan daya tarik inti terhadap elektron kulit luar
berkurang, sehingga semakin mudah ditarik oleh atom lain. Tetapi gas mulia adalah unsur
yang tidak reaktif karena memiliki konfigurasi elektron yang sudah stabil, hal ini didukung
kenyataan bahwa gas mulia di alam selalu berada sebagai atom tunggal atau monoatomik.
Tetapi bukan berarti gas mulia tidak dapat bereaksi, hingga sekarang gas mulia periode 3 ke
atas (Ar, Kr, Xe, Rn) sudah dapat berinteraksi dengan unsur yang sangat elektronegatif
seperti Fluorin pada Rodon dan Oksigen pada Xenon. Maka dari itu keempat unsur gas mulia
tersebut dapat bereaksi.
Daftar Pustaka

Nurfadilah D. 2018. Makalah Kimia Gas Mulia.

https://www.academia.edu/10992008/MAKALAH_KIMIA_GAS_MULIA
[diunduh 2019 Mar 20]

Petrucci RH. 2011. Kimia Dasar: Prinsip dan Penerapan Modern Edisi ke-10. Toronto

(CA): Pearson Canada Inc.

Purba M. 2006. Kimia 1A untuk SMA Kelas X. Jakarta (ID): Erlangga.

Susianto N. 2018. Gas Mulia. https://www.studiobelajar.com/gas-mulia/ [diunduh 2019

Mar 20]