Anda di halaman 1dari 6

FORMULIR RENCANA PENGEMBANGAN SMK

POST SHARING WORKSHOP – LTW

NAMA INSTITUSI / PESERTA : SMK Negeri 1 Tanjung Morawa / Usman Siregar, ST, MPd
LTW
PESERTA YANG TERLIBAT : 1.

A. SHARING / PELATIHAN / WORKSHOP


Indikator Deskripsi
Pelaksanaan Sharing / Pelatihan o Inisiatif Pribadi
o Dikelola oleh instansi

Topik Sharing / Pelatihan o TVET as a competitive strategy for


economic development
o strategic planning for TVET
o planning, design, and development of
TVET curriculum
o recruitment and development of
component TVET
o quality teaching of TVET
o quality assistement for competency-based
TVET
o TVET for industry, with industry
o Building a posotive public image of TVET

Jumlah Peserta / Jumlah Sesi / Hari 1 Hari / 1 Sesi


Durasi pelatihan 3 Jam/135 Menit
Dokumen pendukung (PPT, Buku, Booklet) PTT / Slide Presentasi
apabila ada

B. IMPLEMENTASI PERUBAHAN
S/N Gambaran Situasinal
Deskipsi implementasi Hasil / Manfaat yang
Sebelum Implementasi
rencana tindakan diperoleh
Perubahan
1 Kualitas pembelajaran Melakukan monitoring dan - Guru secara bertahap
masih belum efektif dan evaluasi secara sudah melaksanakan
terstruktur. Hal ini berkesinambungan terhadap pembelajaran yang
disebabkan belum semua guru saat pembelajaran efektif dan sesuai
guru melaksanakan apakah sesuai dengan dengan rencana
pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang pembelajaran yang
rancangan perangkat dibuat dibuat.
pembelajaran yang sudah di - Peserta didik
buat pada awal semester mendapatkan kualitas
pembelajaran yang
semakin baik

2 Strategi promosi dan Menggunakan media sosial - Sekolah memperoleh


pemasaran sekolah masih media dan promosi yang berbagai macam
dilakukan secara menggunakan internet tanggapan positif dan
konvensional melalui sehingga bisa menjangkau keuntungan yang
brosur, pamflet, spanduk berbagai kalangan dengan banyak lewat promosi
dll. mudah. Memasukan di sosial media dengan
berbagai kegiatan sekolah, biaya yang efisien dan
fasilitas yang terbaru jangkauan yang luas.
sehingga menarik siswa - Sekolah semakin
baru dikenal masyarakat luas
dan industry, dan
alumni bisa dikenal di
dunia industry.

3 Pembukaan kompetensi Menyiapkan kerjasama Kompetensi Keahlian yang


keahlian dengan kurikulum dengan DU/DI berupa Mou di kelola lambat laun sudah
memakai yang sudah ada dalam hal fasilitas, berstandar DU/DI , dengan
dan fasilitas praktek yang kurikulum, dan hubungan pembinaan dari DU/DI baik
belum berstandar industri timbal balik yang pembelajaran praktek di
menguntungkan kedua sekolah maupun
belah pihak pembelajaran di lapangan (
PKL)
4 Setiap sekolah belum disusun model kerjasama Sekolah memiliki dokumen
memiliki bentuk kerjasama antara sekolah / TVET yang multi kerjasama
yang signifikan dengan dengan dunia usaha / mengenai pengembangan
dunia usaha / industri di industri, meliputi : kerjasama dan model-
daerahnya masing – masing a. Kerjasama dalam model kerjasama antara
dalam pengembangan pelaksanaan praktik sekolah / TVET dengan
sekolah / TVET industri (PI) dunia usaha / industri.
b. Kerjasama dalam
pemagangan guru
produktif
c. Kerjasama dalam
penyusunan dan
penyelarana kurikulum
di sekolah / TVET
d. Kerjasama dalam
penyediaan alat / bahan
praktik bagi sekolah /
TVET
e. Dan kerjasama lain
dalam berbagai aspek
pengembangan di
sekolah / TVET
5 Image sekolah belum dirancang bentuk Kegiatan yang dilaksanakan
terbentuk dengan baik implementasi berbagai secara bertahap menjadikan
dimata masyarakat, yang kegiatan yang bisa siswa melakukan kegiatan
masih menganggap siswa menjadikan siswa memiliki yang bermanfaat dan
smk suka tawuran, rusuh dll aktifitas yang positif dan berguna sehingga merubah
mendapat tanggapan yang image yang terbentuk
baik dari masyarakat sebelumnya menjadi image
yang positif
6 Materi dalam kurikulum Dirancang dan disusun Sekolah Memiliki
masih terlalu gemuk dan kurikulum yang efiesien Kurikulum yang
belum link & match dengan dan berafiliansi dengan kompetensi yang sudah di
DU/DI sehingga jam DU/DI sehingga saat siswa sinkronisasi dengan
belajar siswa menjadi terjun ke DU/DI tidak tejadi kebutuhan kompetensi dan
terlalu padat kesenjangan yang perkembangan DU/DI.
signifikan
C. HAMBATAN YANG DITEMUI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
a. Dimasyarakat masih terbentuk pemikiran yang kurang baik tentang siswa SMK yang
masih menganggap SMK adalah sekolah kelas 2 sesudah SMA, sehingga SMK hanya
sekolah pelarian saja
b. Masih belum optimalnya dukungan pemerintah khususnya dari dinas terkait tentang
pengembangan SMK ke arah industrialisasi dan kompetensi
c. Guru – guru masih banyak belum mahir akan penggunakan teknologi informasi untuk
memudahkan proses PBM.
d. Kurikulum yang digukan masih terlalu padat sehingga tidak efisien dan belum link &
match dengan DU/DI
e. Prestasi dan kompetensi siswa masih kurang terekspose di masyarakat
f. Sarana dan prasarana pendukung di sekolah untuk kelancaran PBM dan praktek siswa
masih belum memadai untuk meningkatkan kompetensi siswa.
g. Kompetensi guru masih kurang apabila di kaitkan dengan kompetensi yang sesuai dengan
DU/DI, sehingga perlu diadakannya magang dan pelatihan sesuai dengan standar yang
ada di DU/DI
Meeting & Sosialiasi Link Match Kurikulum SMK Negeri 1 Tanjung Morawa