Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN PIMPINAN KLINIK JASMINE 2

NOMOR :
TENTANG PENDELEGASIAN WEWENANG
Menimbang :
a. bahwa dalam rangka menyediakan layanan yang berkesinambungan dengan
terbatasnya tenaga kesehatan maka perlu adanya pendelegasian wewenang
b. bahwa sehubungan dengan yang dimaksud pada poin a, diperlukan keputusan
pimpinan klinik tentang pendelegasian wewenang
Mengingat
1. Undang - Undang nomer 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. Undang - Undang Menteri Kesehatan No. 25 Tahun 2009 tentag Pelayanan Publik
3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik
Mandiri Dokter Gigi
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN PIMPINAN KLINIK TENTANG
PENDELEGASIAN WEWENANG
KESATU : Penetapan standar operasional pendelegasian wewenang
KEDUA : Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila
di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan/perubahan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Surakarta
Pada tanggal 10 Januari 2020
PIMPINAN KLINIK

SRI PURWANINGTYAS
KLINIK JASMINE PENDELEGASIAN DISAHKAN OLEH
Jl. Adi Sucipto no 120b, WEWENANG
Paulan, Colomadu
Karanganyar
PENDELEGASIAN PIMPINAN
WEWENANG Klinik JASMINE:

dr. Sarjono Budi S.


NOMOR
Tujuan Menjadi acuan dalam melakukan pelimpahan wewenang
bagi pimpinan, penanggung jawab program atau upaya
agar tugas yang diberikan sesuai Visi, Misi, Tujuan
Klinik
Ruang Lingkup Pelayanan medik dasar di klinik
Uraian Umum Pendelegasian yaitu tindakan memercayakan tugas
(yang pasti dan jelas), kewenangan, hak, tanggung
jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban dari
Pimpinan Puskesmas kepada Penanggung Jawab Upaya
Puskesmas.
Prosedur Pendelegasian wewenang Dokter kepada Perawat dan
Bidan
1. Dokter mengamati kemampuan yang dilakukan oleh
perawat atau bidan.
2. Dokter memberi pendelegasian wewenang kepada
perawat maupun bidan sesuai kompetensi dan
kemampuan yang ada pada perawat dan bidan.
3. Setiap perawat atau bidan pelimpahan yang diberikan
oleh dokter tidak semua sama disesuaikan kemapuan
dalam melakukan tindakan.
4. Surat pendelegasian wewenang diketahui oleh pemberi
wewenang maupun penerima wewenang dengan
menandatanganinya dan diketahui oleh kepala
puskesmas.
5. Penerima wewenang (perawat dan bidan) hanya boleh
melakukan tindakan sesuai yang dilimpahkan (ditulis).

Pendelegasian wewenang Apoteker kepada Perawat


dan Bidan
1. Apoteker mengamati kemampuan yang dilakukan oleh
perawat atau bidan.
2. Apoteker memberi pendelegasian wewenang kepada
perawat maupun bidan sesuai kompetensi dan
kemampuan yang ada pada perawat dan bidan.
3. Surat pendelegasian wewenang diketahui oleh pemberi
wewenang maupun penerima wewenang dengan
menandatanganinya dan diketahui oleh kepala klinik
Penerima wewenang (perawat dan bidan) hanya boleh
melakukan tindakan sesuai yang dilimpahkan (ditulis).